
BELL yang ada di antara alat putih pun tertawa sebentar dan berkata, "Kenapa tidak? Ini adalah tempatku. Aku yang paling paham. Lagipula, sebagai kucing, gerakanku lincah!"
"Kau pikir aku tidak lincah. Aku juga lincah!" Mu Hongzhi merasa masam. Dia tidak mau terlihat lemah di depan sepupu iparnya.
"Oh, benarkah? Kalau begitu datang lah!"
"Kamu ...."
Melihat keduanya bertengkar untuk alasan yang tidak masuk akal, Li Chang Su memilih untuk memeriksa air kolam. Tidak ada apapun di sini. Sangat jernih. Airnya juga segar dan dingin. Seperti dari pegunungan.
Tampaknya, air kolam ini menyimpan banyak hal yang misterius. Memiliki zat khusus yang menyebabkan semua tumbuhan di hutan menjadi putih. Dia memeriksa akar, terlihat kokoh.
Dibandingkan dengan Mu Hongzhi yang berteriak untuk membuat Bell turun, Li Chang Su justru melompat dan bergelantungan di akar putih. Mu Hongzhi terkejut saat melihat gadis itu berhasil bergelantungan di akar putih. Adapun Mu Xianzhai, khawatir jika istrinya jatuh.
"Hati-hati ..." Dia hanya berkata ringan. Ia yakin jika istrinya sudah pandai dalam hal ini.
"Aku tahu."
Li Chang Su terkekeh dan menuju ke tempat di mana kucing mutasi dewa itu berada. Bell yang kini menjadi kucing ukuran normal bersurai emas keperakan pun merasakan krisis. Dia ingin melompat ke akar putih lain, tapi tangan Li Chang Su lebih cepat, seperti cheetah.
Gadis itu berhasil menangkap belakang leher kucing itu. Bell yang tertangkap hanya bisa meronta, tapi gagal. Entah kenapa, jiwa kucingnya menyuruh dia untuk diam saat ada manusia yang memegang belakang lehernya.
"Aku menangkapmu." Li Chang Su tersenyum.
"...." Bell hanya mengeong pasrah.
Setelah melompat ke daratan, Li Chang Su telah telah kehilangan kucing di tangannya. Ternyata, Mu Xianzhai tidak tahu muncul sejak kapan di sampingnya dan membuang kucing itu ke arah Mu Hongzhi.
"Itu kotor!" Mu Xianzhai mendengus tidak suka, mengelap tangan istrinya dengan zaoshan.
"...." Sudut mulut gadis itu berkedut.
Adapun Bell yang dilemparkan ke arah Mu Hongzhi, kini mengeong. "Sungguh kasar!" Dia berteriak.
Perdebatan itu berakhir dengan Mu Hongzhi yang berhasil memotong beberapa helai bulu kucing Bell. Setelah itu, dia melepaskannya setelah memastikan jika air kolam sangat segar dan bersih.
__ADS_1
Setelah Orange meminum air kolam itu dan mencuci wajah, tubuhnya menjadi segar. Meskipun kini masih terlihat sangat kurus. Lict yang hidup sebagai prajurit di masa lalu pun merasa kasihan. Dia memiliki jiwa kepedulian. Apalagi, ini seekor kucing yang menjadi manusia.
Apapun mereka menyebutnya, dia hanya bisa berkata 'manusia kucing'.
"Bagaimana jika kita menginap di sini saja? Untuk sehari?" Lict memberi saran.
"Bukannya tidak bisa, tapi kami memiliki waktu yang sempit. Tujuan kami bukan hanya menemukan pensiunan kaisar di perjalanan, tapi juga mencari tahu penyebab utama para binatang mutasi berkembang biak dengan cepat. Kami harus kembali ke ibu kota setelah satu bulan." Mu Hongzhi menjelaskan pada Lict. Inilah alasan kenapa mereka tidak bisa bersantai.
Li Chang Su juga menambahkan. "Setidaknya sebelum pesta bunga diadakan."
"Pesta bunga? Kedengarannya seperti tradisi menunjukkan bakat dan jodoh saja." Lict mengerutkan kening.
"Memang tidak beda jauh," kata Mu Hongzhi membenarkan.
"Ternyata seperti itu. Lalu, bagaimana sekarang?" Dia selalu bertanya ini sejak awal
Terbiasa mengikuti Li Chang Su di barak militer hingga misi, semua ide selalu ada di kepala gadis itu. Ia hanya bisa menjadi pendengar dan menyimaknya saja.
Bell kembali berubah menjadi manusia dan saling melirik dengan Orange. Setelah keduanya memutuskan, akhirnya Bell bangkit dan ikut dalam pembicaraan masalah mereka.
Setelah mendengar Bell bicara, mereka menatapnya. Ternyata, Bell tahu tentang terowongan bawah tanah ini. Bahkan mengetahui susunan jalan yang ada di sini. Bukan hanya saja, Bell juga berkata bahwa para binatang mutasi memiliki satu penguasa yang sangat ditakuti.
Mereka semua memutuskan untuk menginap satu malam di ruang pintu batu ini. Mu Xianzhai menutup pintu batu dengan hati-hati dan memasang pelindung secara diam-diam. Semuanya hanya demi kebaikan semua orang.
Li Chang Su mengeluarkan alas, kasur lantai dan juga tenda. Mu Xianzhai tidak mau tidur di luar. Terutama, dia ingin berdua saja dengan istrinya. Mu Hongzhi tidak berdaya dan pada akhirnya mendirikan tenda untuk pria itu.
Saat tenda siap, Lict juga menyusun kayu bakar dan membuat api unggun. Seketika itu juga, ruang pintu batu menjadi penginapan. Bell tidak keberatan tentang masalah ini dan telinganya terkulai. Dia sangat khawatir dengan keadaan Orange, teman masa kecilnya.
"Karena kita menginap, mari makan sesuatu yang menarik. Terutama untuk Orange. Dia sangat kurus." Li Chang Su mengeluar banyak ikan mentah yang sedikit beku.
Dia mendapatkannya dari lemari pendingin. Bahkan He Ze saja yang menjadi tangan cepat gadis itu pun, tak bisa mengeluh. Hanya saja tubuh berbulunya agak beku saat ini. Sehingga memilih untuk keluar ruang artefak.
Tupai putih itu bersusah payah mengeluarkan wadah berisi ikan dari lemari pendingin. Lalu menyeretnya dengan hati-hati. Ketika telah menyampaikan halaman ruang artefak, Li Chang Su sudah mengambilnya. Bukan hanya itu, He Ze juga ikut diambilnya.
He Ze yang bulunya sedikit beku langsung di jemur di atas api unggun oleh Li Chang Su.
__ADS_1
"...." Semua orang melihatnya dengan heran.
Adapun He Ze, langsung merinding. "Gadis, apa yang kamu lakukan? Jangan panggang aku!" Dia kesal.
"Kalau kamu begitu hangat, pergilah. Aku tidak peduli." Kali ini Li Chang Su mencibir dan melemparkan tupai itu ke kolam akar putih.
He Ze berteriak dan akhirnya berenang.
"...."
Yang lain merasa jika Li Chang Su tidak terlalu peduli dengan tupai putih itu. Dan Xue Zi yang merasa sangat hangat di dekat api unggun, mereka merinding. Dia tidak mau mencari masalah dengan gadis itu.
Benar saja, saat Li Chang Su menatap Xue Zi dengan berbagai pikiran, kelinci mutasi itu segera mengambil wortel dan memakannya. Sangat enak. Ini wortel terenak. Pikirnya.
Padahal Li Chang Su hanya sedang memikirkan, apakah dia harus membiarkan Xue Zi membantu He Ze atau tidak. Tapi tampaknya kelinci mutasi itu terlihat sibuk. Jadi lupakan saja.
Lict merasa jika dia terkejut lagi oleh salah satu binatang mutasi itu. "Tadi itu .... Tupai?" Dia kebingungan.
"Namanya He Ze. Bisa bicara juga. Salah satu binatang peliharaanku." Li Chang Su menjelaskan.
Tiba-tiba saja, Mu Xianzhai merangkul istrinya yang duduk di samping. Entah kenapa, dia merasa lega saat Lict bergabung dengan mereka. Masalahnya, dua binatang menyebalkan itu bisa diurus oleh Mu Hongzhi ataupun Lict.
Jika Lict mengurus He Ze, maka biarkan sepupu bodohnya yang mengurus Xue Zi. Itu bagus. Saat memikirkan ini, Mu Xianzhai memiliki banyak kelegaan. Dengan adanya mereka, ia bisa bersama Su'er nya tanpa gangguan lain.
"Su'er, biarkan tupai itu diurus oleh Lict di masa depan," katanya memberi tahu.
"Apa ide hantu di kepalamu?" Li Chang Su mengerutkan kening, curiga.
"Mereka mengganggu." Mu Xianzhai berkata jujur, sedikit masam.
"...." Gadis itu tidak menyangka jika Mu Xianzhai akan begitu jujur dengan jawabannya.
Beberapa ikan yang siap untuk dimasak itu membuat Bell dan Orange hampir meneteskan air liurnya. Ikan yang gemuk dan tampak enak. Keduanya tanpa sadar ingin segera makan.
Sayang sekali, itu masih mentah dan dingin. Li Chang Su tahu jika Bell dan Orange pasti akan suka dengan ikan. Kedua telinga mereka tampak berdiri tegak. Sangat antusias.
__ADS_1
"Hari ini kita makan ikan. Bell, Orange, apakah kamu suka ikan mentah atau matang?" tanya Li Chang Su.