Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kawanan Tikus Hitam Mutasi


__ADS_3

LI CHANG SU tidak menjawab dan hanya mengelus Bell sebentar. Dengan santainya, ia segera melemparkan Bell ke arah di mana binatang mutasi lain mendekat. Kucing itu berteriak kaget dan mimpi buruk menjadi kenyataan.


"Ahhh!! Kamu sialan!" Bell mengutuk Li Chang Su.


Kucing mutasi emas keperakan itu mendarat dengan mantap. Tidak bergerak. Seolah-olah ia menjadi batu di tempat. Di sekelilingnya ada binatang mutasi tingkat suci dan tingkat raja. Semuanya golongan kegelapan.


Sebenarnya itu adalah tikus mutasi yang ukuran cukup besar. Tikus hitam mutasi, menatap Bell yang kini berada di tengah ruangan. Saat ini, Bell sendiri agak bingung. Lalu dia mendengar Li Chang Su berbicara di tepi ruangan.


"Bell, bukankah kucing suka tikus? Ayo, makan saja mereka."


"Aku lebih suka ikan daripada tikus. Lihatlah bulu mereka yang kotor dan menjijikkan. Di mana aku mau memakannya!" Bell sangat marah dan mau tidak mau, hanya bisa bertarung.


"Apakah kucing juga pilih-pilih makanan? Kupikir semua kucing suka tikus."


"...." Bisakah hanya dia saja yang tidak suka tikus? Bell sungguh menderita. Tapi kali ini dia tidak bisa mengelak.


Bell dalam wujud kucing normal itu mengeong pada para tikus. Lalu mulai menyerang. Tak berapa lama, dia mengubah dirinya menjadi sedikit lebih besar. Kemudian mencakar dan gigit hingga mati. Karena tikus itu jumlahnya banyak, maka tak perlu takut pada seekor kucing mutasi dewa yang hanya melawan sendiri.


Adapun para manusia itu, para tikus mutasi akan mengurusnya nanti. Makhluk pengerat itu saling berbisik dan membuat rencana. Karena ucing selalu memburu mereka di masa lalu. Sekarang, mari balas dendam pada kucing itu.


"...." Bell yang sudah bersiap masih menunggu. Apa yang mereka rencanakan? Pikirnya.


"Bell, ingatlah. Tikus memusuhi kucing. Mereka pasti akan balas dendam padamu." Mu Hongzhi berkata.


"...." Apa salahnya? Aku bahkan tidak pernah memburu para tikus ini. Bell sungguh tidak beruntung.


Setelah para tikus berdiskusi, mereka langsung menatap tajam Bell dan mengelilinginya. Rencana yang mereka kembangkan seharusnya berhasil untuk membunuh Bell.


"Saudara-saudaraku, mari kita habisi kucing ini! Demi kejayaan para tikus!" Salah satu dari mereka yang diyakini sebagai bosnya pun segera berdiri dan memberi gerakan semakin.


Karena mereka juga binatang mutasi yang telah berkembang biak secara fisik dan pikiran. Sekarang memiliki pemahaman tentang bahasa manusia.


Semua tikus langsung menggema di sana. "Demi kejayaan para tikus!"

__ADS_1


"...." Bell sungguh dikejutkan dengan suasana ini dan tidak menyangka jika tebakan Mu Hongzhi benar. Tikus-tikus itu membencinya karena dia adalah seekor kucing.


"Baiklah, serannngg!!" Si pemimpin tikus berteriak. Tak lama kemudian, mereka semua menyerang Bell.


Kucing mutasi dewa golongan cahaya itu mendengus dan tidak mau mengabiskan banyak waktu. Karena mereka semua ingin mati, jangan salahkan dia menjadi kejam.


Lihat siapa yang akan menang. Puluhan tikus besar itu melawan dirinya yang kini berada di tingkat dewa.


"Kalian makhluk menjijikkan! Majulah. Biar aku gigit kalian semua!!" Bell akhirnya mengubah dirinya menjadi seukuran harimau, lalu menyerang para tikus yang hendak mengigit dan mencakar.


Jangan lupa, ekor para tikus itu juga tajam dan sedikit bergerigi. Jika terkena tusukan atau sabetannya, mungkin bisa terluka dan keracunan. Tikus-tikus hitam mutasi menyerang dengan cara mengeroyok Bell.


Tapi seberapa banyaknya mereka, Bell tetap unggul. Tingkatannya sudah lebih tinggi dari mereka.


Ruangan yang cukup luas itu kini dipenuhi dengan banyaknya tikus. Hanya ada satu pintu batu di depan mereka. Walaupun sebenarnya memiliki beberapa cabang terowongan.


Tapi menurut Bell, setelah melewati pintu batu itu, mereka tiba di urat bumi yang menjadi salah satu tempat perkembangbiakan binatang mutasi terjadi.


Li Chang Su dan yang lainnya menonton sedikit jauh. Kadang Li Chang Su agak khawatir dengan Bell. Tapi setelah Mu Xianzhai menepuk pundaknya dengan lembut, ia agak lega.


"Jika dia kalah, Hongzhi, kamu bisa maju dan bantu dia nanti." Li Chang Su sudah membuat rencana.


"Hah? Aku? Kenapa harus aku?" Mu Hongzhi sebenarnya tidak mau melawan tikus. Itu agak menjijikkan untuknya.


"Hanya mau kamu saja. Apakah ada yang salah? Haruskah aku minta sepupumu yang bicara?" Li Chang Su mengerutkan kening, sedikit sombong. Suaminya hebat, pasti akan mengizinkannya.


Mu Hongzhi akhirnya melihat Mu Xianzhai yang sudah menatapnya dengan senyuman. Tiba-tiba saja dia langsung mengangguk seperti ayam yang mematuk nasi. Senyuman sepupunya itu lebih seperti seringaian di matanya.


"Jangan khawatir, Sepupu Ipar ... Aku pasti akan membantunya nanti. Itu pun jika dia tak bisa mengurusnya sendiri." Dia buru-buru berkata.


Di depan saat ini, Pertarungan semakin ganas. Bell mengeong dan menunjukkan deretan gigi dan taring tajam. Lalu cakar yang seperti mata pisau. Para tikus hitam mutasi kewalahan dan mulai berjatuhan satu persatu.


Bell merasakan sedikit sakit saat ekornya kena gigitan. Dia langsung mengibaskan ekornya dan menunjukkan ekspresi marah. Para tikus itu sedikit ketakutan setelah menyadari jika mereka tidak bisa melawannya. Tingkat mutasi mereka masih jauh dari Bell.

__ADS_1


"Dasar tikus tidak tahu arti kehidupan. Jika kamu ingin hidup, pergilah!" Bell sangat marah dan ingin istirahat. Tubuhnya agak lelah setelah membunuh banyak dari mereka.


"...." Para tikus hitam mutasi itu berwaspada dan mundur perlahan. Sampai akhirnya salah satu dari mereka melarikan diri dengan cepat.


"Ahhh! Ampun!! Aku tidak berani lagi. Aku tidak mau balas dendam lagi." Suara tikus itu cukup lucu, kemudian menghilang di kegelapan terowongan setelah berubah menjadi ukuran tikus normal pada umumnya.


"...." Para tikus yang tersisa hanya bisa berhamburan untuk menyelamatkan diri. Seketika, suasana menjadi hening.


"...." Bell dan yang lainnya juga tidak menduga ini.


Dia hanya duduk sambil menggaruk sekitar lehernya yang gatal. Lalu berkata, "Aku tidak tahu kalau mereka benar-benar lari. Padahal hanya menakuti mereka saja."


"...." Ya, kami percaya. Pikir semuanya.


Mu Hongzhi mungkin bisa menghela napas karena tidak jadi untuk bertarung. Tapi para tikus yang sudah mati itu kini menghalangi jalan. Jadi mau tidak mau, mereka hanya bisa melewatinya dengan hati-hati.


Bell sudah mengubah ukuran tubuhnya menjadi kucing ukuran normal lagi. Dia melompat ke pelukan Lict untuk merasakan kehangatan. Saat ini, mereka menghampiri pintu batu yang ada di depan. Para tikus itu sebenarnya menjaga pintu ini sebelumnya.


Obor yang terpasang di dinding pun membuat suasana seperti berada di pemakaman kuno. Begitulah menurut pemikiran Li Chang Su dan Lict.


"Putri Xian ... Apakah yakin isinya binatang mutasi, bukan emas?" Lict bertanya, sedikit tidak percaya.


Jantungnya sudah berdegup kencang saat ini. Berpikir jika di dalam sana ada banyak peti emas ataupun barang peninggalan lama.


"Kamu bermimpi apa semalam?" Li Chang Su mencibir. "Ingat, ini zaman kuno. Tidak mungkin ada peninggalan kuno lagi seperti yang kamu inginkan di zaman kita. Jika mau, kamu bisa meninggalkan pistolmu saat meninggal nanti agar digali oleh para penemu harta karun modern."


"...." Senior Su, apakah kamu sangat ingin aku meninggal? Pikir Lict tidak bisa membantah. Isinya mungkin saja benar-benar binatang mutasi.


"Di sini semakin panas. Alangkah lebih baik jika kita mempercepatnya." Ye Shi yang diam sepanjang waktu pun hanya bisa memperingati mereka.


"Kamu benar."


"Bagus cara membuka pintu batu ini? Mu Xianzhai ...." Li Chang Su ingat jika Mu Xianzhai bisa membuka pintu batu.

__ADS_1


"Baiklah." Pria itu tidak berdaya dan mulai menyentuh permukaan batu.


Sedikit demi sedikit, derit pintu batu mulai terdengar.


__ADS_2