
MU HONGZHI dan Lict menggelengkan kepala. Tak ada yang mereka butuhkan saat ini. Mereka tidak buta malam juga. Walaupun wilayah Sekte Hitam ini selalu gelap dan berpetir, tapi tidak selamanya seperti malam.
Oleh karena itu, kedua pria itu tidak menginginkan apapun. Kecuali Xue Zi yang menginginkan wortel. Kelinci mutasi dan kuda putih mutasi yang telah dicat hitam itu pun juga berbaur dengan para binatang mutasi kegelapan. Keduanya bertugas untuk mendapatkan informasi dari mereka.
Setelah mereka berpencar, Li Chang Su dan Mu Xianzhai menyelinap ke sisi lain dan menghindari para murid sekte yang telah memiliki aura kegelapan. Dengan tudung besar yang menghalangi wajah, Li Chang Su segera menyeret Mu Xianzhai ke tempat yang cukup sepi.
Mu Xianzhai mungkin harus bersyukur karena istrinya tidak melakukan sesuatu yang aneh pada penampilannya. Sehingga saat ini, hanya menyamarkan aura saja dan berpura-pura sibuk seperti yang lain.
Tanpa diduga, beberapa murid sekte berteriak dan meminta yang lain untuk pergi ke sisi lain benteng.
"Cepat! Ada penyusup di antara kita. Tutup pintu gerbang dan berpencar untuk mencari!" teriak salah satu dari murid senior seraya berlari ke sisi lain.
Yang lain juga menjadi lebih sibuk. Mu Xianzhai dan Li Chang Su berpura-pura untuk mengikuti mereka, lalu menyelinap pergi dengan mudah. Awan gelap berpetir yang ada di langit semakin kuat. Tampaknya, selain karena wilayah ini yang sering gelap, salju juga akan turun.
Bahkan pada cuaca dingin seperti ini, wilayah Sekte Hitam seperti tidak pernah mengalami badai salju.
Keduanya bersembunyi di salah satu pohon besar yang rindang. Li Chang Su menyipitkan matanya dan menggunakan mata dewa untuk menembus beberapa benda yang ada di sekitar. Dia sedang mencari jalan masuk yang tepat.
"Su'er ... Kita harus menemukan kakek dulu?" Mu Xianzhai memeluknya dari belakang.
"Ya. Menemukan kakek dan paman lebih penting. Lalu setelah itu kita bisa membiarkan mereka berada di ruang artefak," jawabnya setelah menyusun rencana di dalam kepalanya.
"Bagus!" Pria itu juga setuju.
Setelah gadis itu menemukan jalan, Mu Xianzhai segera membopongnya agar lebih mudah untuk pergi dengan aman. Lalu menyelinap ke belakang bangunan utama sekte.
Ada banyak penjaga di sana. Semuanya terlihat begitu sibuk dan waspada. Terlebih lagi, para penjaga itu memiliki aura yang cukup besar serta anjing mutasi bergigi tajam di samping mereka.
Tampaknya, di halaman belakang ini memang ada sesuatu yang sangat dijaga ketat. Entah itu orang atau barang, Li Chang Su dan Mu Xianzhai harus bisa memasukinya.
"Kita harus mengalihkan perhatian mereka dulu." Li Chang Su memikirkan sesuatu yang memungkinkan bisa membuat para penjaga itu lengah.
__ADS_1
"Ada kemungkinan jika Sovereign Sekte Hitam sudah tahu kita memasuki tempat ini. Su'er, kita harus berhati-hati." Mu Xianzhai tidak mau terjadi sesuatu dengan istrinya. Karena yang pasti, sovereign Sekte Hitam mengincar Li Chang Su untuk gelang naga perak ini.
Gadis itu menatapnya dengan ekspresi yang sedikit khawatir. "Bagaimana jika kamu yang memakai gelangnya lebih dulu?" Dia mengajukan saran.
"Su'er ..." Mu Xianzhai jelas tidak mau.
"Dengar ... Mereka mengincarku karena berpikir akulah yang memakai gelang. Jika aku tertangkap nanti, gelang itu akan baik-baik saja bersamamu," jelasnya dengan penuh keseriusan.
Mu Xianzhai sedikit marah saat mendengar rencana gila ini. Dia segera menangkup wajah istrinya. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan mereka menangkapmu!"
"Salah satu dari kita harus menjadi umpan. Aku yang cocok untuk ini. Kamu bisa menyelamatkanku nanti. Aku percaya pada kemampuanmu. Aku percaya kamu tidak biasa. Mu Xianzhai, kumohon ... apapun yang terjadi nanti, tetaplah pada rencana. Aku yakin jika sovereign akan menangkapku. Dia pasti sudah menunggu untuk ini."
Li Chang Su menjelaskan seraya membuatkan gelang naga perak melingkar di pergelangan tangan kiri Mu Xianzhai. Karena pria itu memakai zaoshan, pergelangan tangannya terkaya lengan baju yang besar. Sehingga gelang naga perak tidak akan terlihat.
"Kamu bisa memanggil He Ze juga." Li Chang Su kembali berkata.
Di saat gelang naga perak melingkar di pergelangan tangan kiri pria itu, mata naga perak itu bercahaya merah sedikit. Lalu kembali normal. Mu Xianzhai juga bisa mengakses ruang artefak melalui gelang naga perak. Dan Li Chang Su mengakses ruang dari tato sepasang sayap hitam di pergelangan tangan kiri.
Oleh karena itu, Mu Xianzhai segera menyudutkan dia pada dinding bangunan yang ada di dekatnya. Lalu mencium bibir gadis itu. Ciumannya tidak seperti biasa. Kali ini lebih dalam dan lama.
Li Chang Su tidak menolaknya dan menikmati perlakuan itu. Hingga ketika dia hampir kehabisan napas akibat ciuman ini, Mu Xianzhai melepaskannya.
Dahi keduanya menempel satu sama lain hingga embusan napas hangat menyapu wajah. Mu Xianzhai bisa melihat wajah agdis itu begitu dekat. Dia ingin memeluknya lebih lama.
"Su'er ... Aku mencintaimu," bisik pria itu. "Hanya kamu. Aku bersumpah kepada dewa, aku hanya mencintaimu. Jika aku melanggar sumpahku, maka biarkan para dewa menghancurkan jiwaku" imbuhnya lagi.
Setelah mengucapkan sumpah, mata gelang naga perak mengeluarkan cahaya merah samar. Di sertai dengan dada Mu Xianzhai yang memiliki seberkas cahaya putih. Lalu menghilang.
Li Chang Su terkejut oleh tindakannya. Dia menatap Mu Xianzhai dengan keadaan tidak percaya. "Kenapa kamu bersumpah? Mu Xianzhai, tahukah kamu apa artinya sumpah? Tahukah kamu bahwa itu berisiko besar?" Dia cukup marah dan kesal.
Pria itu berani mengambil sumpah. Bahkan jika keduanya merupakan takdir gelang naga perak, Li Chang Su tidak akan membiarkannya mengambil sumpah. Ini terlalu berisiko.
__ADS_1
Pria itu segera menenangkannya. "Su'er, Raja ini hanya mencintaimu. Ingat itu," bisiknya lagi.
"Aku ... Haruskah aku—"
"Tidak!" Mu Xianzhai segera menempelkan jari telunjuknya di bibir gadis itu. "Jangan mengatakannya. Cukup Raja ini yang menanggungnya," bisiknya.
Keduanya saling menatap untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya merasakan kehadiran seseorang mendekat ke arah mereka. Li Chang Su segera membawa pria itu ke ruang artefak.
Di saat penjaga memeriksa ke tempat tersebut, tidak ada siapapun. Lalu kembali lagi dan melaporkan jika halaman belakang dalam keadaan aman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruang artefak ...
Li Chang Su dan Mu Xianzhai tiba-tiba muncul di dekat kolam. Ada He Ze yang sedang mengupas kacang tanah dan berniat menggorengnya. Gadis itu tidak peduli dengan apa yang sedang dilakukan tupai itu.
Ia membawa Mu Xianzhai ke sisi lain dan berniat membuat boneka lagi. Teknik boneka sangat berguna dengan keadaan seperti ini. Mu Xianzhai juga berpikir jika ini ide yang bagus. Hanya saja akan menguras aura yang terlalu besar.
Apalagi membuat empat boneka, ini lebih berisiko. Tapi ini hanya satu-satunya cara agar semuanya berjalan dengan baik. Memancing para penjaga halaman belakang agar terkecoh oleh boneka yang menyerupai keduanya.
Lalu di lagi ... untuk mengganti posisi pensiun kaisar dan juga ayah Mu Hongzhi. Itu pun jika keduanya ditemukan.
Li Chang Su menyusun dua kerangka manusia dan menyiapkan bahan-bahan lain. Dia juga mengeluarkan kertas yang telah digambar oleh pola khusus. Efeknya akan sama seperti boneka yang dia buat di terowongan bawah tanah.
"Efek ledakan ini cukup bagus. Jika itu terjadi di alam terbuka, puluhan orang bisa mati dalam ledakan," kata Li Chang Su.
"Su'er ... Jangan paksakan dirimu untuk ini." Mu Xianzhai merasa jika ini tidak perlu. Dia bisa membuat orang-orang itu pingsan.
"Tidak. Ini baik untuk mengalihkan perhatian. Dengan adanya keributan, orang-orang akan sibuk. Saat itulah, Lict dan Mu Hongzhi juga bisa lebih mudah menyelinap." Gadis itu menjelaskan.
"Kedua pria bodoh itu akan baik-baik saja." Mu Xianzhai mencibir.
__ADS_1
"Yah ... Omong-omong tentang mereka, aku penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Mungkinkah keduanya sudah menemukan jalan masuk?" tanya Li Chang Su pada dirinya sendiri.