
LICT ADALAH orang pertama yang keluar dari tempat itu seraya memeluk Bell. Dia sangat ketakutan dan jantungnya berdetak kencang. Mu Hongzhi membantu sepupunya memotong tentakel, sebelum akhirnya ikut keluar juga.
Ketika semua orang berada di luar ruangan itu, si gurita hitam mutasi masih mengamuk dan mengutuk mereka.
Mu Xianzhai yang terakhir keluar. Dia memeluk istrinya dengan sedikit tenaga. Untunglah ada ruang artefak. Sehingga saat keduanya hampir terjerat tentakel lagi, Li Chang Su langsung memindahkan diri dan berada di sisi lain secara acak. Untungnya Mu Hongzhi tidak bertanya apapun ketika melihatnya.
Tempat itu agak bergetar. Mu Xianzhai kesal sehingga meminta naga perak transparan untuk muncul dan memberinya pelajaran.
Naga perak yang tertidur di alam bawah pria itu pun langsung menguap dan membuka matanya. Sosok kecilnya terlihat menggemaskan. Karena pria itu sangat ingin balas dendam, dia pun pergi dan muncul diam-diam di ruangan tadi.
Kehadirannya tidak akan diketahui oleh siapapun, kecuali Mu Xianzhai.
Terjadi sedikit kegaduhan di dalam ruangan itu. Yang lain tidak tahu apa yang terjadi. Tapi yang jelas serta sebuah pertarungan. Hanya Mu Xianzhai dan naga perak saja yang bisa tahu rahasia ini.
Di dalam ruangan itu, gurita hitam mutasi ditampar berulang kali oleh ekor naga perak transparan ukuran kecil. Lalu ketakutan setengah mati. Dia hanya di tingkat dewa saja. Bagaimana bisa melawan naga perak legenda yang sudah masuk dalam jajaran binatang roh.
Gurita hitam mutasi hanya cari mati.
Oleh karena itu, si gurita hitam mutasi langsung mengubah diri jadi ukuran kecil dan masuk ke sungai bawah tanah. Mungkin hanyut hingga ke hilir. Walaupun sebenarnya, air sungai sangat hangat.
Naga perak yang menggunakan ekornya untuk menampar pun sedikit menghela napas. Gurita itu pasti akan takut padanya. Jadi tidak perlu menggunakan banyak cara untuk mengusir. Setelah itu, naga perak transparan langsung menghilang.
Semua orang di luar mendengar kegaduhan, lalu suasana yang hening.
"...." Tidak tahu apa yang terjadi, mereka penasaran. Kecuali Mu Xianzhai.
"Apakah gurita itu sudah pergi?" tanya Lict masih gemetar.
"Mungkin karena matanya dilukai Sepupu, makanya dia pergi untuk mencari tabib hewan," jawab Mu Hongzhi bahkan lebih santai.
"....." Adakah kasus yang seperti itu? Pikir mereka.
__ADS_1
Bahkan Li Chang Su saja kebingungan. Dia melepaskan diri dari pelukan Mu Xianzhai dan memeriksa. Pria itu tidak melarangnya. Membuat dia curiga. Saat lentera di bawa masuk ruangan, keadaannya jauh lebih nyaman. Tidak dingin ataupun aura mengancam.
Bell sendiri langsung melompat dari pelukan Lict dan memeriksa sekitar. Instingnya mengatakan jika itu sudah aman. Kali ini dia tidak lagi merasa suasana yang mencekam.
"Sepertinya saat itu aku melewati tubuh gurita hitam mutasi. Aku tidak percaya ini begitu tersembunyi," kata Bell agak tidak percaya.
"Bukankah kamu juga berada di tingkat mutasi dewa. Bagaimana bisa tidak tahu?" Kali ini Li Chang Su kebingungan.
"Ada beberapa binatang mutasi yang memiliki kelebihan untuk berbaur dengan alam. Tentu saja aku tidak tahu. Aku hanya kucing!" Bell mendengus.
"Oh, pantas saja. Kucing suka tidur. Memang pemalas." Li Chang Su terkekeh seraya melihat ada terowongan lain. Mungkin tadinya terhalang oleh kepala gurita.
"...." Bell tidak bisa berkata-kata. Apa hubungannya berbaur dengan alam dan kucing yang malas? Namun itu berhasil membuatnya tidak mampu mengelak.
Mereka semua fokus pada terowongan gelap yang kini ada di depan. Bell segera menjelaskan jika itu adalah jalan berikutnya. Dulu, jalan itu masih belum terhalang apapun. Tapi mungkin gurita mutasi hitam menghalangi jalan terowongan bawah tanah.
Mereka melanjutkan perjalanan. Karena jalannya cukup sempit, maka hanya bisa dilewati dua orang yang berdiri sejajar. Mu Xianzhai bersama Li Chang Su di baris depan. Ada Bell yang memimpin, sedikit berlari kecil. Sehingga bunyi lonceng akan memecahkan kesunyian.
Ada banyak bercak darah di dinding terowongan. Tidak berbeda jauh dengan yang sebelumnya. Tapi kali ini, bercak darah sudah hampir tertutupi banyak debu. Mungkin tidak ada binatang mutasi yang melewati tempat ini sejak gurita hitam mutasi menutup jalannya.
Mereka juga sama. Ini sungguh cukup melelahkan. Setelah berjalan cukup lama, Bell juga berhenti lebih dulu. Dia cukup lelah untuk menggunakan kaki lembutnya. Dia pun minta digendong oleh Lict.
"Kucing ini lelah. Ayo, angkat aku," katanya menghampiri Lict.
"...." Lict yang memegang obor di tangannya pun kini diserahkan pada Ye Shi. Lalu mengangkat Bell dan menaruhnya di pundak. Biarkan kucing itu nyaman.
"Setelah ini, kita akan menemui beberapa binatang mutasi. Tapi seharusnya berada di bawah tingkat ilahi."
"Baiklah. Kami mengerti." Yang lain memahami ini.
Bell meminta mereka untuk melewati beberapa anak tangga lagi. Udara yang terkandung di sini agak kurang. Mungkin karena sudah mulai memasuki dalamnya tanah yang digali.
__ADS_1
Setelah itu, terdengar suara-suara binatang mutasi. Suara itu menggema dan cukup jelas mungkin memiliki fisik yang mengerikan. Ada beberapa obor di terpasang di dinding, sehingga mereka bisa mematikan lentera dan meletakkan obor lain.
Pertarungan kali ini mungkin akan sedikit menyusahkan.
Di saat mereka mulai melihat ada beberapa binatang mutasi yang berada di bawah tingkat ilahi, Li Chang Su menghentikan langkah semua orang. Lalu diam begitu saja saat melihat para makhluk itu mulai maju perlahan.
"Sepupu Ipar, kenapa kita berhenti? Waktunya untuk bertarung." Mu Hongzhi agak kebingungan. Dia sudah siap dengan pedang di pinggang.
"Tunggu dulu," kata gadis itu seraya mengangkat sebelah tangannya. "Lict." Dia memanggil laki-laki yang kini sedang mengelus bulu lembut Bell.
Lict yang dipanggil pun menoleh. Ingin tahu apa perintah Li Chang Su. "Siap melaksanakan perintah," kata Lict bersemangat.
"Bagus. Lihat kodeku." Gadis itu tersenyum penuh arti. Dia menatap Bell yang kini sangat nyaman di bahu laki-laki itu.
Menggunakan kode tangan, Lict memahaminya. Tapi yang lainnya bingung. Apakah ini semacam sinyal perintah baru? Di medan perang, kode seperti ini jarang digunakan oleh orang-orang zaman kuno
Mereka hanya menggunakan beberapa simbol acak atau mendiskusikannya dulu dengan beberapa atasan. Sehingga saat di medan perang, mereka hanya mengandalkan rencana yang ditetapkan. Jika berantakan atau tidak memiliki cadangan, maka misi gagal.
Namun zaman modern agak berbeda. Jika rencana satu gagal, maka gunakan cadangan. Jika cadangannya tidak bisa, maka ambil tindakan berani. Kerja sama tim sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kode tangan bisa berguna untuk memberi perintah.
Saat ini, Li Chang Su jelas memberi perintah. Tapi Lict kurang yakin untuk mematuhinya. Apakah ini harus? Bukankah terlalu kejam?
"Putri Xian, apakah yakin ingin melakukan ini?" tanyanya. Melihat para binatang mutasi di depan mulai mendekat, Lict memiliki pilihan sulit.
Li Chang Su tersenyum dalam. "Hanya ini. Apakah kamu ragu?"
"Aku hanya merasa kasihan," jawab Lict mulai tidak berdaya. "Apakah benar-benar tidak akan mati?"
"Tentu saja tidak. Dia memiliki sembilan nyawa. Pasti hanya kelelahan saja." Gadis itu mulai sedikit jelas dengan maksudnya, menatap Bell.
Mu Xianzhai mengerutkan kening. Dia juga bertanya. Tapi Li Chang Su menggelengkan kepala. Tapi Lict tidak mau melakukan perintah Li Chang Su karena merasa kasihan.
__ADS_1
"Kalau begitu, berikan kucing itu padaku. Aku ahli dalam ini." Li Chang Su meraih Bell dari pundak laki-laki itu.
"Hei ... Apa yang kamu lakukan? Kenapa aku merasa bulu kudukku meremang?" tanya Bell memiliki firasat buruk.