Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tiga Hari Sebelum Pernikahan (2)


__ADS_3

XUYAO MENGHENTIKAN langkahnya dan tertunduk lagi. Punggungnya yang berkeringat dingin tanpa sadar kembali merinding. Xuxu sendiri mungkin tidak tahu jika kedua tangan Xuyao sudah dibanjiri oleh keringat. Dia tidak menjawab pertanyaan Xuxu dan segera mengetuk pintu ruang belajar Mu Xianzhai.


Kedua bawahan yang menjaga pintu ruang belajar tidak melarang mereka karena sudah tahu dengan identitasnya.


Ketika sahutan dari dalam ruangan terdengar mengijinkan, keduanya membuka pintu dengan hati-hati.


Di depan mereka, Mu Xianzhai duduk di kursi meja belajar sambil memeriksa banyak laporan krisis Negara Bingshui. Ini bukan kali pertama bagi negara tersebut mengalami krisis. Xuyao menghela napas panjang dan berdiri tak jauh darinya.


Dia tahu bahwa menemui Mu Xianzhai saat ini juga tidak akan membuat hasil yang baik. Tapi tidak ada salahnya mencoba.


"Yang Mulia, tampaknya sang putri telah tahu siapa pelayan ini," kata Xuyao.


Mu Xianzhai yangs erang membacanya pun mengerutkan keningnya. Lalu melirik Xuyao dan Xuxu dengan sedikit cibiran. Sangat cepat?


Dia meminta keduanya untuk berperan sebagai pelayan kecil di samping gadis itu. Melindunginya. Tapi tanpa diduga langsung terkena pukulan di tempat?


"Bahkan hal kecil seperti ini saja tidak bisa?" Tanyanya.


"Tidak, tidak ... Bukan seperti itu. Tapi sang putri tampaknya jauh lebih pintar daripada pelayan ini. Mohon bimbingannya," dia buru-buru menggelengkan kepalanya dan berlutut untuk meminta bantuan.


Xuxu juga melakukan hal yang sama. Meminta Mu Xianzhai untuk memberi mereka saran yang baik. Lagi pula, sebagai seseorang yang telah ditunjuk oleh kearoganan Mu Xianzhai, mereka tak mampu untuk membantah atau mengambil jalan yang bengkok (berkhianat).


Kedua pelayan ini telah Mu Xianzhai latih selama tiga tahun terakhir. Dan kini sudah waktunya bagi kedua pelayan ini untuk memenuhi harapannya. Dia telah merencanakan sesuatu untuk masa depan. Setidaknya, Li Chang Su tidak akan terlalu kelelahan jika kedua pelayan ini menemaninya.


Tapi tampaknya Li Chang Su lebih peka daripada yang dia duga. Dan ini menjadi sesuatu yang membuatnya harus berpikir ulang ketika ingin melindungi gadis itu dari kegelapan.


"Tentu saja gadis kecil raja ini lebih pintar daripada kalian. Jangan mencoba membandingkan sesuatu dengan kepura-puraan yang gagal," Mu Xianzhai mengejek.


"....," Keduanya tidak bisa mengatakan apapun dan menunggu perintah lain.


"Karena kamu telah menjadi pelayannya, raja ini tidak memiliki pendapat. Pergi dan jalankan tugasmu dengan baik," dia mengusirnya dari ruang belajar.


"Tapi, Yang Mulia—"


"Raja ini berpikir jika Lembah Pedang mu masih membutuhkan banyak latihan. Sang putri Raja ini memiliki banyak akal. Jadi pikirkan sendiri," Mu Xianzhai menyela perkataannya.


Karena tidak memiliki jawaban yang pasti, kedua pelayan itu akhirnya keluar dari ruang belajar dan menuju halaman mereka. Xuyao sedikit bingung. Dia memikirkan apa yang dikatakan Mu Xianzhai. Lembah Pedang ini, jika pria itu tidak menyebutkannya, mungkin dia akan lupa.

__ADS_1


Tiga tahun lalu dia diselamatkan oleh Mu Xianzhai dari penyergapan Lembah Pedang. Bukan hanya menyelamatkannya, tapi juga membangun kembali Lembah Pedang. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi. Karena Xuyao dan Xuxu memiliki rasa terima kasih yang dalam terhadap pria sombong itu, mereka rela merendahkan diri menjadi pelayan.


Bukan hanya itu, Xuyao dan Xuxu sebenarnya tidak memiliki seni bela diri yang kuat. Bahkan setelah tiga tahun di bawah bimbingan Mu Xianzhai, mereka hanya mampu mengembangkan sedikit ilmu tenaga dalam. Sisanya, lebih fokus pada pelatihan pedang.


Duduk di tepian ranjang, Xuxu terlihat bingung, "Xuyao, apakah sang putri merupakan tuan yang tepat untuk kita?"


"Kenapa kamu bertanya?"


Xuyao sendiri memilih duduk di salah satu kursi dan menuangkan air minum untuk diri sendiri. Cuaca di luar sangat dingin. Bahkan air sekali pun menjadi begitu dingin. Setelah minum, dia meminta pelayan lain untuk mengambilkan anglo. Ruangan ini terlalu dingin.


Bagaimana mungkin Xuxu tidak bertanya. Meski dia terlihat bodoh dan lemah, tapi sebenarnya juga cukup dewasa untuk berpikir. Keduanya berasal dari Lembah Pedang, salah satu tempat ahli pedang yang baik. Tapi sejak penyergapan dan juga serangan binatang mutasi, semuanya berubah.


Tidak banyak yang selamat dari mereka. Walau ada, mungkin sudah hidup di suatu tempat dalam pengasingan.


Selama ini, Lembah Pedang tidak pernah diketahui dunia. Kecuali orang-orang tertentu dan juga Mu Xianzhai.


"Sang putri tampaknya bukan orang yang sederhana, bukan?" Tanya Xuxu lagi.


"Tentu saja. Karena itu aku begitu gugup tadi."


Aura Li Chang Su benar-benar membuatnya hampir kehabisan napas. Seperti kembaran Mu Xianzhai dalam beberapa hal. Selama setahun ini, Mu Xianzhai telah banyak menderita karena takdir gelang naga perak yang tidak tahu di mana keberadaannya.


"Baiklah. Mulai hari ini, kita bisa lengah atau bersantai. Sang putri akan curiga pada kita. Ini bukan waktu yang tepat untuk menunjukkan siapa identitas kita di hadapannya. Bahkan Yang Mulia tidak mau mengurusnya," Xuyao mendengus lalu menyimpan pedangnya di samping tempat tidur sebelum akhirnya menggulung selimut.


Siang ini sangat dingin ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat malam harinya, Li Chang Su sudah mengenakan pakaian serba hitam. Ditambah jubah hitam yang membuatkan terkesan misterius, dia bermaksud untuk membuka pintu. Tapi orang lain di luar telah mendahuluinya. Ketika pintu dibuka, sosok Mu Xianzhai sudah terlihat rapi dengan pakaian biru gelapnya yang elegan.


Dengan jubah berbulu rubah pada kerahnya, pria itu tersenyum pada Li Chang Su. Gadis ini sangat hobi memakai pakaian gelap, seperti pencuri kecil di malam hari.


Di luar, cuaca tidak terlalu bersahabat. Salju turun lagi. Walau tidak lebat, tapi sudah cukup membuat hawa dingin.


"Kenapa tidak memakai jubah yang kubelikan waktu itu?" Tanyanya.


"Uuh, tidak nyaman untuk menyelinap. Jubah ringan lebih nyaman."

__ADS_1


Itu juga tampaknya dibenarkan. Jadi Mu Xianzhai tidak terlalu banyak melontarkan pertanyaan. Setelah membopong gadis itu, dia segera melompat ke dalam bayang-bayang, berbaur dengan malam bersalju.


Li Chang Su yang kini ada dalam pelukannya pun merasakan jantungnya berdebar. Melihat wajah pria itu yang tidak terlalu jelas, entah kenapa perasaan tidak nyaman menyelimuti hatinya. Tanpa dia sadari, sebenarnya tanda sepasang sayap pada pergelangan tangan kirinya kini sedikit bercahaya. Dan luka lelehan lilin itu benar-benar pulih.


Seandainya Mu Xianzhai tahu ini, di pasti akan mengira jika Li Chang Su menyukai dirinya. Narsistik seperti ini merupakan poin yang sulit untuk diubah.


Keduanya tiba di kediaman janda permaisuri diam-diam. Mu Xianzhai mengambil jalan ke arah jendela untuk menghindari mata penjaga dan pelayan lain. Siapa tahu saja ada beberapa mata yang ditanam pihak lain untuk janda permaisuri.


Saat memasuki ruangan, aroma dupa penenang langsung tercium. Tidak banyak lentera yang dinyalakan, sehingga ruangan sedikit remang-remang. Janda permaisuri sedang membaca sebuah buku lama di tempat tidur. Kadang terbatuk dan meminum teh tawar.


Pelayan pribadi yang tertidur di sofa pun langsung bangun ketika mendengar keributan kecil di jendela, dan hendak berteriak meminta tolong. Tapi ketika mengetahui seseorang membekap mulutnya, pelayan itu menegang dan ketakutan.


"Apa kamu berani berteriak?" Tanya Li Chang Su dengan nada pelan. Ia baru saja berteleportasi melalui kemampuan ruang artefak.


Ketika pelayan itu tahu jika Mu Xianzhai datang dengan calon sang putri, si pelayan pun akhirnya menjadi lebih tenang. Barulah Li Chang Su melepaskan tangannya dan menyapa janda permaisuri yang hanya tersenyum.


"Aijia sudah menunggu. Biarkan pelayan yang menyiapkan sesuatu jika ada yang dibutuhkan," kata janda permaisuri tidak ingin gadis itu menjadi begitu berhati-hati.


"Nenek sopan."


Li Chang Su tidak membutuhkan banyak hal untuk mengeluarkan racun kronis dari tubuh janda permaisuri. Dia sudah mengeluarkan kotak kecil sebelumnya dan menyimpan benda itu di meja dekat tempat tidur.


Mu Xianzhai tidak mau mengganggu Li Chang Su untuk mengobati neneknya dan duduk dengan tenang. Meminta pelayan pribadi janda permaisuri untuk menyiapkan air hangat untuk kebutuhan pengeluaran racun ini.


Pelayan itu pun buru-buru pergi. Ketika ada yang bertanya, dia sangat pandai menjawab. Katakan saja jika janda permaisuri ingin menghangat kaki. Ini dilakukan agar mata-mata di istana janda permaisuri tidak mendapatkan informasi yang akurat.


Li Chang Su tidak menggunakan metode khusus apapun, hanya beberapa jarum perak dan juga wadah kosong. Ia sedang menunggu pelayan membawakan air hangat.


"Su'er, kira-kira, berapa lama proses pengeluaran racun ini?" Tanya Mu Xianzhai penasaran.


Dia melihat jarum perak yang cukup panjang, runcing dan terlihat tidak efektif. Tapi dia tahu sedikit tentang pengobatan lama. Jarum perak ini memiliki banyak manfaat. Terutama jika jarum perak telah dibuat khusus untuk pengobatan penyakit berat.


Li Chang Su sepertinya menghitung waktu di pikirannya, sebelum akhirnya menjawab, "Karena racun kronis dalam tubuh nenek belum lama ditanam, maka prosesnya hanya membutuhkan waktu satu jam. Ini bukan hanya mengeluarkan racun, tapi juga memelihara tubuhnya."


Janda permaisuri kadang suka kelelahan ketika berjalan terlalu jauh. Selain tidak suka berkeliaran di halaman dan memilih mengurung diri, maka otot-otot di tubuh tidak banyak bergerak. Membuat beberapa masalah baru. Janda permaisuri tahu masalah ini dengan baik. Hanya mengangguk.


Saat pelayan pribadi janda permaisuri datang, itu tidak sendiri. Tapi bersama seorang pria berpakaian serba merah yang membuat wajah Mu Xianzhai di balik topeng itu menghitam. Tanpa sadar, tubuhnya menegang.

__ADS_1


Sementara pihak lain juga cukup terkejut. Namun itu hanya sesaat sebelum akhirnya terkekeh dan membuka kipas lipatnya, menghalangi senyum di wajahnya.


"Nah, Pangeran Ketiga, senang bertemu lagi," katanya dengan nada yang sedikit menggoda.


__ADS_2