
MENANGGAPI pertanyaan Xue Zi, pria bersurai putih itu mengakui jika dirinya menangkap aura binatang mutasi golongan kegelapan tingkat ilahi. Aura ilahi terasa lebih gelap dan sedikit berbahaya, membuat dia meminta Xue Zi untuk diam.
Tampaknya binatang mutasi yang satu ini sedikit lebih licik daripada yang lainnya.
"Arahnya berasal dari belakang kita," kata Xue Zi pelan dan sedikit menggigil. Bulu-bulunya langsung meremang tebal seperti kedinginan.
He Ze berwajah gelap dan sudah menduga ada napas lain di belakang keduanya. Pria bersurai perak itu masih bersikap tenang. Namun dia akui jika napas binatang mutasi tingkat ilahi lebih kuat daripada tingkat raja ataupun suci.
Ketika berbalik, keduanya dihadapkan dengan binatang mutasi berbulu hitam yang menyeringai. Sepasang mata merahnya seperti memancarkan tatapan haus darah. Belum lagi berbua racun korosif. Ini benar-benar buruk. Seekor anjing hitam mutasi yang memiliki penampilan serigala itu menggeram dan hendak menerkam keduanya.
Xue Zi refleks terkejut dan berteriak nyaring di pelukan He Ze. Tiba-tiba saja anjing hitam mutasi itu mundur dengan ekspresi wajah yang sedikit kebingungan. Sepertinya terganggu oleh suara nyaring kelinci putih mutasi. Bahkan He Ze sendiri tidak sabar ingin menyumpal mulut kelinci bodoh itu. Tapi tampaknya sekarang itu berguna.
Memanfaatkan anjing hitam mutasi yang mundur setelah tidak tahan dengan suara yang nyaring itu, He Ze segera berlari untuk menghindari serangan mendadak. Anjing hitam mutasi terlihat mengamuk dan tanpa sengaja menabrak langit-langit terowongan hingga menyebabkan beberapa gempa kecil.
Hal tersebut bisa dirasakan oleh para penjaga yang mengawasi lubang galian. Kuda putih mutasi langsung bangun dan berwaspada. Dia menangkap aura binatang mutasi golongan ilahi yang terlihat kuat. Saat para prajurit itu tahu, mereka mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit tertekan.
"Akankah itu keluar?" tanya salah satu prajurit.
"Tidak tahu," jawab kuda putih mutasi. "Tapi He Ze dan kelinci itu menjauh dari tempat itu. Ada kemungkinan mereka memasuki terowongan lebih dalam," jelasnya.
Yang kuda putih mutasi itu khawatir, di terowongan sangat gelap dan banyak arang di mana-mana. Semuanya hitam. Obor tak lagi terpasang sehingga sulit bagi He Ze untuk menentukan arah. Tapi dia mungkin kurang tahu jika He Ze peka terhadap sekitar. Dirinya sendiri adalah penjaga gelang naga perak, tidak mungkin untuk kalah dari binatang mutasi kegelapan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Prajurit lain ingin mengambil tindakan pencegahan lebih dulu.
"Kita tunggu saja," jawab kuda itu dengan kedipan mata yang cukup dalam.
__ADS_1
Di terowongan bawah tanah, He Ze tidak terlalu sulit bergerak. Karena area pertarungan yang sempit, dia tidak memiliki banyak serangan untuk melawan balik. He Ze menghindari beberapa cakaran anjing hitam mutasi bahkan menampar moncongnya berulang kali hingga mungkin anjing hitam mutasi itu geram.
Deretan gigi tajam disertai air liur anjing membuat He Ze lebih jijik. Dia melemparkan kelinci putih mutasi ke sisi lain hingga makhluk berbulu putih itu menjadi abu-abu akibat arang menempel di dinding.
Xue Zi marah dan ingin mengutuk He Ze yang kini tengah sibuk dengan pertarungan di terowongan yang sempit. "Kamu mencari kematian! Sudah kubilang jangan lempar aku. Buluku jadi kotor!" omelnya.
"Kalau begitu kamu kulempar ke mulut binatang ini. Apakah kamu mau?" cibir He Ze seraya membuat gerakan cepat untuk memotong semua pisau angin anjing hitam mutasi.
"..." Xue Zi yang berada di sisi lain pun segera berkata tidak mau. Jelas dia masih ingin hidup.
"Pergilah dan beri tahu gadis itu tentang ini. Katakan bahwa binatang mutasi tingkat ilahi bersarang di terowongan bawah tanah negara kita," titahnya pada Xue Zi. Artinya, pergilah cepat dan beri tahu Li Chang Su. Jangan kembali lagi. Serahkan ini semua padaku. Begitulah kira-kira jika He Ze ingin berkata dengan makna lain.
Xue Zi ragu-ragu untuk pergi karena khawatir He Ze mengalami kecelakaan lain. Namun dia tahu jika pria bersurai putih itu lebih kuat darinya dan tidak mungkin kalah begitu saja. Bukankah itu berarti memberi tahu Li Chang Su untuk melaporkan hal ini pada Mu Xianzhai?
"Hei, mau ke mana? Kamu masih harus bersenang-senang dulu denganku," katanya seraya menyeringai.
Anjing hitam mutasi itu mendengking keras. He Ze merasakan ada sesuatu yang salah dengan sekitarnya dan segera, puluhan anjing hitam mutasi yang memiliki ukuran normal pun bermunculan dari kegelapan.
He Ze mendengus. "Ini benar-benar merepotkan."
Mengetahui dirinya akan dibantai habis-habisan oleh anjing hitam mutasi, He Ze mengeluarkan pedangnya sendiri. Kilatan di matanya menunjukkan sedikit haus darah.
"Ayo, aku tidak akan sopan," katanya.
Sementara itu di sisi lain ....
__ADS_1
Xue Zi keluar dari lubang galian dengan tubuh penuh warna hitam. Kuda putih mutasi menungggu dan cukup terkejut saat melihat kelinci putih itu kini terlihat begitu tergesa-gesa. Setelah meringkik ringan, dia bangkit dari rebahannya dan menatap makhluk berbulu putih kecil itu.
"Apa yang terjadi dengan He Ze?" tanyanya.
"Dia bertarung dengan anjing hitam mutasi kegelapan tingkat ilahi. Aku diminta untuk pergi melapor hal ini pada si cantik," jawab kelinci putih mutasi itu dengan nada yang terburu-buru. Dia tak memiliki waktu untuk bicara dengan kuda itu.
Lalu salah satu penjaga gelap turun dan akan berkata akan melaporkan masalah ini ke istana, setidaknya Mu Xianzhai harus tahu. Kelinci itu tidak keberatan, lalu penjaga gelap Istana Raja Perang yang lain membawa makhluk berbulu putih itu ke tempat Li Chang Su berada agar lebih cepat.
Penjaga gelap memiliki kemampuan yang cukup tinggi dan bisa pergi ke satu tempat dengan seni bela diri dan tenaga dalam yang memadai. Ketika kelinci putih mutasi dibawa ke Istana Raja Perang, Li Chang Su sedang berbincang dengan Lict serta Mu Hongzhi.
Gadis itu memegang cangkir teh yang masih mengepul. Mulutnya sedikit menggembung karena memasukkan beberapa makanan ringan yang disajikan pelayan. Melihat jika penjaga gelap memeluk kelinci putih mutasi, dia mengerutkan kening.
"Apakah ada sesuatu? Kembali begitu cepat?" Gadis itu menaikkan sebelah alisnya. Bahkan Mu Hongzhi dan Lict juga penasaran.
"Apakah ada masalah di lubang galian?" Mu Hongzhi sudah menebak sesuatu.
Kelinci putih mutasi menceritakan apa yang terjadi di lubang galian. He Ze sedang bertarung dengan anjing hitam mutasi dan kini memintanya untuk menyampaikan masalah tersebut pada Li Chang Su. Saat tahu jika ada masalah dengan lubang galian, Mu Hongzhi tak tinggal diam. Dia langsung bangkit dan pergi dengan cepat.
Lict merasa bingung pada awalnya, namun segera mengikuti pria itu untuk berpartisipasi juga. Setelah kelinci putih mutasi menceritakan semuanya, Li Chang Su segera memikirkan sesuatu. Sepertinya ini ada kaitannya dengan jiwa Hei Long. Tapi ... Bukanlah jiwa Hei Long hanya mengendalikan binatang mutasi kegelapan tingkat rendah saja?
Gadis itu menatap penjaga gelap yang memeluk Xue Zi. "Ini mencurigakan. Seharusnya ada seseorang yang mengendalikan mereka dari negara kita."
Penjaga gelap itu terkejut. "Apakah ini berkaitan dengan pembelot kekaisaran?" tanyanya langsung berkeringat dingin.
,
__ADS_1