
LI CHANG SU melihat Mu Xianzhai memiliki mata panas saat menatap tubuhnya. Ada perasaan tegang. Dia tahu bahwa tidak mungkin untuk selalu bersih setiap saat. Mungkin juga Mu Xianzhai akan selalu memakannya di setiap kesempatan.
Bukankah pria yang awalnya kesepian dan tidak pernah menyentuh cinta, akan menjadi vulgar setelah memiliki wanita yang dicintainya?
Mu Xianzhai tidak berbeda jauh. Dia selalu memikirkan tubuh bawahnya di setiap saat. Atau mungkin merasa candu.
Li Chang Su merasa tubuhnya bersentuhan dengan miliknya. Yang semakin membuatnya tersipu. Khawatir jika bergerak sedikit saja, pria itu akan terpancing lebih jauh.
"Jangan sekarang. Kamu juga tahu." Gadis itu cemberut. Apakah pria itu lupa jika tubuhnya belum bisa melakukannya lagi setelah malam itu?
"Su'er ..." Mu Xianzhai hanya bisa menahan api. Kemudian dia dengan cepat keluar kereta untuk meniup angin dingin. Tubuhnya harus dingin sekarang.
Sementara Li Chang Su yang merasa beban di atasnya hilang, akhirnya menghela napas lega. Untung saja dia memiliki alasan yang pas. Jika tidak, Mu Xianzhai pasti akan melakukannya di kereta.
Di zaman modern, ada yang namanya mobil bergoyang di malam hari. Pasangan kekasih melakukan itu di tempat gelap. Apakah di zaman prasejarah ini, ada yang namanya kereta bergoyang? Apakah dia begitu buruk saat memikirkannya?
Ini tidak masuk akal. Li Chang Su hanya memarahi dirinya sendiri saat ini. Dia adalah wanita yang berpikir bersih di zaman modern. Jangankan tidur dengan pria, bergandengan tangan saja tidak. Apalagi kencan. Dia tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang. Hidupnya hanya untuk kedamaian negara.
Setelah dia merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, ada aura seseorang tertangkap oleh kemampuan seni bela dirinya. Dia dengan cepat membuka kemampuan mata dewa, melihat sekeliling dari dalam kereta.
Seorang pria bertopeng rubah dengan beberapa pria berpakaian serba hitam berada di bayang-bayang. Cukup tersembunyi dan bersikap tenang. Senyum Li Chang Su terukir. Ternyata, itu Ye Shi. Hah, dia sudah familiar dengan topeng rubah dan juga perawakannya.
Pria itu, apakah mengikutinya sepanjang perjalanan?
Apa tujuannya?
Li Chang mengerutkan kening dan memikirkan cara untuk membiarkan pria itu keluar. Tapi mungkin Mu Xianzhai akan kesal dan mengusir orang. Pria itu terlalu khawatir jika dia akan berpaling dan beralih ke pelukan pria lain. Apakah pikiran pria yang sedang jatuh cinta begitu besar selalu overprotektif seperti itu?
Sedangkan di tempat persembunyian tak jauh dari sana, Ye Shi memang duduk santai. Topeng rubahnya dilepas. Lalu suasana dingin menyelimuti sekitar. Dia merasa merinding untuk kali pertamanya.
Apakah udara di sini terlalu dingin?
Atau seseorang sedang merencanakan sesuatu padanya?
__ADS_1
"Bos, kamu pucat. Apakah sakit?" tanya salah satu bawahannya.
"Apakah kalian tidak merasakan sesuatu yang aneh?"
Para bawahannya menggelengkan kepala. Justru, yang aneh saat ini adalah bos mereka.
"...."
Ye Shi tidak tahu apakah mengikuti Li Chang Su ke sini adalah pilihan tepat atau bukan. Dia hanya ingin memastikan keamanannya.
Tatapan Ye Shi tiba-tiba memajam dan memajai topeng rubahnya lagi. Lalu melompat ke dahan lain untuk menghindari serangan belati. Pakaian bangsawan sedikit berkibar ketika mendarat. Dia menatap ke arah di mana belati itu hampir saja menggores pipinya.
Di bawah sana, Mu Xianzhai sudah menatap orang di atas. Tidak sulit menemukan pembunuh yang satu ini. Bukan lawannya. Dia mencibir untuk sementara waktu.
"Kamu tampaknya terlalu kaya. Jika begitu, sejak awal aku akan membakar beberapa tempat persembunyianmu."
Untuk sementara waktu, Ye Shi tertegun. Lalu membalasnya dengan cibiran, "Aku hanya lewat."
"Hantu mana yang akan percaya?"
Ye Shi terbatuk. Dia tidak takut pada Mu Xianzhai sejak awal bertemu. Dia tahu pria itu kuat dan bukan lawannya. Oleh karena itu, semua permintaan dari pelanggan tentang membunuh raja perang telah ditolak. Bahkan memasukannya ke daftar hitam. Lagi pula, dia sayang nyawa.
"Bisakah aku minta sarapan?" tanyanya datar.
"Kamu sungguh percaya diri jika aku tidak akan membunuhmu?" Mu Xianzhai tersenyum misterius.
"Aku tidak takut. Tidak ada persimpangan di antara kita. Hanya beberapa perdebatan tentang gadis itu," jawab Ye Shi segera bangkit dan turun ke dekat pria itu. "Jika kamu sangat percaya diri akan perasaan Li Chang Su, kenapa memusuhiku?" cibirnya.
"Kamu bukan lawanku." Mu Xianzhai tidak mengambil kata-katanya. Sekarang, dia dan Li Chang Su berdamai. "Lagi pula kamu ketua pembunuh bayaran. Bagaimana mungkin bukan musuhku?"
"....." Dia adalah pembunuh bayaran yang baik. Ye Shi hanya menghela napas.
Pada akhirnya, Ye Shi datang. Membuat Mu Hongzhi yang sedang menikmati ikan bakar terakhir pun terkejut. Bagaian kabarnya? Pria yang suka membunuh itu datang dengan tenang, melepaskan topeng rubahnya dan duduk tak jauh darinya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu datang?" Mu Hongzhi bertanya dengan curiga.
"Hanya lewat."
"...." Dia tidak percaya.
"Beri aku ikan. Aku lapar."
"Kamu belum makan?"
"Kapan aku makan dengan tenang di saat permintaan begitu padat? Bahkan saat aku mandi pun, surat permintaan membunuh orang selalu mendesak." Ye Shi tidak berbohong, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Pria ini hanya berkata dengan santai.
"...." Sudut mulut Mu Hongzhi berkedut. Berpikir jika pria itu adalah bupati yang sibuk.
Dia memberi beberapa ikan yang telah ditusuk. Lalu teringat dengan kelinci mutasi yang belum kembali.
Saat ini, mereka tidak tahu jika Xue Zi, sebagai raja kelinci mutasi pun tengah menggali di beberapa tempat. Ada wortel yang tumbuh di musim dingin. Dia sering menggalinya untuk persiapan makan nanti.
Hanya saja, wilayah yang dia masuki tentu saja akan membuat Mu Hongzhi sendiri ketakutan. Itu lembah iblis yang berada di dekat perbatasan hutan yang lain. Ada banyak bahaya di dalamnya. Namun kelinci mutasi itu melompat dengan gembira dan menggali tumpukan salju dan tanah. Mencabut wortel dengan hati-hati.
Sedangkan beberapa binaang mutasi yang tinggal di tempat ini pun menggigil di sudut pohon lain. Aura raja dari kelinci itu membuat mereka ketakutan. Xue Zi tidak peduli. Setelah memanen banyak wortel dan memakannya, dia menyisakan satu, lalu pergi.
Sebelum pergi, dia menatap para binatang mutasi jelek yang ketakutan. "Awas saja jika kamu menyerang orang yang kulindungi. Daging kalian keras dan beracun, tapi gadis cantikku pandai mengolah binatang mutasi menjadi makanan yang enak!"
Kemudian dia benar-benar pergi. Para binatang mutasi yang mendengar apa yang dikatakan Xue Zi pun hampir pingsan.
Raja kelinci mutasi itu tidak akan berbohong. Sebagai binatang mutasi yang telah masuk ke tingkat raja, kebohongan harus dikurangi sedikit.
Tapi, bisakah dapatkah binatang mutasi yang beracun benar-benar diolah?
Kelinci mutasi kembali ke tempat di mana yang lainnya berada. Mu Hongzhi masih berada di dekat api unggun. Sebaagai gantinya, dia membakar jagung. Ye Shi sendiri sibuk dengan ikan bakar yang hampir matang.
Melihat kelinci putih salju dengan garis merah di sekitar telinga dan matanya pun, Ye Shi menyipitkan mata.
__ADS_1
"Itu kelinci gemuk yang kamu maksud?" tanyanya pada Mu Hongzhi. "Apakah kelinci mutasi ini tidak akan makan orang?"
"Tidak ..." Mu Hongzhi menjawab dengan santai, lalu wajahnya pucat. "Apa??! Katamu, itu kelinci mutasi?" Suaranya hampir setengah berteriak. Dia kaget. Tentu saja.