
RONGYU memperhatikan Li Chang Su yang tampak begitu tenang. Mungkinkah gadis itu juga bisa memanah? Pikirnya. Tapi di depan semua orang, ia tak bisa mundur atau mempertanyakan hal lain selain perlombaan memanah tersebut.
Setelah mengangguk, Rongyu pun dengan baik hati mengajaknya untuk berpartisipasi dalam panahan. Li Chang Su juga mengangguk enteng dan menyetujuinya dengan mudah.
"Baik. Tidak masalah. Apakah Putri Li ingin bertaruh sesuatu?" tanyanya.
"Tidak. Ini hanya acara untuk saling mengenal." Rongyu menggelengkan kepalanya setelah mendapatkan peringatan dari Mu Lizheng. Ia semakin membenci gadis itu. Putra mahkota saja bahkan tergoda olehnya?
Li Chang su menduga jika Rong Yu tidak ingin mengambil risiko dan hanya bisa puas untuk mempermalukannya? Tapi apapun itu, Li Chang Su tidak peduli. Karena wanita itu ingin mengetahui seperti apa bakat memanahnya, maka dia akan menemani Rongyu bermain.
Keduanya berjalan menuju tempat awal untuk mengambil posisi. Rong Yu memegang busur yang cukup berat tapi setidaknya masih bisa digunakan oleh prajurit wanita. Adapun Li Chang Su ... Rongyu khawatir jika gadis itu tak mampu untuk menarik tali busur sama sekali.
Namun saat melihat gadis itu mengambil sebuah busur yang yang terlihat lebih ringan, Rongyu ingin sekali mencibir. Tapi dia masih menunjukkan senyum ramahnya.
"Putri Xian ... Apakah tidak apa-apa dengan busur itu? Terlihat sangat ringan, selain itu juga kekuatan tali busur untuk mendorong panah juga akan kecil," jelasnya seperti wanita yang begitu perhatian.
Li Chang Su mengulum senyum. Semua orang juga bertanya-tanya kenapa Li Chang Su memilih busur yang lebih ringan. Bukankah dorongannya lebih rendah? Belum lagi, busur bisa patah jika ditarik terlalu kencang.
Mu Xianzhai mengerutkan keningnya. Para pangeran dan putri juga tidak yakin. Bahkan kaisar sendiri hanya bisa berharap jika Li Chang Su menang. Bukan apa-apa, ia sudah telanjur kecewa dengan keluarga Jenderal Rong yang telah berani menginjak kehormatan seorang pangeran ketiga—putra kesayangannya.
Li Chang Su yang mendengarkan Rongyu berbicara tadi pun hanya terkekeh ringan. Ia tidak mempermasalahkan busurnya yang ringan atau panah yang agak berat, tapi ... memanah juga memiliki beberapa teknik.
"Tidak masalah. Itu hanya membidik sebuah apel dan juga papan sasaran. Cukup dengan busur yang ringan," jawab gadis itu seraya menuju ke tempatnya semula.
__ADS_1
Rongyu mencibir dan menggelengkan kepala. Dia sudah membayangkan jika Li Chang Su akan gagal dalam lomba memanah ini. Semua orang melihat dengan seksama. Jika nanti Li Chang Su kalah, mereka tak bisa mengolok-olok. Khawatir jika Raja Perang akan marah. Tapi jika Rongyu yang kalah, mungkin hanya bisa memaklumi saja.
"Baik, mulailah dari Putri Li lebih dulu," kata Kaisar Mu segera memberi kesempatan yamg adil.
Rongyu pun mengucapkan terima kasih pada Kaisar Mu dan segera bersiap untuk membidik. Dia memegang busur dan anak panah yang dikaitkan pada talinya. Saat tali busur ditarik, garis lurus yang keras segera terlihat. Rongyu memiliki ilmu tenaga dalam dan juga seni bela diri yang cukup tinggi sehingga tidak ada kesulitan ketika menarik tali busur.
Wanita itu menargetkan apel merah yang ada di atas kepala kuda putih mutasi. Tak lama setelahnya, dia melepaskan anak panah tersebut hingga bisa terlihat bergerak dengan cepat ke arah apel merah. Semua mata tertuju pada apel merah yang berhasil terbidik. Kemudian panah mengenai papan sasaran.
Sayangnya ... panah tidak mengenai tengah-tengah titik sasaran. Rongyu cukup kesal dan berharap jika Li Chang Su justru tak bisa memanah papan bidikannya.
Si Penilai langsung mendapatkan hasilnya. "Putri Li ... nilai 95. Karena panah tidak mengenai sasaran, nilai dikurangi lima poin sebelumnya."
Dengan nilai 95 poin, Rongyu harus puas. Kali ini giliran Li Chang Su yang melakukannya. Dia menarik anak panah yang diletakkan pada tali busur dengan hati-hati. Tapi tidak langsung melepaskannya setelah menentukan target. Dia terlihat tenang dan menunggu sesuatu.
"Putri Xian ... Apakah ada sesuatu yang salah?" tanyanya datar, menunjukkan ekspresi khawatir di depan semua orang.
Sebelum Rongyu mendapatkan jawaban, gadis itu sudah jatuh dalam meditasi. Dalam pikirannya hanya ketenangan dari sekitar. Saat merasa embusan angin mulai muncul dari arah belakang, ia membuka matanya. Tak lama kemudian, segera melepaskan anak panah ketika angin berembus.
Kecepatan panah yang dilontarkan olehnya seolah-olah didorong kuat oleh embusan angin pada arah yang sama. Semua tamu juga memperhatikan hal tersebut dan hampir saja menjatuhkan rahang. Tak terkecuali Rongyu.
Wanita itu membelalakkan mata ketika mulai memahami niatan dari Li Chang Su. Memanfaatkan angin untuk mendorong panah. Ini ... Bagaimana bisa gadis itu memiliki pemikiran yang dalam tentang strategi seperti ini? Apakah hanya kebetulan?
Di sisi lain, Mu Xianzhai tertegun. Ia belum pernah memikirkan cara seperti itu untuk mendorong kecepatan anak panah yang ditembakkan. Lagi pula, sangat sulit untuk menentukan arah laju angin yang muncul. Namun Li Chang Su bisa tahu kapan angin akan berembus dari arah belakang.
__ADS_1
Tiba-tiba saja tersenyum tidak berdaya dan mengagumi istrinya yang begitu luar biasa. Memang tidak salah, terlahir cerdas itu berbeda dengan mereka yang dilahirkan kuat. Kuat saja tanpa memiliki pemikiran yang cerdas pun tetap akan dimanipulasi lawan. Tapi mereka yang cerdas bahkan jika tidak memiliki kekuatan, masih bisa mempertahankan dirinya selama mungkin, agar tetap hidup.
Mu Xianzhai tersenyum pahit. Dirinya kuat, tapi tidak secerdas Li Chang Su. Jadi takdir gelang naga perak ini adalah pelengkap yang bagus bukan?
"Woohhh, Putri Xian sangat anggun, sama seperti biasanya," puji Lict seraya mengelus kelinci putih mutasi yang kini ada di pangkuannya. Dia berada tak jauh dari Mu Xianzhai.
"Huh, aku tak tahu Si Cantik sangat hebat," gumam kelinci putih mutasi dengan hidungnya yang berkedut.
Mu Xianzhai pun mendengus. "Dia adalah istri Raja ini!" pamernya.
"..." Jangan biarkan ekormu mencapai langit (sombong). Pikir Lict dan Xue Zi setelah mengetahui jika perkataan Mu Xianzhai itu untuk keduanya.
Anak panah yang dilepaskan Li Chang Su dari busurnya itu segera mengenai apel dengan sempurna. Meninggalkan jejak yang rapi hingga menancap di papan sasaran. Bukan hanya itu, tapi anak panah tembus ke belakang papan.
"..." Keheningan terjadi setelah semua itu terlihat jelas oleh semua orang. Mereka tidak bisa mengelak jika Li Chang Su baru saja melepaskan satu anak panah dengan sempurna. Postur dan gerakannya juga tak diragukan lagi.
Si penilai lomba masih menganga dan berkedip polos tanpa menyadari jika panah itu sebenarnya sudah menancap di papan sasaran.
Kaisar Mu langusng terbatuk ringan untuk mencairkan suasana. Barulah si penilai mengumumkan hasilnya.
"Putri Xian ... Nilai sempurna!!" teriak si penilai begitu bersemangat.
Orang-orang akhirnya bertepuk tangan dan mengaguminya. Rongyu masih tidak bisa menerima keadaan yang baru saja terjadi. Bagaimana mungkin?
__ADS_1
"Putri Xian ... Bagaimana kamu tahu jika angin akan berembus dari belakang?" tanyanya tanpa sadar.