Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Ruang Artefak


__ADS_3

DI SISI LAIN, Mu Xianzhai terus mengikuti Li Chang Su. Keduanya bermain kejar-kejaran. Tapi sesekali, gadis itu akan merasakan bahu kanannya berdenyut sakit dan aneh.


He Ze segera memberi diagnosis jika pisau yang dilemparkan ke arahnya tadi memiliki racun. Tidak membahayakan tubuh, hanya saja setidaknya cukup membuat lawan kehilangan banyak kekuatan untuk menyerang.


Binatang berbulu putih itu dengan cepat meminta dia untuk kembali ke ruang artefak sebelum memburuk. Itupun jika tidak ingin tertangkap oleh Mu Xianzhai.


"Apa lukaku benar-benar parah?" Tanyanya pelan.


He Ze tiba-tiba muncul di balik jubah gadis itu, menyembulkan kepalanya, "Walau hanya goresan, pisau itu beracun."


"...."


Pada akhirnya He Ze Kembali ke ruang artefak dengan cepat. Udara di luar terlalu dingin.


Li Chang Su menggertakkan giginya dan berlari lebih kencang lagi sambil melompat dan menghindari banyak pohon rindang. Dia melihat tepi lembah di depan. Ini bagus. Dia mempercepat langkahnya dan melompat lebih tinggi. Gerakannya sangat indah dan gesit.


Dia berbalik dan menatap Mu Xianzhai yang berhenti di tepi lembah. Senyumnya tiba-tiba penuh kemenangan. Namun orang di pinggiran itu matanya dingin, tanpa diduga membuat senyum Li Chang Su menghilang.


Pasalnya saat ini, bayangan gelap tiba-tiba ada di depannya dan meraih tubuhnya dengan cepat, sangat rakus. Li Chang Su panik dan buru-buru memejamkan mata. Bermaksud untuk memasuki ruang artefak. Tapi gelombang energi ruang artefak sedikit berbenturan dengan gelang naga perak.


"Kamu ... Apa yang kamu lakukan? Mu Xianzhai, lepaskan aku!" Li Chang Su akhirnya angkat bicara.


"Jangan dengarkan kamu! Aku tidak akan melepaskanmu lagi! Tidak! Su'er, kamu milikku!" Pria itu berbisik, penuh kepemilikan.


"Tidak! Kamu harus melepaskan ku sekarang. Jika tidak, maka ....—"


Tepat ketika Mu Xianzhai ingin memaksa gelang naga perak terpakai di pergelangan tangan kiri gadis itu, tiba-tiba saja menghilang. Dua sosok itu tidak ada di udara. Ketika Mu Hongzhi tiba untuk membantu sepupunya, suasana sangat hening. Tak ada apapun selain lolongan serigala kelaparan di malam hari.


"....," Di mana sepupu? Pikirnya.


Ketika dia pikir sepupunya hilang, dengan cepat memanggil anak buahnya untuk mencari dia di sekitar lembah. Jika mayat, pasti belum dimakan serigala. Jika masih hidup, pasti ada di suatu tempat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Li Chang Su yang tiba-tiba menghilang di udara tipis tanpa sadar membawa Mu Xianzhai. Tupai putih yang menunggu di ruang artefak juga tak mampu mengatakan apapun. Ruang artefak sedikit bergetar, lalu normal kembali.


Setitik cahaya putih muncul dan memuntahkan dua orang yang pingsan di dekat kolam air terjun. He Ze menuruni pohon dan bergumam cukup bodoh. Karena gelombang spiritual di udara tadi, membuat kepala gadis itu pusing. Mungkin ini alasannya pingsan. Tapi tentang Mu Xianzhai ....


Saat pikiran ini muncul, pria yang pingsan itu membuka matanya tiba-tiba. Lalu bangkit dengan keterkejutan. Melihat seekor tupai putih yang memegang kacang rebus, tanpa sadar melirik orang di sampingnya. Li Chang Su pingsan.


He Ze mengenal napas tanpa daya dan memuji kekuatan pria itu, "Kamu, Nak ... Lebih beruntung daripada dia," katanya.

__ADS_1


Di mana Mu Xianzhai memedulikan tupai itu. Dia menghampiri Li Chang Su dan membuka jubah hitamnya. Darah telah membanjiri gaun biru langit gadis itu. Tangannya sedikit gemetar, khawatir membuat lukanya bertambah parah. Darah itu bercampur hitam. Menandakan ada racun yang terkandung.


He Ze tidak bisa berdebat saat ini. Dia memintanya untuk membersihkan luka gadis itu dengan air kolam. Mu Xianzhai tampaknya belum menyadari jika saat ini dirinya berada di ruang artefak. Hanya fokus pada luka Li Chang Su.


Dengan enggan, pria itu melepaskan setengah gaunnya agar mempermudah merawat luka. Kulit gadis ini begitu halus dan putih terawat. tubuhnya yang terbungkus pakaian aneh, menonjolkan dua buah persik lembut yang menggoda. Mu Xianzhai tentu saja pria normal.


Meski di hari kerja dia begitu kejam terhadap siapapun, sebenarnya untuk gadis ini, hatinya juga tergerak. Sekarang pikirannya kurang fokus. Coba bayangkan seorang gadis yang disukainya memperlihatkan setengah bagian tubuh yang berisi, rangsangan itu membuat tenggorokannya kering.


Tanpa sadar, Mu Xianzhai memiliki keinginan untuk menyentuhnya sedikit. Tapi He Ze merusak pemandangan dan menggoyahkan pikiran kotornya. Untung saja dia mengenakan topeng, jika tidak, ekspresi malu-malu itu mungkin akan terlihat begitu jelas.


Saat dia membersihkan lukanya dengan air kolam yang menyegarkan, dia juga minum sedikit. Tiba-tiba saja rasa lelah dan beberapa luka ringannya telah pulih. Sangat ajaib. Melirik He Ze yang makan kacang rebus, hatinya kebingungan. Tapi tupai putih itu hanya menggelengkan kepala.


"Jangan bertanya sekarang. Rawat dia dulu baru bertanya."


"...."


Setelah memberi obat dan membalut luka, He Ze membawakan gaun baru untuk gadis itu.


"Dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya Mu Xianzhai.


"Tentu saja dari lemari pakaian gadis itu. Memangnya di mana lagi?"


"Tunjukan!"


"Apa?"


"Tunjukkan tempatnya," Mu Xianzhai mengulangi ucapannya, sedikit kedinginan.


Tidak tahu apa yang salah dengan pria ini, He Ze mengantarnya ke salah satu ruangan yang bersih. Ada banyak gaun dan hanfu di dalam. Sangat indah.


Sejenak, Mu Xianzhai memiliki kejutan dalam hatinya. Dari mana semua gaun ini berasal? Saat pertama kali melihat Li Chang Su di medan pertempuran, itu pakaian putih bersih sederhana.


Tanpa dia kira, sebenarnya gadis itu memiliki banyak gaun yang indah. Dia tidak memilih gaun yang diberikan He Ze. Tapi memilih salah satu gaun biru langit dengan manik-manik berkilau lembut, seperti bersinar di antara ribuan titik cahaya bintang. Ini cocok dengan gadis itu.


Dia juga melihat beberapa benda asing yang tidak dikenal. Di sisi lain juga rak senjata api yang aneh. Salah satunya yang paling dia ingat adalah bentuk pistol. Itu tersimpan di rak. Lupakan dulu. Dia harus memakaikan gaun ini pada Li Chang Su agar tidak masuk angin. Belum lagi tubuhnya yang sedikit menggoda, membuatnya tidak bisa menahan kemerahan di wajah.


Setelah memakaikan gaun, Mu Xianzhai baru sadar jika tempat ini siang hari. Matahari bersinar hangat, pepohonan tumbuh subur tapi di kelilingi oleh kabut putih, seperti kapas yang membuat dinding.


Tanah berumput yang dia injak sangat halus dan segar, tanpa noda sedikitpun. Ada juga beberapa tanaman bunga musim semi serta musim panas. Pohon apel berbuah manis, atau juga pohon bunga persik yang mekar.


Tempat ini tidak terlalu luas, tapi juga tidaklah kecil. Mu Xianzhai berjalan-jalan sebentar, menghirup udara bersih yang menyegarkan. Tubuhnya tanpa sadar bisa merasakan jejak kultivasi dari tenaga dalam yang sebelumnya macet.

__ADS_1


"Selamat datang di ruang artefak," suara He Ze yang manis tiba-tiba saja terdengar.


Pria itu mengerutkan kening. Ruang artefak gelang naga perak?


Seperti ini?


Hal ini terlalu indah dan mustahil. Di dunia ini, adakah sesuatu yang magis atau tidak dia ketahui sebelumnya?


He Ze pun mulai menceritakan sejarah awal gelang naga perak. Sudah sewajarnya jika Mu Xianzhai tahu. Sambil menunggu gadis itu siuman, dia membiarkan Mu Xianzhai duduk di sofa empuk yang hangat.


Semua tuan yang mewarisi gelang naga perak pasti mampu memasuki ruang. Semuanya tergantung dari kemampuan dan ijin dari gadis yang ditakdirkan.


Dulu, Mu Xianzhai memiliki tanda sepasang sayap di pergelangan kiri bawah, serta gelang naga perak sebagai simbol. Dari awal, sebenarnya pria itu mampu memasuki ruang. Sayangnya, dia tak percaya takhayul yang terlalu berlebihan. Jadi hanya berpikir jika ruang artefak itu ada namun hanya sebatas ruang penyimpanan biasa.


Saat He Ze tahu ini setelah Mu Xianzhai berkata, rasanya ingin pergi ke aula leluhur. Dia ingin menangis duka serta menuduh pria itu sebagai keturunan yang tidak berbakti. Mu Xianzhai tidak tahu betapa indahnya ruang artefak. Tapi jujur saja, ini yang paling indah dan paling luas. Dia menyukainya. Belum lagi ada banyak makanan di dalam.


Tak heran jika Li Chang Su mengeluarkan banyak bahan pangan ketika berada di camp militer, ternyata persediaan di dalam ruang artefak tanpa batas.


Saat Mu Xianzhai melihat-lihat dan berkeliling, berbagai jenis makanan dan barang baru diperkenalkan. Secara, He Ze yang merupakan jiwa artefak sudah merekam nama dan fungsi semua benda di ruangan ini.


"Tidakkah kau penasaran dari mana dia berasal?" Tiba-tiba He Ze menanyakan ini.


Mu Xianzhai sedikit kaku. Pikirannya kosong. Ya, dia ingin tahu dari mana Li Chang Su berasal. Gadis yang ditakdirkan oleh gelang naga perak pasti tidak biasa.


Saat gelang ini diberikan oleh kakeknya, itu sangat penuh emosional. Mu Xianzhai ingat bagaimana penampilan pensiunan kaisar saat mewariskan gelang naga perak.


Pensiunan berkata jika suatu hari nanti harus memanjakan istrinya dengan baik, beri kasih sayang. Tidak perlu memberikan dunia, cukup beri dia hidup yang nyaman. Awalnya Mu Xianzhai mengira jika pensiunan kaisar tidak mengijinkannya untuk naik takhta karena takdir gelang naga perak hanya mengijinkan satu istri.


Tapi intinya bukan itu. Pensiunan kaisar ingin menyampaikan bahwa di dunia ini, kekuasaan bukanlah segalanya.


Misalnya dulu saja, pensiunan kaisar hanya menikahi satu istri, melahirkan Kaisar Mu dan ayah Mu Hongzhi. Memiliki Harem, tapi tidak menyentuh selir. Hubungan kakak-beradik itu sangat harmonis. Tapi ayah Mu Hongzhi memiliki beberapa masalah dengan pensiunan kaisar. Bahkan Kaisar Mu sendiri tidak tahu awal mulanya.


Sekarang, dia ingin tahu dari mana Li Chang Su berasal. Setidaknya untuk memahami kehidupan di tempat asalnya, agar tidak terjadi banyak kesalahpahaman.


Apakah lingkungannya menyenangkan atau tidak?


Apakah dia pernah menderita?


Pernahkah dia menjalani kehidupan sebagai seorang prajurit? Mengingat bahwa gadis itu sangat pandai dalam taktik pertempuran di medan perang.


"Dari mana dia berasal? Dan siapa yang memberikan gelang naga perak padanya?" Dia pun bertanya pada He Ze.

__ADS_1


__ADS_2