Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tentang Sifat Mu Xianzhai


__ADS_3

LI CHANG SU datang lebih cepat karena Mu Xianzhai yang mendesaknya. Kali ini dia tidak tahu apa yang sedang Ye Tianli bicarakan dengan pria itu. Mungkin berkaitan dengan koki untuk membuat banyak hidangan di acara pernikahannya nanti. Karena tentu saja para tamu undangan harus menikmati jamuan.


Dia hanya memberi tahu Mu Hongzhi jika pria memiliki hal lain lebih dulu sehingga tidak bisa datang sekarang. Dan Ye Tianli berkunjung, menanyakan perihal koki yang akan memasak jamuan makan untuk para tamu ketika hari pernikahan mereka.


Mu Hongzhi sepertinya memahami sesuatu dan tersenyum penuh arti. Bukankah sepupunya hanya tidak ingin gadis ini bertemu langsung dengan Ye Tianli? Tapi, apakah itu akan mudah ditangani?


Dia khawatir jika ,masalah ini tidak akan berjalan dengan baik. Karena Ye Tianli bukanlah orang yang mudah.


Xuxu dan Xuyao pergi ke halaman tamu untuk membereskan beberapa hal. Cuaca masih sangat dingin. Sedangkan Li Chang Su tidak boleh sampai jatuh sakit. Jadi Mu Hongzhi mengantarkannya menuju halaman janda permaisuri. Setelah itu, dia pergi untuk mengurus pasukan di barak militer. Serta berjanji akan menghadiri pernikahan mereka dan memberikan hadiah yang banyak.


Li Chang Su tidak berdaya dan mengangguk ringan, sebelum akhirnya seorang pelayan meminta dia untuk masuk ke ruang di mana janda permaisuri beristirahat.


“Nenek ...,” Dia menyapa janda permaisuri yang terbatuk satu kali sebelum akhirnya meminta dia untuk duduk di tepian tempat tidur.


Seperti biasa, ruangan akan memiliki aroma dupa penenang yang baik untuk kesehatan. Janda permaisuri terlihat sedang bersandar di kepala ranjang dengan tumpukan bantal empuk. Sayangnya, bantal di zaman ini tidak memiliki kualitas yang terlalu baik, agak keras dan membuat tubuhnya sakit.


Sejak mengeluhkan hal itu, Mu Xianzhai bahkan meminta seorang pengrajin kebutuhan rumah tangga untuk membuatkan bantal yang empuk. Awalnya Li Chang Su menolak karena dia sendiri memiliki bantal di ruang artefak. Namun Mu Xianzhai tetap membuatkannya bantal yang empuk dan nyaman.


Awalnya dia berpikir jika bantal yang Mu Xianzhai berikan akan memiliki sesuatu yang cukup aneh untuk mengganjal kepala. Tanpa diduga, sebenarnya sangat nyaman. Begitu pula dengan ranjang yang telah diubah menjadi ukuran yang pas, serta keempukan yang membuatnya lelap kapan saja.


“Nenek, bagaimana kesehatanmu?” Tanyanya.


“Su’er sangat perhatian. Kesehatan nenek baik-baik saja. Bagaimana dengan koki yang dipanggil oleh Tuan Ye, apakah sudah sesuai dengan keinginan kalian?”


Ketika hal ini ditanyakan, ekspresi Li Chang Su sedikit jelek. Bagaimana dia tahu jika Mu Xianzhai sendiri langsung memintanya untuk pergi ke istana janda permaisuri. Sebenarnya dia juga ingin tahu tentang itu. Sayangnya, tak ada sesuatu yang harus dikatakan pada janda permaisuri.


Mungkin wanita tua tersebut tahu apa yang membuat Li Chang Su berwajah kesal. Dan dia sama sekali tidak bisa mengubah sifat cucunya yang selalu tegas dan segala harus terpenuhi. Mu Xianzhai sudah menjadi pribadi yang keras sejak kecil. Jadi tentang masalah ini saja, dia hanya bisa memberi sedikit saran untuk dua orang itu.


“Zhai’er sudah sering mendapatkan segala sesuatu dengan tangannya sendiri dan jarang untuk ditolak. Maka kebiasaan ini sudah mendarah daging di tubuhnya. Jangan marah, dia hanya ingin melindungimu,” janda permaisuri tersenyum penuh kelembutan. Dan wajahnya yang sudah dipenuhi keriput itu masih memiliki kecantikan alami.


Li Chang Su bisa memastikan jika masa muda janda permaisuri pasti sangat cantik. Melihat bahwa Kaisar Mu sendiri memiliki sedikit jejak dari wajah janda permaisuri. Ketika wanita itu mengatakan sesuatu untuk memakluminya, dia sedikit berdarah di dalam hatinya.

__ADS_1


Bukankah itu berarti jika janda permaisuri tahu kalau Mu Xianzhai tidak suka ditolak. Dan ikuti saja kemauannya. Sayangnya, dia bukan penikmat vegetarian. Sehingga tidak mungkin selalu ditundukkan oleh pria itu kapan dan di manapun.


“Aku tidak menyukai sifatnya,” dia berkata dengan jujur, sedikit berdebar.


Apakah janda permaisuri akan marah ketika mendengar hal ini?


Tapi siapa yang tahu, wanita tua itu justru tertawa ringan dan mengangguk. Senang rasanya ada yang tidak menyukai sifat cucu kesayangannya itu. Karena bagaimanapun juga, Mu Xianzhai memang terlalu sombong. Belum lagi, putra mahkota yang memiliki beberapa poin kesamaan wajah dengan pria itu, menjadi begitu dikagumi banyak wanita muda.


Sayangnya, putra mahkota, Mu Lizheng, seperti hiasan kedua dari Mu Xianzhai. Ketampanannya seperti mewakili bayangan kedua dari Mu Xianzhai. Tak heran jika permaisuri sendiri ingin menyingkirkan pria itu karena merasa hanya menjadi bayangan bagi takhta kaisar masa depan.


Janda permaisuri melihat ke sisi lain sekilas, tanpa sadar, senyumnya semakin dalam. Entah kenapa, Li Chang Su yang melihatnya sedikit ada yang tidak beres dengan sekitar. Tapi dia tidak melihat siapapun di tempat ini selain keduanya.


Janda permaisuri menghela napas dan mengangguk lebih semangat, “Apakah jika sifatnya tidak seperti itu, Su’er akan menyukainya?”


“Hah?”


Gadis itu tiba-tiba saja bingung harus mengatakan apa ketika janda permaisuri menanyakannya. Apakah jika Mu Xianzhai tidak memiliki sifat yang selalu ingin menang sendiri itu, dia akan suka? Tapi kenapa dia merasa jika janda permaisuri sedang membuat pertanyaan lelucon.


Dia mengerutkan keningnya dan menjawab dengan hati-hati, “Tidak perlu mengubah sifat. Aku hanya tidak terlalu suka dengan kelakuannya yang kadang berlebihan.”


“Benarkah ...,” Janda permaisuri mengembuskan napas lega dan meraih tangan Li Chang Su, “Aijia selalu berharap jika kalian akan selalu hidup bahagia selamanya.”


Setelah terkejut sesaat, Li Chang Su segera berkata dengan nada yang lembut, “Terima kasih atas berkah nenek.”


“Anak baik.”


“Nenek, aku berpikir jika nenek memiliki kualitas tidur yang kurang baik akhir-akhir ini. Aku akan memberimu bantal yang cocok untuk beristirahat.”


Li Chang Su mengakses ruang artefak di depan janda permaisuri. Tidak ada yang perlu disembunyikan dari wanita tua itu. Karena sebelumnya juga merupakan takdir gelang naga perak. Dia mengeluarkan dua bantal empuk berwarna putih serta dua guling.


Bantal dan guling itu sangat empuk dan lembut. Membuat janda permaisuri ingin mencobanya. Tapi sebelum itu, dia tidak ingin kekonyolannya tersebut disaksikan oleh Li Chang Su, jadi membiarkannya untuk kembali ke halaman yang telah disiapkan. Jika ada sesuatu yang dibutuhkan, pelayan akan menyiapkannya.

__ADS_1


Melihatnya telah pergi, janda permaisuri tidak bisa menahan diri untuk mencibir. Lalu meminta orang yang telah cukup lama menguping di kegelapan pun untuk menunjukkan diri. Sosok jangkung tiba-tiba saja muncul dari atap. Ekspresi di balik topengnya terlihat anggung.


“Bagaimana, apakah nyaman untuk menguping?” Tanya janda permaisuri sedikit memarahinya.


Dia telah merasakan kehadiran cucu kesayangannya ini sejak Li Chang Su masuk. Tanpa dia duga, ternyata pembicaraan Mu Xianzhai dengan Ye Tianli tentang koki itu mungkin tidak terlalu sulit.


Mu Xianzhai yang telah dipergoki oleh neneknya pun hanya tersenyum acuh tak acuh. Tapi jika topengnya dilepas, wajahnya sedikit memerah. Yang akan membuat Li Chang Su sendiri berpikir jika dia juga memiliki rasa malu.


“Nenek yang paling tahu tentang itu,” jawabnya antara bernada hangat bercampur malu.


“Lalu menurutmu bagaimana dengan hubungan ini?”


“Apa maksud nenekku?” Mu Xianzhai mengerutkan kening dan sedikit mencari teka-teki yang dilontarkan janda permaisuri kepadanya.


“Tentu saja tentang Su’er. Kalian akan menikah dan menjalani kehidupan sebagai suami-istri. Tapi tanpa perasaan dan cinta satu sama lain, bagaimana kalian akan memberiku seorang cicit?”


“Nenek, itu masih lama untuk dipikirkan. Su’er belum ingin memiliki anak di usia muda.”


Namun janda permaisuri mendengus, “Katakan saja jika kau takut mengatakan itu pada Su’er, dia akan menjauhimu lebih banyak!” Janda permaisuri tentu saja tahu cinta anak muda. Dia pernah merasakannya juga.


“Nah, karena nenekku tahu, Zhai’er ingin meminta solusi ....,” Mu Xianzhai tersenyum tanpa kehilangan harga dirinya di depan sang nenek.


“.....”


Janda permaisuri benar-benar kehilangan banyak kata-kata setelah mendengarkan pengakuan yang terbuka itu. Dan sungguh tak tahu malu. Jika itu bukan cucunya sendiri, dia sudah akan menendangnya dari istana. Seperti Mu Hongzhi waktu itu, datang padanya untuk memberikan solusi pria yang sulit jatuh cinta. Sayangnya, dia tidak memiliki metode yang pas. Sehingga meminta Mu Hongzhi untuk kembali ke rumah.


Sayangnya, pria itu sendiri malah mengatakan banyak saran yang sebenarnya sangat tidak cocok dengan perkataan pria muda yang belum menikah. Kemudian janda permaisuri meminta penjaga untuk menendangnya ke luar istana untuk membiarkannya merenungkan kesalahan.


Janda permaisuri menyesap tehnya dan membenarkan selimut yang menutupi sebatas pinggang.


“Solusi apa yang ingin Zhai’er minta dari nenek?”

__ADS_1


__ADS_2