
LI CHANG SU dan rombongannya tidak tahu jika Ye Tianli dan Ye Shi telah mengejar keberadaan mereka. Selama sehari penuh, mereka menghabiskan waktu di perjalanan dan beberapa kali bertarung dengan binatang hitam mutasi yang lemah.
Pada akhirnya, Li Chang Su bisa mencium aroma laut ketika sampai di perbatasan pantai yang masih sangat segar, sama sekali tidak terjamah oleh manusia.
Angin musim semi berembus. Untungnya hari ini tidak hujan, hanya sedikit mendung. Ketika tiba di pantai, Li Chang Su sudah turun lebih awal dan melihat pemandangan yang indah. Ada juga pepohonan hijau yang berbunga di musim semi. Dia semakin menyukainya.
Namun dia juga tidak lupa jika di dunia kuno saat ini, binatang hitam mutasi bisa menyerang kapan saja. Bahkan lautan dihuni oleh makhluk-makhluk seperti itu. Dia harus waspada. Jadi Li Chang Su mengeluarkan tongkat aura untuk pencegah binatang mutasi mendekat. Setidaknya, buat saja di sekeliling tenda yang akan dibangun.
"Ah, aku sudah lama tidak ke pantai. Senior Su, aku rindu memancing ikan dan berenang sambil memanen lobster dan ikan," teriak Lict saat turun dari kereta. Dia sangat senang sehingga tidak memanggil Li Chang Su dengan sebutan 'putri'.
Mu Xianzhai tidak mempermasalahkan hal itu dan membantu istrinya membangun tenda.
Sayangnya, baru saja membangun tenda, terdengar suara kuda di kejauhan dan teriakan orang yang dikenal mereka pun langsung membuat wajah Mu Xianzhai hitam. Tidak perlu ditebak, pria itu tahu siapa yang berteriak-teriak saat ini.
Ye Tianli!
Dua kuda mendekat dan berhenti di dekat mereka. Li Chang Su mengerutkan kening saat melihat dua saudara itu berada di pantai.
"Kenapa kalian di sini?" tanyanya bingung.
"Tentu saja, memancing ikan," jawab Ye Tianli setelah terbatuk ringan, menyembunyikan rasa canggung nya.
Meski dia memiliki temperamen yang nakal dan suka menggoda banyak wanita, pikirannya tidak terlalu kotor. Jika bosan, Ye Tianli suka menghabiskan waktunya di rumah hijau.
Pria itu turun dari kudanya, diikuti oleh Ye Shi yang sudah tahu jika Mu Xianzhai tidak senang dengan kehadiran mereka. Ini bagus! Suasana hatinya mendadak baik hari ini. Lagi pula, Li Chang Su seperti tuan baginya, guru yang luar biasa. Bagaimana mungkin dia mau melepaskannya.
Dengan sifat kepemilikan Mu Xianzhai yang kuat, Ye Tianli tidak berani bertindak lebih jauh dan benar-benar jujur untuk pergi memancing. Hebatnya lagi, keduanya juga memiliki tenda. Ini sudah siap sejak awal.
Mu Xianzhai mencoba menahan dirinya agar tidak meledak di tempat. Menghancurkan kedua pria itu terlalu murah. Maka Mu Xianzhai segera menyusun rencana di benaknya. Karena keduanya ingin memancing, maka dia akan memenuhinya.
Pria itu tiba-tiba saja terkekeh, membuat Ye Tianli dan Ye Shi sedikit merinding. Tawa ringan itu ditunjukkan untuk mereka. Meski begitu dengan adanya Li Chang Su di sekitar mereka, tak ada satupun yang berani membuat provokasi.
__ADS_1
Setelah membangun tenda, mengumpul kayu bakar dan juga beberapa keperluan lain, hari sudaj mulai gelap. Lict membiarkan Xue Zi si kelinci putih mutasi berkeliling pantai dengan kuda putih mutasi, siapa tahu mendapatkan harta yang berharga. Adapun dirinya,saat ini sedang membuat api unggun dengan Ye Shi.
Udara di malam hari cukup dingin kali ini. Mungkin karena di dekat laut, angin berembus cukup kencang. Sesekali, mereka melihat seekor hiu mutasi ganas yang muncul di tengah lautan. Ada juga beberapa lumba-lumba putih yang cantik. Tampaknya, lautan masih cukup tenang saat ini.
"Bagaimana kalian tahu jika kami akan pergi ke pantai?" tanya Li Chang Su.
"Tentu saja, itu karena dia," jawab Ye Tianli sambil melirik Ye Shi yang kini telah melepaskan topeng berbentuk rubah nya. "Dia berkata, kalian pergi ke pantai dan ingin bersenang-senang, jadi aku menyusul dengan cepat."
"..."
Ye Shi yang sedang membumbui ikan pun tidak mau berkata apapun. Ini semua karena dia menyuruh anak buahnya untuk mengamati situasi di negara Bingshui. Siapa yang tahu dia akan mengambil berita kepergian Mu Xianzhai dan Li Chang Su dari barak militer?
"Sungguh luar biasa!" Mu Xianzhai mencibir.
"..." Ye Tianli dan Ye Shi merasakan nada menghina dari mulut pria itu. Tapi keduanya memilih untuk tidak mengatakan apapun.
Malam ini, mereka makan ikan bakar yang harum sambil mengamati lautan. Tanpa diduga, hujan turun lagi ....
Hujan sudah berhenti sejak dini hari tadi dan Lict serta Mu Hongzhi membuat api unggun, mengaduk bubur beraroma kaldu di panci yang sengaja digantung di tengah api unggun.
Aroma enak pun langsung membuat mereka lapar. Beberapa pelengkap bubur ayam sudah disiapkan dan Ye Shi sudah tidak sabar lagi untuk memegang mangkuk kali ini.
Adapun Li Chang Su yang sedang menyiapkan peralatan memancing, selalu memasang wajah tenang—seolah-olah hal ini sudah menjadi kebiasaan. Ada juga Lict yang terlihat tahu banyak di alam liar, membuat Ye Tianli dan Ye Shi penasaran dengan kehidupan masa lalu keduanya.
"Putri Xian ... Sarapan dulu," kata Lict sambil memegang mangkuk berisi bubur, lalu menaburkan suwir daging ayam goreng, bawang daun kering, kecap manis, sambal, kacang goreng, telur dan lainnya.
Semuanya lengkap. Bubut ayam terlihat enak saat dilihat dan tentu rasanya tak kalah enak.
Li Chang Su segera menyimpan peralatan memancingnya dan duduk di samping Mu Xianzhai. Pria itu menyodorkan semangkuk bubur ayam untuknya.
"Hari ini kita akan memancing di dekat batu karang sebelah sana," kata gadis itu seraya melihat ke sisi lain. Ada batu karang besar yang sesekali diterjang ombak, cocok untuk memancing. "Jika ingin menangkap lobster, kita harus menyelam," imbuhnya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Lict dan Mu Hongzhi terlihat bersemangat. "Kami akan menyelam." Keduanya memutuskan.
"Baiklah. Sisanya memancing." Li Chang Su memandang Ye Shi dan Ye Tianli. "Apakah kalian punya alam pancing?"
"Tidak." Keduanya menjawab serempak.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan?"
"Ikut saja Putri Xian dan Raja Xian. Seharusnya kalian punya beberapa alat pancing?"
"..." Sudut mulut Li Chang Su berkedut.
Namun sebelum Li Chang Su membuat keputusan lain, Mu Xianzhai sudah menyela lebih dulu. "Biarkan mereka menjaring ikan."
Li Chang Su menoleh dan melihat Mu Xianzhai baru saja menghabiskan semangkuk bubur ayam. "Menjaring ikan?" Dia tampak berpikir lalu melihat Ye Tianli dan Ye Shi. "Yah, ini ide bagus."
Kelinci putih mutasi yang sedang makan wortel pun tidak tahu harus berbuat apa hari ini. "Bagaimana dengan kami?" tanyanya. Ini juga termasuk kuda putih mutasi.
"Kalian berdua tidak memiliki peran hari ini. Pergilah bermain." Gadis itu mendengus.
"Cantik, kami juga ingin membantu," kata kelinci putih mutasi mulai memohon.
"Tidak. Dengan kaki kalian yang tidak bisa menggenggam pasir, ikan saja bahkan tidak bisa dipegang!"
"..." Hati kedua binatang mutasi itu hancur.
"Harus ada yang menjaga sekitar agar aman dari binatang hitam mutasi." Mu Xianzhai tak lupa mengingatkan.
Namun sepertinya Li Chang Su sudah menyiapkan segalanya. "Jangan khawatir, He Ze bisa melakukan tugas itu."
Di ruang artefak gelang naga perak, He Ze yang sedang makan melon pun hampir tersedak.
__ADS_1
"..." He Ze merasa jika Li Chang Su tidak berperasaan. Mengira dia adalah penjaga pantai?