
TIDAK ADA yang tahu apa keinginan Zhen Juan selama ini. Tapi mungkin jika Li Chang Su mendengarnya, pasti tahu dan bisa menyimpulkan segalanya. Sayang sekali bahwa saat ini gadis itu dalam kesulitan tersendiri.
Lict dan Mu Hongzhi diandalkan untuk mengetahui segala hal yang mereka temui di dalam pintu terowongan. Mendengarkan percakapan mereka, keduanya sedikit merinding. Mereka mengatur beberapa binatang mutasi kegelapan untuk menggali lubang pintu gerbang baja.
Para pria berjubah hitam itu tidak tahu bagaimana pintu gerbang baja bisa begitu keras dan sulit untuk dihancurkan. Para kuku binatang mutasi tidak bisa menembusnya. Oleh karena itu, mereka mencoba untuk membuat galian di sekitar pintu tersebut.
Mungkin semuanya bisa berjalan lancar.
Setelah berdiskusi, para pria berjubah hitam segera pergi. Tak lupa juga, mereka menutuonpintu batu dengan hati-hati. Lict dan Mu Hongzhi menghela napas lega. Tapi semua itu tidak bertahan lama.
Keduanya melihat jika lava yang begitu panas di depan mereka sedikit mengeluarkan letupan, lalu terjadi pusaran yang cukup besar. Lict dan Mu Hongzhi segera berkeringat dingin. Lalu kembali ke atas untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
"Tiba-tiba saja aku memikirkan makhluk lava yang ada di inti bumi waktu itu." Mu Hongzhi segera melepaskan kakinya dan duduk sembarang. "Katakan padaku, apakah kamu menjatuhkan sesuatu ke dalamnya?" Ia menatap Lict dengan curiga.
"Bagaimana mungkin?! Aku sama sekali tidak melakukannya!" Lict menggelengkan kepala, merasa dituduh tanpa bukti.
Tapi setelah merasa kesal, ia pun menendang kerikil yang ada di sampingnya. Secara tidak sengaja, kerikil itu jatuh ke bawah dan terbakar oleh panasnya sungai lava.
Ekspresinya Mu Hongzhi berubah. Dia benar-benar ingin menendang Lict ke bawah sana untuk penguburan. Tapi mengingat sepupu iparnya, ia menghilangkan niat jahat.
Lict yang tahu jika apa yang diperbuatnya sekarang justru menjadi kenyataan, hanya bisa berseru kaget. Untung saja para binatang mutasi yang sibuk sendiri itu tidak mencurigai mereka.
"Sial! Apakah kamu selalu ceroboh?!" Mu Hongzhi mengomel, menahan suaranya agar tidak berteriak.
"Aku hanya lupa. Tentu saja tidak selalu ceroboh. Jika aku selalu ceroboh, mungkin sudah mati di ketentaraan." Lict membenarkan diri.
"..." Mu Hongzhi memikirkan ini. Benar juga. Jika laki-laki itu ceroboh sepanjang waktu, mungkin hidupnya lebih pendek.
Tapi jujur saja, apa yang Lict lakukan tadi sungguh menjadi mimpi buruk. Setelah batu kecil jatuh ke sungai lava, pusarannya menjadi lebih jelas. Perlahan-lahan membentuk sebuah wujud yang besar.
Keduanya merasa jika hawa panas semakin meningkat, hanya memikirkan satu hal saja saat ini. Yaitu harus segera keluar dari tempat ini. Sayangnya, pintu batu tiba-tiba saja sulit untuk dibuka.
__ADS_1
Mu Hongzhi sudah berulang kali melakukannya. Tapi tetap saja tidak bisa. Seolah-olah ada sesuatu yang sengaja menguncinya secara misterius.
"Bukankah kamu tadi sangat mampu? Bagaimana tiba-tiba sekarang menjadi begitu lemah?!" Lict mengejeknya seraya mengeluarkan keringat karena hawa panas..
"Jika kamu tidak melakukan kesalahan lagi, semuanya tidak jadi seperti ini— Ahh!!" Mu Hongzhi terkejut ketika melihat lava yang tiba-tiba menempel di pintu batu.
Hampir saja. Jika itu mengenai kulitnya, mungkin sudah berakhir. Keduanya segera berbalik, menatap sosok tinggi besar, berotot dan memiliki tanduk. Sepasang mata merah menyalanya menatap Lict dan Mu Hongzhi.
Para binatang mutasi kegelapan segera mundur dan ketakutan. Sebagian dari mereka bersuara kecil dan mencari tempat untuk bersembunyi.
Makhluk lava itu tampaknya sama seperti yang mereka lihat di inti bumi sebelumnya. Sangat mirip. Sama persis. Lict khawatir jika itu merupakan satu makhluk yang sama.
Tubuhnya gemetar dan dia memeluk lengan Mu Hongzhi. "Nak, kamu harus menolongku." Ia berkata dengan jiwanya yang telah menjadi seorang pria berusia kepala tiga.
Jangankan menolong Lict, pria itu sendiri tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak memiliki elemen api seperti sepupunya yang pintar. Sekarang, semuanya menjadi kacau.
"Berdoalah agar kita tidak menjadi makan malamnya nanti."
Mu Hongzhi sedikit gemetar. Dia juga manusia normal. Seberapa kuatnya dia sebelumnya, tetap saja makhluk yang ada di depan bukankah manusia, monster ataupun siluman. Tapi lava yang menjadi makhluk jadi-jadian.
"Siapa tahu saja seleranya cukup aneh."
"Tidak, tidak! Aku belum ingin mati. Aku belum menikah dan mencicipi bunga (kecantikan) di zaman kuno ini. Bagaimana bisa aku mati muda. Pikirkanlah cara agar kita bisa keluar dari sini," kata Lict nyali banyak bicara.
"..." Makhluk lava yang menyaksikan dua manusia itu sangat panik dan menuduhnya, hanya bisa terdiam.
Ini kali kedua bagi makhluk lava itu merasakan fluktuasi aura dari zaman modern. Sungguh sama dengan pemilik gelang naga perak pertama di masa lalu.
Tapi dia tidak menduga jika kemunculannya kali ini membuat dua manusia itu takut. Baiklah, ini salahnya. Sebelumnya di inti bumi, ia menyerang mereka karena kesal. Sekarang, dia akan menahan diri.
"Apakah kalian sudah selesai berdebat?" tanyanya dengan suara serak dan berat.
__ADS_1
"..." Lict dan Mu Hongzhi langsung terdiam. Apa makhluk itu baru saja bicara? Pikir keduanya.
"Siapa yang melempar batu ke sungai lava?" tanya makhluk itu sedikit berekspresi galak. Tapi yang atau ini tidak bisa dikontrol. Wajahnya memang cukup menyeramkan bahkan jika tidak sedang marah sekalipun.
"A-aku ..." Lict mengangkat tangannya dengan perasaan berdebar. Mungkinkah makhluk lava itu ingin memakannya lebih dulu.
Melihat betapa kekarnya tubuh makhluk lava tersebut, mengingatkan Lict akan film-film aksi di televisi. Apakah semuanya harus begitu nyata atau mungkin para penulis naskah di zaman modern sudah pernah melihatnya secara langsung?
Pikiran Lict menjadi gila.
Segera, Mu Hongzhi langsung berkata agar makhluk itu tidak marah. "Tolong, ini salah kami. Kami seharusnya tidak mengganggumu. Sungguh, ini ketidaksengajaan. Di masa depan, hal ini tidak akan terulang lagi."
"Ya, benar. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku sungguh tidak sengaja. Aku tidak bermaksud mengganggu tidurmu," kata Lict.
"..." Makhluk lava itu tidak bermaksud untuk menuntutnya. Ia hanya ingin memastikan siapa di antara keduanya yang berasal dari zaman modern.
"Ini ... Aku ..." Lict jadi bingung karena makhluk lava itu hanya diam saja.
"Jika kalian sudah bicara, kini giliranku," kata makhluk lava itu setelah menghela napas panjang. Tentu saja, napasnya mengembuskan hawa panas.
"..." Keduanya langsung terdiam.
"Siapa yang ingin makan kalian? Sungguh tidak berselera. Dan kamu ..." Makhluk lava itu menatap Lict. "Apakah berasal dari abad ke-20?"
"Ah, apa?? Tidak, tidak ..." Lict menggelengkan kepala. "Apa itu abad 20? Aku sudah berada di abad 21."
"..." Sepertinya waktu telah berjalan cepat, pikir makhluk lava itu.
"Tapi, tunggu! Bagaimana kamu tahu zaman modern?" tanyanya.
"Seseorang yang menciptakanku berasal dari masa itu. Dia adalah pemilik gelang naga perak pertama." Makhluk lava itu menjawab dengan nada suam-suam kuku.
__ADS_1
"Mungkinkah kaisar pertama Kekaisaran Mu? Sepertinya masalah ini harus kamu tanyakan pada Li Chang Su ataupun pensiunan kaisar yang sekarang," kata Lict.
Makhluk lava itu menyipitkan matanya. "Apakah gadis yang dulu di inti bumi merupakan takdir gelang naga perak?"