
MU HONGZHI hanya tersenyum penuh arti. Dia berlari menghindari kejaran dan cakarannya yang ganas. Berlari sepanjang hutan bersalju dan kembali lagi ke titik awal. Serigala mutasi merah darah merasa jika Mu Hongzhi hanya berputar-putar.
Serigala mutasi itu berhenti berlari dan sedikit curiga. Api di setengah badannya sudah mulai menghilang. Tapi tawa Mu Hongzhi seperti angin kematian yang mengundang bahaya. Entah sejak kapan, manusia itu sudah berada di atas salah satu dahan pohon pendek di sekitar sana.
"Apa yang kamu tertawakan?" Serigala mutasi merah darah merasa tidak bertarung sama sekali. Tapi hanya bermain dengan manusia konyol ini.
Sejak awal, pria itu tidak serius untuk bertarung melawannya. Mu Hongzhi berhenti tertawa dan melihat pedangnya yang memiliki bilah rusak. Tanpa cahaya bulan, sosoknya yang samar-samar terlihat hanya membuat serigala mutasi merah darah itu merasakan bahaya.
"Aku menertawakan nasibmu yang malang." Mu Hongzhi memeriksa goresan pada pedangnya. Ini sudah tidak cantik lagi. "Sudah kubilang, kamu akan mati jika tidak memadamkan api di tubuhmu."
"Hanya omong kosong. Kamu berpikir api kecil seperti ini mampu membunuhku? Manusia, tidakkah kamu berlebihan?" Serigala mutasi merah darah itu menggeram dan melolong ke langit.
Bulu di setengah badannya sudah kering terbakar. Dan kulitnya juga mengalami sedikit luka bakar. Di saat serigala mutasi merah darah itu tertawa dan hendak menyerang Mu Hongzhi, tiba-tiba saja kedua kaki belakangnya lemas.
Makhluk itu mengerang dan jatuh lemas. Berusaha untuk bangun dan mencari tahu apa penyebabnya. Mu Hongzhi hanya bersandar di sana dengan tenang. Menyarungkan kembali pedang rusaknya.
"Aku sudah berkata, kamu tidak percaya," katanya.
Serigala mutasi merah darah itu berubah lagi menjadi manusia. Merasakan kedua kakinya lumpuh dan membiru, dia kebingungan. Keringat dingin memenuhi tubuhnya.
"Argh!! Apa yang kamu lakukan padaku?!" geramnya.
"Bukan apa-apa, hanya bubuk api untuk mempercepat pembusukan."
"...." Apakah pria jelmaan serigala mutasi merah darah itu tidak salah dengar? Api untuk mempercepat pembusukan? Kenapa dia tidak tahu ada api seperti itu.
Tapi sekarang, tidak ada waktu untuk memikirkan alasannya. Ia merasa jika pinggangnya mulai mati rasa hingga organ-organ tubuhnya melilit saling memeras sakit. Ia berguling di salju dengan ekspresi yang menyakitkan. Menggertakkan gigi dan berusaha bangkit untuk melarikan diri, sungguh tidak memungkinkan.
__ADS_1
Kedua kakinya sudah mulai mengeluarkan bau busuk, kulit dan dagingnya seperti terkelupas dari tulang. Yang membuat pria jelmaan serigala mutasi merah darah merasa ngeri.
Rasa sakit dipinggang itu kini beralih ke perut dan dada. Mungkin saja jantung, hati dan paru-parunya mengalami kesalahan fungsi. Ia tidak lagi bisa berbuat apa-apa saat tubuhnya perlahan membusuk perlahan.
"Kamu ... Manusia yang kejam." Dua bergumam dengan suara yang tersengal-sengal.
Akhirnya Mu Hongzhi turun dan berjalan menghampirinya perlahan. Aroma busuk tercium, membuat dia tersenyum masam dan mengeluarkan sachet aroma bunga dari dalam saku baju lapisan terluarnya.
Dengan begitu, aroma busuk yang menguar segera ditekan oleh wewangian bunga. Pria jelmaan serigala mutasi merah darah itu kini hanya memiliki satu napas yang tersisa. Dia menatap Mu Hongzhi dengan penuh kebencian.
"Ingatlah ... satu hal ... Dunia ini ... dipenuhi oleh banyak bahaya. Dunia ini ... akan berakhir ... ketika ... ketika binatang roh legenda bawah tanah ... muncul!!" Setelah mengatakan itu, dua segera mengembuskan napas terakhir. Tubuhnya langsung membusuk dengan cepat.
Mu Hongzhi tertegun sejenak untuk mencerna apa yang dimaksudnya. Binatang roh legenda bawah tanah? Apakah itu ada hubungannya dengan binatang mutasi yang bermunculan dari bawah tanah dan juga terowongan itu?
Memikirkan informasi yang baru saja didapatnya, Mu Hongzhi tidak memiliki banyak tindakan. Dia mengeluarkan batu api kecil dan menggesekkannya satu sama lain. Hingga percikan api muncul dan membakar mayat yang membusuk itu.
Pencahayaan api memberikan sedikit rasa hangat untuk sementara waktu, sebelum akhirnya padam perlahan. Mu Hongzhi menatap langit malam yang gelap. Mungkin dunia ini memang memiliki misteri yang dalam?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, pertarungan Bell dalam wujud kucing mutasi dewa emas keperakan tampak sedikit bercahaya. Dia melawan dua serigala mutasi abu-abu raksasa. Yang jelas membuat pertaruangan tidak imbang.
Tubuhnya terluka, ada bekas cakaran dan juga gigitan. Serta auranya mulai melemah. Bell mundur untuk menstabilkan tenaga dalamnya dan memikirkan cara untuk melawan kedua makhluk itu.
"Kucing yang malang. Binatang mutasi golongan cahaya telah berkurang setiap harinya. Kalian hanya diwarisi cahaya dewa, tapi tidak dengan kekejaman. Inilah alasan kenapa golongan kalian begitu lemah." salah satu serigala mutasi abu-abu bersuara, mengejaknya. Meski dia memiliki guratan luka di wajah, tapi itu tidak menghilangkan kegarangannya.
Bell mendengus. Anting lonceng di telinganya berbunyi lembut. Cukup memecahkan keheningan di sekitar mereka. Karena serigala dan kucing memiliki penglihatan malam yang baik, gelapnya lembah tidak jadi masalah.
__ADS_1
"Meski kami tidak memiliki kekejaman seperti kalian, bukan berarti tidak bisa bertarung. Kalian makhluk golongan kegelapan telah bekerja sama dengan para manusia berjubah hitam itu, sungguh terhina untuk menjadi budak manusia!" Bell mengeong kecil.
"Ternyata kamu mengetahui segalanya. Oleh karena itu, kamu tidak perlu hidup!" Keduanya maju bersama dan menunjuk cakar tajam pada kaki depan.
Bell mencakar, menampar dan menendang mereka. Belum lagi, bunyi lonceng di telinganya terus menerus memberikan efek damai. Keduanya mundur dan mendapatkan banyak cakaran di tubuh. Bell juga cukup kuat jika sudah terpojok.
Ia tak membiarkan keduanya memulihkan tenaga, segera menyerang lagi. Kedua serigala mutasi abu-abu tidak segan untuk bertarung sampai mati. Setidaknya, jika keduanya mati, biarkan Bell mati bersama mereka.
Kucing emas keperakan itu berubah menjadi ganas dan menguarkan aura tenaga dalamnya yang menekan mereka. Bertepatan saat hendak mengakhiri pertarungan, tubuh Bell terpental ke samping dan menabrak batang pohon.
Kedua serigala mutasi abu-abu yang merasa akan mati pun kini menemukan penyelamat. Seekor serigala mutasi perak kemerahan muncul dari balik pohon dan menyerang Bell. Jika dia terlambat, mungkin kedua kawannya akan mati.
"Seekor kucing yang berani!" Dia menggeram.
Bell mencoba bangun dan menggelengkan kepalanya yang pusing. "Huh, siapa yang pengecut? Sekarang tiga lawan satu, bukankah kalian sendiri bahkan tidak berani?"
Setelah bangkit dan menyesuaikan tubuhnya, kini Bell siap untuk bertarung lagi.
"Kami adalah binatang yang bergerombol. Sifat kami adalah mengalahkan lawan hingga mati!" Serigala mutasi perak kemerahan berkata. Lalu dia dan kedua kawannya segera berlari untuk menyerang Bell.
Kucing mutasi berbulu emas keperakan itu tidak mau kalah dan juga melakukan hal sama. Secara bersamaan keempatnya berubah menjadi manusia dan saling menunjukkan cakar.
Surai keemasan Bell terlihat lebih indah daripada ketiganya. Seekor kucing yang harus melawan tiga serigala, ini rasanya mustahil. Tapi Bell telah terluka sebelumnya sehingga pria jelmaan serigala mutasi perak kekerasan lebih unggul dan berhasil menendang dia hingga menghantam pohon lagi.
Bell memuntahkan darah dan dadanya sakit. Dia melihat jika pria jelmaan serigala mutasi perak kemerahan melompat dan berniat untuk menggali jantungnya.
"Kamu berakhir, Kucing!" Pria jelmaan serigala mutasi perak kemerahan itu menyeringai dan mengarahkan tangan kanannya yang berkuku panjang itu ke dada bagian jantung Bell.
__ADS_1
Sayangnya, sebelum itu terjadi, pria jelmaan serigala mutasi perak kemerahan sudah melihat pedang rusak menusuk dadanya dari belakang. Bell yang melihat ini pun terkejut.
Ia melihat jika seorang pria sudah berdiri di belakang makhluk jadi-jadian itu. Suara tawanya sedikit akrab.