Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kelinci Putih Gemuk


__ADS_3

MU HONGZHI tidak berpikir jika kelinci putih gemuk yang kecil itu mampu memakan orang. Terlihat sangat jinak dan tidak berbahaya. Tapi sepupunya itu tidak mau menjelaskannya dan mewanti-wanti si kelinci mutasi itu untuk tidak berniat macam-macam pada Mu Hongzhi.


Kelinci mutasi itu mengerti maksudnya dan tidak peduli. Hanya kembali ke pelukan Li Chang Su dan berbaring nyaman. Hidungnya berkedut. Tangannya dengan santai memegang wortel dan memakannya dengan rakus.


Mu Hongzhi sangat penasaran dengan binatang berbulu itu. Tapi dia tidak berpikir banyak. Setidaknya, kelinci mutasi yang gemuk tersebut hampir sama seperti He Ze.


"Sepupu, di mana mendapatkan kayu bakar sebanyak ini? Bukankah semua kayu itu basah?" Tanyanya.


"Ambilah dari istana."


"Istana yang mana?" Tanyanya.


"Putra mahkota."


"....," Sepupu, apakah kamu serius?


Li Chang Su merasa jika Mu Xianzhai ini sedang bermain-main dengan kediaman putra mahkota. Saat ini kemungkinan besar istana sedang sepi karena mengungsi. Para pelayan juga mungkin telah bersembunyi di suatu tempat sampai badai salju mereda.


Dengan begitu, banyak bahan di dapur yang tidak diperhatikan pelayan. Mu Xianzhai sangat mudah masuk dan mengambil banyak kayu bakar cadangan. Dia tidak peduli dengan istana putra mahkota. Menurut Mu Xianzhai, gadisnya yang kedinginan itu lebih mementingkan kayu bakar untuk tetap membuat api unggun menyala.


"Bukankah selalu ada penjaga bayangan yang menjaga istana?" Tanya Li Chang Su.


Mu Xianzhai mencibir, "Kemampuan mereka belum cukup untuk menandingi ku."


"....," Dia tampak sombong. Tapi memiliki kekuatan untuk sombong. Lupakan saja.


Badai salju ini benar-benar tanpa henti. Semua tempat dipenuhi salju dan hampir tenggelam. Mu Hongzhi membersihkan tumpukan salju di sekitar gua dan membuat pagar sederhana untuk menghindari penglihatan para binatang buas yang melintas.


Tapi tidak tahu apa yang terjadi, binatang buas sama sekali tidak terlihat. Ketika Mu Hongzhi tanpa sengaja melihat kawanan serigala biasa di kejauhan, tangannya sudah siap untuk menarik pedang di pinggang. Tapi kawanan serigala itu hanya menoleh dan berbalik, meninggalkan tempat itu.


Mu Hongzhi benar-benar seperti orang bodoh. Dia mungkin terlalu paranoid terhadap serangan binatang buas. Padahal para serigala itu tidak ingin mendekati gua karena merasakan kehadiran binatang mutasi yang kuat. Mereka bukan lawan binatang mutasi.


Pria itu mungkin akan pingsan jika kelinci putih gemuk yang dia anggap tidak berbahaya itu sebenarnya seekor binatang mutasi. Memiliki taring dan gaya tempur mengerikan.


Sementara kelinci mutasi itu tidak peduli dengan para binatang kecil. Jika dulu dia selalu khawatir menjadi mangsa para predator hutan, maka kali ini dia khawatir jika predator hutan akan menjadi mangsanya.


Sayangnya, wortel lebih menggoda. Belum lagi air kolam air terjun yang Li Chang Su keluarkan dari ruang artefak, sangat enak. Dia sangat menyukai gadis cantik ini.


"Sepupu, apakah para binatang buas sedang berpuasa?"


Mu Hongzhi rasanya hampir gila ketika melihat para binatang buas yang melintas tak jauh dari mereka, hanya menoleh dan berbalik pergi.

__ADS_1


"Jangan tanya aku."


Mu Xianzhai sama sekali tidak mood untuk membicarakan kelinci pembawa sial yang kini asyik makan wortel. Dia hanya berpikir jika He Ze lebih baik daripada binatang mutasi itu.


"Kakak Ipar ...."


Akhirnya Mu Hongzhi melirik Li Chang Su yang masih menikmati segelas teh susu.


"Mungkin insaf," jawabnya.


"...."


Di mana ada binatang buas pemakan daging tiba-tiba menjadi vegetarian. Apakah dunia begitu terbalik?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya, cuacanya semakin dingin. Badai disertai guntur terus menghantui dunia. Tidak tahu ada berapa banyak petir menyambar pepohonan atau pemukiman. Tapi yang jelas, ada sedikit kebakaran di beberapa tempat.


Di dalam gua, Li Chang Su menggunakan jubah hangat yang dikeluarkan dari ruang artefak. Lalu memberi satu set juga untuk Mu Xianzhai dan Mu Hongzhi. Sementara kelinci mutasi yang kini tertidur di sudut gua pun tidak merasa kedinginan.


Salju adalah taman hidupnya. Meski tidak terlalu dominan dengan tempat tinggal yang bersalju, kelinci mutasi itu cukup sederhana.


Makhluk berbulu putih itu awalnya bukan berasal dari Negara Bingshui. Tapi dari sisi pegunungan yang dingin. Karena gelombang binatang mutasi beberapa waktu lalu, dia terdampar di bukit ini. Makhluk itu mencium banyak sayuran wortel dan naik ke atas bukit untuk menggali. Tapi siapa yang tahu jika badai salju akan turun.


Tapi mungkin para dewa memiliki rencananya tersendiri.


"Ini hari kedua badai. Apakah besok akan reda?" Tanya Li Chang Su.


"Berharap saja begitu. Tapi mungkin para warga tidak bisa keluar sebelum pasukan penjaga kekaisaran mengumumkan kata aman."


Mu Xianzhai duduk di sampingnya, terbalut jubah hangat. Dia menarik selimut agar membuat kaki gadis itu tetap hangat di depan api unggun.


"Kakak Ipar, apa rencana ke depannya?"


Mu Hongzhi sangat penasaran. Dia mungkin tahu jika Li Chang Su tidak akan pergi ke ibukota dengan terbuka saat ini. Masih butuh waktu. Belum lagi hubungannya dengan Mu Xianzhai cukup canggung.


Li Chang Su menundukkan kepalanya. Dia sebenarnya memiliki rencana untuk pergi meninggalkan perbatasan kota dan pergi untuk mencari tahu apa yang ada di luar. Mu Xianzhai mungkin enggan membiarkannya pergi karena terlalu berbahaya.


"Kakak Ipar, biarkan aku menemanimu pergi. Aku juga ingin tabu apa yang sebenarnya ada di luar sana."


Mu Hongzhi menawarkan diri.

__ADS_1


"Bukankah kalian sudah tahu?"


Li Chang Su merasa heran.


Dia menatap Mu Xianzhai dan Mu Hongzhi bergantian. Ekspresi keduanya cukup aneh. Gelombang binatang mutasi ini telah terjadi ratusan tahun lalu. Sangat tidak mungkin jika belum mengetahui apa yang terjadi di luar. Sayangnya, Mu Xianzhai menggelengkan kepala dan tersenyum pahit.


Apa yang dia atau Mu Hongzhi ketahui?


Sepanjang tahun, mereka berada di perbatasan untuk berperang. Negara Bingshui ini luas. Banyak hutan yang belum terjamah serta beberapa sumber daya belum diambil. Jika bukan karena bahaya binatang mutasi, negara ini seharusnya sudah makmur lebih lama.


Li Chang Su tentu saja tidak menduga ini jika sebenarnya orang-orang Negara Bingshui belum pernah keluar dari perbatasan terlalu jauh. Kecuali Ye Tianli yang memungkinkan tahu sesuatu tentang dunia luar. Sebagai bos besar perdagangan nasional, pria berpakaian serba merah itu pasti tahu banyak.


"Jadi selama ini, peperangan hanya terjadi di perbatasan saja?" Tanya Li Chang Su.


"Ya. Negara Bingshui tidak pernah mau mengirim pasukan ke luar negara untuk berperang dan memilih menjaga keamanan negara. Jika mereka ingin berperang dengan kami, maka datanglah, kami melayani."


Mu Xianzhai memiliki daging rusa panggang di tangannya, lalu memberikan sedikit irisan untuk memudahkan Li Chang Su memakannya.


"Ternyata seperti itu. Kupikir kalian pergi ke medan perang yang jauh untuk bertempur. Ternyata masih diperbatasan. Tidak heran begitu tidak tahu kehidupan dunia luar. Seperti masyarakat terisolasi," kata Li Chang Su dengan polosnya.


"....."


"....."


Dua pria itu menjadi canggung.


"Uhh ... Kakak Ipar, apa yang akan dilakukan jika pergi ke luar perbatasan?" Tanya Mu Hongzhi seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Cari tahu dari mana sumber racun itu berasal."


"Maksudmu, binatang mutasi ini disebabkan oleh racun lain?"


"Tidak. Tapi pasti ada sumber di mana mereka berkembang biak dengan cepat."


Setelah memikirkannya cukup lama, Mu Xianzhai akhirnya mengangguk, "Tampaknya ini juga jadi masalahnya."


Setelah memutuskan, Li Chang Su akan pergi meninggalkan perbatasan ketika cuaca setidaknya telah membaik. Dia tidak mungkin pergi di saat cuaca buruk seperti ini.


Belum lagi, jika Mu Hongzhi ikut, beberapa hal harus disembunyikan dengan baik. Tapi dia tidak terlalu khawatir. Ada kelinci mutasi yang bisa menjadi tunggangannya.


Ketika kelinci itu sedikit tahu apa yang diinginkan Li Chang Su, dirinya tidak keberatan. Ketiganya bisa duduk di punggungnya untuk menghemat energi. Tapi dia ragu untuk membawa Mu Hongzhi atau Mu Xianzhai. Dua pria itu tidak terlihat baik dan selalu ingin menyingkirkannya.

__ADS_1


"Lalu Kakak Ipar, apa yang akan kita lakukan setelah menemukan masalahnya?"


__ADS_2