Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Hari Pernikahan Tiba (2)


__ADS_3

SIAPA YANG memulai?


Ketika Mu Xianzhai melihat anak panah menancap di dinding kereta, sorot matanya haus darah. Di balik topeng peraknya itu, ekspresi dingin bisa membekukan sekitar. Siapapun yang memulai untuk  membuat mereka membayar.


Setelah Mu Xianzhai menenangkan Li Chang Su, dia keluar dan menggunakan pedangnya untuk membunuh mereka semua. Ini hari pernikahan yang baik. Tidak boleh ada darah yang mengotori salju. Karena itu, dia meminta Mu Hongzhi untuk membereskan semuanya.


Tapi ternyata gelombang pembunuhan ini bukan hanya datu, tapi ada beberapa. Dan semuanya sepanjang jalan. Membuat yang lainnya jengkel dan menggunakan penjaga rahasia untuk membereskan mereka.


Setelah menyelesaikan gelombang pembunuhan, kereta pernikahan akhirnya sampai di Istana Raja Perang dengan selamat. Semua tamu telah menunggu dan menyaksikan kereta masuk ke halaman utama yang luas.


"Ini sangat merepotkan," gumam Li Chang Su. Di balik kerudung merahnya itu, wajahnya dirias dengan pemerah pipi, lipstik merah ceri yang tidak terlalu tebal serta eyeliner. Membuat garis matanya menjadi lebih jelas.


He Ze keluar dari ruang artefak dan memakan kacang tanah kering, berbicara pelan dengannya, “Setelah ini, aku akan pergi untuk mencari makanan.”


“Bukannya mencuri?” Sudut mulut Li Chang Su berkedut. Tupai putih ini, bukankah identitasnya sangat baik? Lalu kenapa ingin mencuri makanan alih-alih memintanya?


He Ze menghela naps panjang, sedikit bersalah, “Kamu tahu aku ini tupai putih yang cantik. Di mana ada tupai sepertiku lagi di negara ini? Apalagi aku juga bernilai banyak uang jika dijual. Jadi mencuri adalah pilihan pertama jika kamu tidak ingin ketahuan.”


Li Chang Su tiba-tiba saja tersenyum dengan lembut. Membuat bulu-bulu tupai putih itu meremang.


“Karena kamu sangat bernilai banyak uang, aku pasti akan menjualmu di masa depan.”


“....,” Seharusnya dia tidak mengatakan apa-apa tadi.


He Ze kembali ke ruang artefak ketika Mu Xianzhai turun dari kuda dan membiarkan Li Chan Su keluar. Tangan pria itu terulur sehingga Li Chang Su bisa berpegangan padanya. Gadis itu bisa melakukannya sendiri, namun karena ini adalah hari yang besar, dia tidak mungkin membuat malu Mu Xianzhai. Hal ini juga merupakan wajah janda permaisuri.

__ADS_1


Keduanya disambut baik oleh para tamu. Dan pasangan itu berjalan perlahan menaiki anak tangga. Dan seseorang yang akan memimpin ritual pernikahan ini juga sudah siap. Ketika mereka harus menghormati langit dan bumi, Li Chang Su sedikit kesulitan dengan pakaiannya. Jika bukan Mu Xianzhai yang membantu, dia mungkin akan sedikit terlambat.


Pemimpin ritual pernikahan ini akhirnya tersenyum bahagia dan mendoakan yang terbaik untuk keduanya, “Keduanya resmi menjadi pasangan suami dan istri.”


Mu Xianzhai mungkin menghela naps lega. Tapi Li Chang Su sedikit disesalkan. Haruskah dia benar-benar menikah dengan cara seperti ini? Setelah ritual ini selesai, Li Chang Su dibawa ke kamar pengantin oleh Xuyao dan Xuxu. Serta seorang pelayan senior Istana Raja perang.


Li Chang Su duduk di tepian ranjang dengan kerudung merah terpasang. Dia ingin makan sesuatu karena sejak pagi tadi, dia hanya makan sedikit. Setelah menunggu beberapa saat, Mu Xianzhai datang untuk melihatnya sebentar. Belum lagi, pria itu harus menyapa para tamu di luar.


Setelah membuka kerudung dan meminum anggur pernikahan, Mu Xianzhai benar-benar ingin mencium bibirnya. Tapi Li Chang Su segera mengulurkan tangannya dan memblokir. Gadis itu mencibir seolah-olah kurang suka dengannya. Tapi Mu Xianzhai sama sekali tidak marah. Dia malah tersenyum dan ingin mencubit pipinya.


“Su’er, aku benar-benar ingin memanjakanmu seumur hidup,” katanya.


“Huh, hentikan kata omong kosongmu. Pergilah,” dia mengusirnya tanpa nada penyesalan.


“Kamu sangat kejam. Tunggu aku kembali,” Mu Xianzhai sengaja berbisik di telinganya dan menyemprotkan napas hangatnya.


Koki juga menyiapkan banyak hidangan sehingga apapun yang ingin Li Chang Su makan, mereka bisa menyiapkannya. Li Chang Su memang bosan sepanjang waktu dan memakan sesuatu yang ada di atas meja. Dan He Ze sudah keluar sambil memasukkan sepotong kue ke mulutnya.


“Apa kamu sudah mencuci tanganmu?” Tanya gadis itu curiga.


“Tentu saja,” He Ze menatap Li Chang Su seolah-olah tangannya penuh dengan kuman. Tapi dia adalah roh artefak. Tidak mungkin memiliki sesuatu yang kotor seperti itu di tubuhnya.


He Ze tidak mau berdebat dengan Li Chang Su dan segera pergi untuk mencuri kacang dari dapur istana. Dan dia berjanji tidak akan mengacau. Walaupun gadis itu tidak percaya, tapi tidak mungkin untuk melarangnya pergi. Tupai putih itu pasti akan mencari alasan untuk pergi.


Adapun kelinci mutasi, ia tidak membiarkannya berkeliaran. Dan mengancam akan dijual jika itu pergi seperti He Ze. Untungnya, kelinci mutasi itu lebih patuh daripada He Ze yang selalu membuat kekacauan.

__ADS_1


Ketukan di pintu terdengar. Xuyao memberi tahu jika putri kedua dan putri ketiga datang untuk mengobrol. Li Chang Su tidak tahu kenapa dua putri yang belum pernah saling bertemu pun ingin mengobrol dengannya. Namun jika pembicaraan ini tidak ramah, dia tidak akan segan untuk mengusir mereka.


“Biarkan mereka masuk,” katanya seraya menghabiskan gigitan terakhir kue dan meminum segelas air dengan hati-hati.


Setelah pintu kamar pengantin dibuka, dua gadis bergaun anggun masuk. Keduanya memegang kipas lipat cantik dan memiliki senyum yang indah. Keduanya menghormati Li Chang Su dengan sebutan ‘Putri Xian’. Karena sekarang, identitas Li Chang Su sudah bukan ‘Nona Su’ atau ‘Nona Li’.


Li Chang Su juga memberi hormat pada keduanya. Dan ada sedikit rasa dekat di sini. Ketiganya duduk dengan tenang dan mulai memperkenalkan diri.


“Namaku Mu Lanfen, putri kedua. Dan ini saudari ketiga, Mu Chuxin. Meski kami tidak dalam satu ibu, kami sudah dekat seperti ini sejak kecil.”


“Kalian sangat harmonis. Kudengar anak-anak kekaisaran selalu bertengkar?” Li Chang Su tidak terlalu formal pada mereka. Begitu pula sebaliknya.


Xuxu yang disuruh masuk pun segera menyediakan tiga cangkir teh herbal. Awalnya Mu Lanfen tidak memiliki hobi minum teh. Namun aroma teh yang ada di depannya sungguh berbeda. Tanpa diduga, Mu Chuxin sudah minum lebih dahulu. Dan matanya membelalak.


Ia ingin mengucapkan sesuatu dan memuji teh, tapi kembali minum dan menghabiskan secangkir tanpa penyesalan. Mu Lanfen penasaran dengan apa yang membuat Mu Chuxin begitu senang dengan teh ini. Apakah begitu baik? Bukankah sama saja dengan teh yang selalu para pangeran bawa dari toko terkenal.


“Sepertinya aku membuat lelucon untuk Putri Ketiga,” kata Li Chang Su seraya menyembunyikan senyumnya.


Tentu saja ini merupakan teh yang enak. Dia membuatnya secara pribadi. Bukan hanya akan membuat tubuh sehat dan bebas racun jika diminum setiap hari, tapi juga membuat tubuh awet muda dan bercahaya. Kulit kenyal dan bebas jerawat.


Mu Chuxin memiliki wajah yang lebih muda dari Mu Lanfen. Jika dilihat dari sifatnya, Mu Lanfen ini pintar dan suka merencanakan sesuatu dengan lancar. Sementara Mu Chuxin sangat manis hingga orang yang ada di sekitarnya akan merasa nyaman.


Setelah Chuxin menghabiskan satu cangkir, dia menuangkannya lagi tanpa bantuan Xuxu. Teh ini sangat enak. Hingga dia khawatir jika Mu Lanfen akan mencurinya. Dia baru menyadari jika Li Chang Su berbicara. Wajahnya pun memerah.


“Apa itu lelucon? Ini sangat enak. Jujur saja, teh terenak yang kuminum. Putri Xian, boleh aku tahu dari mana mendapatkan teh ini? Aku juga ingin membelinya,” Mu Chuxin mulai bernegosiasi.

__ADS_1


Membelinya?


Li Chang Su tidak pernah berpikir untuk menjual teh seperti.


__ADS_2