
PENSIUNAN kaisar mengambil air minum dan menatap Li Chang Su sembari mengerutkan kening. Ini permasalahan lama. Perbedaan ruang dan waktu lah penyebabnya.
"Aku menjemputmu beberapa tahun lalu sebelum ditangkap oleh Zhen Juan. Ketika itu, aku mengunjungi padang pasir karena merasakan gelang naga perak begitu kuat menuju ke arahmu. Saat itu, Mu Xianzhai melepaskan gelang naga perak untuk menemukan istri. Jadi aku tahu dan membantunya." Pensiunan kaisar merasa tidak berdaya ketika cucu ketiganya itu memiliki takdir dari zaman modern.
Jadi, jika pensiunan kaisar tidak membantu Mu Xianzhai untuk menemukan takdir gelang naga perak, mungkin saat ini belum menikah dan hanya menunggu jodohnya datang.
Bagaimana mungkin akan datang jika Li Chang Su sendiri yang ditakdirkan itu ada di dunia dengan masa berbeda. Sehingga pensiunan kaisar membantunya.
"Kemungkinan besar saat kamu dikirim oleh gelang naga perak, zaman kuno ini telah mengalami banyak tahun secara bersamaan. Sehingga saat kamu muncul, aku sudah berada di tangan Zhen Juan." Pensiunan kaisar juga memahami pengetahuan ini dan membuat Mu Xianzhai mengetahui pelajaran baru.
"Itu juga mungkin saja," kaya Li Chang Su seraya mengangguk.
"Setelah kembali ke ibu kota, kamu berkultivasilah untuk memperkuat ilmu tenaga dalam. Naga perak membutuhkan banyak kekuatan untuk membentuk tubuh nyata." Pensiunan kaisar segera memperingati.
"Lalu Kakek, apakah tahu tentang kehidupan kaisar pertama?" Gaid situ bertanya lagi.
"Tidak terlalu. Tidak ada catatan sejarah pasti tentangnya di dalam dinasti Mu kita."
"Flare juga bercerita sedikit tentang kaisar pertama ini. Nah, apakah kalian ingin mendengar?" Lict akhirnya teringat dengan apa yang diceritakan Flare padanya dan juga Mu Hongzhi.
"Tentu saja."
Mereka sangat penasaran, terutama Li Chang Su.
Pada akhirnya, Lict dan Mu Hongzhi menceritakan kembali asal mula gerbang pintu baja dibuat hingga tentang kaisar pertama yang berjaya, mengurung binatang roh bawah tanah di pegunungan dewa.
Belum lagi, sejarah masa lalu sangatlah penting hingga kaisar pertama merupakan pemimpin Negara Bingshui yang begitu dihormati. Kepintarannya dalam memimpin negara sangat sejalan dengan prinsip budaya lokal. Belum lagi mendirikan beberapa sekte dan akademi bagi para pelajar.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya akademi ini tidak lagi berjaya saat ini, kemungkinan besar bangkit lagi masa yang akan datang. Li Chang Su merasa jika kaisar pertama di masa lalu sungguh pria yang kemodernan hingga mengajarkan rakyatnya cara menanam padi atau berkebun hingga menikmati hasil bumi.
Yang paling misterius, pembuatan pintu gerbang baja ini. Sungguh tidak terbayangkan jika kaisar pertama memiliki kemampuan seperti, bahkan sedikit kultivasi dari kekuatan zaman kuno. Mampu menciptakan Flare, tentu bukan hal yang mudah.
Li Chang Su menatap Mu Xianzhai untuk waktu yang cukup lama. Pria itu juga memiliki elemen api dan kemampuan untuk memanggil naga perak. Ini bukan hal biasa juga. Akhirnya pria itu memergokinya tengah menatap, merasa malu. Wajahnya memerah. Mu Xianzhai ingin mencubit pipi istrinya yang merona.
Ketika malam semakin larut, mereka beristirahat di tenda masing-masing. Mu Xianzhai memeluk istrinya di balik selimut tebal. Pria itu cukup kedinginan. Hingga Li Chang Su sendiri agak tidak berdaya.
"Mu Xianzhai ... Kamu menyembunyikan ini dariku kan? Sebenarnya kamu bisa memanggil bayangan naga perak?" tanyanya.
"Ya," gumam pria itu dengan mata terpejam. "Semuanya berkat Su'er," imbuhnya mengeratkan pelukan.
Gadis itu berbalik dan menatapnya cukup lama. Pria itu memiliki wajah yang lebih halus daripada wanita. Alisnya seperti pedang, rapi dan terlihat dominan. Belum lagi hidungnya agak mancing, bibirnya tipis dan kemerahan. Sedikit lembab.
Terkadang Li Chang Su berpikir jika pria ini seorang aktor di zaman modern. Kenapa begitu tampan bahkan tanpa operasi plastik? Pikirnya. Ia menyentuh wajah pria itu. Satu tangannya lagi bertumpu pada dada bidangnya. Mu Xianzhai hanya memakai jubah dalam saja saat tidur dan dua lapisan pakaian lainnya dilepas.
"Kenapa kamu begitu tampan?" tanya gadis itu penasaran.
"Mungkin takdir. Apakah Su'er menyukainya?" Mu Xianzhai memang tampan tanpa mengenakan topeng perak. Tidak heran jika putra mahkota sendiri cukup iri padanya dan membenci. Mungkin wajah keduanya hampir mirip.
"Ya. Bahkan jika kamu tidak setampan ini, aku masih suka," jawabnya.
Mu Xianzhai memegang tangan istrinya yang sempat menyentuh wajah, lalu mencium punggung tanganmya. "Aku akan membawamu jalan-jalan ketika tiba di ibu kota. Seharusnya Negara Bingshui sudah hampir selesai diperbaiki bahkan jika musim dingin cukup ekstrem."
"Kita harus mengurus barak militer dulu," kata gadis itu memperingati.
"Yah ... Su'er benar." Mu Xianzhai cukup menyesalinya. Mungkin dia harus memiliki jabatan seperti pangeran pertama sebagai bupati. Tidak perlu repot-repot pergi ke barak militer apalagi menjadi raja perang yang berpengaruh.
__ADS_1
Li Chang Su segera mencium sudut bibirnya. "Selamat malam dan selamat tidur. Besok pagi kita harus melanjutkan perjalanan." Dia tersenyum dan agak malu.
Mu Xianzhai merasa jika ciuman selamat malam itu kurang, sehingga segera membungkuk dan mencium bibir istrinya cukup lama. Gadis itu memeluk lehernya dan tidak mau kalah. Sayangnya, Mu Xianzhai tiba-tiba menekan dia di bawah dan menurunkan gaun istrinya.
"Kamu ....!" Gadis itu terkejut saat Mu Xianzhai sudah membenamkan wajah di lehernya. Ada sapuan lembut di sana yang membuat tubuhnya gemetar. Bulu matanya seperti kupu-kupu yang mengepakkan sayap.
Mu Xianzhai menyukai mata istrinya dan terkadang mencium kelopak matanya. Hingga akhirnya, rengekan kecil terdengar selama beberapa waktu.
Keesokan paginya ...
Api unggun dibuat kembali untuk menghangatkan sekitar. Kali ini salju tidak turun lagi sehingga mereka cukup santai. Mu Xianzhai sudah menghangatkan segelas susu untuk istrinya yang mengeluhkan tubuhnya sakit. Semalam dia terlalu berlebihan.
Ia hanya tersenyum dan menyodorkan segelas susu itu padanya. "Habiskan, biar tenagamu pulih kembali," bisik pria itu.
"..." Li Chang Su memerah.
Lict dan yang lainnya tidak tahu apa yang dibisikkan Mu Xianzhai pada gadis itu sehingga menimbulkan rona. Bahkan kuda putih mutasi yang masih dicat hitam itu agak malu-malu sejak pagi buta. Semalam, kuda putih mutasi itu tentu saja merasa tersiksa dengan beberapa suara samar dari tenda Mu Xianzhai.
Setelah sarapan selesai, mereka berkemas dan kembali melanjutkan perjalanan. Hanya saja Li Chang Su berniat untuk membersihkan cat hitam di tubuh kuda putih mutasi dan juga Xue Zi. Dia khawatir jika tiba di barak militer, keduanya akan disangka sebagai golongan kegelapan. Mereka pun berangkat setelah membersihkan tubuh kedua binatang mutasi itu.
Perjalanan kali ini memakan waktu yang cukup lama. Tapi tidak menemukan banyak masalah selama di perjalanan. Hingga akhirnya, mereka semua mendengar suara elang mutasi di langit.
Seekor elang gunung terbang di atas mereka, berputar satu kali dan turun dengan hati-hati. Beberapa salju di sekitarnya sedikit diterbangkan oleh kepakan sayap elang gunung mutasi.
Sayangnya, kali ini bukan Ye Shi yang datang untuk menjemput mereka. Hanya saja, elang gunung itu masih binatang mutasi yang sama seperti yang sempat membantu Ye Shi menyelamatkan kelompok Li Chang Su di hutan krtistal.
Pria berjubah hitam dengan pola piton emas turun dari punggung elang gunung mutasi, mungkin berusia kepala tiga. Lalu ada seekor kucing putih di pelukannya.
__ADS_1
"Sepertinya aku datang di saat yang tepat," katanya dengan ekspresi terkejut saat melihat pensiunan kaisar dan Mu Hongshan.