
PINTU GERBANG Istana Pangeran Kedua tidak ditutup rapat sehingga suara dari dalam terdengar lebih jelas. Kedua penjaga saat melihat Li Chang Su datang pun segera memintanya untuk kembali hari ini. Semuanya karena perintah Mu Xianzhai. Kekacauan di halaman depan mungkin tidak baik dan sedikit menuai perkelahian.
Li Chang Su melihat dari jendela jika ada beberapa kereta terparkir di sisi lain. Tampaknya kereta putra mahkota? Mungkinkah Mu Lizheng datang dan membuat keributan untuk Mu Peizhi?
Tanpa diduga, Li Chang Su memilih turun dan ingin mengetahui apa yang terjadi di halaman. Suara kekacauannya memang tidak terlihat damai namun setidaknya ia bisa tahu inti permasalahan tersebut dan apa yang membuat Mu Xianzhai memintanya untuk tidak datang.
"Buka gerbangnya," kata gadis itu pada dua penjaga yang terlihat ragu.
"Tapi, Putri Xian ... Raja berkata—"
"Aku ini istrinya yang dimanja. Kamu berani membuatku tidak bahagia? Tunggu suamiku memotong kaki kalian!" ancam gadis itu sedikit konyol. Dia sengaja tidak mau menakuti kedua penjaga gerbang itu karena tahu mereka hanya menjalankan perintah.
"..." Xuxu dan Xuyao memiliki tiga garis hitam di kepala. Ini mungkin jurus ampuh untuk membuat pihak lain takut bukan?
"..." Dua penjaga gerbang di luar itu dilema dan mau tidak mau meminta penjaga di dalam gerbang untuk membukakan pintu. Kenapa sang putri begitu mendominasi? Pikir mereka.
Ketika gerbang dibuka lebar, suara pedang yang beradu pun tak lepas dari pendengaran gadis itu. Lalu suara teriakan Mu Peizhi yang menuduh putra mahkota telah berbuat terlalu jauh. Serta ada tawa Mu Lizheng yang cukup licik.
Mungkin kelihatannya seperti antar saudara yang tengah berlatih pedang, tali kenyataannya itu adalah pertarungan. Li Chang Su berjalan menghampiri mereka dan berdiri cukup jauh. Ada Mu Xianzhai yang berdiri dengan ekspresi gelap tak terlukiskan di balik topeng peraknya. Di sisinya juga terdapat Lict dan Mu Hongzhi.
Sementara di pihak putra mahkota, Rongyu beserta anteknya juga hadir. Tidak tahu apa masalahnya kali ini, namun tampaknya, Rongyu berpartisipasi dalam masalah ini.
__ADS_1
Mu Lizheng dan yang lainnya belum menyadari kehadiran Li Chang Su. Pria berjubah mewah itu beradu mulut dengan Mu Peizhi tentang Rongyu ynag dirugikan.
"Saudara Kedua, jika Yu'er yang kamu katakan berbohong, lalu bagaimana kamu bisa menggodanya. Aku tahu Yu'er ku cantik, tapi apakah Saudara Kedua tidak memiliki wanita lain untuk dijadikan istri?" Suara Mu Lizheng tidak kecil, namun juga tidak terlalu kasar. Dia hanya tahu dari penjaga gelap jika Rongyu semalam pergi untuk membeli mi umur panjang dan diseret oleh Mu Peizhi ke sisi lain.
Saat itulah, penjaga gelap tahu jika Pangeran Kedua melecehkan Yu'er nya. Penjaga gelap tidak mungkin berbohong. Jadi pagi-pagi tadi, dia datang untuk menyelesaikan masalah tersebut. Belum lagi Rongyu juga memiliki beberapa lecet di tubuhnya. Walaupun hanya beralasan tergores sesuatu, Mu Lizheng sudah menduga jika luka-luka tersebut pasti ulah Mu Peizhi.
Ketika mendengar jika Mu Lizheng tidak percaya, Mu Peizhi ingin memuntahkan darahnya. Dia pergi ke luar malam tadi? Kapan? Dia bahkan hanya di istananya sendiri untuk menyusun rencana melawan putra mahkota, mana mungkin berkeliaran dan merayu istri orang. Lagi pula itu masih Rongyu? Apakah dia begitu tergoda? Sama sekali tidak. Ia tidak menyukai wanita berhati ular itu.
Bahkan dengan hadirnya Mu Xianzhai, putra mahkota masih melampiaskan kemarahannya pada Mu Peizhi karena disangka melecehkan istrinya.
"Saudara Keempat, apakah kamu salah mengenali orang? Aku bahkan tidak tahu apa-apa dan kamu tiba-tiba datang untuk menangkap pemerkosa palsu. Apakah kamu tidak bertanya pada Rongyu bagaimana luka-luka itu didapat? Bukankah dia seorang prajurit wanita? Sama sekali tidak ada perlawanan?" Mu Peizhi mencibir.
"Meskipun dia adalah prajurit, tetap saja seorang wanita. Kekuatannya tidak sebanding dengan pria!" Mu Lizheng masih ngotot.
"Kemampuan Putri Li adalah membuat rasa takut pada pikiran seseorang, ilmu tenaga dalamnya juga tidak kecil. Jadi aneh kalau bertindak begitu menyedihkan dan mendapatkan beberapa luka goresan di tubuhnya. Ditambah, Pangeran Kedua tidak memiliki tenaga dalam yang tinggi dan kondisi tubuhnya juga tidak terlalu baik. Ini sungguh aneh dan ajaib," tutur seorang gadis yang tiba-tiba saja terdengar oleh mereka semua.
Li Chang Su berjalan mendekat ke arah mereka dan menatap Rongyu dengan keheranan. Wanita dengan ilmu kegelapan itu terluka? Apakah matahari terbit dari barat?
Saat suara Li Chang Su jatuh, pandangan semua orang langsung tertuju padanya. Bahkan Rongyu agak tertegun dan menatap Li Chang Su seperti ular berbisa yang bisa membunuhnya kapan saja. Kenapa gadis itu selalu ada di mana-mana dan menghalangi rencananya? Bahkan ... membeberkan tentang kemampuan tersembunyinya itu?
Tampaknya Li Chang Su tidak berniat untuk melepaskannya kali ini. Dia maju dan menunjukkan ekspresi yang lebih bingung.
__ADS_1
"Putri Xian, aku tahu kamu marah padaku tentang Saudara Xian sebelumnya. Tapi ini benar-benar tidak ada hubungannya denganku sama sekali. Aku sendiri tidak yakin dan tidak mungkin jika itu Pangeran Kedua yang muncul semalam," ujarnya.
"Lalu kenapa kamu malah diam saja dan tidak menjelaskannya pada Putra Mahkota? Bukankah kamu hanya sengaja membingungkan pikirannya?" Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya.
"Mana mungkin. Sama sekali tidak." Rongyu langsung menggelengkan kepalanya. Namun telapak tangannya diam-diam berkeringat dingin. Apa yang gadis itu tahu? Bahkan dia yakin jika Mu Xianzhai saja tidak akan mengetahuinya.
Mu Lizheng yang melihat jika Li Chang Su datang pun segera bingung harus meresponnya bagaimana. Gadis itu menguarkan aura yang menenangkan seolah-olah membuat pikirannya sedikit terbuka. Namun masih diliputi oleh bayangan Rongyu yang diintimidasi.
Hasilnya, Li Chang Su masih bisa menekan aura kegelapan yang menguar dari tubuh Rongyu. Sementara wanita itu sendiri kini agak pucat dan diam-diam menaruh kebencian besar pada Li Chang Su. Gadis itu ... di mana pun pasti akan menghancurkannya cepat atau lambat. Dia harus menyingkirkannya.
Namun Rongyu juga tahu bahwa Li Chang Su tidaklah sesederhana kelihatannya. Dia selalu menduga jika gadis itu mengetahui semua rahasia di tubuhnya. Ini bukan hal yang baik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengucapkan beberapa kata yang baik untuk mereka semua—mengatakan bahwa dia bingung.
"Kalau begitu, kamu harus memperjelasnya sekarang bukan?" tanya Li Chang Su lagi dengan sentuhan ejekan kecil di balik senyumnya.
Rongyu hanya ingin memuntahkan darah mudanya saat mendengar pertanyaan itu. Tampaknya sekarang bukang waktunya bagi dia untuk berurusan dengan putra mahkota. Li Chang Su mungkin melihat ada yang aneh dengan Mu Lizheng sehingga dia tak bisa melakukan apapun lagi saat ini selain membawa putra mahkota pergi.
"Saudara Li, ayo kita kembali. Ini tidak ada hubungannya dengan Saudara Kedua. Yu'er yakin bukan Saudara Kedua yang melakukannya. Ini pasti orang lain yang ingin memicu pertikaian antar saudara," kata Rongyu dengan lembut seraya menarik kembali putra mahkota untuk tenang.
Namun Mu Peizhi yang mendengar kata 'Saudara Kedua' dari mulut wanita itu merasa geli. Dia mencibir dan menatapnya dengan enggan. "Maaf, kita tidak dekat. Jangan memanggilku 'Saudara Kedua'," katanya.
Wajah Rongyu langsung memucat.
__ADS_1