Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kelemahan Zhen Juan


__ADS_3

SEDANGKAN di wilayah Sekte Hitam saat ini ....


Li Chang Su yang masih terbelenggu oleh rantai sihir hitam pun hanya bisa melihat samar-samar apa yang ada di luar aula. Melalui penglihatan mata dewa, ia tahu jika kekacauan di luar cukup serius.


Ia hanya bisa menyingkirkan ular-ular hitam yang melata di sekitarnya. Bahkan dia tak memiliki waktu istirahat. Jika dia lengah sedikit saja, ular-ular hitam itu pasti akan segera mencoba mematuknya.


Zhen Juan mungkin ingin membuat dia lelah hingga menyerah. Tapi dia bukan wanita yang mudah menyerah ketika berada di zaman modern. Setidaknya ia telah menjadi seorang tentara khusus wanita yang mendapatkan banyak pengakuan.


Ketika dia sibuk mengusir ular-ular itu, pintu aula yang gelap seketika terbuka dengan kasar. Li Chang Su yang belum sempat memperhatikan sebelumnya langsung terkejut. Dia melihat Zhen Juan yang tubuhnya melayang dengan gumpalan asap hitam.


Pria dengan setengah wajah yang rusak itu menghampiri Li Chang Su, tatapannya penuh kekejaman. Gadis itu tidak merasa takut sama sekali.


"Berikan buku teknik boneka itu padaku," katanya.


"Tidak ada." Li Chang Su menggelengkan kepala.


"Cari mati!" Zhen Juan yang diliputi amarah sejak awal, kini menyerang gadis itu dengan aura kegelapannya.


Li Chang Su merasa ada lonjakan manis di dadanya dan segera muntah darah. Tekanan aura Zhen Juan begitu besar sehingga ia sendiri kurang mampu menahannya.


Rantai yang membelenggu kedua tangan dan kakinya seketika terlepas. Tapi di detik berikutnya, Zhen Juan mencubit leher Li Chang Su dengan mudah.


"Aku ingin tahu apakah pria itu begitu peduli padamu atau tidak. Dan gara-gara mereka, semua kerja kerasku selama puluhan tahun berakhir begitu saja." Zhen Juan menggeram. Walaupun dia tidak mencekik Li Chang Su dengan kencang, tapi gadis itu masih kesulitan bernapas.


Saat ini, Li Chang Su sedang memikirkan hal lain. Dia harus bisa mencari cara untuk bisa melepaskan diri dari Zhen Juan. Tidak tahu apa yang sebelumnya menimpa Zhen Juan hingga semarah ini, namun dia sangat senang. Karena setidaknya, segala sesuatu yang menjadi bagian terpenting Sekte Hitam telah hancur.


Tubuh Li Chang Su merasa lebih ringan ketika Zhen Juan menggunakan sihir hitam untuk membuatnya melayang. Lalu ia dibawa ke luar aula dan melewati anak tangga yang cukup panjang. Li Chang Su melihat segalanya saat ini. Semuanya terbakar dan para murid sekte bertingkah aneh, seperti kerasukan.


Mereka yang tidak memakai topeng dapat terlihat jelas, kedua matanya menghitam. Lalu berteriak kesakitan dengan asap hitam menguar dari tubuh. Tampaknya Zhen Juan menggunakan mereka sebagai wadah kekuatan cadangan.


Zhen Juan menggeram dan berteriak seperti seekor binatang buas. Li Chang Su mungkin tahu apa yang diinginkan Zhen Juan, membuatnya menjadi umpan.

__ADS_1


"Kamu tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan," kata Li Chang Su dengan cibiran.


Zhen Juan menatapnya dengan mata memerah. Kedua taringnya begitu tajam hingga siapapun yang melihatnya akan merinding dan mengusap leher.


Pria itu menggeram lagi dan membuat Li Chang Su kesulitan bernapas. "Apa yang seharusnya menjadi milikku pasti akan kudapatkan! Dunia ini harus kembali pada kejayaan para binatang roh di masa lalu. Tapi manusia justru merebutnya dari kami! Ketika aku menguasai kegelapan di dunia ini, semua manusia akan menjadi budakku!"


Dia tertawa mengerikan hingga menggema di tempat itu. Para murid sekte yang telah berada dalam kendali aura kegelapan pun seperti mulai melemah lalu akhirnya jatuh tak bernyawa. Asap berubah bola kecil seketika keluar dari tubuh mereka dan diserap oleh Zhen Juan.


Di saat Li Chang Su berusaha untuk menghubungkan pikirannya dengan ruang artefak, tiba-tiba saja Zhen Juan berteriak karena terkejut. Kepalanya sedikit ditarik oleh sesuatu. Rupanya, seekor kelinci bercat hitam melompat dari punggung kuda dan menempel di rambut panjang Zhen Juan.


Kelinci mutasi itu berpegangan pada rambutnya. Karena kuku-kukunya cukup tajam, memudahkan kelinci tersebut untuk menjambak rambut Zhen Juan.


"Manusia jelek!! Beraninya kamu menangkap gadis cantikku! Rasakan ini, jurus menjambak!!" teriak kelinci mutasi bercat hitam itu yang tak lain adalah Xue Zi. Dia sengaja sedikit mencakar dan menarik rambut pria itu.


"Argghh!! Dasar binatang mutasi!!" Zhen Juan menggeram dan berusaha untuk melepaskan Xue Zi yang menarik rambutnya. Dia mengibaskannya sedikit, tapi kelinci itu menempel cukup menggemaskan di punggungnya.


Li Chang Su tidak bisa melihat Xue Zi yang menjambak rambut Zhen Juan. Tapi tampaknya hal tersebut berhasil membuat perhatian Zhen Juan teralihkan. Dia segera menggunakan mata dewa untuk memindai tubuh pria itu. Mungkin ada suatu kelemahan yang bisa dia gunakan nanti.


Saat ini, kelinci mutasi bercat hitam dengan telinga belang-belang itu masih mengomel pada Zhen Juan sepertinya peliharaan yang setia.


"Lepaskan! Lepaskan gadis cantikku! Kamu manusia jelek! Seluruh keluargamu jelek!" teriaknya lagi dengan nada menggemaskan.


"Arrgghh! Berisik! Pergilah untuk mati!" Zhen Juan sangat marah hingga dia menggunakan aura kegelapan untuk mendorong Xue Zi sekuat mungkin.


"Ahh!!!" Kelinci mutasi itu akhirnya tidak mampu menahan dorongan dan melepaskan cakarannya. Dia terpental ke arah kuda putih mutasi berada.


Kuda itu meringkik ringan dan pergi ke posisi yang pas untuk menangkap Xue Zi. "Jangan khawatir, aku di belakangmu," katanya seraya menunggu Xue Zi jatuh ke atas kepalanya. Dia bermaksud untuk menjadi bantal.


Saat Xue Zi mengenai kepala kuda putih mutasi, bukannya mendarat dengan aman, melainkan memantul lagi karena kuda itu justru menyundulnya secara tidak sengaja. Xue Zi akhirnya jatuh tersungkur di belakang.


"Ah, kamu kuda mati! Bukannya menangkapku, tapi justru ingin membunuhku!" Xue Zi segera bangun dengan wajah kesakitan. Untuk saja karena wajahnya dicat belang putih oleh Lict sebelumnya, ekspresi marah itu menjadi lucu.

__ADS_1


Kuda putih mutasi menatapnya dengan kedipan ringan. Bulu matanya yang cukup lentik terlihat lebih menarik. "Maaf, aku tidak memiliki tangan untuk menangkapmu. Aku tidak sengaja menyundulmu."


"..." Kelinci mutasi masih marah. Kamu hanya bicara omong kosong! Batinnya.


Zhen Juan tidak mau memedulikan dua binatang mutasi itu. Tapi karena keduanya merupakan golongan cahaya, Zhen Juan merasa sedikit tertarik untuk mencoba menarik auranya. Sayang sekali bahwa itu tetap tidak bisa. Sama seperti dulu, dia pernah mencobanya. Hasilnya nihil.


Oleh karena itu, dia mulai mengembangbiakkan para binatang mutasi golongan kegelapan untuk mencadangkan energi di tubuhnya.


Kuda putih mutasi itu memperhatikan Zhen Juan dengan tajam. Dia dalam posisi siap menyerang, mendengus layaknya banteng melihat kain merah.


Pada akhirnya, Xue Zi segera berkata, "Kuda, kamu bukan banteng. Tidak perlu banyak gaya."


"Aku punya tanduk. Aku akan menyeruduknya!" Kuda putih mutasi bercat hitam itu tidak peduli.


"Jangan lupa, kamu sudah tidak memiliki tanduk karena diberikan pada manusia bodoh itu!" Xue Zi memperingatinya.


"..." Kuda putih mutasi itu lupa tentang ini.


Hingga akhirnya, kedua melihat sebuah bola hitam yang dilontarkan Zhen Juan. "Matilah kalian!"


Zhen Juan berteriak dan tertawa mengerikan seraya melontarkan banyak bola api hitam yang terbuat dari gumpalan asap hitam.


"Lari!!" Xue Zi yang paling lincah bergerak. Dia berhasil menghindari banyak serangan bola api hitam tersebut.


Adapun kuda putih mutasi yang meringkik ringan dan mencoba secepat mungkin untuk menghindar. Jika tidak, dia akan terbakar hingga hangus.


Sedangkan Li Chang Su merasa memiliki kesempatan. Dia membaca mengumpulkan aura di telapak tangan kanannya. Zhen Juan tidak bisa mengendalikan atau memakai aura suci, sehingga Li Chang Su mudah untuk membentuk auranya sendiri.


Di saat Zhen Juan sibuk melontar bola api hitam pada mereka, Li Chang Su segera membulatkan tekadnya. Dia langsung mengarahkan bola aura yang terkumpul di telapak tangan kanan ke dada Zhen Juan.


Pria itu terkejut dan segera merasakan rasa sakit yang luar biasa di dadanya. "Argghh!! Kurang ajar!!" geramnya segera menatap Li Chang Su dengan nanar. "Kamu juga mencari kematian!"

__ADS_1


__ADS_2