
JARAK WAJAH keduanya begitu cepat. Tidak ada yang membuka suara dan hanya saling menatap. Gadis itu menyusutkan lehernya dan menghindari tatapannya. Untuk beberapa saat, Li Chang Su merasa ringan dan kini ada di bawah pria itu.
"Kamu, cepat menyingkir dari tubuhku. Apakah kamu seorang pencuri bunga?" Katanya kesal. Dia mencoba mendorong pria ini untuk menjauh.
Kedua tangannya tiba-tiba saja dipegang dengan mudah. Pergelangan tangan Li Chang Su terlalu kecil bagi Mu Xianzhai sehingga pria itu khawatir akan mematahkan tangannya. Sangat lembut dan mungkin mudah rapuh.
Tapi di balik kelembutan dan seperti terlihat lemah ini, tersembunyi kemampuan yang aneh bagi Mu Xianzhai. Li Chang Su tidak terlihat lemah sejak awal. Dan memiliki ilmu bela diri yang dalam. Memandangnya dari sedekat ini, dia memiliki rasa ingin memiliki yang lebih dalam. Miliki dia dan jangan biarkan pergi.
Semakin Li Chang Su melawan, Mu Xianzhai semakin senang dan ingin mendominasi. Napasnya menjadi cepat. Kenapa tubuhnya merasa tidak nyaman saat memeluk atau mencium gadis ini diam-diam. Seperti obat musim semi alami. Karena takdir gelang naga perak, He Ze pernah berkata jika pemilik gelang akan memiliki keinginan untuk selalu bersamanya sepanjang waktu.
Hal ini mungkin bisa dibenarkan juga. Dia melihat wajah kecil yang menggemaskan di bawahnya itu terlihat jengkel dan berusaha melepaskan diri. Hatinya gatal dan ingin digaruk.
"Su'er ...," Ucapnya pelan. Tiba-tiba saja mencium bibirnya dengan cukup kuat.
"Mmmhph!!" Li Chang Su membelalakkan matanya dan tidak menyangka jika Mu Xianzhai tiba-tiba akan mencium bibirnya dengan tergesa-gesa, tidak terlalu terlatih ataupun mahir.
Untuk sesaat, Li Chang Su merasa tubuhnya mati rasa dan bulu kuduknya meremang. Ciuman seperti ini sungguh membuat kepalanya kosong. Ribuan helai rambut panjang Mu Xianzhai jatuh ke samping dengan mata terpejam. Li Chang Su sendiri memiliki keinginan untuk melepaskan diri, namun tubuhnya tiba-tiba saja saja lemas.
Pria ini melonggarkan pegangannya pada pergelangan tangan Li Chang Su dan beralih meraih lehernya untuk menekan tengkuk leher, memperdalam ciuman mereka. Li Chang Su kewalahan dengan sikapnya yang tiba-tiba ini dan hampir kehabisan napas. Tenggorokannya kering. Perasaan aneh menimpa dirinya.
Dengan wajahnya yang memerah, Mu Xianzhai juga tahu ada yang salah dengan aroma di dalam tenda. Setidaknya saat ini masih dini hari. Hawa masih terlalu dingin. Tapi dia dan Li Chang Su merasa tubuh mereka tidak benar. Awalnya Mu Xianzhai mengira jika ini karena keinginannya terhadap takdir gelang naga perak. Tapi mungkin dia salah.
Setelah melepaskan ciuman, wajah Li Chang Su sedikit merah seperti kepanasan.
"Su'er ...," Bisiknya.
Li Chang Su masih memiliki kesadaran dan tubuhnya tidak nyaman. Dia mengira jika Mu Xianzhai sengaja memberinya obat musim semi. Jadi marah. Tapi pria itu segera menempelkan jarinya di bibir, memintanya diam. Ada gerakan beberapa orang di luar yang membuatnya cukup terkejut.
Ke mana para penjaga gelap yang bertugas untuk menjaga mereka.
"Su'er, ada dupa musim semi di sekitarnya kita," katanya.
Li Chang Su sedikit pucat. Ini buruk. Setelah melihat dengan kemampuan mata dewa, dia menyadari kehadiran beberapa pria dan wanita yang cukup jauh dari lokasi tenda mereka didirikan. Karena gelap, maka tidak bisa melihat apapun.
Alasan kenapa ada bau dupa musim semi karena orang-orang itu sengaja membakar dupa tersebut untuk merangsang. Tapi tujuannya bukan Li Chang Su atau Mu Xianzhai. Itu murni ketidaktahuan mereka bahwa ada tenda orang lain didirikan.
__ADS_1
"Mereka jauh dari kita," gadis itu memerah dan tubuhnya tidak berani bergerak.
"Aku tahu."
"Kamu lepaskan aku," katanya.
"Tidak, Su'er ...," Pria itu membenamkan dirinya di leher gadis itu dan langsung menciuminya lagi.
Merasakan sesuatu di lehernya, Li Chang Su tanpa sadar ingin menciutkan lehernya. Dan ini justru membuat obat musim semi di tubuhnya semakin bereaksi. Dia tidak mau melakukan apapun dengan pria ini. Walau di jaman modern hal ini sungguh biasa, pria dan wanita melakukannya, tapi dia tidak mau.
Li Chang Su merasakan sensasi dingin di salah satu buah persiknya yang berkembang baik. Tubuhnya merinding dan sedikit gemetar. Dia ingin mendorong pria ini, matanya merah karena enggan. Saat Mu Xianzhai melihatnya dengan tatapan menyedihkan seperti itu, jantungnya seperti diremas.
Tiba-tiba pria itu tersadar dengan apa yang dilakukannya. Gaun gadis itu ternyata setengah terlepas, memperlihatkan bahu halusnya yang lembut. Tulang selangka itu juga sangat indah hingga membuatnya ingin menciumi lebih banyak. Jejak ketidakmauan di wajah Li Chang Su membuatnya merasa bersalah.
Dia memeluknya dengan erat, hampir saja melanggar tubuhnya lebih jauh, "Maafkan aku. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Su'er, aku hanya merasa tubuh ini tidak nyaman. Bagaimana jika kita saling berpelukan saja seperti ini untuk meredakannya?"
"Uhh, apa ...?" Gadis itu hampir saja menangis dan terkejut dengan apa yang dikatakan.
Mu Xianzhai ingin menggunakan cara ini untuk meredakan gejalanya. Saling memeluk dan mencium, tapi tidak untuk adegan lainnya. Hanya untuk meredakan. Keduanya pasti akan menikah, cepat atau lambat. Jadi apa yang harus dia pertimbangan hanya untuk meredakan obat.
Di sisi lain, orang-orang yang mendirikan tenda cukup jauh dari mereka tampaknya sedang berpesta. Tidak tahu siapa pihak lain, tapi sungguh berani untuk bermain bersama-sama seperti itu. Membuat Li Chang Su atau Mu Xianzhai agak canggung.
Terlebih lagi, pria itu memiliki penahanan diri yang kuat. Tapi jika disuguhkan dengan kecantikan seperti Li Chang Su, siapa yang tahan? Hanya saja Mu Xianzhai menahan keinginannya untuk itu, tidak mau menyakiti gadis ini. Dia hanya memeluknya dan mencium bibirnya untuk meredakan obat.
Walaupun adegan berikutnya tidak terjadi seperti yang seharusnya, Mu Xianzhai masih memungkinkan untuk melepaskan sedikit pakaian Li Chang Su dan menggosok tubuhnya dengan erat. Beberapa tanda merah manis ada di beberapa bagian tubuh gadis itu.
Li Chang Su ingin mengutuk seseorang dan menjauhkan pria ini darinya. Tapi pikirannya yang teracuni obat musim semi sedikit munafik. Dia hanya mengerang rendah di pelukan pria itu yang kini masih berpakaian lengkap.
"Obat macam apa ini? Kenapa begitu kuat?" Tanyanya seraya menggertakkan gigi.
"Seharusnya obat musim semi bambu ungu," jawab pria itu agak tidak benar.
Bambu ungu ini tumbuh di daerah yang dingin. Dan memiliki aroma yang khas jika dibakar. Karena mengandung efek perangsang, maka banyak pembuat dupa menggunakan bambu ungu untuk membuat obat musim semi. Ketahanannya sendiri tergantung dosisnya.
Obat seperti ini tidak akan mempan pada orang yang tidur. Tidak heran jika Mu Xianzhai enggan untuk membangunkan gadis ini sejak awal. Karena dia sudah terkena obat musim semi sejak awal. Tapi tidak tahu harus berbuat apa. Dan para penjaga gelap yang dia bawa mungkin terkena efek ini dan diam untuk meredakan. Mereka memiliki cara tersendiri.
__ADS_1
Li Chang Su tahu sedikit tentang bambu ungu. Ada di dalam daftar obat-obatan atau tanaman kuno yang dibacanya di ruang artefak. Tidak menyangka akan terpengaruh oleh obat ini suatu hari nanti.
"Su'er ...."
Pria itu memejamkan matanya dan memeluk Li Chang Su dengan sedikit fantasi. Setidaknya untuk meredakan obat ini di tubuhnya. Keringat halus terlihat di dahi keduanya, tampak menahan satu sama lain untuk tidak terjerat lebih jauh.
Sementara Li Chang Su sendiri memerah. Ia tahu pria ini telah bekerja keras untuk menahan diri agar tidak menyentuhnya lebih jauh. Dan kini dia merasakan buah persiknya diremas kecil. Walau masih terhalang oleh baju dalam, setidaknya itu cukup membuatnya merinding.
Pria ini hanya memejamkan mata dan membenamkan wajahnya di sekitar buah persiknya, mungkin berfantasi. Memikirkan ini, Li Chang Su merasa bersalah dan juga memerah karena malu. Pria ini sebenarnya berfantasi tentang dirinya.
Merasakan sesuatu menyentuh sekitar pahanya, dia tidak berani bergerak. Dia khawatir jika Mu Xianzhai benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi nanti. Melihat ekspresinya yang cukup menyakitkan untuk menahan diri, Li Chang Su sedikit berpikir buruk.
"Apakah kamu mampu menahannya?" Dia bertanya.
Pria itu membuka matanya dan tersenyum menggoda, "Bagaimana Su'er akan meredakannya? Kita sama-sama terkena obat ini."
Li Chang Su ingin tersedak salivanya sendiri. Di saat seperti ini saja Mu Xianzhai masih berani untuk menggodanya. Setelah menggertakkan gigi, dia membersihkan diri untuk menawarkan solusi yang sedikit sensitif.
"Aku punya cara. Tapi membutuhkan kerja sama denganmu."
"Oke."
"....," Sangat mudah menyetujuinya?
Mu Xianzhai hanya menunggu apa yang akan dilakukan Li Chang Su. Tiba-tiba saja gadis itu mengambil duduk di pangkuannya dengan ragu-ragu. Wajahnya semakin memerah. Setelah memberanikan diri, gadis itu menempel padanya lebih dalam hingga tubuh bawah mereka benar-benar bersentuhan. Walaupun terhalangi pakaian, itu sensitif.
Mu Xianzhai tanpa sadar ingin mencium bibir gadis ini lagi, "Inikah yang kamu maksud?" Tanyanya agak berat.
"Hanya ini satu-satunya cara."
Ini memang lebih baik daripada berpelukan dan ciuman saja. Hanya perlu saling menggosok. Mencium bibirnya untuk waktu yang lama, tanpa sadar, apa yang mereka lakukan ini cukup berhasil dan hampir mencapai puncaknya.
"Su'er, setelah menikah nanti, aku benar-benar akan mengupas habis tubuhmu!"
Mendengar ini, Li Chang Su sebenarnya merinding.
__ADS_1
Pria itu menggertakkan gigi dan membaringkan Li Chang Su. Napasnya semakin berat. Tubuh keduanya masih saling menempel. Walaupun bukan adegan pria dan wanita yang sesungguhnya, Mu Xianzhai masih sedikit puas untuk fantasi ini.