
LI CHANG SU terkejut saat mendengar benda jatuh itu dan melihat jika Mu Xianzhai sedikit linglung di balik topeng peraknya. Dia buru-buru bangkit dan meraih sendok, menanyakan apa yang terjadi.
Pria itu tertegun sejenak sebelum memasang senyum kaku. Untuk menghilangkan kecanggungan ini, dia memijat pelan pergelangan tangan kanannya.
"Sepertinya tangan kananku agak kebas." Dia mencari alasan. Walaupun itu hanya kebohongan. Setidaknya, Li Chang Su tidak akan curiga.
"Mungkinkah karena faktor cuaca? Kamu harus menggunakan sarung tangan hangat ketika keluar nanti." Li Chang Su membantunya untuk memijat agar peredaran darahnya lancar.
"Su'er yang terbaik." Pria itu meraih pinggang istrinya, menariknya untuk duduk di pangkuan.
Li Chang Su merasa malu dan berniat untuk bangkit, tapi Mu Xianzhai tidak membiarkannya pergi. "Duduklah sebentar dan peluk aku."
"Apakah kamu begitu manja?" Gadis itu mengerutkan keningnya. Entah kenapa, sejak dia melunakkan hatinya, pria ini menjadi begitu sombong untuk menekannya.
Mu Xianzhai melepaskan topeng peraknya dan memeluk gadis itu. Memejamkan matanya untuk sementara waktu. Ada banyak rahasia di dunia ini, tentang binatang mutasi, hilangkan pensiunan kaisar serta alasan kenapa binatang mutasi berkembang lebih cepat.
Sedangkan dia sendiri, sejak menemukan takdir gelang naga perak .... Ia bermimpi berulang kali. Ditemui oleh naga perak raksasa di alam bawah sadarnya. Naga perak itu memiliki mata merah menyala, melayang agung di depannya.
Pada saat itu juga, naga perak memberi tahu dia segalanya. Membuka jalan darah naga serta kekuatan sejati dari para dewa. Sayang sekali, dia ingin memastikan ini dari pensiunan kaisar. Meskipun Mu Xianzhai bisa menekan para binatang mutasi, di depan istrinya, tidak mungkin membuat kelainan.
Oleh karena itu, Mu Xianzhai memilih untuk merahasiakan ini dari Li Chang Su. Naga perak juga memberi tahunya jika Li Chang Su tidak akan mampu melihat kekuatan sejati dari gelang naga perak kecuali jika ia sendiri hang menunjukkannya.
"Su'er ....," gumamnya.
"Ya?" Gadis itu mengerutkan kening, menyentuh kepala pria itu. Rambutnya benar-benar lembut.
"Maafkan aku," katanya.
"Hah? Kenapa minta maaf?"
"Aku akan menjadi lebih baik lagi di masa depan. Menjadi suami yang tidak menyebalkan."
"....." Li Chang Su kebingungan. Apakah hari ini Mu Xianzhai memakan sesuatu yang merusak pikirannya.
Ia hanya mengerang dan mengiyakan saja. Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya melepaskan dia untuk melanjutkan makan. Mu Xianzhai tidak makan banyak. Ia sudah pergi lagi untuk menginterogasi para bintang mutasi raja golongan cahaya itu.
__ADS_1
Awalnya Li Chang Su ingin ikut. Tapi merasakan kakinya yang masih agak lemas, ia tidak bisa ikut. Tadi saja saat menghampiri Mu Xianzhai yang menjatuhkan sendok pun juga refleks.
Jadi, dia hanya bisa melanjutkan sarapan dengan tenang. Tak lupa juga, biarkan He Ze datang untuk makan bersama. Setidaknya, Mu Xianzhai sudah pergi sehingga tidak akan mengomel tentang binatang berbulu ini.
"He Ze, apakah kamu merasa sesuatu yang aneh tentang Mu Xianzhai?" tanyanya.
"Jangan tanya aku. Dia begitu misterius saat ini. Tapi percayalah, itu tidak menyakitimu." He Ze hanya mengambilnya sedikit daging ikan goreng, lalu mencoba sup ayam yang enak. Sayangnya, tidak ada kacang goreng yang tersaji di meja.
"Aku juga berpikir seperti itu. Dia menyembunyikan sesuatu dariku. Terutama, setelah ditanya tentang gelang naga perak."
"Ini memang ada hubungannya dengan gelang naga perak," kata He Ze segera mendesah dan duduk sambil menikmati ikan goreng yang gemuk. Mungkin, Li Chang Su perlu tahu beberapa tentang masalah ini.
"Ada hubungannya? Lalu .... kenapa aku tidak merasakan apapun?" Dia menyentuh gelang naga perak di pergelangan tangan kirinya.
"Karena hanya pemilik gelang saja yang bisa mengetahuinya. Kamu ingat, gelang itu dulu pernah aku katakan harus kembali ke pemiliknya?"
Li Chang Su mengangguk.
Kemudian, He Ze berkata lagi. "Itu karena setelah takdir gelang naga perak ditemukan, pemilik bisa membuka kemampuan naga perak. Di Kekaisaran Mu ini, ada beberapa gelang naga perak dimiliki para pangeran. Pangeran pertama adalah salah satunya. Dia dua tahun lebih tua dari Mu Xianzhai, sangat menyayangi istrinya. Dengan kemampuan gelang naga peraknya, pangeran pertama kini menjadi seorang bupati yang disegani."
"Ya. Itu yang kutahu saat ini setelah berlarian di ibu kota dan menemukan kucing putih pemarah itu."
"Kucing apa?" Dia kebingungan.
"Roh artefak gelang naga perak pangeran pertama adalah seekor kucing putih. Dan kucing itu sangat dimanja oleh istri pemiliknya." He Ze agak kesal. Kucing sialan itu sungguh menyebalkan ketika pertama kali bertemu lagi.
Li Chang Su sebenarnya kurang paham dengan peran gelang naga perak bagi pemiliknya. Pangeran pertama menjadi bupati yang andal dan teramat penting juga untuk rakyat. Semuanya juga berkat kemampuan gelang naga perak.
Hanya saja, ia masih bingung dengan ini. Apakah kemapanan Mu Xianzhai menjadi raja perang juga karena gelang naga perak?
"Tapi, bagaimana cara kerja gelang itu?"
"Tentu saja naga perak yang berperan penting dalam kemampuan ini. Hanya saja ...." He Ze berkedip beberapa kali sebelum akhir berkata lagi. "Hanya ada satu gelang sejati yang berisi naga perak asli."
"....." Setelah mendengarkan penjelasan He Ze, akhirnya Li Chang Su bisa memahami beberapa hal.
__ADS_1
Hanya ada satu gelang naga perak sejati yang berisi naga perak sungguhan. Itu berarti .... Dia membelalakkan matanya dan menatap tupai putih itu. Itu berarti, naga perak sungguh ada di dunia ini?
Bisakah itu Mu Xianzhai?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Meninggalkan keberadaan Li Chang Su yang sedang bercerita dengan He Ze ....
Di tenda lain, Mu Hongzhi kewalahan dengan para binatang mutasi yang ingin saling cakar dan gigit. Mereka berdebat tentang sesuatu yang menurutnya tidak perlu dipermasalahkan.
Adapun kelinci mutasi, Xue Zi, hanya diam saja karena tidak tahu harus berkata apa. Dia ingin berubah menjadi besar, tapi mungkin akan menghimpit para binatang mutasi lain.
Terutama kuda putih mutasi yang kini resmi diadopsi oleh Mu Hongzhi.
Barulah setelah Mu Xianzhai datang, suasana menjadi hening. Dua penjaga yang ada di luar pun menghela napas lega. Akhirnya raja datang. Jika tidak, keributan di dalam mungkin akan terjadi hingga siang nanti.
"....." Para binatang mutasi menjadi sedikit takut saat merasakan aura pria itu menguar seperti raja agung yang berdiri di atas dunia.
Mu Xianzhai melihat kekacauan di dalam dan mendengus jijik enggan untuk berjalan lebih jauh. Banyak bulu binatang yang membuatnya merasa geli. Sungguh kotor.
"Tempat ini begitu berantakan! Suruh penjaga untuk membersihkan semua bulu yang rontok di tenda. Aku tidak ingin ada satu pun bulu tersisa. Jika belum bersih, jangan bermimpi untuk sarapan!" Mu Xianzhai berkata pada penjaga di luar. Lalu menatap Xue Zi yang berada di pelukan sepupunya.
"Huh, kelinci jelek! Pergilah dan makan. Istriku sedang sarapan saat ini. Mungkin jatah sarapanmu akan habis oleh tupai bodoh itu," katanya acuh tak acuh.
"...." Xue Zi tidak perlu menunggu lama lagi dan pergi untuk sarapan bersama. Pasti banyak makanan di meja. Mengingat bahwa jika Mu Xianzhai sendiri memintanya untuk makan bersama.
"Sepupu, lalu bagaimana denganku?" Mu Hongzhi mencoba untuk mengemis.
"Kamu bisa meminta juru masak untuk membuatkan sarapan. Jangan ganggu istriku makan." Perkataan Mu Xianzhai sedikit kejam. Tapi itu faktanya.
"....." Sepupu, bisakah kamu mengasihani aku? Pikir Mu Hongzhi begitu menyedihkan. Tapi dia tetap pergi untuk meminta juru masak membuatkan sesuatu yang enak.
Setelah tenda dibersihkan dari banyak bulu yang berserakan, Mu Xianzhai mengambil kursi dan duduk dengan tenang. Menatap para binatang mutasi raja yang kini benar-benar patuh untuk diam. Khawatir akan ada bulu lagi yang rontok.
"Nah, sekarang waktunya aku menginterogasi kalian." Mu Xianzhai tersenyum aneh. Sorot mata di balik topeng peraknya agak misterius.
__ADS_1
"....." Para raja binatang mutasi cahaya merasa seperti sedang mengikuti ujian terbang, lari dan menyelam.