
LI CHANG SU sadar jika Mu Xianzhai memperhatikan tingkah lakunya yang cukup memalukan ini. Dia hanya mengangguk dan tersenyum, berterima kasih. Pria itu mengelus kepalanya dengan hati-hati agar tidak membuat dandanan rambutnya acak-acakan.
Suasana romantis yang sederhana dari keduanya diperhatikan oleh banyak menteri. Hingga akhirnya, Kaisar Mu berdeham. Pria paruh baya itu akhirnya tidak bisa menahan diri untuk mendengus. Bisakah keduanya bermesraan di rumah saja, alih-alih di istananya?
Ada banyak pria tua di sini. Anak muda yang saling memberi kasih sayang itu seperti burung yang sedang kencan.
Mu Xianzhai tidak peduli. Tapi setelahnya, dia hanya membiarkan kaisar berbicara lagi.
"Selain itu, ada satu hal kenapa aku memanggil Putria Xian kemari."
"Kaisar bisa mengatakannya," kata Li Chang Su.
Kaisar Mu menghela napas dan ekspresi wajahnya menjadi menyedihkan. "Bunga di halaman belakang istanaku layu. Dan kini hampir mati. Padahal itu adalah bunga musim dingin yang tetap mekar saat salju turun. Aku tidak tahu apakah Menantu bisa membantu atau memikirkan cara untuk membuat bunga itu tetap tumbuh."
Tampaknya Li Chang Su tertarik dengan bunga musim dingin ini. Biasanya, di musim dingin, bunga-bunga sudah tidak mekar lagi. Setidaknya setelah melewati musim gugur, musim dingin tiba. Dan banyak pepohonan telah kehilangan daun. Apalagi bunga.
Walaupun musim dingin kini berada di periode ekstrem, ternyata masih ada bunga musim dingin yang bisa bertahan. Li Chang Su pun akhirnya meminta izin untuk melihat bunga-bunga itu dulu.
Kaisar secara pribadi mengantarkannya ke halaman belakang istana. Beberapa pot telah ditata rapi di sepanjang tepi lantai hingga ujung pilar. Bahkan ada yang di dekat sudut.
Li Chang Su belum pernah memasuki halaman belakang istana seperti ini. Jadi dia cukup terkejut ketika melihatnya.
"Apakah bunga-bunga ini?" tanyanya.
"Ya ...."
__ADS_1
Di pot yang terbuat dari tanah liat, ada banyak jenis bunga. Li Chang Su tidak mengenali semua bunga itu, merasa asing. Mungkin jenis baru atau sesuatu yang sudah tidak ada lagi di zaman modern.
Daun-daun bunga itu layu dan mulai mengering. Padahal tanahnya basah. Belum lagi Mu Xianzhai juga berkata bahwa semua bunga ini memiliki aroma yang menenangkan ketika malam tiba. Sepeda dupa penenang di tempat janda permaisuri.
"Kaisar menanam bunga musim dingin ini untuk aromaterapi?"
"Kamu benar. Aku suka bunga-bunga ini untuk aromaterapi," jawab kaisar, tidak bermaksud untuk menyembunyikannya.
Li Chang Su memeriksa dulu apa yang menjadi penyebab layunya semua tanaman berbunga ini. Dan sepertinya tanah telah kehilangan sumber nutrisi yang diinginkan tumbuhan. Belum lagi, terlalu disiram akan membuat tanaman kehilangan banyak kemampuan untuk mencerna cairan.
Setelah dia memberi pupuk dan sedikit cairan nutrisi dari ruang artefak, bunga-bunga itu akan kembali segar di keesokan harinya. Setelah kaisar merasa lega, dia tidak menahan Li Chang Su dan Mu Xianzhai lagi. Mengusir mereka pergi. Dia sendiri akan menikmati keindahan bunga.
Saat meninggalkan Istana Kekaisaran, hari sudah sore. Li Chang Su dan Mu Xianzhai menuruni anak tangga untuk mencapai halaman istana utama. Tanpa sengaja, bertemu dengan pangeran keempat—Mu Lizheng. Bukan hanya itu, dia juga melihat seorang wanita cantik di samping pria itu.
Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya. Walaupun dia merasa bahwa wanita itu cukup asing, ia masih ingat tatapannya yang penuh kelicikan serta wajah bangga yang anggun. Rongyu.
"Tidak menyangka akan bertemu saudara ketiga di sini. Dan juga Putri Xian ...," kata Mu Lizheng sopan. Senyumnya mekar dengan baik. Tapi menyembunyikan kebencian.
"Saudara keempat terlalu sopan. Kami hanya berkunjung untuk merawat bunga layu," balas Mu Xianzhai tanpa basa-basi.
Mu Lizheng juga tahu jika kaisar memiliki banyak pot bunga di halaman belakang. Dan memang layu. Tapi dia tidak tahu jika kaisar akan memanggil pasangan ini ke istana hanya untuk merawat bunga. Dia tidak percaya sama sekali. Pasti ada hubungannya dengan masalah semalam.
Dia cukup terkejut saat mendengar jika Li Chang Su berhasil mengatasi para binatang mutasi yang hampir keluar dari lubang galian terowongan. Bukan hanya itu, tapi juga menguak semua orang-orang yang hilang di Negara Bingshui. Terutama anak-anak bangsawan yang menjadi pekerja paksa.
Wanita secantik dan secerdas Li Chang Su, kenapa harus berada di sisi Mu Xianzhai. Meski sekarang Rongyu merupakan kecantikan yang tidak ada bandingannya dengan semua selir di halaman belakang, Li Chang Su ini berbeda. Auranya selalu terlihat hidup.
__ADS_1
Merasakan bahwa putra mahkota menatap Li Chang Su dengan tatapan lain, Mu Xianzhai tidak bahagia. Bahkan Rongyu yang kini berada di samping pria itu pun mengepalkan tangannya, lalu meraih lengan putra mahkota untuk membangunkannya dari khayalan.
Rongyu masih memiliki dendam dengan gadis sialan itu. Jadi bagaimana jika itu pintar? Kenyataannya masih seorang remaja yang belum tahu banyak dunia. Tubuhnya tidak semenarik dirinya. Juga, wajahnya tidak sehalus miliknya. Gara-gara gelang naga perak, dia harus menanggung kutukan.
Dan mulai sekarang, dia harus mengandalkan mandi darah perawan untuk menekan kutukannya.
"Salam, Putri Mahkota," kata Li Chang Su sambil sedikit membungkuk, senyumnya alami. Tapi di mata Rongyu, itu terlihat seperti cibiran.
Saat kata 'Putri Mahkota' terucap, wanita itu menegang. Dia mungkin istri sah putra mahkota, tapi gelar ini belum bisa dia dapatkan. Bahkan Mu Lizheng yang mendengarnya pun berwajah gelap. Sambil menggertakkan gigi, dia langsung menjelaskan secara singkat identitas Rongyu.
"Rongyu sekarang adalah putri sampingku, bukan putri mahkota," katanya.
Li Chang Su berpura-pura terkejut. "Aku pikir telah menjadi putri mahkota. Maaf, kesalahpahaman," katanya dengan terburu-buru. Seolah-olah takut untuk dihukum.
"Tidak, tidak. Putri Xian tidak salah. Banyak orang juga yang berpikiran sama. Tapi Rongyu hanya putri sampingku saat ini. Posisi putri mahkota masih ada pada adikku," nada bicara Mu Lizheng menjadi lebih lembut saat bertatap muka dengan Li Chang Su. Ada sedikit percikan kasih sayang.
Sayangnya, Rongyu tidak bahagia saat mendengar ini dan hampir saja diliputi kecemburuan. Tapi meski begitu, dia masih memasang ekspresi senyum yang elegan.
Li Chang Su tidak berkata apa-apa lagi selain berusaha untuk tidak mual di depan mereka. Bau di tubuh wanita itu membuatnya ingin muntah. He Ze yang telah kembali ke ruang artefak pun juga mengejek Rongyu. Bau busuk ini sungguh tidak mengenakan.
Setelah mengajak Mu Xianzhai untuk pergi, dia sekilas melihat jika Rongyu memiliki kulit palsu yang terbentuk akibat ritual darah. Ternyata ilmu sihir begitu kuat, bahkan bisa menipu orang.
Saat kembali ke kereta, Xuxu dan Xuyao mengambil alih kereta yang sebelumnya dinaiki Li Chang Su. Sedangkan gadis itu pergi ke kereta Mu Xianzhai. Li Chang Su mengerutkan kening dan mengeluarkan botol aromaterapi. Wajahnya yang terlihat tidak menyenangkan pun akhirnya pulih banyak.
"Apakah Su'er baik-baik saja?" tanya pria itu sambil membiarkannya bersandar. Ada bantal empuk di dalam kereta sehingga memudahkan gadis itu untuk bersandar dengan nyaman.
__ADS_1
"Apakah kamu benar-benar tidak mencium bau apapun tadi?" Gadis itu bertanya kembali.
"Bau apa?" Mu Xianzhai mungkin mengerutkan keningnya di balik topeng.