
KARENA KELOMPOK pembunuh bayaran yang terakhir gagal untuk mendapatkan darah Li Chang Su, sangat besar kemungkinan bagi Jenderal Rong untuk melakukan hal gila seperti ini. Bahkan mengirim sihir?
Rupanya, di masa depan, Li Chang Su tidak perlu untuk memaafkan keluarga Jenderal Rong. Dan mereka akan mendapatkan balasannya. Dia berbaring seperti yang dikatakan He Ze. Mencoba membuat tubuhnya tenang.
Dia ingin orang yang mengirim sihir ini juga mati dengan cara yang buruk. Sehingga Jenderal Rong bisa berpikir jika melawannya itu sebuah kesalahan. Dan pasti akan menyesalinya di masa depan. Selama satu jam, Li Chang Su merasa tubuhnya tidak nyaman. Seperti orang demam. Keringat dingin membasahi pakaiannya dan baru bisa menghela napas lega setelah beberapa saat kemudian.
Gelang naga perak itu akhirnya terlihat nyaman di pergelangan tangan kiri Li Chang Su. Mata naga perak mengeluarkan cahaya merah samar lagi selama kurang dari lima belas detik. Kemudian redup dan hilang.
Dan tidak tahu kenapa, dia merasa mengantuk. Tak berapa lama, dia tertidur ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, di lain tempat ...
Seorang wanita tua memuntahkan darah segar dan tubuhnya gemetar. Ada boneka kain di tangannya, diberi nama seseorang. Serta tulisan di mana gadis itu kini berada. Setelah merapalkan mantra, wanita tua itu juga membakar dupa serta menggunakan nama selir kesayangan Jenderal Rong.
Sayangnya, di saat dia hampir berhasil untuk memberi sihir pada orang lain, tubuhnya dihantam sesuatu yang luar biasa. Belum lagi, ada bayangan naga perak dengan sepasang mata merah menyala menatap tajam di pikirannya.
Dia gemetar dan menjatuhkan boneka kain. Wajahnya pucat. Selama puluhan tahun menjadi tabib ilmu sihir, ini kali pertama baginya menerima serangan balik yang fatal. Dan kemungkinan tidak akan dilepaskan.
Dengan perasaan takut, wanita tua itu mengusir Jenderal Rong dari rumahnya, "Maaf Tuan .... Aku tidak bisa menyanggupi keinginanmu. Gadis itu dilindungi oleh naga perak yang hebat. Dan aku diincar olehnya. Pergilah, pergi ... Jangan pernah datang lagi!"
"Nyonya Tua ... Apa maksudmu? Bagaimana mungkin itu gagal?"
"Kamu tidak mengerti. Lebih baik jauh-jauh keluargamu darinya. Dan biarkan putrimu bertobat! Kutukan pada putrimu tidak mampu aku sembuhkan. Carilah yang lain."
Wanita tua itu tidak peduli lagi dengan kesombongannya dan mengusir Jenderal Rong dari rumah. Tapi karena wanita itu membawa-bawa nama Rongyu, Jenderal Rong marah. Seolah-olah putrinya telah dikutuk seumur hidup. Sebenarnya wanita tua ini tidak mampu.
"Apakah maksudmu putriku melakukan kesalahan? Bukankah kamu hebat?" Jenderal Rong berwajah merah dan hijau untuk waktu yang lama.
"Pergi. Pergi! Aku sendiri harus menyelamatkan hidupku!" Wanita tua itu tidak peduli dan bertingkah seperti orang gila. Wajahnya ketakutan.
__ADS_1
"Karena kamu tidak mampu menyembuhkan putriku, maka apa gunanya dukun seperti kamu hidup di dunia??!"
"Apa maksudmu??"
Wanita itu menatap Jenderal Rong dengan ngeri. Dan sebelum semuanya dijelaskan, kematian sudah menghampirinya. Wanita tua itu tidak tahu jika Jenderal Rong akan mengangkat pedang dan menusuk jantungnya. Dia pun langsung tergeletak bersimbah darah.
Matanya membelalak, tak percaya akan mati di tangan orang seperti itu. Sambil menunjuk ke arahnya, wanita tua itu diliputi kebencian.
"Terkutuk! Seluruh keluargamu terkutuk. Tak akan ... ada ... hari baik ... di keluarga—"
Sebelum ucapannya berlanjut, Jenderal Rong sudah menggunakan pedangnya lagi untuk menusuknya.
Adegan ini sungguh tidak terduga. Pria paruh baya itu keluar dengan kemarahan dan merobohkan rumah kecil yang usang. Lalu melangkah pergi. Dukun sialan itu mengutuk keluarga jenderalnya. Apakah di dunia ini, kutukan seperti itu akan membuat keluarga Rong berakhir?
Tentu saja tidak. Jenderal Rong adalah pria dewasa yang mengerti apa yang harus dilakukan. Dia tidak akan percaya apapun hal kutukan kecuali tentang putrinya. Karena gelang naga perak itu benar-benar menjadi legenda untuk Kekaisaran Mu. Dan putrinya menjadi korban.
Sekarang, setelah wanita tua itu meninggal, ia tidak tahu harus pergi ke mana lagi untuk menyembuhkannya.
Jenderal Rong tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada siapapun dan mengajak keduanya untuk kembali ke ibukota. Walau tidak tahu apa yang terjadi, kedua pengawalnya sudah mulai mengerti jika ini pasti gagal. Dan nona pertama tidak bisa disembuhkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Janda Permaisuri ....
Ini pagi hari. Salju tidak lagi turun. Dan ada sinar matahari yang indah, membuat suasana menjadi lebih hangat. Li Chang Su sedang membaca buku peraturan tentang pernikahan zaman kuno yang dia dapatkan dari perpustakaan ruang artefak.
Ada banyak peraturan, serta kebajikan suami dan istri. Namun memikirkan ini, apakah dia dan Mu Xianzhai akan memiliki hal seperti itu? Secara, mencintai dia saja tidak. Hanya ada sedikit rasa suka, sisanya menjengkelkan.
Dia menghela napas dan menopang dagu di meja. Pikirannya tidak tahu ke mana. Tapi He Ze dan kelinci mutasi sedang kejar-kejaran di kamarnya. Terlihat seperti binatang biasa. Tentus saja kedua makhluk itu sedang berbicara menggunakan bahasa binatang. Cukup berisik.
"Nona, apa yang kamu pikirkan? Ini adalah hari terakhir nona berstatus gadis," suara Xuxu dari ambang pintu membuat Li Chang Su kembali tersadar ke dunianya. (Gadis\= perawan).
__ADS_1
Gadis itu hanya tersenyum malu dan menyimpan bukunya di meja. Xuxu meletakkan nampan tak jauh dari posisinya dan menata beberapa piring makanan. Karena besok adalah hari pernikahan, dia sedikit gugup dan tidak percaya.
Li Chang Su mengambil bakpao kecil berisi daging. Tanpa sadar menggigitnya sambil berpikir lagi.
"Ahh, panas ... Panas!!" Dia menjatuhkan bakpao isi daging yang dipegangnya setelah merasakan panas di mulut. Barulah pikirannya menjadi jernih.
"Nona, ini masih panas. Bagaimana bisa dimakan begitu saja ...?"
Xuxu jadi panik sendiri dan memintanya untuk meminum segelas air. Wajah Li Chang Su memerah karena kurang berhati-hati. Selama hidupnya sebagai tentara khusus, dia tidak pernah ceroboh dalam melakukan apapun. Atau makan sesuatu di alam liar.
Sekarang, dia hanya memakan bakpao isi daging yang masih mengepul panas.
"Aku kurang berhati-hati," jawabnya dengan ringan.
"Nona pasti memikirkan hari pernikahan. Makanya begitu linglung hari ini," tiba-tiba saja Xuyao datang lewat jendela. Dia telah menyelesaikan latihannya.
Setelah menggunakan metode Li Chang Su dalam latihan, tubuhnya menjadi lebih ringan dan kuat. Serta tahan dingin. Di masa depan, dia akan melindungi Li Chang Su lebih banyak.
Xuxu mendengar apa yang dikatakan Xuyao, wajahnya memerah. Benar juga. Nona akan menikah besok. Dengan pakaian serba merah dan warisan janda permaisuri untuk takdir gelang naga perak, semuanya pasti meriah.
Sementara di sisi lain juga, lintah mutasi sudah diatasi dengan baik. Prajurit kekaisaran dan Mu Hongzhi telah bergerak cepat. Sayangnya, Mu Xianzhai tidak bisa bergabung untuk menyelesaikan urusan ini dikarenakan hari pernikahan.
Kaisar Mu juga memberi kebebasan bekerja untuk orang-orang yang mengurus pernikahan putra ketiganya ini. Para pangeran dan putri juga mendapatkan undangan kekaisaran ini. Terutama putri kedua—Mu Lanfen serta putri ketiga—Mu Chuxin. Keduanya tidak baik atau jahat. Sebenarnya ingin tahu seperti apa Li Chang Su.
Kebetulan hari pernikahan adalah besok. Mereka mungkin memiliki kesempatan untuk berbicara.
Li Chang Su mengambil bakpao yang lain. Kini menunggu sedikit lebih dingin sebelum memakannya. Cuaca di luar cukup baik. Tapi di dalam ruangan harus tetap menggunakan anglo. Jika tidak, udara benar-benar akan membekukan tubuh.
"Aku belum menyapa janda permaisuri lagi. Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanyanya.
"Kondisinya semakin membaik. Tapi masih harus pura-pura sakit agar pihak lain tidak curiga," jawab Xuyao.
__ADS_1
"Apakah benar ini ulah permaisuri?" Cucu sangat penasaran dengan masalah ini.