
KEMBALI pada keberadaan Li Chang Su saat ini ...
Dia bersama ketiganya sudah melewati Hutan Putih setelah memeriksa terowongan bawah tanah. Tidak ada satupun binatang mutasi kegelapan di sana. Bahkan gurita mutasi berwarna hitam itu menghilang. Hanya saja, tidak ada tanda-tanda bangkainya sama sekali.
Mungkinkah gurita mutasi itu sudah pergi lebih awal?
Karena mereka tidak menemukannya, maka perjalanan harus dilanjutkan kembali. Li Chang Su ingin menghabiskan waktunya di barak militer untuk melatih sepuluh prajurit khusus yang diberikan Mu Xianzhai padanya. Dengan begitu, dia akan menghemat banyak waktu.
Perjalanan kembali kali ini lebih lancar sehingga mereka bisa berada di pantai dalam waktu kurang dari dua hari. Lautan beku di depan mereka begitu memanjakan mata. Kali ini mereka berharap tidak ada binatang mutasi lautan yang menyerang.
"Sepertinya es mulai mencair?" Li Chang Su mengerut kening saat melihat ada beberapa genangan air pada permukaan es.
"Ya. Itu benar. Jadi apa yang akan kita lakukan? Apakah lautan es ini masih bisa kita lewati?" tanya Lict.
"Seharusnya bisa. Biarkan kuda putih mutasi yang mencobanya," jawab Li Chang Su dengan senyuman licik.
"Apa?!! Aku?" Kuda putih mutasi itu terkejut dan hampir saja menjatuhkan Mu Hongzhi yang ada di atasnya. "Kenapa aku!?" tanyanya.
"Kamu satu-satunya kuda yang cukup pintar di sini. Berjalan-jalanlah di atasnya dengan Mu Hongzhi. Lalu rasakan apakah terjadi retakan atau tidak," jelasnya.
"..." Kamu hanya ingin menjadikanku kuda percobaan, pikirnya.
Mau tidak mau, kuda putih mutasi akhirnya mengambil langkah lebih dulu untuk berjalan di atas lautan es. Sejauh sepuluh meter, tak ada yang salah dengan permukaannya. Jadi Li Chang Su dan Mu Xianzhai yang berada dalam satu kuda pun mulai mengikutinya. Ada juga Lict yang memilih untuk berada di dalam kereta untuk istirahat.
Cuaca dingin membuat mereka mengantuk. Bahkan Li Chang Su sendiri disarankan untuk istirahat di kereta. Lagi pula, hari sudah mulai sore. Tanpa terasa, waktu berjalan cukup cepat hingga membuat Mu Xianzhai lelah untuk menunggangi kuda. Dia membopong istrinya untuk masuk kereta kudanya.
Gadis yang sedikit tertidur itu hanya melenguh sedikit dan mencari posisi yang nyaman untuk tidur.
"Tidurlah dulu. Aku akan membangunkanmu setelah tiba di pantai berikutnya." Mu Xianzhai memastikan jika tubuh istrinya sudah hangat oleh selimut tebal.
__ADS_1
"Apakah akan ada masalah di lautan ini?" Gadis itu masih khawatir.
"Tidak. Percayalah padaku," bisiknya.
Li Chang Su pun mengembuskan napas panjang dan mulai tertidur kembali.
Hingga saat hari menjelang malam, mereka baru tiba di pantai berikutnya. Mu Xianzhai meminta yang lain untuk beristirahat serta membiarkan para kuda makan lebih dulu. Pria itu tidak membangunkan Li Chang Su yang terlihat lelah, lalu berhati-hati meninggalkan kereta untuk melakukan hal lain.
Setelah tiba di pantai ini, mereka tidak akan merasa khawatir lagi. Setidaknya saat ini, mereka sudah bisa pergi sepanjang hutan dan pergi ke perbatasan Negara Bingshui. Dalam sehari saja, seharusnya sudah sampai. Jadi malam ini, mereka memilih untuk istirahat.
Ada lolongan serigala di kejauhan, membuat Lict merasa cukup merinding. Dia memeluk Xue Zi di pangkuannya. Kelinci mutasi itu lebih hangat.
"Sepupu, setelah tiba di barak militer, aku mungkin harus kembali ke ibu kota lebih awal. Aku ingin mengetahui tentang ayahku dulu." Mu Hongzhi duduk di samping kuda putih mutasi yang sedang makan sayuran.
"Aku tidak peduli denganmu," kata Mu Xianzhai seraya membuat tusuk ikan.
"Pastikan juga ibumu tidak terlalu bersemangat." Mu Xianzhai menambahkan.
"Jangan khawatir ... Dengan adanya ayahku, ibu tidak akan telalu keras padaku." Mu Hongzhi berkata dengan penuh kepercayaan diri.
Lalu Lict yang sedang mendengarkan pun hanya bisa memikirkan satu hal. "Bukankah jika ayahmu ada, ibumu akan mulai mengadu pada ayahmu hingga dihukum lagi. Tak ada bedanya."
"..." Kenapa aku baru menyadarinya? Pikir Mu Hongzhi lagi seraya harus memikirkan ide lain. Lalu dia menjentikkan jarinya.
"Jangan khawatir, ada sepupu ipar. Ibuku tampaknya sangat peduli dengan sepupu ipar bahkan jika belum bertemu. Itu ...." Mu Hongzhi menatap sepupunya tanpa sengaja. Lalu bulu kuduknya meremang. Apakah dia salah bicara?
"Mengandalkan Su'er?" Mu Xianzhai menaikkan sebab alisnya di balik topeng.
"..." Apakah dia salah? Mu Hongzhi berpikir dua kali sebelum menjawab apakah harus mengandalkan sepupu ipar atau tidak.
__ADS_1
"Tidak ada sepupu ipar. Kamu berjuang sendiri," cibir Mu Xianzhai.
"Sepupu, kamu sangat pelit. Aku yakin sepupu ipar akan menyukai ibuku. Lagi pula, bukankah sepupu ipar tidak ... tidak memiliki ibu?" Mu Hongzhi ragu-ragu.
Lict sedang memegang ikan, tangannya langsung tergelincir saat mendengar apa yang dikatakannya. Wajahnya sedikit pucat. Jika Li Chang Su mendengar hal ini, dia khawatir gadis itu memiliki suasana hati yang buruk.
Li Chang Su dan dirinya tidak memiliki orang tua sejak dilahirkan, dibesarkan di panti asuhan hingga usia sepuluh tahun lalu memasuki kemiliteran untuk mengabdikan diri pada negara. Selain ini, hal ini dilakukan agar Li Chang Su tidak selalu membayangi cinta orang tua pada anak-anak.
Bahkan jika gadis itu kaya, memiliki uang dan ketenaran di tempatnya, tapi jika membahas tentang masalah kasih sayang keluarga tetap saja tidak menyukainya. Li Chang Su mungkin pernah menceritakan dirinya pada Mu Xianzhai, tapi tidak sedetail itu. Selalu ada rahasia di dalamnya.
"Lict, ada apa denganmu?" Mu Hongzhi yang kejatuhan ikan pun kaget.
Kelinci mutasi yang berada di dekat api unggun pun hanya menyentuh telinganya dengan kebingungan. Apakah gadis cantiknya memiliki rahasia? Untung saja saat ini Li Chang Su tidur karena kelelahan, jika tidak mungkin suasananya akan berbeda.
Laki-laki yang sebelumnya memegang ikan untuk dipanggang itu pun segera menelan salivanya dan tersenyum susah payah. Tapi ekspresinya serius. Dia menatap Mu Hongzhi dan Mu Xianzhai.
"Jangan katakan ini pada Senior Su. Sudah sejak lama, dia tidak terlalu menyukai pembicaraan tentang orang tua. Kalian tahu ... Dia sebatang kara dan dibesarkan di panti asuhan sejak dilahirkan," katanya seraya menghela napas. "Mungkin dia tidak menceritakannya pada kalian, tapi aku lebih tahu dari siapapun— Senior Su itu ...."
"Apa kamu membicarakanku?" Sosok Li Chang Su muncul dari dalam tenda sambil menguap. Cuaca di malam hari yang lebih dingin mengharuskannya untuk mengenakan jubah berbulu yang hangat.
Ketiga pria yang duduk di dekat api unggun pun segera mengubah ekspresi. Terutama Mu Xianzhai. Jika yang dikatakan Lict benar bahwa Li Chang Su sensitif tentang pembicara orang tua, maka dia tidak akan mengizinkan Mu Hongzhi untuk berkata omong kosong. Belum lagi Lict masih khawatir jika gadis itu mengetahui apa yang dikatakannya.
Saat marah terhadap sesuatu yang sensitif, Li Chang Su kadang tidak memedulikan apapun dan pergi untuk menenangkan diri. Bahkan pernah suatu ketika ketika di barak militer zaman modern, salah seorang atasan menyinggung masalah orang tua, membuat Li Chang Su pergi selama sebulan. Sehingga jenderal besar harus membujuknya dengan susah payah.
Sejak saat itu, pembicaraan orang tua terlarang bagi Li Chang Su. Itu pun jika sudah menyangkut hal yang berlebihan.
Li Chang Su menatap mereka dengan kebingungan. Dia baru saja bangun tidur dan mendengar Lict mengatakan namanya sehingga keingintahuan itu muncul.
"Ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanyanya.
__ADS_1