
LI CHANG SU mengeluarkan kelinci mutasi dan juga He Ze dari ruang artefak. Lalu keduanya mendapatkan masing-masing satu cumi-cumi bakar. Saus asam manis sudah jadi, dia juga meminta mereka untuk mengambil bagian.
Tentang orang-orang Sekte Hitam itu, pasti akan tahu apa yang terjadi, mungkin saat ini sudah mengirim beberapa lagi untuk menghalangi perjalanan mereka.
"Aku penasaran, seperti apa pemimpin Sekte Hitam? Apakah dia begitu kuat hingga berhasil menahan kakek?" Mu Hongzhi sendiri hanya menebak-nebak.
"Itu pasti. Atau pensiunan kaisar masuk dalam perangkap mereka dan mengurungnya," kata Li Chang Su menebak juga. Ia menyamakan semua ini seperti di film atau novel yang pernah dia lihat. Dan hasilnya mungkin tidak akan terlalu jauh.
Lict menganggukkan kepala seraya memakan cumi-cumi bakar yang masih agak panas.
Mu Xianzhai sendiri tidak banyak bicara dan memikirkan hal lain. Dia harus tahu apa saja yang dimiliki lawan hingga nanti tidak akan memakan banyak kerugian. Terlebih lagi, kali ini dia membawa Su'er nya.
Orang-orang itu menginginkan gelang naga perak yang dipakai oleh Li Chang Su. Ada kemungkinan besar jika saat ini target mereka akan diubah menjadi istrinya. Mungkin mereka juga tahu bahwa Li Chang Su adalah kelemahannya saat ini.
"Lict, kamu sudah satu tahun di sana. Seharusnya tahu seperti apa tempatnya?" tanya Li Chang Su.
"Oh ..." Lict mengangguk, tapi tidak yakin. "Itu gelap, jauh dari pemukiman dan tampaknya seperti berada di sebuah pegunungan yang jauh dari segalanya. Bangunannya luas dan bertingkat. Seperti sebuah kekaisaran. Semua anggota sekte memakai jubah hitam dan melakukan sumpah di hadapan sovereign-nya."
Penjelasan Lict membuat mereka lebih yakin untuk bisa memahami struktur bangunan di sana. Lict tidak pernah melihat secara dekat tentang sovereign ini. Tapi tampaknya orang yang mengerikan. Dari nada bicaranya saja, sudah dipastikan bukan hal baik.
Para anggota Sekte Hitam tergolong banyak dan menyembahnya seperti memuja dewa. Dan sovereign itulah yang memberi mereka kekuatan.
"Bukankah ini berlebihan? Memberikan kekuatan? Seperti apa maksudnya?" Li Chang Su mengerutkan kening dan semakin penasaran.
Lict mengingat-ingat kejadian itu lagi dan menghela napas. "Dia menggunakan ilmu hitam, semacam sihir. Mungkin."
"Lalu bagaimana kamu tidak terkena? Bukankah itu akan ketahuan jika kamu bukan bagian dari mereka?" Mu Hongzhi curiga dengan penampilan Lict yang masih seusia Li Chang Su.
"Apa yang kamu tahu?" cibirnya. "Aku ini seorang tentara yang telah mengalami ambang hidup dan mati. Terlatih sejak kecil. Menyelinap dan berbaur bukan masalah besar bagiku."
__ADS_1
"...." Mu Hongzhi masih curiga jika laki-laki ini curang. Tapi mengingat ketika dia dikalahkan oleh pria kecil ini saat pertama kali bertemu, tentu saja memalukan.
"Setelah kita tiba di sana nanti, sepertinya butuh penyamaran." Li Chang Su memberi ide.
"Kakak Ipar benar! Kita harus menyamar seperti Lict. Tapi ... Kita tidak memiliki topeng kulit manusia. Ini mungkin agak susah?" Mu Hongzhi mulai ragu lagi.
Untuk masalah menyamar, Li Chang Su cukup ahli dalam ini. Dia akan menggunakan kemampuan make-up nya untuk masalah ini. Mu Xianzhai dan Mu Hongzhi merasakan firasat jika senyum Li Chang Su cukup membuat perasaan tidak nyaman muncul. Apapun itu, pasti bukan sesuatu yang akan disukainya.
Setelah makan cumi-cumi bakar, mereka segera beristirahat. Karena musim dingin yang selalu ekstrim, air laut benar-benar sepenuhnya membeku. Mu Xianzhai membawa Li Chang Su ke tenda yang telah dibangun, lalu memeluknya.
Untuk Lict dan Mu Hongzhi, ada di tenda yang sama. Belum lagi Xue Zi menjadi pihak ketiga yang memisahkan jarak. Adapun kelinci mutasi itu, hanya bisa mengeluh diam-diam dan berbaring kedinginan.
Hanya untuk malam ini saja, biarkan dia menjadi saksi bagi dua pria yang kesepian.
Berbeda dengan rasa dingin di tenda keduanya, tempat Mu Xianzhai lebih hangat.
Pria itu melepaskan topeng peraknya dan memeluk Li Chang Su, menghirup aroma rambutnya yang harum. Gadis itu tidak banyak menolak dan selebihnya membiarkan. Ia terlalu malas untuk meladeninya saat ini.
"Apa yang kamu lakukan?" bisiknya.
"Sentuh istriku," kata pria itu berbisik lembut. Napas hangat menyapu telinga Li Chang Su. "Su'er ... Aku kedinginan," bujuknya.
"..." Li Chang Su tahu jika pria itu sengaja merayunya. Tapi dia tidak akan termakan oleh omong kosongnya.
Dia menepis tangannya lagi dan cemberut. "Jangan ganggu aku, tidurlah."
Setelah itu, Li Chang Su benar-benar tidak peduli dan menarik selimut hangat untuk tidur. Tenda tidak terlalu besar. Karena Mu Hongzhi dan Lict sudah tahu tentang ruang artefak, dia tidak ragu lagi untuk menunjukkan banyak hal di depan mereka.
Dia merasa sedikit hangat, keningnya berkerut. Suara lembut di belakang itu membuatnya merasa ada yang aneh. Li Chang Su lagi-lagi membuka matanya dan menoleh ke belakang.
__ADS_1
Barulah saat tahu apa yang terjadi, dia hampir berteriak kaget dan terperanjat. Membelalakkan mata tidak percaya, Li Chang Su tanpa sadar memerah. Entah karena efek cuaca dingin atau penampilan pria di sampingnya.
"Mu Xianzhai, apakah kamu gila! Pakai bajumu dengan benar," katanya hampir memekik.
Seolah-olah apa yang dilakukannya saat ini sederhana, Mu Xianzhai tersenyum menggoda. Menunjukkan lehernya yang memiliki jakun. Tulang selangka, otot dada serta kulitnya yang halus. Mu Xianzhai juga menggerai rambut hitam halusnya itu. Dengan wajah tampan yang jahat, dia menatap Li Chang Su seperti seorang penggoda.
Tiga garis hitam langsung meluncur di kepala gadis itu. Apakah pria ini setius ingin menggodanya?
"Jika kamu kedinginan, tutupi tubuhmu dengan selimut. Aku akan istirahat." Walaupun ketampanan di depannya siap untuk diterkam, Li Chang Su masih memiliki banyak kewarasan. Dia berbalik dan memilih untuk tidur lagi.
Tapi kali ini, Mu Xianzhai berwajah gelap. Dia tidak membiarkan gadis itu berdamai malam ini saat dirimu sendiri sedang menginginkannya. Gadis itu kesal dan menatapnya tak sabar.
"Ada apa lagi?"
"Su'er, kamu tidak tergoda olehku?" Mu Xianzhai masih berwajah gelap. Dia mencekal pergelangan tangan gadis itu dan mengatakan sedikit lebih serius.
Li Chang Su cuek. "Kenapa aku harus tergoda olehmu?"
"...." Su'er nya benar-benar tidak tergoda. Mu Xianzhai menghela napas berat dan segera menariknya ke dalam pelukan.
Gadis itu berteriak kaget lalu menutup mulutnya. Dia tidak boleh lupa jika Mu Hongzhi dan Lict masih ada di tenda tak jauh dari mereka. Dan dari dalam tenda, api unggun masih terlihat samar-samar.
Berada di pelukan pria itu, Li Chang Su bingung. Jari-jarinya tanpa sengaja menyentuh otot dadanya yang keras. Wajahnya memerah lagi. Dia baru saja hendak mengucapkan sesuatu, tapi bibirnya sudah dicuri.
Pria itu mencium bibirnya sedikit lebih dalam, memejamkan mata dan menerobos ke mulutnya. Li Chang Su menegang saat sapuan itu tidak bisa dia lawan. Oleh karena itu, dia hanya bisa diam di pelukannya.
Ciuman itu semakin dalam hingga Mu Xianzhai membaringkan gadis itu dengan sedikit kekuatan, lalu menekannya.
"Su'er ...," bisiknya.
__ADS_1
Li Chang Su berkedip cepat dan tidak berdaya. Pria itu mulai membenamkan dirinya di leher. Kali ini, ia hanya patuh dihukum. Oleh karena itu, malam ini, dia tidak bisa tidur nyenyak gara-gara dilempar beberapa kali di bawah tubuhnya.