Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Musim Dingin Penuh Kehangatan


__ADS_3

BAIK PAGI, siang atau malam, bagi seorang pria yang tubuhnya mulai bergairah pasti tidak ada bedanya. Bagi mereka, selama itu tersalurkan dengan baik, kepuasan akan terlihat di wajahnya.


Mu Xianzhai tidak memedulikan apakah ini siang atau malam, dia sangat menginginkannya sekarang. Li Chang Su tidak berdaya dan tak menolak saat pria itu mulai membuka gaunnya dengan sedikit ketidaksabaran.


Sayangnya, di saat Mu Xianzhai menyentuh pinggang istrinya yang lembut, suara pelayan dari luar kamar mengganggu pikirannya.


"Yang Mulia, Tuan Putri, seseorang yang mengaku berasal dari pegunungan dewa, datang untuk mengunjungi pangeran kecil," kata Xuxu sedikit tidak yakin.


Suasana di kamar langsung jatuh ke titik beku. Mu Xianzhai kesal dan secara alami tidak bahagia lagi. Tapi Li Chang Su berbeda. Saat mendengar seseorang dari pegunungan dewa berkunjung, dia memikirkan satu orang.


Itu seharusnya Wen Lao.


Li Chang Su buru-buru bangun dan membenarkan gaunnya yang berantakan. Dia tidak memikirkan urusan tempat tidur saat ini dan segera mengajak Mu Xianzhai.


"Kenapa kita tidak biarkan orang itu menunggu?" tanya Mu Xianzhai benar-benar mengeluh.


"Jangan seperti itu. Wen Lao seharusnya datang. Mungkin kita bisa membiarkan dia memeriksa keadaan Bing'er," jawab Li Chang Su.


Setelah topik itu berganti pada anaknya, Mu Xianzhai juga tidak berkata apa-apa lagi. Dia mengikuti istrinya ke ruangan utama dan melihat seorang pria tua berjubah putih di sana—bersama dua ekor kucing mutasi dewa.


"Ternyata sungguh kalian," kata Li Chang Su sambil tersenyum.


"Gadis, kita bertemu lagi," ujar Wen Lao juga mengangguk. "Waktuku tidak banyak saat ini. Aku datang untuk melihat keadaan anak itu," imbuhnya.


"Dia baru saja tertidur. Ayo, ikut aku." Li Chang Su tidak berbasa-basi dengannya.


Dua kucing mutasi dewa juga pergi untuk melihat namun Mu Xianzhai menghentikannya.


"Ada apa?" tanya Bell bingung.


"Hewan berbulu tidak bisa masuk ke kamar," jawab Mu Xianzhai dengan wajah menggelap.


"Kenapa kami tidak bisa? Kami juga ingin melihatnya!" Orange sedikit tidak bahagia.


"Kalian mungkin memiliki kutu dan segala jenis kuman yang bisa membuat kamarku tidak bersih." Mu Xianzhai menjawab tanpa ampun.


"..." Apakah begitu pilih kasih pada kami sebagai makhluk paling imut di dunia ini? Pikir Orange.

__ADS_1


Pada akhirnya, dua kucing mutasi dewa itu mengambil wujud manusia meskipun dua telinga kucing di kepalanya tidak bisa disembunyikan. Mu Xianzhai juga tidak lagi melarangnya masuk saat ini.


Di kamar, Wen Lao sudah memperhatikan bayi laki-laki yang imut itu dan tanpa sadar menyentuh pipi chubby nya. Memang benar jika tubuh bayi itu dingin saat ini.


"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Li Chang Su.


"Jangan khawatir, anak ini baik-baik saja, sama seperti tubuh normal pada umumnya. Tubuhnya hanya dingin. Ketika dia besar nanti, kemungkinan besar tidak bisa berada di suhu yang terlalu dingin, khawatir memicu penyakit serius," jelasnya.


Li Chang Su sedikit tertekan dan ekspresi wajahnya agak turun (sedih). "Aku mengerti."


Mu Xianzhai yang ada di sampingnya merangkul istrinya. "Jangan khawatir, aku akan membuat pengaturan untuk anak kita di masa depan," katanya.


"Ya." Li Chang Su mengangguk.


Wen Lao juga merasa tidak berdaya. Dia datang ke daratan saat ini karena ingin melihat bayi yang dilahirkan Li Chang Su. Orange dan Bell melihatnya juga.


Oh, bayi yang sangat imut. Dia terlihat seperti ayahnya yang kejam namun keimutannya itu seperti milik Li Chang Su.


Wen Lao mengeluarkan sebuah kalung giok berwarna putih susu dan menyerahkannya pada Li Chang Su.


"Kebangkitan Jin Long seharusnya ada hubungannya dengan anak ini. Jadi, tunggu dan lihat saja. Jin Long seharusnya bangun tak lama setelah anak ini mulai tumbuh di masa depan," tuturnya lagi.


Li Chang Su menerimanya dan mengucapkan terima kasih pada Wen Lao. Selama putra kecilnya itu baik-baik saja, dia juga merasa lebih aman.


Wen Lao tidak berkunjung lama kali ini dan pergi setelah mengucapkan beberapa kata. Dua kucing mutasi dewa juga mengikutinya.


Setelah Wen Lao pergi, suasana kembali tenang. Hanya terdengar pertengkaran kecil antara Lict dan kelinci putih mutasi di halaman.


"Lict sudah tumbuh dewasa. Dia juga tidak kurus seperti di zaman modern. Sudah saatnya bagi Lict untuk berkencan kali ini," kata Li Chang Su.


"Sepupuku juga seharusnya menikah tahun depan." Mu Xianzhai juga berkata.


"Ah? Apakah dia punya seseorang yang disukainya?"


"Tidak. Tapi bibi sudah memintanya untuk memilih calon istri," jawabnya.


"Nah, itu juga bagus. Tapi jika bisa, pasangan yang saling menyukai lebih baik. Setidaknya akan mencegah pria itu memiliki selir di masa depan. Atau ... Mu Hongzhi berencana untuk memiliki selir?" bisik Li Chang Su.

__ADS_1


"Seharusnya tidak," jawab pria itu lagi.


Di mana Mu Hongzhi bisa bertahan dengan selir? Mendekati seorang wanita saja susah.


Mu Xianzhai tidak memikirkan itu lagi dan mencium kening gadis itu.


Tanpa terasa, hari sudah mulai sore. Li Chang Su telah sibuk lagi dengan Mu Shenbing kecil yang menangis karena popoknya sudah basah. Di musim dingin seperti ini, air hangat untuk memandikan bayinya selalu diperhatikan.


Mu Xianzhai juga belajar memandikannya saat ini dan ingin menghabiskan banyak waktu bersama anaknya di masa depan.


"Su'er, ayah kaisar telah menetapkanku untuk kembali ke barak militer," ujar Mu Xianzhai.


"Benarkah? Kapan?" Li Chang Su memilih beberapa pakaian bayi untuk dipakai Mu Shenbing setelah mandi.


"Setelah musim dingin berakhir, pergilah ...," jawabnya.


Gadis itu tersenyum. "Sepertinya kita akan membesarkan anak kita di sana?"


"Apakah Su'er tidak mau? Jika Su'er keberatan, kita berdua bisa tinggal di ibu kota selama setahun lagi."


Setidaknya, setelah satu tahun, anaknya sudah cukup umur untuk bepergian ke dunia luar bersamanya, tumbuh di barak militer dan menjadi pemimpin yang hebat.


Li Chang Su menggelengkan kepala. "Aku tidak keberatan. Kita bisa pergi."


"Ya, itu bagus." Mu Xianzhai mengangguk.


"Ye Tianli dan Ye Shi juga kembali ke keluarga Ye saat ini. Mereka memutuskan untuk menjadi tuan muda yang jujur."


Mu Xianzhai juga telah bicara dengan Ye Tianli sebelumnya dan akan memenuhi kerja sama dengan Mu Zhixiao sebagai mitra bisnis. Adapun Ye Shi yang sebelumnya menjadi ketua pembunuh bayaran, organisasinya tidak dibubarkan tapi kini menjadi tempat untuk meminta bantuan.


Ketika tuan Ye tahu bahwa putra angkatnya telah menjadi mantan ketua pembunuh bayaran, kemarahannya memuncak dan mengejar pria itu dengan pedang kesayangannya.


Ditambah dengan perilaku menyimpan Ye Shi yang menyukai sesama jenis, tuan Ye memutuskan untuk melakukan pertemuan besar-besaran untuk putranya memilih istri di masa depan.


Ye Shi tentu tidak bisa menolak kali ini. Dia hanya bisa puas dengan ayah angkatnya yang masih terlihat galak seperti di masa lalu.


Hingga tanpa terasa, waktu telah banyak berlalu ....

__ADS_1


__ADS_2