
LI CHANG SU sedang memberikan beberapa bukti tentang teknik boneka. Ia tidak bisa membiarkan pihak lain tahu tentang ini. Jadi hanya meninggalkan bukti kertas ledakan saja. Sehingga jika ada pihak mereka yang datang lagi, hanya akan menemukan benda-benda yang tersisa.
Ketika mendengar perkataan Mu Hongzhi, dia mengerutkan kening. "Efek kertas ledakan tidak sebesar itu. Tapi ini karena aura yang dikumpulkan oleh manusia boneka, sehingga menimbulkan ledakan yang lebih besar. Semakin sempit ruang untuk diledakkan, maka efek ledakan lebih mengerikan."
Setelah dijelaskan, mereka akhirnya paham. Karena masalah di sini sudah selesai, mereka segera pergi untuk menemukan He Ze dan Orange. Mereka diketahui berada di lembah dan baik-baik saja.
"Jeruk!" Bell berlari degan keempat kaki kecilnya, meninggalkan jejak samar di salju. Yang lainnya harus berjalan hati-hati. Ketinggian salju sudah mencapai setengah betis.
Orange hanya duduk di dekat He Ze bahkan saat Bell menghampirinya. Dia melihat mereka sudah kembali dan merasa senang. "Apakah kalian baik-baik saja?" tanyanya.
"Kamu baik-baik saja. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu. Oh, iya ... Orang-orang ini?" Bell melihat empat pria berjubah hitam yang diikat oleh He Ze di dekat pohon.
"Huh! Mereka pantas mendapatkannya." Orange sangat marah.
Li Chang Su dan yang lainnya melihat empat pria berjubah hitam yang diikat, merasa heran. He Ze tidak langsung membunuh mereka. Ini bukan gayanya. Karena kemungkinan besar memiliki rahasia tentang sekte itu, He Ze sengaja menangkapnya. Setidaknya, biarkan Li Chang Su menginterogasi.
Keempat pria yang diikat itu menatap mereka dan menggertakkan gigi. Terutama saat melihat raja perang.
"Kalian ... Ternyata kalian!" Salah satu dari mereka mencoba melepaskan ikatan, tapi tubuhnya langsung tersetrum lagi. Meraka telah kehabisan tenaga untuk bergerak bebas saat ini.
Meraka hanya berempat karena satunya lagi sudah dibunuh oleh He Ze. Saat keempatnya itu tahu jika lima orang lainnya sudah terbunuh, rasa dingin mulai menjalar di tubuh. Disertai dengan kemarahan dari dalam hati. Mereka adalah rekan satu tim. Tidak ada yang berani untuk membunuh mereka selama ini karena takut dengan Sekte Hitam.
Tapi alih-alih memiliki kesejahteraan, mereka justru terbawa sial. Siapa yang tahu jika raja perang dan istrinya akan berada di tempat ini. Lalu menyelematkan Orange dan membunuh mereka. Sungguh tidak terduga.
"Tuan, mungkin kamu ingin membuka mulut mereka. Jika tidak, siksa saja." He Ze berkata pada Li Chang Su dan sengaja menakuti mereka.
Keempat pria berjubah hitam itu sudah merasakan firasat buruk sejak awal. Kini malah membuat bulu kuduk mereka meremang.
"Oh. Aku tidak yakin jika mereka akan memberi tahu kita informasi." Li Chang Su tidak terlalu yakin untuk ini.
__ADS_1
Setahunya, orang-orang yang telah loyal terhadap apa yang mereka yakini, pasti tidak akan mengatakan apapun. Hal ini sama seperti pembunuh bayaran dan kepercayaan seseorang. Orang-orang Sekte tidak berbeda jauh. Setelah bersumpah setia, mereka akan hidup dan mati untuk sekte.
Tapi Ye Shi sendiri mencibir saat mendengar Li Chang Su berkata. Tampaknya dia harus maju saat ini, membantunya. Sebagai pembunuh bayaran, dia paling tahu apa yang paling penting bagi lawan.
Mengetahui jika Ye Shi akan maju, Mu Xianzhai sedikit enggan. Tapi tidak mau ikut campur dengan masalah ini. Ketika Ye Shi sedang menginterogasi, mereka kelelahan dan tak ada cara lain selain mengatakan kebenaran. Tiga di antaranya memilih untuk mati di tangan Mu Xianzhai.
"Kalian ternyata ingin menemukan pria tua itu." Salah satu dari mereka sudah pucat. "Sebenarnya ...— Ahh!!" Sebelum dia berkata, nyawanya sudah melayang.
Li Chang Su tertegun. Dia memastikan jika pria berjubah hitam itu meninggal setelah racun di dalam tubuh pecah. Padahal, hanya dia satu-satunya yang hidup saat ini.
Yang lain bahkan kesal. Rupanya setiap orang-orang sekte yang tahu tentang keberadaan pensiunan kaisar sudah diberi pil beracun. Ketika apa yang dirasakan akan dibocorkan, pil akan pecah dan merusak jantung.
Li Chang Su menggelengkan kepala. Dia memastikan jika itu karena racun yang pecah di dekat jantung.
"Tidak kusangka, Sekte Hitam yang menangkap pensiunan kaisar," kata Ye Shi setelah tahu seluk beluk masalahnya.
Mu Xianzhai sendiri yang paling marah. Ekspresi di balik topengnya dingin dan aura mengerikan menguar dari tubuhnya. Sekte Hitam ... Sangat bagus! Berani melawan Raja ini, tentu saja tidak akan sopan! Pikirnya.
Melihat gadis itu menatapnya dengan khawatir, ekspresinya menjadi lembut. "Aku baik-baik saja," katanya.
"Jangan khawatir, ada aku ... Kita pasti akan menyelamatkan kakek," kata Li Chang Su berusaha membuatnya tenang.
"Aku tahu." Mu Xianzhai memeluknya.
"Ternyata kakek ditangkap mereka. Tapi kenapa?" Mu Hongzhi juga marah dan ingin memotong pohon di dekatnya. "Lalu bagaimana dengan ayahku?" tanyanya pada diri sendiri.
Ye Shi menghela napas dan menepuk bahu pria itu. "Jika pensiunan kaisar ada di tangan mereka, ayahmu mungkin juga sama. Bukankah mereka hilang bersamaan?"
Mereka kembali terdiam. Ya, mereka hilang bersamaan pada tahun itu. Dan tentu saja seharusnya ada di mana pensiunan kaisar berada. Li Chang Su terindah dengan beberapa catatan yang diberikan oleh ibu Mu Hongzhi hari itu. Tampaknya, ayah Mu Hongzhi ini tahu banyak tentang rahasia di masa lalu.
__ADS_1
Ada kemungkinan, Sekte Hitam menginginkan sesuatu dari keduanya. Dan tentu saja gelang naga perak sejati. Seperti yang telah diminta mereka saat menyerang barak militer malam itu. Mu Xianzhai tentu saja menyadari ini dan tidak mau banyak bicara.
Setelah membereskan mayat orang-orang itu, Li Chang Su dan yang lainnya tidak bisa kembali ke terowongan. Mereka aman melakukan perjalanan. Li Chang Su memberikan sebagian cumi-cumi pada Bell dan Orange. Dia meminta mereka untuk berhati-hati.
Alangkah lebih baik lagi jika mencari tempat yang aman.
"Manusia, kita pasti akan bertemu lagi suatu hari nanti." Bell berkata, seperti makna yang tersirat.
"Kalian akan pergi jauh setelah ini?" Lict bertanya.
"Ya. Kami akan pergi ke suatu tempat yang di mana seharusnya kami berada." Orange juga menjawab. Di sudah memutuskan. Awalnya hanya ingin tinggal di terowongan, tapi tampaknya itu bukan ide yang baik.
"Di mana itu?" Li Chang Su penasaran.
"Itu tempat yang jauh. Jauh dari keberadaan manusia. Saat waktunya tiba, kalian akan tahu. Kami pasti akan kembali lagi saat itu setelah semuanya siap."
Bell tidak bisa berkata-kata. Dia tidak mau mengungkap rahasia para binatang mutasi dewa, sehingga lebih memilih untuk memberi mereka sedikit petunjuk. Bahwa suatu hari nanti, dia pasti akan kembali.
Li Chang Su tahu jika ini tak bisa dipaksakan, hanya tersenyum tidak berdaya. "Baiklah. Kalau begitu, sampai berjumpa lagi lain waktu."
"Ya." Bell dan Orange berbalik dan mengubah dirinya menjadi besar, lalu meninggal lembah.
Mereka juga harus pergi. Jika tidak, orang-orang sekte mungkin akan menyusul dan membuat keributan. Lebih baik menghindari mereka selama waktu ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Sekte Hitam yang jauh dari tempat keramaian manusia, beberapa pria berjubah hitam masuk ke aula. Ruangan yang remang-remang itu menyimpan rasa takut bagi siapapun yang memasukinya.
Ada seorang pria paruh baya duduk di kursi kekuasaan. Setengah wajahnya rusak dan hitam. Walaupun memakai tudung hitam yang agak lebar, matanya yang kemerahan masih menunjukkan sifat haus darah.
__ADS_1
Beberapa pria berjubah hitam yang masuk dan menghadapnya pun langsung berlutut.
"Sovereign, ada sesuatu yang harus kami laporkan. Ini tentang sepuluh orang yang kita utus ke sana ...."