
SAAT MU HONGZHI mendengar suara yang dikenalnya, tiba-tiba saja terkejut. Bagaimana bisa kuda putih mutasi itu mengikutinya hingga ke sini? Semua orang segera menyingkir saat melihat kuda putih jantan dewasa yang berlari kencang. Ekornya menjuntai indah dan memiliki poni yang cantik.
Kuda putih mutasi itu meringkik dan berhenti di dekat Mu Hongzhi. Ketika melihat Li Chang Su, sikapnya yang tidak bersahabat tadi langsung hilang, tergantikan oleh rasa senang yang luar biasa.
“Gadis, akhirnya aku melihatmu lagi. Kamu sangat cantik dengan gaun itu. Ayo … elus aku, elus aku,” kata kuda putih mutasi itu dengan kedipan manja.
“...” Li Chang Su tidak tahu apa yang merasuki pikiran kuda putih mutasi itu. Namun saat dia hendak menyentuhnya, Mu Xianzhai segera melarang.
“Su’er, kuda itu pasti memiliki kutu di tubuhnya. Jangan sentuh.” Mu Xianzhai berkata.
Kuda putih mutasi tidak terima dirinya dituduh. "Kamu manusia jahat. Siapa yang berkata aku punya kutu? Aku sangat bersih. Bersih!”
Semua orang merasa terhibur dengan tingkah laku kuda putih mutasi itu. Sejak para binatang mutasi dikatakan baik dan tidak berbahaya bagi manusia, masyarakat tidak lagi memburu mereka. Paling-paling akan berjaga-jaga saja ketika bertemu dengan harimau putih mutasi atau serigala putih mutasi.
“Lalu kenapa kamu mau-mau saja saat satu kereta dengan Xue Zi?” tanyanya.
“Itu karena Su’er mengancamku. Jika tidak, mana mungkin makhluk berbulu putih itu diam di kereta yang sama. Bulu-bulu putihnya mengotori kereta saat ini.”
Mu Xianzhai benci tempatnya selalu kotor oleh bulu. Karena itu dia melarang kelinci putih mutasi untuk ikut. Namun Li Chang Su memintanya untuk ikut, jadi mau tidak mau, dia hanya bisa mengiyakan.
Mendengar nama Xue Zi, kelinci putih mutasi tiba-tiba keluar dari kereta kuda dan menyalahkan Mu Xianzhai. Kenapa pria itu begitu jahat di mana-mana? Semua orang lagi-lagi menyingkir saat melihat seekor kelinci putih melompat-lompat mendekati kuda putih mutasi.
"Kuda, kita bertemu lagi," katanya.
"Jangan panggil aku kuda. Namaku bukan kuda!" Kuda putih mutasi mendengus.
"Kamu tidak memberi tahukan namamu padaku. Bagaimana aku tahu? Tidak mungkin aku memanggilmu keledai," kata Xue Zi polos.
"..." Dasar kelinci bodoh! Pikir kuda putih mutasi.
"Nah, aku mau ikut juga." Xue Zi memohon.
__ADS_1
"Benar, benar. Aku juga mau ikut. Pasti banyak makanan di sana," kata kuda putih mutasi segera mendukung.
Mu Hongzhi menghela napas tidak berdaya. "Bukankah kamu makan rumput? Tidak perlu ikut, cepatlah kembali. Jangan membuat masalah."
"Siapa bilang aku cuma makan rumput? Aku suka bunga juga!" Kuda putih mutasi mengklarifikasi.
"..." Jadi kamu ingin ikut untuk makan bunga? Pikir Mu Hongzhi. Dia khawatir jika paman akan pingsan saat tahu bunga-bunganya dimakan kuda ini.
Li Chang Su dan Mu Xianzhai tidak maju mengurus mereka dan memilih untuk masuk gerbang. Dia mengeluarkan undangan dan menyerahkannya pada Li Chang Su. Setelah itu menggandeng Mu Xianzhai. Xue Zi tidak bisa masuk dan Li Chang Su mengabaikannya. Ada Mu Hongzhi dan juga Lict. Ia membiarkan mereka mengurusnya.
Semua orang masuk setelah memberikan undangan. Mu Hongzhi tidak mau mengurus keduanya juga dan meminta kuda putih mutasi untuk menunggu di luar. Jangan berkeliaran atau memakan rumput di halaman tetangga. Dia khawatir masalah ini tidak akan menjadi sederhana nantinya.
Mengetahui jika Mu Hongzhi tidak membawanya, kuda putih mutasi dan Xue Zi hanya bisa mengeluh. Keduanya menatap kedua penjaga gerbang yang berdiri tegap dan memasang ekspresi yang tidak ramah. Kedua penjaga itu menyilangkan tombak di depan gerbang masuk.
“Biarkan kamu masuk!” seru kuda putih mutasi seraya meringkik ringan.
“Tolong tunjukan kartu undangannya,”kata salah satu penjaga gerbang dengan ekspresi datar.
“Aku adalah peliharaan putri Xian. Apakah kalian berani menghalangi jalanku?!” kali ini Xue Zi yang maju.
“Tidak, maaf. Jika putri Xian mengizinkan, mungkin sedari tadi kalian sudah dibawa masuk.” Salah satu penjaga gerbang berkata lagi. Kali ini lebih bijak. Mereka adalah penjaga gerbang kekaisaran, mana mungkin membuat kelalaian.
“...” Kedua penjaga gerbang itu tidak bodoh, batin Xua Zi.
Namun kedua penjaga gerbang itu saling melirik dan tersenyum. Mungkin mereka tidak bisa membiarkan kedua binatang mutasi itu masuk gerbang, tapi ….
“Kalian bisa masuk, tapi ada syaratnya,” kata salah satu dari kedua penjaga gerbang itu seraya menunjukkan dua tanduk di kepalanya. Tentu saja, hanya istilah untuk menunjukkan betapa liciknya mereka.
“Sungguh? Kalau begitu cepat!” Xue Zi tidak sabar ingin melompat ke dalam, tapi dihalangi mereka.
“Baiklah.” Penjaga gerbang itu meminta mereka menunggu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian ….
Xue Zi dan kuda putih mutasi hanya bisa memiliki tiga garis hitam di kepala saat keduanya digiring ke halaman yang penuh rumput tinggi. Ekspresi keduanya tidak bersemangat. Bagaimana tidak, saat ini leher keduanya dipasang tali dan diikat ke sebuah batang pohon kokoh.
Kedua penjaga gerbang itu memang membawa keduanya masuk, tapi tidak membawanya ke Pesta Bunga, melainkan sebuah halaman istana yang tidak terurus. Keduanya seperti peliharaan yang disuruh makan rumput.
“Nah, kalian bisa makan rumput di sini. Tunggu sampai Pesta Bunga selesai, kami akan membebaskan kalian berdua.” Penjaga gerbang yang tadi terkekeh dan menggelengkan kepala, masih memegang tombak di tangannya.
“Setidaknya beri aku wortel. Aku suka wortel!”Xue Zi menyentuh tali pengikat di lehernya dan berdiri dengan kesal. Ia berlagak seperti kelinci yang telah terlatih.
“Baik. Jangan khawatir, aku akan memberimu wortel.” Penjaga gerbang itu meminta temannya untuk meminta wortel ke dapur istana. Tak berapa lama kemudian, sekeranjang wortel diletakkan di depan kelinci putih mutasi itu. “Nah, ini dia.”
“Woohh, wortel. Benar-benar wortel.” Xue Zi segera mengambil wortel dan memakannya dengan lahap.
“...” Kuda putih mutasi itu tidak tahu jika dia mengajak Xue Zi untuk pergi ke Pesta Bunga, bukan makan wortel.
Setelah penjaga gerbang itu pergi, kuda putih mutasi benar-benar ingin menentang Xue Zi. Kelinci itu benar-benar tertipu oleh wortel.
“Bukankah kita akan ke Pesta Bunga, kenapa kamu tergoda oleh sekeranjang wortel?” tanyanya.
“Aku tidak peduli. Aku hanya suka wortel. Jangan ganggu aku.” Xue Zi tidak peduli.
“Lalu bagaimana denganku? Tidakkah kamu memberiku wortel juga?” tanyanya lagi.
“Tidak mungkin, ini milikku. Kamu makan rumput saja.”
“...” Dasar pengkhianat! Batin kuda putih mutasi itu ingin menendangnya ke luar istana.
Meninggalkan interaksi keduanya yang bertengkar sepanjang waktu ….
Di lokasi Pesta Bunga, semua suasananya berbeda.
__ADS_1