Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Wanita Dari Rumah Harum


__ADS_3

WANITA pelayan itu langsung berlutut dan memohon ampun. Dia sama sekali tidak memiliki niat apapun. Tapi meski berkata demikian, wajahnya terlihat tenang. Ini hanya menu tambahan dari rumah harum mereka.


Li Chang Su mungkin tahu sedikit tentang rumah harum. Tidak berbeda jauh seperti rumah hijau. Jika rumah hijau dipenuhi banyan wanita penghibur untuk melayani tamu atau dibawa pulang sebagai selir, maka rumah harum agak istimewa.


Semua wanita yang menjadi anggota rumah harum harus bersih dan masih perawan. Tubuh mereka selalu dipenuhi oleh wewangian bunga, berpakaian indah dan berwajah cantik. Jika ingin ada yang membawa mereka pulang sebagai selir atau istri sah, masih bisa dibenarkan. Karena sebagian dari wanita di rumah harum jelas memiliki identitas bangsawan.


Mereka terlatih dengan baik dalam beberapa hal. Sama seperti di gedung hijau.


...----------------...


NOTE: Pengertian di atas hanya berlaku dalam cerita ini. Untuk arti yang sesungguhnya, silakan cari sendiri saja.


...----------------...


Memandang wanita berpakaian cukup terbuka itu, Mu Xianzhai merasa tidak nyaman. Belum lagi ada istri di sampingnya. Jelas lebih baik dari wanita manapun. Dia mencibir, memandang sup ikan musim dingin lagi sebelum ragu-ragu mengambil sendok.


Hanya dengan mencium aroma kaldu dalam sup ini, napas Mu Xianzhai naik-turun dengan cepat. Menahan sesuatu. Sementara Li Chang Su tidak pasti harus mengambil sikap apa. Dia tidak pandai dalam membujuk atau melarang pria ini untuk makan.


Apakah dia harus melarang mencoba sup ikan musim dingin ini tanpa alasan?


Pria itu mungkin akan berkata jika dirinya cemburu. Li Chang Su hanya mengamati diam-diam sambil mengambil olahan sayuran hijau. Mu Xianzhai seperti ingin mencoba sup itu. Dan wanita pelayan sedikit bersemangat.


Tapi di detik berikutnya, Mu Xianzhai terkekeh. Menurunkan kembali sendok, tidak mencicipi rasanya. Setelah itu, wanita pelayan langsung berteriak histeris, menggema di kedai teh tersebut. Semua pelanggan yang hadir pun terkejut dan penasaran dengan apa yang terjadi. Namun tidak berani untuk mendekat.


Sepertinya, itu berasal dari kotak di mana Mu Xianzhai dan sang putri berada. Begitulah menurut pikiran pelanggan di lantai yang sama.


Baik Mu Hongzhi ataupun Li Chang Su terkejut dengan apa yang dilakukan Mu Xianzhai. Wanita pelayan itu tiba-tiba saja menjerit dengan ekspresi menyedihkan.


"Panas! Panas! Tidak ... Tubuhku ... Tidak!!"

__ADS_1


Wanita pelayan itu merasakan panas di tubuhnya. Kulitnya mungkin melepuh. Dia terkejut saat Mu Xianzhai tiba-tiba saja menampar mangkuk sup itu hingga mengenai dada serta memercik ke wajahnya.


"Yang ... Yang Mulia Raja Xian ... Apa, apa salah pelayan?" tanya wanita pelayan itu menyedihkan. Wajahnya memerah dan hampir saja ingin menangis untuk berbelas kasihan.


Sayangnya, Li Chang Su bukan vegetarian. Dia tidak terlalu peduli dengan hal ini meski mengalami kejutan. Mau tidak mau, dia bertanya pada Mu Xianzhai tentang apa yang terjadi. Bahkan pelayan lain serta pemilik kedai datang. Wajah mereka terlihat jelek ketika menatap wanita pelayan yang basah oleh sup.


Pemilik kedai segera marah. "Kamu .... Bukankah aku sudah berkata, jangan mengganggu kenyamanan Yang Mulia Raja. Kenapa kamu datang dengan sup?!"


Wanita pelayan itu tergagap saat ingin menjawab. Dia terlalu takut saat melihat tatapan Mu Xianzhai yang seperti elang menatap ayam. Sebelum berkata-kata, Mu Xianzhai sudah menyerobotnya.


"Datang pada Raja ini dengan sup ikan musim dingin. Menganggap jika Raja ini buta! Memasukan ramuan cinta ke dalam sup, lalu berpakaian tipis dan menonjolkan dada ... Apakah kamu berpikir Raja ini kekutangan istri?!" Nada bicaranya berat, kasar dan dingin. Semua orang yang mendengar kemarahannya pun gemetar ketakutan. Seketika ingin pergi dari sana.


Ternyata seorang wanita dari rumah harum berani merayu raja perang di depan istrinya dan menyajikan sup ikan musim dingin. Belum lagi dicampur ramuan cinta. Betapa tercelanya. Bukan hanya mereka, Li Chang Su sendiri juga terkejut.


Ramuan cinta memiliki aroma yang berbeda. Dulu Mu Xianzhai terkena ramuan cinta oleh Rongyu dan membuang Li Chang Su ke jurang. Sekarang, setelah dantian pria itu telah dipulihkan, ilmu tenaga dalan dan seni bela dirinya juga meningkat. Mengenai ramuan cinta yang terkandung dalam sup ikan ini, tentu saja tahu.


Li Chang Su bahkan tidak menyadarinya.


...----------------...


NOTE: Wanghao berarti permaisuri raja.


...----------------...


"Penjaga gelap!" teriak pria itu lagi, mengejutkan banyak orang.


Dua pria berpakaian serba hitam langsung muncul di belakang pria itu, berlutut hormat. Mu Xianzhai tidak perlu melihat mereka karena sudah tahu.


"Yang Mulia, mohon memberi perintah!" Keduanya berkata dengan nada tegas, menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bawa wanita kotor ini ke salah satu gedung hijau di ibu kota. Jangan biarkan terus mengotori mata Raja! Jika pihak rumah harum datang untuk mengambil orang, datanglah pada Raja ini. Semuanya tergantung suasana hati!" perintahnya.


"Ya, bawahan mematuhi."


Saat wanita pelayan itu tahu jika dia akan dilemparkan ke gedung hijau, wajahnya pucat. Langsung bercucuran air mata. Tubuhnya gemetar ketakutan, seakan-akan tidak peduli dengan rasa panas dan perih di tubuhnya akibat sup yang tumpah.


"Tidak! Yang Mulia, Yang Mulia mengampuni hidup pelayan. Pelayan salah dan tidak berani. Yang Mulia mengampuni hidup pelayan ...!" Dia meronta dan tidak mau dibawa oleh dua penjaga gelap pria itu. Tapi perjuangannya sia-sia.


Mu Xianzhai mendengus, wajahnya tetap dingin. Bahkan selera makannya juga hilang. Dia hanya merangkul Li Chang Su dan menyatakan kepemilikannya. Dia tidak akan mengalami hal sama untuk kedua kali. Dulu saja saat dijebak oleh Rongyu, dia merasa ingin memuntahkan darah lamanya.


Kini, wanita lain menggunakan cara yang sama. Ramuan cinta ini tidak bisa dibiarkan berkembang di Negara Bingshui. Dia akan meminta Ye Tianli untuk mencari informasi orang-orang yang terlibat dalam ramuan ini. Dia pasti bisa melakukannya dengan baik.


Setelah wanita pelayan itu dibawa pergi tanpa ada belas kasihan, pemilik kedai sangat ketakutan. Dia hanya berlutut dan menceritakan segalanya. Kedai mereka memang kadang kedatangan anggota dari rumah harum. Jika bukan untuk membantu melayani, mereka bahkan akan membawa wanita itu pulang sebagai selir. Dia tidak tahu jika ini terjadi akibat ramuan cinta yang dimaksud Mu Xianzhai.


Para pelanggan langsung mengutuk rumah harum, mencaci bahkan ingin meludah.


"Rumah harum ini keterlaluan! Wanita di sana murni dan lembut, pintar dan penuh bakat. Tapi siapa yang tahu hatinya sangat hitam?" kata pelanggan di kotak yang agak dekat dengan keberadaan kotak Mu Xianzhai.


"Ck. Pantas saja banyak istri beberapa bangsawan bertengkar di rumah. Dan selir dari rumah harum dimanjakan. Ini menjijikkan. Kita harus memikirkan cara agar para suami yang lain bangun dari ramuan cinta. Kita para pria tidak bisa ditundukkan oleh wanita begitu saja." Temannya pun menambahkan.


Lalu, pelanggan pria yang lain juga terus menambah bahan bakar ke api. Hingga suasana menjadi sangat ramai. Mu Xianzhai tiba-tiba saja berteriak untuk membiarkan mereka diam.


"Raja ini butuh ketenangan untuk membiarkan Sang Putri makan. Jika kalian ingin makan dan membunuh, pergilah ke tempat lain!"


"...."


Kemudian, suasana menjadi hening. Mereka tidak berani lagi untuk mengatakan banyak omong kosong. Pemilik kedai juga segera pergi setelah mendapatkan kebebasan dari Mu Xianzhai, membiarkan orang-orang untuk tidak mengunyah lidah mereka di saat raja perang masih di sini.


Adapun Mu Hongzhi yang menjadi penonton, itu sudah mengambil banyak makanan untuk dua makhluk berbulu putih di sampingnya. Tanpa sadar, jatahnya sendiri diam-diam diambil He Ze.

__ADS_1


Mu Xianzhai akhirnya mendapatkan ketenangan dan tersenyum lembut pada istrinya. "Su'er, makanlah yang banyak. Jangan hiraukan apapun lagi."


"Bagaimana kamu bisa mengetahui ada ramuan cinta di dalam sup itu?" tanya Li Chang Su.


__ADS_2