
LI CHANG SU tidak menyangka akan dipeluk seperti ini. Awalnya dia ingin mendorongnya pergi, makan sendiri. Namun melihatnya sangat kelelahan dan mengantuk, mungkin tidak masalah jika hanya menyuapinya saja.
Mu Xianzhai tidak melepaskan pelukannya dan tersenyum diam-diam. Walaupun dia lelah dan mengantuk, ini bukan kali pertama baginya. Ada banyak hal ketika di barak militer. Dalam berperang, kadang kehilangan waktu tidur. Hanya menulis laporan seperti ini, tentu saja hanya sepele.
Tapi karena dia ingin memanfaatkan istrinya, tentu saja kesempatan baik datang. Gadis ini membuatkan bubur ayam yang harum serta sup ayam yang enak. Mana mungkin kehilangan selera. Jika dia tidak berpura-pura untuk lelah dan mengantuk berat, mungkin sup ayam di mangkuk sudah lama dimakan.
Gadis itu menyentuh kepalanya dengan ragu-ragu. Tanpa diduga, rambut Mu Xianzhai sangat lembut, seperti milik wanita. "Baiklah. Aku akan menyuapi mu. Apa tidak apa-apa makan sambil mengerjakan semua ini?" tanyanya seraya menatap gulungan laporan yang masih memiliki goresan kuas basah.
"Tidak apa-apa. Akan lebih baik begini dan cepat selesai."
Mu Xianzhai akhirnya mengambil kursi kecil lain untuk membiarkan istrinya duduk. Lalu berkata jika Mu Hongzhi sudah datang. Jika tahu, Li Chang Su mungkin akan membuat sup ayam dan bubur kaldu yang enak untuknya juga.
Tapi Mu Hongzhi bukan orang yang kekurangan makanan enak. Jika mau, pria itu bisa makan di restoran ibu kota setiap hari.
Gadis itu duduk di sampingnya dan memakan bubur ayam lebih dulu. Li Chang Su menyuapinya dengan hati-hati agar tidak mengotori pakaiannya yang terbuat dari bahan berkualitas.
Tidak banyak percakapan selama makan. Li Chang Su juga tidak mau mengganggunya. Namun Mu Xianzhai berbeda lagi. Suasana hatinya sedang baik. Dia menerima setiap suapan itu dengan cepat dan mengisi perutnya yang kosong.
"Apakah Su'er sudah makan?" tanya pria itu setelah mengingatnya. Jika gadis itu menyuapinya, bagaimana dengan dirinya sendiri?
"Jangan khawatirkan itu. Aku bisa makan nanti."
"Makanlah di kereta saat kita berangkat. Perutmu tidak boleh kosong terlalu lama. Khawatir sakit."
"Aku tidak semudah itu untuk jatuh sakit." Sudut mulut gadis itu bergerak-gerak sedikit lalu menyuapinya lagi dengan hati-hati.
Setelah gulungan laporan selesai dibuat, Mu Xianzhai membiarkan tintanya mengering terlebih dahulu, lalu menggulungnya perlahan. Setelah dimasukan ke dalam tabung khusus gulungan, dia memberikannya pada salah satu penjaga gelap.
__ADS_1
Penjaga gelap itu dengan cepat pergi untuk menyelesaikan tugas.
Setelah menghabiskan bubur ayam, pria itu menyantap sup ayam yang kaya bumbu. Bahkan membiarkan gadis itu untuk memakannya juga. Setelah selesai sarapan, Mu Xianzhai membungkuk dan mencicipi bibir lembut gadis itu, sedikit merasakan kelembutannya.
Li Chang Su tertegun dan tidak bisa memberi reaksi apapun saat mendapatkan serangan itu. Mangkuk kosong di tangannya hampir saja terlepas. Jika bukan tangan Mu Xianzhai yang menggenggamnya, mungkin sudah lain lagi.
Pria itu, tanpa topeng, terasa lebih nyata. Ekspresinya yang dingin tapi memiliki senyum lembut, hampir memabukkan pikirannya. Dengan linglung, gadis itu hanya bergumam tidak pasti.
"Istriku bekerja keras membuatkan sarapan. Suami tentu saja memberi hadiah," kata Mu Xianzhai sedikit berbisik.
Tanpa diduga, Li Chang Su memerah. Dia bangkit dan berbalik untuk pergi. "Cepatlah selesaikan pekerjaanmu. Mu Hongzhi pasti sudah menunggu lama sekali."
Melihatnya pergi dengan tergesa-gesa setelah mengambil nampan, mu Xianzhai hanya terkekeh. Ekspresi lembut yang tidak biasa itu menumbuhkan musim semi baru di hatinya. Setelah memakai topeng peraknya kembali, menyimpan kuas dan tinta ke laci dan pergi menyusul istrinya.
Di ruangan tempat Mu Hongzhi berada, pelayan telah menyiapkan banyak makanan ringan dan secangkir teh. Lalu mulai bermain dengan kelinci mutasi yang entah muncul dari mana.
Menanam wortel di musim dingin mungkin agak sulit. Apalagi jika itu bukan wortel musim dingin. Dengan keahlian gadis itu, tanah yang tertumpuk salju pun bisa diolah. Bahkan membuat rumah kaca khusus untuk menanamkan sayuran hijau.
Xue Zi yang berada di pangkuan Mu Hongzhi pun hanya memegang wortel dan memakannya dengan rakus. Telinganya terkulai santai. Saat Mu Xianzhai datang, kelinci mutasi itu kesal dan melemparkan sisa wortel ke arahnya.
Wajah Mu Xianzhai menjadi gelap saat melihat kelinci mutasi itu. Dengan cekatan, menangkap sisa wortel yang cukup panjang. Mu Hongzhi cukup terkejut saat melihatnya. Dulu dia dilempar wortel oleh kelinci ini, sekarang giliran Mu Xianzhai.
Sejak kapan keduanya bermusuhan?
"Tampaknya kelinci ini butuh pelatihan khusus untuk patuh!" cibir Mu Xianzhai segera membuang wortel itu ke arah pelayan yang menganggur.
Pelayan muda itu dengan susah payah menangkap potongan wortel dan memeluknya sebelum jatuh ke lantai. Tak berapa lama, Li Chang Su datang dengan sedikit barang bawaan di tangan. Tentu saja untuk mengelabui Mu Hongzhi di perjalanan. Karena di ruang artefak, dia memiliki banyak persediaan makanan. Tidak akan kelaparan.
__ADS_1
"Apakah Xue Zi melemparkan wortel lagi?" tanya gadis itu.
"Yah, Su'er .... Dia cukup nakal. Kita harus memanggil beast master untuknya." Mu Xianzhai mengeluh.
Sudut mulut Li Chang Su tidak bergerak-gerak. Itu tidak mungkin. Dia khawatir jika Xue Zi ini akan memakan orang ketika dilatih. Belum lagi sifatnya sebagai raja kelinci, pasti menolak dengan keras.
"Tidak perlu. Aku punya cara untuk mengatasinya," kata gadis itu sambil tersenyum cukup misterius.
"...." Xue Zi, sang kelinci mutasi itu pun akhirnya meremangkan bulu di tubuhnya. Beast master lebih baik daripada gadis ini. Pasti latihannya akan tercela, penuh kematian serta kegilaan. Dia tidak mau.
Mu Hongzhi tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi dia ingat jika kelinci mutasi ini cukup unik. Jadi dia ingin memeluknya sepanjang perjalanan. Belum lagi, Xue Zi setuju diam-diam. Bukan karena dia menyukai pria ini, tapi dia tidak mau terkurung di ruang artefak. Ataupun satu kereta dengan Mu Xianzhai.
Xue Zi yakin, pasti akan ditendang keluar dari kereta. Ini akan memalukan lagi. Berbeda dengan He Ze sebagai binatang roh penjaga gelang naga perak, kesehariannya hanya malas-malasan. Tidak mungkin merasa bosan dengan ruang artefak.
Xuyao dan Xuxu tidak diizinkan ikut karena perjalanan ini terlalu berbahaya. Keduanya pindah ke tempat janda permaisuri memintanya untuk menjaga janda permaisuri dari berbagai hal. Jika ada sesuatu yang aneh, maka tulis saja surat secara diam-diam. Atau simpan catatan sehingga Li Chang Su bisa membacanya setelah kembali.
Untuk Mu Peizhi sendiri, setelah menemukan dalam siapa yang memberinya rangsangan penyakit jantung, langsung memulai serangan baik. Dia berjanji, jika Li Chang Su kembali nanti, tubuhnya akan sembuh. Ada juga Ye Tianli yang menjaga, tidak mungkin lengah.
Sementara Ye Shi, tidak tahu ada di mana saat ini. Mungkin menjalankan misi untuk membunuh orang lain. Karenanya, dia hanya menitipkan salam pada Ye Tianli agar menyampaikan sesuatu padanya.
Di saat kereta yang dinaiki gadis itu semakin jauh, di sisi lain yang tersembunyi, Ye Shi hanya melepaskan topeng rubahnya. Dia memiliki ekspresi yang cukup sedih dan bingung.
Gadis itu adalah orang yang menyelamatkannya dari keterpurukan terhadap suka sesama jenis. Sekarang dia telah hidup dengan baik.
"Ternyata kamu ada di sini. Gadis itu sudah pergi, tapi kamu menjadi pengecut." Suara santai yang malas itu membuat wajah Ye Shi menjadi gelap.
...****************...
__ADS_1
DI LUAR TOPIK: Apakah kalian menebak siapa itu?