Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Memasuki Wilayah Sekte Hitam


__ADS_3

"BENTENG ini dilapisi dengan aura sihir kegelapan. Lihat kertas kuning itu," jawab Lict seraya menunjuk ke atas benteng.


Karena benteng itu sangat tinggi, mereka harus menengadah hanya untuk melihat kertas kuning yang dimaksud Lict. Tenyata benar, ada kertas kuning berpola khusus tertempel di benteng. Li Chang Su berkata jika itu sihir hitam pelindung.


Dengan penjelasan tambahan dari Mu Xianzhai, semuanya menjadi lebih jelas. Jika Mu Hongzhi menyentuh benteng sesuka hati, maka sihir yang tertanam di benteng akan segera mendeteksi adanya penyusup.


"Bagaimana bisa sihir hitam pelindung itu mengetahui siapa yang menyentuh benteng?" tanya Mu Hongzhi masih kurang paham.


Mu Xianzhai akhirnya tidak sabar dengan sepupu bodohnya itu dan mewakili Lict bicara. "Karena sensor panas manusia dan binatang mutasi berbeda."


"Jadi bagaimana cara kita masuk?" tanya Mu Hongzhi.


Li Chang Su menyipitkan matanya dan memperhatikan sekitar. Lalu tersenyum misterius. "Mungkin ... orang di bayang-bayang bisa memberi tahu kita?"


Gadis itu segera melemparkan jarum beracun ke salah satu pohon yang berada tak jauh dari keberadaan mereka. Tiba-tiba saja, seorang pria berjubah hitam dengan topeng polos terjatuh dan segera merenggang nyawa.


Mu Hongzhi serta Lict terkejut saat mengetahui ada pihak lain yang bersembunyi di sekitar tempat ini. Li Chang Su tentu saja menggunakan kemampuan mata dewa untuk melihat siapa saja yang ada di sekitar.


Ternyata beberapa pria berjubah hijau sudah menunggu kedatangan mereka. Karena itulah, dia telah diam-diam memberi tahu Mu Xianzhai untuk membuat pelindung aura di sekitar mereka. Sehingga saat dia membunuh, orang-orang di Sekte Hitam tidak akan mengetahuinya.


"Ah! Ternyata ada yang mengintai kita," gumam Lict seraya memeluk kelinci mutasi yang kini berwarna hitam.


Setelah pria berjubah hitam yang tewas oleh jarum perak beracun itu ketahuan, barulah para pria berjubah hitam lainnya bermunculan. Mereka mengepung keempatnya dengan hati-hati.


Adapun kelinci mutasi dan kuda putih mutasi, hanya bisa terdiam serta terlihat polos. Barulah saat Lict melepaskan kelinci itu, dia segera mencabut pedang dan siap bertarung.


"Huh, sovereign benar. Ternyata kalian akan datang secepat ini," kata salah satu pria berjubah hitam, suaranya agak serak.


"Mungkinkah dia sudah menunggu?" tanya Li Chang Su.


"Tentu saja. Kedatangan raja perang dan istrinya sangat dinantikan." Mereka berkata lagi. Barulah setelah itu, segera maju dan berniat untuk melumpuhkan mereka.


"Tangkap mereka!" perintah salah satu dari pria berjubah hitam.

__ADS_1


Mu Xianzhai mendengus dan segera maju melindungi istrinya. Keduanya sibuk dengan para pria berjubah hitam lain. Karena sudah ada aura pelindung yang menyelimuti sekita mereka, keributan di sini tidak akan diketahui oleh orang dalam.


Pada akhirnya, orang-orang itu kalah setelah jatuh ke tangan Mu Xianzhai. Karena jumlah orang-orang berjubah hitam itu tidak banyak, maka mereka tidak menghabiskan banyak waktu. Sebelum pergi, mereka menyembulkan mayat-mayat itu dulu.


"Setelah aura yang menyelimuti sekitar tubuh kita hilang, maka orang-orang itu mampu mengetahui kedatangan kita," jelas Li Chang Su segera meminta Lict untuk mencari ajakan alternatif.


Akhirnya Lict membawa mereka ke suatu tempat yang lebih terpencil, tapi ada pintu kecil di bentengnya. Oleh karena itu Lict menunjuk ke pintu yang cukup usang.


"Dari sini, kini bisa masuk."


"Apakah ada ilmu hitam yang menjaganya juga?" tanya Mu Hongzhi.


"Ada. Tapi pintu samping biasa digunakan oleh para murid Sekte Hitam yang tidak memiliki ilmu tenaga dalam yang besar. Sengaja dibangun agar memudahkan mereka keluar-masuk dengan leluasa," jelas Lict seraya menyentuhnya. Dan tidak ada yang salah ketika dia menyentuhnya.


Li Chang Su mengerutkan kening. Pintu besi yang cukup usang itu memang lebih lemah auranya daripada pintu utama. Jadi dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Tapi mungkin, para murid akan mengetahui jika keempatnya bukan anggota Sekte Hitam. Sehingga harus menggunakan jubah hitam yang mereka ambil dari tubuh orang-orang yang tadi dibunuh.


"Ingat, jika ada apa-apa, bersembunyi," bisik Li Chang Su pada mereka.


"Sepupu Ipar, kamu akan pergi ke mana?" Mu Hongzhi terkejut ketika berpikir jika mereka akan berpisah.


"Mencari tempat di mana Sekte Hitam mengurung pensiunan kaisar dan ayahmu. Kalian pergilah untuk menemukan tempat bagi para binatang mutasi berkembang biak sesuai dengan petunjuk elang gunung mutasi, " jawab Li Chang Su membagi tugas.


Mu Xianzhai yang ada di sampingnya pun sedikit mengeratkan pegangannya di pinggang Li Chang Su. Dia pasti akan mengikuti istrinya. Tidak mungkin membiarkannya berkeliaran sendiri.


Gadis itu merasakan aura dari Mu Xianzhai sedikit meninggi dan segera menatapnya. Ekspresi di balik topeng pria itu mungkin sedikit mengkhawatirkannya. Li Chang Su hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Aku punya ruang artefak. Bisa pergi ke ruang artefak jika ada sesuatu. Dan penguasa Sekte Hitam mungkin menginginkan gelang naga perak. Jadi mereka mengincarku kali ini," kata Li Chang Su berusaha membuat pria itu melupakan kekhawatirannya.


"Su'er ..." Pria itu akhirnya menangkap wajah istrinya dan memberi kecupan. Sebelum akhirnya mereka bertautan bibir cukup lalu.


Dua anjing tunggal yang ada di depan mereka mengumpat dan memerah. Sial! Bahkan berani berciuman di depan mereka, ini sungguh penghinaan.

__ADS_1


Tapi pasangan itu seolah tidak peduli dengan sekitarnya. Entah kenapa, Mu Xianzhai merasa jika ciuman kali ini lebih menyenangkan dari pada hari-hari biasa. Apakah mungkin karena ikatan cinta mereka mulai kuat?


Setelah bertautan bibir, dahi keduanya saling menempel. Li Chang Su merasakan dahinya dingin karena topeng perak yang dipakai Mu Xianzhai.


"Semuanya akan baik-baik saja," bisik gadis itu.


"Penguasa Sekte Hitam bukan orang yang mudah dihadapi. Su'er, bahkan kakek ditangkap oleh mereka. Ini jelas rencana yang licik," kata Mu Xianzhai.


"Hei, bukankah aku bersamamu. Yakinlah, aku tidak akan merepotkanmu," bisiknya lagi.


"Kamu tidak akan merepotkanku. Ini kewajibanku untuk melindungimu."


Kedua orang bicara cukup lama. Membuat Lict dan Mu Hongzhi sedikit tidak sabar. Bukan karena mereka cemburu, tapi khawatir jika orang-orang Sekte Hitam akan tahu jika para pengintai itu sudah mati dan kehilangan jubahnya.


"Kalian berdua bebas ciuman, pelukan atau menggulung selimut setelah pulang dari tempat mengerikan ini. Tapi ayolah ... Ini bukan waktu yang tepat untuk pacaran," ujar Lict dengan nada permintaan maaf.


Tiba-tiba saja Mu Xianzhai meliriknya dengan tajam. Membuat Lict seperti anak anjing yang dimarahi oleh tuannya. Mau tidak mau, hanya bisa mengerang tidak berdaya.


"Itu, aku hanya bercanda," ujar Lict lagi. Sedikit takut jika Mu Xianzhai akan menendangnya ke sarang binatang mutasi.


Li Chang Su tahu jika suaminya marah. Ia hanya bisa terkekeh dan mencium bibirnya sekilas. "Lict benar, ini bukan waktu yang tepat. Kita harus pergi untuk menemukan kakek."


"Ya." Mu Xianzhai mengangguk. Apapun yang dikatakan istrinya pasti benar.


Saat pintu samping dibuka, tidak ada orang yang berjaga. Mereka masuk dengan postur yang santai agar tidak mencurigakan. Tanpa diduga, pemandangan di dalam benteng sedikit lebih megah daripada yang mereka duga. Kecuali Lict yang sudah tahu.


Mereka berhenti di dekat salah satu anak bangunan.


"Kita berpisah di sini. Apakah ada sesuatu yang kalian butuhkan?" tanya Li Chang Su.


...****************...


CATATAN PENULIS: Maaf ya, tadi Author tidur siang karena terlalu mengantuk. Jadi mau tidak mau harus terlambat update. Karena kalau ngetik sambil mengantuk biasanya banyak typo bertebaran. Hari ini mungkin cuma update satu bab aja.

__ADS_1


__ADS_2