Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Perang Harga, Menonton Kesenangan


__ADS_3

PELELANGAN KALI INI cukup ramai. Meski hujan ringan mulai lebat, tapi orang-orang antusias di dalam. Lantai pertama ditempati oleh rakyat biasa dan beberapa pejabat kecil. Tak jarang juga, jika lantai dua penuh, orang-orang berpangkat tinggi harus mengalah dan berbaur.


Di pelelangan, tuan rumah adalah segalanya. Ini tidak sama seperti pemilik toko barang atau restoran. Bisa dikatakan, pemiliknya sangat terhormat. Kaisar sendiri mengagumi acara seperti ini.


Sayangnya tidak bisa hadir, terlalu sibuk dengan urusan negara. Dengan dana masyarakat yang menipis, pelelangan kali ini mungkin tidak akan terlalu menguntungkan.


Harga lelang juga dikurangi. Pemilik tidak berdaya. Tapi setelah berdiskusi dengan bos, pemilik lelang itu sedikit percaya diri. Walaupun status pemilik merupakan yang tertinggi di gedung pelelangan, tapi selalu ada bos di belakang layar.


Li Chang Su berada di lantai dua. Ye Tianli ternyata sudah memiliki kotaknya tersendiri. Dari kotak itu, ada penghalang khusus yang hanya bisa terlihat dari dalam. Sementara orang di luar tidak akan tahu siapa di dalam. Ini sangat penarik.


"Tempat ini sangat ramai. Aku tidak tahu bahwa akan banyak orang yang datang," katanya.


Ye Tianli merasa bangga dan tersenyum menggoda, "Tentu saja. Pemandangan ini akan memuaskan mu."


Keduanya duduk dengan tenang. Li Chang Su baru pulih dari demam, sehingga Ye Tianli membiarkan pelayan menyiapkan kue jahe dan teh herbal untuk menghangatkan tubuh.


Entah kenapa, malam ini, Li Chang Su merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Pandangannya jatuh ke sisi lain kotak. Dengan penglihatan mata dewa, dia tanpa sengaja melihat ke kotak yang ada di seberang. Hatinya sedikit terkejut. Mu Xianzhai ada di sini juga ....


Diam-diam menurunkan pandangannya. Tampaknya pria itu melihat ke arah kotak yang dia masuki. Mungkinkah sudah tahu ...?


Tapi itu tidak mungkin. Walau Mu Xianzhai memiliki kekuatan dalam militer, penjaga gelap yang cakap, tidak mungkin menemukannya secepat itu. Kali ini pasti pria itu penasaran dengan sosoknya yang berjubah ini bukan?


"Apakah kamu memiliki persimpangan dengan pangeran ketiga?" Tanyanya tiba-tiba.


Ye Tianli mengerutkan kening. Matanya yang mengagumi kerumunan di bawah pun segera menyipit. Melirik Li Chang Su yang agak linglung sambil memakan kue jahe, entah kenapa bahwa perasaannya sedikit aneh. Malam ini, seharusnya dia membawa salah satu selirnya untuk datang. Tapi jelas malah menunggu gadis ini.


Walau dia memiliki beberapa selir, tapi tidak ada istri sah di rumah. Dia juga tidak kekurangan uang. Belum lagi, jika gadis yang dia suka menolak sampai ke pernikahan, tak ada paksaan. Gadis ini ... Meski dia tertarik untuk melakukan hubungan lebih jauh, ada raja perang di belakangnya.


Dia tidak mau memprovokasi orang itu. Yang bisa membeli segalanya, tapi tidak harga orang lain. Mu Xianzhai yang kejam dan berdarah dingin sebenarnya memiliki hubungan dengan Li Chang Su. Bagaimana itu bisa terpisah ketika sampai di ibukota, mungkin ada hubungannya dengan Rongyu.


Ye Tianli mendengus, "Tidak ada. Kami hanya kenalan," jujurnya.


"Seharusnya kamu sudah tahu tentang aku dan dia?" Li Chang Su menebak, sedikit mencibir. Tidak mungkin jika tidak tahu. Maka dia akan menganggap orang ini bodoh.


"Putra ini memang tahu beberapa. Tidak jauh ...," Ye Tianli mengangguk, "jangan terlalu banyak berpikir. Putra ini lebih baik melompat ke danau daripada memprovokasi Raja Perang."


"...," Tolong ubah kata 'danau' itu. Terlalu dangkal dan tidak heroik. Hah, nyali seorang bos besar perdagangan nasional ini ternyata hanya seukuran biji jagung!


Ketika pelelangan dimulai, penonton sudah ribut. Juru bicara di panggung memperkenalkan banyak produk lelang dengan baik. Harga berada di kisaran rendah hingga tinggi. Termasuk Ye Tianli yang menawar beberapa barang. Pasti seseorang di kotak lain akan menaikkan harga perlahan.

__ADS_1


Semua orang jelas, itu suara Mu Xianzhai yang menawar. Tidak tahu persimpangan apa yang terjadi, orang-orang di bawah tidak berani untuk ikut serta dalam pernah harga. Bahkan putra mahkota yang hadir ikut menunjukkan dirinya dalam penawaran. Sangat tidak disangka oleh semua orang, termasuk Ye Tianli.


Li Chang Su mengerutkan kening, "Kamu bilang yang barusan menawar adalah putra mahkota?" Tanyanya.


"Ya. Tidak pernah melihatnya?"


"Tidak."


"Hmm ... Aku akan membiarkanmu melihatnya nanti. Tapi aku khawatir sesuatu ...," Katanya tidak yakin.


"Khawatir apanya?"


"Kamu akan jatuh cinta padanya. Mmm ... Putra mahkota ini tampan dan tampan. Kudengar bahwa ketampanannya hanya dua atau tiga poin mendekati Raja Perang? Belum lagi dia adalah calon kaisar, tiga ribu kecantikan akan dibuat cepat atau lambat."


"....," Pria itu terlalu narsistik! Li Chang Su tidak peduli. Dia pernah melihat wajah Mu Xianzhai, bukankah itu tidak jauh beda. Maka dia tidak peduli. Semuanya sama saja.


"Wajahku tebal!" Katanya.


Ye Tianli tanpa sadar terkekeh. Dia percaya. Jika tidak, bagaimana bisa gadis itu memalingkan wajahnya setelah melihat dia begitu tampan atau cantik? Pakaian merah yang selalu dia pakai ini begitu menggoda, seperti pengantin pria yang keluar dari aula pernikahan.


Tapi hanya gadis itu saja yang tidak pernah memedulikannya. Benar-benar kejam.


Li Chang Su memiliki uang di ruang artefaknya. Dia cukup tertarik untuk membeli sebuah kalung giok hijau yang unik. Belum lagi ini peninggalan seratus tahun lalu, cukup spiritual. He Ze berkata jika kalung itu sebenarnya memiliki unsur ketenangan. Bagus untuk dibawa tidur.


Kalung sederhana dengan liontin giok yang unik itu memiliki harga lelang yang tinggi. Li Chang Su tanpa sadar membuat harga. Tapi pihak lain juga tidak ingin melepaskannya. Belum lagi, putra mahkota baru saja menerima pesan jika adiknya tidak bisa datang karena kereta kuda yang dinaiki mengalami kecelakaan di jalan pasar malam.


Secara alami, putra mahkota tahu apa yang diinginkan adiknya ini. Dia menawar kalung giok hijau. Ketika harga hampir menembus setengah juta, Mu Xianzhai tiba-tiba menawar.


"Satu juta!"


"...," Kebingungan terjadi. Pangeran ketiga ini menawar, jika memenangkan kalungnya, untuk siapa?


"Satu setengah juta!" Putra mahkota tidak mau kalah. Lagi-lagi saudara ketiganya yang menawar harga. Dia menggerakkan giginya. Selir yang dia bawa kali ini berusaha untuk membuatnya tenang agar tidak masuk dalam jebakan mereka.


Sambil memeluk selir kesayangan, putra mahkota ini mengembuskan napasnya. Tenang. Dia harus tenang! Selain kehadiran Mu Xianzhai yang menjengkelkan, dia juga tidak terlalu suka dengan Ye Tianli. Huh, kali ini dua orang itu sungguh berhenti di rumah lelang. Buat gambar.


Sayangnya, putra mahkota harus mendapatkan kalung giok hijau itu untuk adiknya yang tidak hadir.


"Dua juta," suara Mu Xianzhai terdengar lagi.

__ADS_1


"Tiga juta!" Putra mahkota membalas.


Di kotak yang berlawanan, Mu Xianzhai dengan tenang tersenyum. Dua penjaga gelap sudah ada di belakang, siapa melayani. Mendengar bahwa Mu Hongzhi berperilaku baik, dia cukup lega. Jika tidak, bagaimana dia harus menjelaskan ini pada bibinya?


Setelah melakukan perang harga yang sengit, pada akhirnya kalung giok hijau itu jatuh ke tangan Mu Xianzhai. Harga kesepakatan sebesar lima juta koin perak. Pada saat itu juga, dia menulis cek dan menyerahkannya pada pelayan. Cek itu memiliki segel Istana Raja Perang, sehingga bisa dicairkan di bank.


Menerima kalung giok hijau itu, Mu Xianzhai telah memutuskan dalam hatinya ...


Sementara itu, Li Chang Su yang tidak bisa mendapatkan kalung tersebut hanya menghela napas. Harga itu sangat tinggi. Dia punya uang, tapi tidak sebanyak itu.


Ye Tianli telah memberinya tawaran untuk membelikannya, tapi itu tidak sopan. Dengan begitu, bukankah dia begitu murah untuk menerima barang yang dibelikan oleh orang lain?


Belum lagi, dia melarang Ye Tianli ikut menawar karena khawatir jika Mu Xianzhai akan bertindak lebih gila. Jadi biarkan saja dua saudara itu saling mengigit.


Pelelangan terakhir dimenangkan oleh salah satu pangeran. Kini hanya ada beberapa barang lelang tinggi yang berada dalam jangkauan para bangsawan. Rakyat biasa hanya bisa menyaksikan seperti ayam. Mendidih di aula. Li Chang Su juga tidak lagi menawar.


Setelah acara pelelangan berakhir, dia dan Ye Tianli meninggalkan kotak, berjalan beriringan menuju luar gedung. Hujan masih belum reda, tapi tidak terlalu lebat.


Pria berpakaian merah itu membuka kipas lipatnya dan menawarkan tumpangan. Secara, tidak perlu khawatir tentang gosip. Dia sebenarnya membawa dua pelayan wanita di gerbong.


Sayangnya, Li Chang Su menolak. Ketika Ye Tianli sedikit memaksanya dengan sembrono, gadis itu hampir tersenyum tapi tidak tersenyum. Di balik jubah lebarnya, dia bisa merasakan beberapa orang menatap. Sungguh tidak nyaman.


"Selamat tinggal!" Li Chang Su berbalik dan berjalan perlahan, menghilang di kerumunan.


"Sangat jahat!"


Ye Tianli merasa hatinya agak kosong. Tapi tidak apa-apa untuk ditolak. Ia yakin Li Chang Su bisa kembali ke penginapan dengan selamat. Jika ada sesuatu terjadi, orang-orangnya yang tersebar di ibukota bisa melapor.


Pada akhirnya kedua orang itu berpisah. Li Chang Su harus mencari penginapan baru untuk bermalam lagi. Tidak mungkin kembali ke tempat semula. Merasa jika hujan turun cukup lebat, dia harus mencari tempat berteduh lebih dulu.


Namun, saat dia hendak berbelok ke jalan yang cukup sempit, sosok jangkung muncul tiba-tiba dan menarik pergelangan tangannya. Li Chang Su hampir tidak menyadari ilmu tenaga dalam orang lain hingga hampir saja lengah. Tapi kekuatannya masih kalah dari sosok jangkung ini.


"Siapa—!"


Sebelum dia berbicara, tubuhnya tiba-tiba saja dibopong dan dibawa melompat ke sisi lain yang cukup sepi.


Kepalanya sedikit pusing. Dia mencium aroma pepohonan yang khas. Tanpa diduga, sebenarnya dia sudah terpojok di pohon. Melihat mata gelap sosok jangkung di balik topeng perak itu, dia tertegun ...


Kenapa harus dia ...?

__ADS_1


__ADS_2