Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pertarungan Mu Xianzhai, Jatuh Dalam Ilusi


__ADS_3

"KEDUANYA pasangan yang ditakdirkan. Tidak mungkin terjadi kecelakaan," jawab Ye Shi sangat percaya diri. Bukan percaya diri lagi, tapi dia yakin jika Li Chang Su dan Mu Xianzhai baik-baik saja.


"Kenapa kamu begitulah yakin?" Mu Hongzhi menyipitkan mata.


"Aku kalah dari gadis itu di masa lalu. Hanya beberapa gerakan kecil saja. Apalagi melawan binatang mutasi, tidak mungkin kalah." cibirnya sedikit malu. Dia tidak mau melepaskan topeng rubahnya. Atau, citranya sebagai pria akan hancur.


"...." Mu Hongzhi adalah yang paling tahu tentang Ye Shi. Setelah mendengar apa yang dikatakan pria itu, dia pun tertawa lepas.


Apakah pria itu kalah? Seorang pembunuh bayaran yang paling ditakuti di Negara Bingshui, justru kalau oleh sepupu iparnya. Apakah ini karma atau takdir yang tidak bisa dihapus?


Melihat bahwa Mu Hongzhi menertawakan, tentu saja Ye Shi segera berwajah gelap. Dia tidak segan-segan untuk menendangnya dengan keras. Wajahnya di balik topeng itu memerah. Tentu saja, dia tidak akan menunjukkan sikap malu ini di depan semua orang.


Lict tidak tahu apa-apa dan siapa identitas Ye Shi ini. Namun dilihat dari aura, sepertinya sangat akrab dengan pembunuh bayaran.


"Kamu seorang pembunuh?" Pada akhirnya Lict bertanya dengan penuh rasa penasaran.


Mu Hongzhi berhasil menghindari tendangannya pria itu dan menghela napas. Jika dia tertawa lagi, yakinlah Ye Shi akan memburunya hingga ke ujung dunia untuk membuatnya tutup mulut.


"Aku lupa belum memberi tahu ini. Aku memang seorang pembunuh." Ye Shi tidak menutupinya. Sejak dia berkenalan dengan mereka, identitasnya belum dibeberkan.


"Pantas saja auramu dipenuhi darah." Lict menggelengkan kepalanya dan tersenyum masam. Ternyata dunia ini juga dipenuhi dengan para pembunuh bayaran.


Tidak tahu, apakah Lict harus bersabar atau menerima kenyataan bahwa di dunia kuno ini, pembunuh bayaran masih bebas untuk berdiri dan memiliki tempat persembunyian. Jika itu berada di zaman modern mungkin sudah diburu oleh kelompok anti kejahatan dunia.


"Kamu sangat berbakat. Bagaimana jika bergabung dalam kelompok pembunuh bayaranku saja? Jangan khawatir, makan dan minum, aku yang tanggung." Ye Shi mengajaknya karena merasa jika Lict bukan pemuda biasa.


"...." Lict tertegun sejenak dan merasa telah melakukan banyak ajakan untuk membunuh teman dekatnya.


Dia adalah seorang prajurit yang membela kebenaran dan membebaskan warga sipil. Bagaimana bisa menjadi seorang pembunuh setelah berpindah zaman?


Bukankah itu cari mati? Li Chang Su mungkin akan mencincangnya menjadi potongan daging untuk memberi makan binatang buas. Pada kenyataannya, Lict masih takut dengan sosok dewasa Li Chang Su.

__ADS_1


Intinya, jangan bermain-main dengan wanita. Jika terpeleset sedikit saja, balas dendam kaum wanita lebih menyakitkan daripada pria yang kecanduan mengonsumsi obat-obatan terlarang.


Dia dengan cepat menolak ajakan Ye Shi. Keempatnya pun memilih menunggu Li Chang Su dan Mu Xianzhai kembali dari pertarungan. Lima serigala mutasi dewa golongan kegelapan telah dibunuh. Kini, tidak tahu berapa banyak yang dibunuh oleh pasangan suami-istri itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hujan salju terjadi lagi. Menjadikan malam yang dingin ini memiliki suhu cukup rendah. Di tempat Mu Xianzhai berada, pertarungan begitu sengit. Setidaknya, dia melawan empat serigala mutasi dewa golongan kegelapan. Semuanya memiliki bulu hitam.


Keempat serigala itu menggeram dan saling menyerang bergantian untuk menjatuhkan Mu Xianzhai. Tapi tidak ada yang berhasil. Mereka selalu merasa jika manusia itu begitu kuat dan memiliki pertahanan diri yang baik.


"Manusia ini sulit dihadapi. Kita harus memikirkan cara untuk membunuhnya," ujar salah satu dari mereka berbisik.


"Tapi bagaimana? Kita sudah cukup lama bertarung, tapi tidak ada hasil. Bahuku sakit." Yang lain juga menimpali.


"Bagaimana jika kita melakukan penyerangan bersama-sama. Kepung dia dan gunakan ilusi?"


"Itu juga bagus. Mari kita coba."


"...." Mu Xianzhai bisa mendengar apa yang mereka diskusikan. Dan sesungguhnya ini tidak terlau serius baginya.


Pria itu mundur dan menggunakan pedang di tangannya untuk menyerang. Napas Mu Xianzhai sedikit berat. Dia sudah tidak sabar untuk membunuh keempatnya.


"Binatang buas yang lemah!" Mu Xianzhai berdesis dan menebasnya dengan cepat.


"Ah! Sial!" Salah satu dari mereka terpental dengan luka di dada. Ketiganya segera menyerang untuk membalas dendam.


Sayangnya, Mu Xianzhai tidak mungkin kalah begitu saja. Dia cukup santai untuk melawan mereka dan menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk memberi efek penekanan.


Meski dia sudah cukup banyak mengeluarkan tenaga dalam, tapi tidak mungkin untuk merendahkan diri di depan para makhluk itu.


Ia melakukan tarian pedang saat melawan mereka dan satu persatu jatuh dengan luka di tubuh. Mereka merasakan jika mata pedang Mu Xianzhai terasa panas saat menyentuh kulit.

__ADS_1


Salah satu dari mereka memuntahkan darah dan sedikit melemah. Adapun ketiganya, mengalami luka yang cukup berat.


"Katakan padaku, apakah Sekte Hitam yang membuatkan kalian di sini?" tanya Mu Xianzhai pada mereka.


"Kamu tahu mereka?" Salah satu dari manusia jelmaan serigala hitam mutasi bertanya kembali dengan wajah pucat.


"Sepertinya tidak ada yang tidak tahu tentang mereka. Kecuali para binatang mutasi golongan kegelapan di bawah tingkat raja."


Para manusia jelmaan serigala hitam mutasi itu tidak tahu harus berkata apa. Mereka telah mendengarkan intruksi orang-orang berjubah hitam itu untuk menempati lembah ini. Dan menjaga sekitar perbatasan. Memangsa para binatang mutasi golongan cahaya yang melintas.


Mereka sama sekali tidak berani mendekati sekitar Hutan Putih di sekitarnya. Karena di hutan itu, ada aura yang membuat mereka tidak bisa bernapas dengan baik.


"Bahkan jika kami tahu, itu tidak akan memberi tahumu. Kami hanya mematuhi perintah. Siapapun yang masuk ke sini, harus mati!" Salah satu dari mereka langsung menggeram dan mengubah diri menjadi serigala mutasi besar. Lalu melolong dan melompat ke arah Mu Xianzhai.


Mu Xianzhai menggunakan pedangnya untuk menebas makhluk itu. Tapi kali ini, serigala hitam mutasi tersebut seperti siap untuk mati dengan sukarela.


Untuk melindungi tempat ini, mereka lebih baik mati bersama. Mu Xianzhai jadi penasaran dengan apa yang tersimpan di tempat ini.


Dia menghindar dan menyarungkan pedang. Pakaiannya sama sekali tidak kotor oleh darah apapun. Hanya sedikit kusut. Dia memang tidak terluka. Ketika goresan kecil di tangan dan pipinya.


Tanpa diduga, salah satu dari mereka melakukan serangan diam-diam. Membuat Mu Xianzhai tidak siap dengan pertahanan diri. Ia mundur ke belakang saat merasakannya sesuatu yang dingin mengenai wajahnya.


"Sihir!" gumamnya.


Mu Xianzhai merasakan firasat buruk untuk sihir ini. Karena dia tahu, semakin tinggi ilmu sihir yang dipakai, maka efeknya juga besar. Dia melihat keempat serigala hitam mutasi itu melolong ke langit dan mengelilingi. Seperti berjaga-jaga. Salah satu dari mereka mempertahankan wujud manusianya dan membaca mantra.


"Manusia, lihatlah ke belakang ... Siapa yang kamu lihat?" Pria jelmaan serigala hitam mutasi itu tersenyum licik.


Napas Mu Xianzhai menjadi lebih berat. Sepertinya, dia telah jatuh ke dalam ilusi yang disebabkan oleh sihir aneh tadi. Lingkungan di sekitarnya berubah. Dia tidak lagi melihat para serigala mutasi itu di sekitarnya.


Dan ... Ini jelas siang hari di musim panas. Sebuah bukit hijau yang dipenuhi dengan banyak bunga kuning yang mekar.

__ADS_1


Ketika mendengar suara tawa yang akrab, dia langsung menoleh ke belakang. Mu Xianzhai tertegun dengan sosok ramping yang dikenalnya.


"Su'er ...?" gumamnya.


__ADS_2