
MU XIANZHAI dan Ye Tianli telah memerintahkan para penjaga gelap untuk ikut andil dalam membuat pertahanan. Dengan kemampuan ilmu tenaga dalam, mereka memiliki kemapuan pun langsung membuat perisai yang kuat. Bermaksud untuk mengurung para binatang mutasi di satu tempat.
Para penjaga yang berhasil keluar dari lubang pun segera menyelamatkan diri dan membiarkan orang-orang berkemampuan tinggi maju. Mu Xianzhai bisa dikatakan yang paling kuat di antara yang lain. Ada juga Ye Tianli yang eksistensinya misterius, tak kalah hebat.
Kedua orang ini mampu membuat perisai dari ilmu tenaga dalam lebih baik dari siapapun. Jadi saat para binatang mutasi aneh muncul dan ingin menerkam orang, itu sudah menabrak perisai khusus yang tercipta dari ilmu tenaga dalam.
Baik Ye Tianli maupun Mu Xianzhai sama-sama memiliki wajah pucat. Gelombang binatang mutasi ini lebih besar daripada yang mereka kira. Bahkan beberapa jenderal pun terpaksa membuat perisai khusus agar membantu keduanya. Sementara sisanya berjaga-jaga.
"Ini terlalu kuat, Pangeran Ketiga, apa yang akan kamu lakukan kali ini?" Ye Tianli yang tidak jauh darinya pun mulai bekerja sama. Dia berbicara lebih sopan.
Mu Xianzhai menyipitkan matanya dan masih memiliki ekspresi tenang yang pucat, "Berapa lama kamu bisa bertahan?" Dia justru bertanya kembali.
"Mungkin setengah jam. Itupun jika Yang Mulia membantu."
"Oke, tahan selama mungkin," ini telah diputuskan. Lalu Mu Xianzhai meminta para penjaga gelap yang tersisa untuk pergi menemukan penjaga kekaisaran tingkat tinggi.
Sementara Mu Hongzhi sudah dia perintahkan untuk menyisir sekitar perbatasan kota lagi. Karena hanya dia yang memiliki kemampuan lebih baik di antara yang lain saat ini.
Para penjaga kekaisaran ini mampu untuk membuat pertahanan perisai berlapis-lapis. Sehingga gelombang binatang mutasi bisa ditekan kembali. Ketika Mu Xianzhai memperhatikan para binatang mutasi berbulu hitam itu mirip dengan laba-laba, ada sedikit perasaan curiga. Dia melirik Ye Tianli yang telah pucat lebih awal.
"Apakah itu binatang mutasi kegelapan?" Tanyanya sembrono.
Ye Tianli tidak menjawabnya untuk waktu yang lama. Dia sedang mengonfirmasi sesuatu dari penampilan laba-laba mutasi hitam yang aneh, "Berani bertaruh. Ya ...."
"Sepertinya sekte itu ingin menghancurkan dunia," Mu Xianzhai justru terkekeh, pandangannya menjadi lebih dalam. Tanpa diduga, Sekte Hitam mulai bergerak diam-diam, ingin memakan banyak negara.
"Jika itu benar, maka Sekte Hitam akan bermusuhan dengan negara ini."
__ADS_1
"Jangan khawatir, jika mereka datang, Raja ini akan menyambut!"
Ye Tianli ingin memuntahkan darah lamanya, "Kamu terlalu sombong!"
"Itu lebih baik daripada menjadi pengecut di awal."
"....," Ye Tianli tidak tahu siapa yang sedang disindir oleh pria itu.
Perisai khusus yang dibangun mereka mulai retak perlahan. Mu Xianzhai dan Ye Tianli mengeluarkan tenaga dalam lebih banyak dari yang lain. Kini terkuras sedikit demi sedikit. Jika Li Chang Su tidak menyembuhkan meridiannya yang tersumbat waktu itu, mungkin Mu Xianzhai sudah kalah lebih awal.
Laba-laba mutasi yang menabrak perisai spritual pun terus berteriak dengan ganas. Mencoba untuk mengebor. Kepercayaan diri mereka telah dikendalikan oleh seseorang dari balik kegelapan, sehingga kemampuannya meningkat.
Di balik bayang-bayang, seorang pria paruh baya berjubah hitam dengan tudung besar pun seperti sedang merapalkan mantra, wajahnya terlihat jahat. Laba-laba mutasi hitam itu adalah peliharaannya yang baik. Kini mengambil tugas untuk membuat kekacauan di Negara Bingshui.
Namun, pria paruh baya berjubah hitam itu merasakan sesuatu hadir di belakangnya. Dengan waspada, dia pun menoleh dan bersiap dengan jarum beracun di tangan. Sayangnya, sebelum pria paruh baya itu menembak, pihak lain tersenyum tenang dan melemparkan jarum beracun lebih awal.
Pria paruh baya berjubah hitam itu bersandar di batang pohon, berpijak pada dahan kokoh. Mengusap lehernya, dia akhirnya menemukan jarum perak kecil yang mengandung racun lebih kuat dari miliknya. Kemudian menatap sosok gadis berjubah bulu rubah, duduk dengan manis di dahan atas.
Para penjaga yang ada di sekitar tempat itu pun segera waspada dan menuju sumber suara. Lalu terkejut. Melihat ke atas pohon, mereka melihat gadis dengan jubah bulu rubah.
"Ini ... Putri Xian ...," Penjaga itu mengenali gadis berjubah bulu rubah karena memang berasal dari penjaga Istana Raja Perang.
Tentu saja, gadis itu, Li Chang Su yang telah mendapat informasi tentang ini pun langsung pergi. Dia ingin tahu siapa yang mengendalikan binatang mutasi untuk memasuki negara ini. Sepintar apapun binatang mutasi, tidak mungkin masuk dengan mudah. Jadi dia bertarung bahwa pengendalinya pasti tak jauh dari lokasi kejadian.
Benar saja, dia menemukannya setelah memindai dengan kemampuan mata dewa. Dilihat dari jubah dan ciri-cirinya, seharusnya itu berasal dari Sekte Hitam yang meneror banyak negara.
Li Chang Su meminta mereka untuk menjaga orang yang meninggal ini. Sedangkan dia akan mengurus yang lain. Mungkin Mu Xianzhai sendiri tidak tahu jika tahun lalu, saat dia berlatih di ruang artefak, banyak hal yang telah dipulihkan. Termasuk kemampuannya dan juga latihan dari He Ze.
__ADS_1
Malam ini, dia tidak menyangka akan menggunakannya. Saat melihat pria paruh baya berjubah hitam tadi, dia telah mengetahui seberapa tinggi ilmu bela diri dan ilmu tenaga dalamnya. Untuk membuktikan bahwa gelang naga perak lebih kuat, dia pun segara tidak sengaja muncul di dekat pria itu diam-diam. Lalu menembakkan jarum beracun.
Ternyata, sensor keberadaannya memang bagus untuk disembunyikan. Pihak lain tidak menyadari keberadaannya selama setengah menit. Ini juga bagus.
Sedangkan saat ini, Mu Xianzhai yang belum merasakan kedatangan istrinya pun berushaa menekan kembali kemampuannya. Meski pergerakan laba-laba mutasi hitam itu tidak seagresif tadi, tapi rasanya seperti ada yang salah.
Entah kenapa, laba-laba mutasi hitam seperti kehilangan arah dan kebingungan. Lalu bergerak lebih ganas dari sebelumnya. Dengan mata merah memancarkan haus darah, perisai khusus mulai retak lebih besar lagi.
Ye Tianli telah mengeluarkan darah dari sudut mulutnya. Mungkin awalnya melukai dantian. Sedangkan Mu Xianzhai masih bisa menahan diri meski wajahnya mulai memutih.
"Persiapkan pertahanan diri untuk membunuh. Blokir jalan sekitar!" Teriaknya pada para penjaga dan perwakilan jenderal yang bertugas.
Mereka langsung bersiap untuk hancurkan perisai khusus yang terlihat transparan, mengandung ilmu tenaga dalam yang tinggi. Tanpa diduga, gelombang binatang mutasi lebih besar dari dugaan mereka sebelumnya.
Setelah Ye Tianli dan Mu Xianzhai bekerja sama untuk melepaskan perisai ilmu tenaga dalam, ada gelombang aura lain menekan mereka. Ketika perisai pecah laba-laba mutasi hitam langsung menyerbu dengan gila.
Tapi sebelum bisa menyentuh orang-orang, laba-laba mutasi hitam langsung kaku dan sulit bergerak. Suara yang kental menekan mereka di tempat. Saat sosok ramping berjubah bulu rubah muncul dan menendang salah satu dari mereka, kelinci mutasi di pelukannya sombong.
Orang-orang tertegun saat melihat hal ini. Kelinci mutasi di pelukan gadis itu akhirnya melompat dan menakuti para laba-laba mutasi hitam. Melihat keberadaan raja kelinci mutasi, semua laba-laba mutasi hitam yang awalnya mengamuk pun kini gemetar. Sungguh tidak beruntung, bertemu salah satu raja binatang mutasi cahaya.
Ketika Li Chang Su menarik kembali auranya, para laba-laba mutasi hitam segera melarikan diri ke dalam lubang galian lagi. Bahkan saling terjepit karena berbondong-bondong untuk menjadi yang pertama melarikan diri.
"....," Kelinci mutasi itu merasa jika ini sangat mudah untuk dilewati. Sayangnya, dia tidak bisa melihat raja laba-laba mutasi hitam yang dulu pernah kalah olehnya. Jadi wajar jika saat ini, para anak buahnya melarikan diri ketika melihatnya.
"Kamu yang terbaik!"
Li Chang Su memuji kelinci itu setelah melihat para laba-laba mutasi hitam melarikan diri dengan cepat. Dia memeluk dan mengelus bulunya, lalu ingin mencium kepalanya. Namun sebelum Li Chang Su larut dalam kebanggaan diri, kelinci mutasi di tangannya sudah hilang dan dibuang ke dalam lubang galian.
__ADS_1
Melihat siapa pelakunya, Li Chang Su ingin sekali mengomel. Tapi Mu Xianzhai yang telah berwajah gelap itu pun mencibir dan sedikit cemburu.
"Su'er .... Kelinci itu pasti memiliki kutu. Jangan sembarangan menciumnya."