Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kucing Mutasi Dewa


__ADS_3

MU HONGZHI juga menyadari ini dan sempat melihat kode dari sepupunya sebelum tadi pergi. Dia pun terbatuk dan berpura-pura tidak tahu. Meski hatinya dia merasa bersalah karena menipu sepupu iparnya yang sedang memiliki penglihatan kabur, Mu Hongzhi pun mencari alasan yang bagus.


Mungkin saja sepupunya pergi ke luar terowongan lebih dulu untuk mengambil sesuatu. Atau mencari cara yang bisa mengatasi makhluk di balik pintu batu. He Ze ingin mencibir, tapi menahan diri. Mu Xianzhai sudah berkomunikasi dengan naga perak akhir-akhir ini. Apa yang sedang direncanakannya lagi?


"Sepupu Ipar, tenanglah. Dia pasti akan segera kembali." Akhirnya Mu Hongzhi hanya tersenyum kaku.


"Kuharap dia tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Misalnya membunuh makhluk itu." Li Chang Su juga mengangguk kecil.


Mu Hongzhi yang saat ini sedang mengelus bulu putih Xue Zi pun tanpa sadar meremasnya. Kelinci mutasi itu berteriak kaget dan melompat dari pangkuan Mu Hongzhi. Betapa terkejutnya dia.


"Ada apa denganmu?" Li Chang Su segera bertanya. Meski tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan jelas, matanya masih menangkap sosok putih kecil yang melompat.


"Tidak ada. Pria ini hanya mencubitku terlalu kencang!" Xue Zi mencari alasan juga. Berkompromi.


Jika semuanya disalahkan padanya lagi saat Li Chang Su curiga, Mu Xianzhai mungkin akan membuangnya entah ke tempat mengerikan seperti apa. Xue Zi hanya memelototi pria itu dengan kesal. Adapun Mu Hongzhi sendiri, sebenarnya terkejut setelah sepupu iparnya berpikir seperti itu.


Sesuatu yang berlebihan itu pasti dilakukan oleh Mu Xianzhai saat ini. Tadi terlihat sangat kesal seperti ingin makan orang. Mu Xianzhai langsung pergi untuk mencari perhitungan.


Xue Zi kembali ke pelukan pria itu karena merasa tempatnya lebih hangat. Tidak perlu munafik setelah menemukan tempat yang nyaman. Ia secara alami ketagihan.


Adapun Mu Xianzhai saat ini ....


Pria bertopeng perak itu sudah berada di depan lintu bagi yang cukup besar dan tinggi. Dengan ekspresi yang tidak menyenangkan, dia menendang pintu batu itu. Awalnya tidak terjadi apa-apa, namun bunyi derit langsung terdengar.


Pintu batu terangkat sedikit demi sedikit. Membuat beberapa debu yang ada di sekitar pintu batu pun memenuhi sekitar. Mu Xianzhai tidak peduli dan tidak sabar untuk masuk ke dalam. Sayangnya, karena pintu baru ini sangat berat, maka hanya bisa terangkat sedikit demi sedikit.


Binatang berbulu emas keperakan yang tertidur pun segera membuka matanya. Sepasang mata keemasan dengan gigi tajam dan taring yang terlihat buat pun segera ditunjukkan. Tubuh besarnya bergerak sedikit untuk mengetahui siapa yang mampu membuka pintu batu dengan mudah.


Jelas, binatang mutasi dewa itu terkejut ketika melihat seorang pria bertopeng perak berpola rumit itu masuk. Sementara Mu Xianzhai menatap seekor kucing mutasi bersurai emas keperakan. Tingginya saat berdiri mungkin saja bisa mencapai tiga meter.


Dengan dua ekor berbulu lebat dan telinga bertindik lonceng emas, kucing mutasi dewa itu akhirnya bergerak.

__ADS_1


"Siapa kamu? Sudah lama sekali sejak sekelompok manusia datang untuk menjinakkanku. Apakah kamu salah satunya?" Kucing mutasi dewa itu berbaring malas dan menjilat salah satu kaki depannya dengan sabar.


Awalnya ingin berdiri dan berwaspada pada Mu Xianzhai, tapi rasanya cukup sia-sia. Jika pria itu tidak terlihat kuat, sejak awal dia sudah bangkit dan menerkamnya. Tapi ...


Mu Xianzhai ini terlihat memiliki aura yang aneh baginya. Seperti sebuah kekuatan yang memintanya untuk tunduk. Dia sebenarnya sedang hibernasi. Lebih tepatnya, selalu tertidur sepanjang hari. Tidak pernah keluar lagi sejak dipromosikan menjadi binatang mutasi dewa.


"Apakah kamu binatang mutasi dewa?" Pria itu bertanya rendah. Terlihat tenang. Tapi sorot matanya dipenuhi dengan emosi yang kompleks.


Lagi-lagi binatang berbulu. Mengingat Li Chang Su sangat menyukai binatang berbulu, ia pun merasa cemburu. Sudah ada Xue Zi dan He Ze, jika itu ditambah kucing jelek ini, dia akan menjadikan Istana Raja Perang sebagai rumah binatang.


Apa yang dipikirkan Mu Xianzhai mungkin berlebih. Siapa tahu saja Li Chang Su sama sekali tidak memikirkan ini ataupun berniat untuk mengadopsi binatang peliharaan lain.


"Tentu saja. Kamu juga lihat bahwa buluku emas keperakan."


Kucing mutasi dewa itu sedikit bangga. Para binatang mutasi dewa golongan cahaya akan diberkahi bulu emas keperakan atau putih. Sedangkan dari golongan kegelapan akan berwarna emas kehitaman atau ungu.


"Heh, manusia. Apa yang membuatmu datang ke sini. Tadi aku merasa seseorang tengah memperhatikanku diam-diam. Jadi aku menyerangnya dengan aura. Tapi itu jelas bukan kamu. Apakah kamu datang bersama manusia yang lain?"


"Kamu menyakiti istriku!" Mu Xianzhai berkata sambil berpikir lebih jauh. Apa yang harus dia lakukan pada kucing jelek ini.


Melihat sekitar, ada banyak hal berserakan. Semuanya sudah usang dan berdebu. Belum lagi beberapa obor menyala tanpa pernah sekalipun padam. Ada juga beberapa akar putih menjuntai dan terhubung ke sebuah kolam di tengah ruang pintu batu.


Dan posisi kucing mutasi dewa itu ada di tengah kolam, berbaring nyaman pada tanah berumput segar. Saat mendengar apa yang dikatakan Mu Xianzhai, makhluk berbulu emas keperakan itu pun terdiam.


"...." Jadi yang tadi dia secara tidak sengaja sedang adalah istri pria ini? Kenapa rasanya dia akan ditimpa kesialan?


"Huh! Jadi bagaimana dengan itu? Kalian para manusia terlalu naif!" Kucing mutasi dewa itu akhirnya tertawa mengejek. Tidak terlalu memedulikan pria kuat di depannya.


Tanpa diduga, kucing mutasi dewa itu langsung mengeong dan kepalanya jatuh ke dekat kolam. Menimbulkan sedikit getaran di sekitar tempat ini. Menatap Mu Xianzhai dengan ngeri, kucing mutasi dewa langsung membelalak matanya.


Tidak mungkin! Bagaimana bisa manusia ini menjatuhkan dirinya hanya dengan sekali gerakan tangan saja?

__ADS_1


Benar, Mu Xianzhai hanya menggerakkan sebelah tangannya saja untuk membuatnya menjatuhkan kepala.


"Kamu ...." Dia masih tidak percaya.


"Aku berkata, kamu menyakiti istriku!" Mu Xianzhai berkata lagi dengan nada yang lebih berat kali ini. Membuat kucing mutasi dewa gemetar.


Seluruh bulu emas keperakan makhluk itu meremang. Jelas ada rasa takut yang tidak tahu dari mana berasal. Namun sejak melihat pria ini, kucing mutasi dewa itu sudah merasakan firasat buruk.


"Jadi bagaimana? Apakah aku harus bertanggung jawab?! Manusia, aku ini seekor kucing. Katakan saja jika istrimu terluka dan kamu datang untuk balas dendam. Tapi sungguh, aku tidak memiliki niat untuk menyakitinya. Aku hanya reflek karena terkejut, berpikir jika ada musuh yang sedang memata-matai!"


Akhirnya kucing besar itu mengatakan segalanya tanpa terganggu oleh apapun lagi. Dia tidak kuat menahan tekanan dari tubuh Mu Xianzhai. Saat ini saja, kepalanya masih belum bisa digerakan. Pria itu belum mau melepaskannya.


"Huh, kamu memang kucing yang jelek. Istriku pasti tidak akan menyukaimu. Awas saja jika nanti istriku menyukaimu, bulumu akan habis!" Ancam Mu Xianzhai seperti menganggap jika kucing di depannya ini adalah saingannya.


"...." Kucing mutasi dewa merenung sejenak, mencerna apa maksudnya. Apakah pria itu berpikir jika dia seorang manusia dan akan merebut istrinya kapan saja?


"Kamu berlebihan. Aku tidak suka jadi peliharaan. Jangan menuduh!" Kucing itu akhirnya menatapnya dengan tidak berdaya. "Tolong lepaskan aku. Aku adalah binatang mutasi golongan cahaya. Aku bukan penjahat."


"Kareba kamu adalah golongan cahaya, aku tidak akan membunuhmu."


"...." Apakah jika dia berasal dari golongan kegelapan, pria itu membunuhnya? Mungkin pria ini bukan dari kelompok orang-orang berjubah hitam di masa lalu.


Setelah sadar apa yang dia mohon pada pria itu, dunia rasanya terbalik. Kucing mutasi dewa menyadari jika dia terlalu takut pada manusia ini.


"Dasar manusia! Kamu pasti memberiku hipnotis kan? Aku tidak takut padamu!" Akhirnya makhluk itu pun memaksakan diri untuk keluar dari tekanan aura Mu Xianzhai. Lalu berniat untuk membunuh.


Mu Xianzhai yang telah kehilangan kontrol pada kucing mutasi dewa pun tersenyum. Ternyata binatang berbulu ini menyadari jika sejak awal sudah dihipnotis olehnya.


Segera, sebelum kucing mutasi dewa itu melompat dan mengempaskannya ke sisi lain, sebuah bayangan putih perak muncul di belakang Mu Xianzhai. Gerakan kucing mutasi dewa terhenti di udara dan menatap ke arah bayangan yang sangat familiar di matanya.


Segera, telinga kucing itu terkulai. Tubuh berbulunya gemetar.

__ADS_1


"Itu ... Kamu ... Apakah kamu pemilik naga perak sejati?!" tanya si kucing mutasi dewa dengan nada tergagap.


__ADS_2