
LI CHANG SU yang tiba-tiba pandangannya menjadi gelap pun tertegun. Pria ini sebenarnya masih sempat menggoda dia di saat seperti ini. Tidak diizinkan untuk melihat. Memang agak tidak nyaman dipandang.
Di dalam pintu besi ini ternyata adalah ruangan yang setidaknya memiliki luas sepuluh meter persegi. Di tengah-tengah ruangan, ada seorang pria tanpa pakaian, bersurai jingga keemasan dan memiliki telinga hitam. Tampak kurus.
Kedua tangan dan kaki dirantai, terhubung ke empat pilar khusus yang diberi kertas jimat. Saat pria jelmaan kucing mutasi dewa melihatnya, segera mengenali sosok itu.
"Jeruk!" serunya. Tanpa sadar, tubuhnya gemetar.
Ia tidak akan salah mengenali sejenisnya. Itu adalah jeruknya. Satuan-satunya kucing yang sejak kecil bersamanya. Meski keduanya bukan saudara kandung, tapi akrab. Dia berpikir jika temannya itu sudah meninggalkan Hutan Putih dan menjalani kehidupan tenang di wilayah lain.
Tapi bagaimana bisa ada di sini?
Pria jelmaan kucing mutasi dewa segera menghampiri pria yang terantai itu. Ingin membebaskannya. Tapi Li Chang Su segera berkata untuk tidak mendekati atau melepaskan rantai secara tiba-tiba. Ada pelacak.
Pria jelmaan kucing mutasi dewa menahan dirinya. Dia tidak mau mengacaukan semua ini atau membuat masalah. Yang penting sekarang adalah membebaskan jeruknya.
Mu Xianzhai mendengus dan meminta Li Chang Su untuk mengeluarkan pakaian pria dari ruang artefak. Li Chang Su meminta He Ze mengambilnya. Setelah pakaian dikeluarkan, pria itu menyerahkannya pada Mu Hongzhi.
"Minta dia berpakaian lebih dulu."
"Tapi sepupu. Tangan dan kakinya terantai. Bagaimana bisa memakai baju?" Mu Hongzhi kebingungan.
"Kucing itu tahu dirinya sendiri," kata Mu Xianzhai seraya menatap pria jelmaan kucing mutasi dewa.
"Berikan padaku. Aku akan melakukannya."
Merasa ditatap, pria jelmaan kucing mutasi dewa tidak berdaya. Dia segera meraih pakaian itu dan membaca mantra. Setelah itu, pakaian di tangannya menghilang dan muncul rapi di tubuh pria yang terantai itu.
Mereka terkejut, kecuali Mu Xianzhai. Adapun Li Chang Su, dia tidak tahu apa-apa. Bahkan jika ingin melihatnya sudah berpakaian, tangan Mu Xianzhai seperti menyimpan magis. Dia tidak mampu menembusnya.
Setelah berpakaian, Mu Xianzhai dengan tenang melepaskan tangan yang menutupi mata istrinya. "Sekarang Su'er bisa melihatnya." Dia berbisik lagi.
Li Chang Su mendengus dan masih memerah. Tapi tidak sekali tadi. Dia melihat jika pria bertelinga kucing yang dirantai itu memakai pakaian Mu Xianzhai. Tampaknya cukup bagus.
Pria bertelinga kucing hitam itu sangat lemah dan pucat. Saat melihat sosok dan aroma yang familiar, dia menjadi senang dan antusias.
__ADS_1
"Bell." Pria itu bersuara agak serak, memanggilnya.
"Jeruk, ini aku ... Kenapa seperti ini? Siapa yang melakukannya?"
Bell, kucing mutasi dewa berbulu emas keperakan. Dia memiliki nama ini sejak awal. Tapi tak ada siapapun yang mengetahuinya selain satu orang saja. Sayangnya, orang itu sudah tidak terlihat lagi.
Melihat reuni dua kucing mutasi dewa ini, Li Chang Su merasakan perasaan tersentuh. Kekesalannya tadi sudah hilang. Mu Xianzhai melihatnya dari samping, agak tidak setuju. Sayangnya, dia sendiri merasa ini bagus. Berharap jika suatu hari nanti, dia bisa melihat kakeknya lagi.
Karena lemas dan kurus, pria bertelinga kucing hitam yang dipanggil 'jeruk' oleh Bell pun tidak bisa berdiri. Dia hanya duduk tak berdaya di sana.
"Namanya jeruk?" tanya Li Chang Su merasa aneh.
"Entah kenapa, aku memikirkan buah jeruk yang manis." Tiba-tiba Lict berkata. Merasa haus.
Saat melihat buah jeruk ada di depan matanya, ia melirik Li Chang Su. Gadis itu sudah mengeluarkan jeruk dan menyodorkannya pada Lict. Laki-laki itu merasa terharu. Ini memang Senior Su yang selalu perhatian. Seperti kakak perempuan yang peduli.
Dia menerima jeruk itu dengan cepat dan memeluknya. Memuji Li Chang Su seperti di kehidupan modern.
Dan Mu Xianzhai yang ada di samping istrinya, ingin memuntahkan darah lama. Su'er nya lebih peduli dengan bawang merah itu. Tiba-tiba saja merasa masam. Dia memegang pinggang istrinya sedih lebih kencang. Beritahukan bahwa dia cemburu dan tidak suka.
"Dia seperti adik laki-lakiku. Sejak dulu, aku mengurusnya. Jangan cemburu."
"Mengurusnya?" Mu Xianzhai memikirkan satu arti kata ini.
"Maksudku, memberinya makanan dan membantunya saat menyelesaikan misi. Tentu saja. Apa yang kamu pikirkan?" Gadis itu berbisik, sedikit menggodanya.
"Bukan hal lain?" Pria itu sedikit tenang.
"Tentu saja bukan. Walaupun kami dekat, itu sebagai hubungan saudara dan bawahan. Tidak ada yang lain."
Pria itu tiba-tiba saja memeluknya. "Jangan terlalu memanjakannya. Kamu juga harus memperhatikanku. Baik?"
"Ya, ya ... Aku tahu. Dasar bayi besar." Li Chang Su terkekeh.
Mu Xianzhai tidak memiliki masalah dengan panggilan dari istrinya. Dia merasa itu cukup manis. Tapi, apa yang mereka lakukan saat ini sungguh tidak tepat. Karena ada seseorang yang harus mereka selamatkan.
__ADS_1
Pria itu melepaskan pelukannya dan membiarkan Li Chang Su memeriksa kertas kuning yang menempel pada pilar dan juga rantai. Ternyata benar, itu memiliki efek sihir untuk mencegah binatang mutasi dewa menggunakan kekuatannya. Tapi di sisi itu juga, tampaknya lebih dari itu.
"Kalian, bisakah selamatkan temanku? Aku akan menjanjikan kalian apapun, asal bisa menyelamatkannya," kata Bell dengan telinga terkulai.
"Apakah namanya jeruk?" tanya Li Chang Su padanya.
"Ya. Namanya jeruk. Aku memanggilnya begitu karena dia kucing berwarna jingga dengan telinga berwarna hitam. Orang-orang tidak mau mengadopsinya Karena disangka kutukan."
"Sepertinya lebih bagus jika namanya Orange," kata Li Chang Su seraya berpikir.
Dia tidak percaya pada kutukan kucing. Mereka snabat menggemaskan. Berani memanggilnya kucing kutukan?
"Kamu bisa memanggilnya sesuka hati setelah melepaskannya." Tanpa sadar, Bell, kucing berbulu emas keperakan itu menjual nama temannya sendiri.
Wajah pria yang dirantai itu semakin pucat saat melihat manusia ada di sini. Kemarahannya muncul. "Bell! Kenapa kamu membawa mereka ke sini? Manusialah yang memenjarakan aku di sini untuk kepentingan diri sendiri. Mereka adalah makhluk jahat!"
Walaupun suaranya agak serak, pria bertelinga kucing hitam itu menggertak gigi. Dua taringnya terlihat mungil dan lucu.
Lict tidak setuju dengan tuduhannya. "Itu bukan kami. Tapi Sekte Hitam."
"Itu kamu!" Pria yang dirantai itu menatap Lict dengan penuh permusuhan. "Aku ingat, mereka memakai jubah yang sama dengan apa yang ada di tanganmu itu. Mereka menangkapku dan mengurungku di sini seperti peliharaan."
Dia sangat marah hingga tidak bisa membedakan mana musuh atau bukan. Yang dia pedulikan hanyalah Bell.
Lict merasa difitnah. Tapi hanya bisa menampar mulutnya nya saja. Salahkan dia yang tiba-tiba bergabung dengan Sekte Hitam dan berjaga di sini tanpa tahu apa yang ada di dalamnya.
Tapi, bukankah kucing adalah hewan peliharaan yang lucu?
Kemarahan pria yang dirantai itu ditenangkan oleh Bell. Dia berkata tentang siapa pria bertopeng perak itu. Lalu berbisik tentang naga perak sejati. Lict dan yang lainnya tidak tahu apa isi pembicaraan yang tersembunyi itu. Tapi yang jelas, Mu Xianzhai mungkin tahu. Pria bertopeng perak itu hanya mengulum senyum misterius.
Saat Bell menceritakan sesuatu yang sesungguhnya, wajah pria yang dirantai itu pucat lagi. Tapi tidak bisa menahan diri untuk gemetar ketakutan. Dibandingkan dengan Sekte Hitam, pria yang disebutkan Bell lebih mengerikan.
Pada akhirnya, pria bertelinga kucing berwarna hitam itu menenangkan diri. Telinganya juga terkulai. "Mulai sekarang, aku akan mengakui diriku sebagai Orange. Aku akan menjadi kucing yang baik dan melindungi para binatang mutasi golongan cahaya yang lain. Jika kalian bisa menyelamatkanku, aku bersumpah setia pada negara."
"...." Yang lain terdiam. Perubahan ini sangat cepat.
__ADS_1