Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Sedikit Tidak Bahagia


__ADS_3

MALAM INI suasana di halaman belakang istana tempat Rongyu tinggal telah bercampur dengan aroma musim semi yang nyata. Tak ada pelayan yang berani mendekat di sekitar tempat itu, tentu saja untuk menghindari suara-suara penuh cinta keduanya.


Mu Lizheng tidak tahu berapa lama dia mendayung. Sebelumnya, dia telah sengaja memberikan sedikit bubuk cinta di dalam teh yang diminum Rongyu sehingga malam ini dia bisa puas dengannya lebih lama.


Alasannya lainnya karena dia benci dengan wanita ini dan secara sengaja ingin membuatnya tersiksa lebih lama. Tapi siapa yang tahu jika Rongyu ini ternyata adalah pecandu yang lebih besar daripada miliknya sendiri. Suara-suara yang keluar dari mulut Rongyu membangkitkan beberapa keinginan di tubuh pria itu dan secara alami menekannya lebih keras lagi.


Rongyu tenggelam oleh kesenangannya sendiri dan tidak mengetahui jika Mu Lizheng sedikit dingin kali ini. Dia justru ingin menggosok tubuhnya lebih dalam lagi hingga perasaan tak terduga seperti bunga yang meledak itu memenuhi dirinya. Mu Lizheng secara alami tak menahan diri dan membuatnya menjadi lebih besar lagi.


Wanita itu berteriak serak dengan mata yang penuh kabut tak terduga. Dia menyukai sensasi ini dan tidak membiarkan Mu Lizheng meninggalkan tubuhnya begitu saja. Dia segera mendorong Mu Lizheng hingga berada di bawahnya. Pria itu yang sedang merasakan musim semi yang meledak pun sedikit menyipitkan matanya.


“Peri kecil yang nakal!” ujarnya.


Rongyu tersenyum lebih dalam lagi dan tidak memikirkan hal lain selain bersenang-senang dengan Mu Lizheng malam ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Raja Perang.


Li Chang Su telah membaca buku novel dengan tenang di kamar dan menunggu Mu Xianzhai kembali dari tugasnya. Lagi pula saat ini Li Chang Su sudah pulih dan mendapatkan kabar dari He Ze jika Mu Lizheng telah berkolusi dengan dua binatang mutasi kegelapan tingkat dewa. Dan ini jelas lebih merepotkan lagi.


Tidak heran jika akhir-akhir ini masalah negara menjadi lebih serius dari hari ke hari dan mungkin akan menjadi buruk di masa depan.


“Apa kau benar-benar membaca buku?” tanya He Ze yang duduk sambil makan kacang tanah rebus.

__ADS_1


Li Chang Su mengerutkan kening dan menggelengkan kepala. Ia menutup bukunya. “Aku masih memikirkan tentang dua ular mutasi kegelapan itu.”


“Memang cukup merepotkan. Walaupun aku bisa melawan mereka, tapi saat ini tubuhku sedikit lebih lemah daripada hari biasanya. Kamu harus berhati-hati.” He Ze memberinya sedikit nasihat dan peringatan.


“Semuanya menjadi semakin kacau. Kepergianku menuju barak militer tidak akan lama lagi,” kata gadis itu. “Jika ibu kota masih berantakan seperti ini, mungkin Mu Xianzhai juga tidak akan pergi.” ia membuat tebakannya sendiri.


Di saat He Ze ingin mengatakan sesuatu, Mu Xianzhai kembali dengan semangkok bakso bercampur bihun dan kuah yang menggugah selera. Li Chang Su sedikit terkejut saat melihat pria itu sudah kembali dan masih menyempatkan diri mengambil semangkok makan malam untuknya.


“Siapa yang berkata aku tidak akan pergi?” tanya pria itu seraya berjalan ke arah istrinya seraya meletakkan semangkok bakso yang masih hangat.


Li Chang Su memerah dan sedikit malu. “Aku hanya menebak saja. Lagi pula di ibu kota, kamu sangat diandalkan oleh semua orang tak terkecuali kaisar sendiri. Bagaimana mungkin kamu akan pergi begitu saja bukan?”


“Ya, jangan khawatirkan itu. Bukankah aku sudah berkata jika urusan di ibu kota akan diserahkan pada Ye Tianli dan pangeran kedua. Ye Shi juga membantu. Belum lagi beberapa orang di pihak mereka, semuanya akan baik-baik saja,” jelasnya. Dia duduk di samping Li Chang Su dan melihat buku apa yang dibaca gadis itu. “Jangan membaca buku yang berantakan seperti ini.”


“Oh, benarkah? Mau mencoba malam ini?” goda Mu Xianzhai seraya melihat ke arah buah persik gadis itu.


Li Chang Su segera meletakkan buku dan memelototinya dengan imut-imut lalu mengalihkan diri dengan mangkuk bakso di atas meja. “Cabul besar!”


“...” He Ze yang merasa diabaikan pun akhirnya menendang kulit kacang yang ada di dekat kakinya lalu melarikan diri ke ruang artefak gelang naga perak. Dia kan berjamur jika berlama-lama memperhatikan pasangan suami-istri yang tak berperasaan itu.


Li Chang Su dan Mu Xianzhai tidak peduli dengan tupai dan segera membicarakan hal lain sambil makan.


“Su’er tidak nafsu makan? Aku baru saja pergi di pagi hari dan suasana hati istriku begitu buruk di malam hari?” Mu Xianzhai terbiasa memanjakan nya dengan penuh kasih sayang sehingga saat melihat istrinya saat ini, dia seperti sedang melihat gadis kecil yang merajuk.

__ADS_1


“Kamu pulang begitu cepat? Bukankah kamu berkata akan pulang tengah malam nanti?” Li Chang Su enggan untuk mengatakan dari mana sumber ketidakbahagiaannya saat ini.


“Yah … pulanglah dan lihat istriku. Aku khawatir Su’er akan kesepian.”


Mu Xianzhai sebenarnya mendapatkan kabar dari salah satu penjaga gelapnya jika gadis itu tidak bahagia. Lalu He Ze juga dikatakan pergi untuk memantau sesuatu dan kemungkinan apa yang dikatakan He Ze telah membuat istrinya kesal. Melihat gadis itu menikmati bakso yang dibuat oleh koki di istananya, Mu Xianzhai secara alami sedikit lega.


“Tidak mau bilang?” Mu Xianzhai kembali tidak bahagia.


“Oke, biarkan aku makan dulu. Apakah kamu sudah makan?” Gadis itu meminum segelas air putih.


“Aku sudah makan di luar dengan Hongzhi.”


Li Chang Su secara alami tahu jika apa yang ditangani Mu Xianzhai saat ini tentu masih bersangkutan dengan binatang mutasi kegelapan. Kaisar juga telah mengerahkan pasukan rahasianya untuk menemukan beberapa ngengat (pengganggu) yang kemungkinan besar bersembunyi di Negara Bingshui.


Setelah gadis itu makan dan perutnya penuh, Mu Xianzhai meminta pelayan untuk membersihkan mangkuk. Lalu dia mengambil novel di meja yang sebelumnya sempat dibaca oleh Li Chang Su. Novel seperti ini dia kurang menyukainya. Lagi pula cerita di dalamnya tidak tahu kisah siapa dan apa tujuannya menyebarkan banyak hal kotor seperti ini. Namun Mu Xianzhai kurang suka jika istrinya selalu berpikir jika novel tersebut bagus untuk dibaca.


Li Chang Su bersandar di bahu pria itu dan menceritakan apa yang terjadi tadi. He Ze telah pergi untuk memata-matai sekitar dan mendapatkan berita yang luar biasa hingga dia merasa tidak sia-sia untuk memperhatikan sekitar. Lebih hebatnya lagi, mereka tidak ketahuan oleh-oleh Mu Xianzhai yang berpatroli di setiap lokasi yang rawan menjadi sarang penjahat.


Mengetahui jika Mu Lizheng ingin mendapatkan Li Chang Su sebagai istri dan membunuh Rongyu untuk mencapai takhta, sorot matanya menjadi lebih dingin. Dia tidak peduli dengan Rongyu namun khawatir dengan keadaan Li Chang Su. Mu Lizheng ingin merebut istrinya sendiri dan menikahinya di masa depan?


Keberanian ini benar-benar tidak terduga hingga Li Chang Su sendiri merasakan hawa dingin bertiup di belakang lehernya. Ia mendongak dan melihat ekspresi apa yang kini dipasang pria itu setelah mendengarkan semua ceritanya.


“Xian … menurutmu, bagaimana kita akan bermain?” tanya gadis itu sedikit bosan.

__ADS_1


__ADS_2