
LI CHANG SU tidak bisa mengatakan apapun dan hanya memeluk pria itu. Jelas suara ini akrab, ada kesamaan dengan pria yang berbicara dan memeluknya dalam mimpi. Lalu ada Hei Long yang menantang pria dalam mimpinya ...
Dan masih banyak lagi.
Li Chang Su bermimpi panjang sekali, dari awal hingga akhir di mana Hei Long terkurung di pegunungan dewa, lalu melihat sosok pria paruh baya yang menjaga pegunungan tersebut bersama dengan dua ekor kucing raksasa. Bukankah kucing itu adalah Bell dan Orange?
Namun Hei Long yang terkurung di pegunungan dewa juga menyebabkan pria yang memeluk Li Chang Su dalam mimpinya itu terbunuh, mengorbankan hidupnya demi kedamaian dunia.
Mengingat semua kenangan tragis yang membuatnya kesepian di dalam mimpi, hatinya sakit.
"Xian Xian ...," gumamnya sedikit serak.
"Ya, aku di sini," bisiknya.
"Jangan ... jangan pernah meninggalkanku lagi," kata Li Chang Su, takut jika mimpi itu pernah dia alami di kehidupan sebelumnya akan menjadi nyata dan kehilangan orang yang dicintainya.
Mu Xianzhai tidak berani menggodanya saat ini dan melepaskan pelukannya, menghapus air mata gadis itu dan mencium sudut bibirnya. "Nah, ayo cerita, apa yang Su'er mimpikan," bujuknya.
Li Chang Su masih tidak mau bicara dan memeluk pria itu kembali. Mu Xianzhai tidak memaksanya tapi entah kenapa perasaannya tidak nyaman. Dia selalu meragukan beberaoa jenis kehidupan, termasuk dirinya sendiri. Bertemu Li Chang Su untuk pertama kalinya waktu itu, dia sangat bersemangat seolah-olah telah menantikannya sejak lama.
Belum lagi, meski dia tidak terlalu peduli dengan gelang naga perak sebelumnya, namun tidak bisa mendekati segala jenis wanita. Termasuk Rongyu. Padahal sejak kecil, Rongyu juga merupakan teman masa kecilnya, bersama Mu Hongzhi dan pangeran kedua.
Li Chang Su menangis cukup lama dan menenangkan diri di pelukan pria itu. Tidak peduli apakah ada prajurit di luar tenda yang mendengarnya dan penasaran, dia hanya ingin memeluk Mu Xianzhai.
Mu Xianzhai mengatakan banyak hal untuk menenangkannya hingga gadis itu pun berhenti menangis. Sebenarnya, Li Chang Su cukup imut saat menangis, membuat hati pria itu menjadi lebih lembut.
__ADS_1
"Baik, jangan menangis lagi. Ayo ceritakan apa yang terjadi," bisik pria itu. Dia masih sedikit khawatir dan memeluk gadis itu sebelumnya, khawatir akan pergi ke tempat yang jauh di masa depan. Mu Xianzhai juga memiliki rasa takut yang dalam.
"Xian Xian, aku bermimpi aneh tadi," kata gadis itu.
Li Chang Su terbiasa bersikap datar di hari kerja dan jarang menunjuk emosinya. Tak terkecuali menangis. Di pangkalan militer saat itu, dia merupakan prajurit wanita yang berbakat, memiliki pasukannya sendiri. Namun yang paling dekat adalah Lict.
"Nah, mimpi apa?" Keduanya bersandar di kepala ranjang. Tapi gadis itu bersandar di dada Mu Xianzhai dan mengingat kembali mimpinya.
"Aku bermimpi berada di suatu tempat ...."
Li Chang Su secara jelas menceritakan apa yang terjadi dalam mimpinya. Mu Xianzhai mendengarkan dengan sangat baik dan tidak menyela. Dia hanya mengelus kepala gadis itu dan sesekali akan mengerutkan kening. Tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya.
Tapi lama kelamaan, cerita mimpi Li Chang Su membuatnya tenggelam dalam ingatannya. Masih tidak tahu apa yang sedang dipikirkan. Setelah gadis itu selesai cerita, keheningan terjadi. Gadis itu ingin meyakinkan dirinya sendiri jika itu hanya mimpi buruk namun semuanya tampak nyata dan pernah terjadi.
Tubuhnya berkeringat dingin saat bermimpi dan saat ini kedua tangannya juga agak dingin seperti baru saja memegang es batu. Mu Xianzhai menggenggam kedua tangan istrinya, memberikan kehangatannya. Jelas hanya mimpi namun Li Chang Su tampaknya telah pergi ke dunia lain.
Hanya saja Li Chang Su tidak tahu jika beberapa tahun lalu, Mu Xianzhai pernah bermimpi beberapa kali tentang kejadian yang sama. Hanya saja dia berada di posisi pria itu, mengatakan kata-kata yang sama dan juga pergi untuk mengalahkan Hei Long.
Mungkinkah mimpi keduanya memiliki hubungan satu sama lain? Apakah reinkarnasi itu benar-benar ada?
"Xian Xian ..." Li Chang Su memanggilnya. Melihat Mu Xianzhai tampak tenggelam dalam pikirannya, dia menggerutkan kening.
Namun Mu Xianzhai yang sedikit linglung segera pulih dan dia mengecup dahi gadis itu. "Yah, hanya mimpi. Jangan terlalu memikirkannya," katanya menenangkan.
Bukan saatnya untuk mencari tahu tentang mimpi itu. Jika benar dia dan Li Chang Su pernah hidup bersama di kehidupan sebelumnya, apakah masih ada hubungannya dengan kaisar pertama keluarga Mu? Mengingat jika kaisar pertama sebelumnya juga berasal dari zaman modern ....
__ADS_1
Seandainya naga perak tidak tertidur panjang untuk memulihkan kekuatannya, dia mungkin sudah memanggil makhluk itu. Sayangnya saat ini waktunya kurang tepat sehingga hanya bisa menunggu sedikit lebih lama lagi.
"Tapi aku merasa tidak nyaman. Bagaimana jika itu menjadi kenyataan dan kita pernah hidup bersama di masa lalu?" tanya Li Chang Su langsung menebak. Dia tidak terlalu santai untuk masalah ini dan secara alami pasti ada maksud dari mimpinya.
"Bagaimana jika itu pernah terjadi?" Mu Xianzhai secara tidak langsung menanyakan pendapatnya.
"Jika itu benar-benar terjadi, maka kamu mungkin adalah keturunan kaisar pertama dan aku adalah istrimu. Naga perak atau gelang naga perak telah memindahkan jiwa kita ke masa ini untuk menuntaskan masalah Hei Long," jelasnya.
Mu Xianzhai menghela napas tidak berdaya. Setiap kata yang diucapkan Li Chang Su tentu saja memiliki makna. "Kita harus menunggu Yin Long terbangun. Waktunya masih lama."
Li Chang Su juga tahu ini. Butuh kurang lebih tiga tahun baginya untuk berlatih agar naga perak bisa bangun dan membentuk tubuh asli ... tidak, seharusnya mengumpul kekuatan untuk membuka pintu gerbang baja itu bukan?
Mungkin saja tubuh naga perak yang asli ada di balik pintu gerbang baja yang pernah dibangun oleh kaisar pertama. Setidaknya dikurung bersama dengan para binatang mutasi kegelapan yang sengaja naga perak ikat agar tidak mengganggu dunia.
Tapi pintu gerbang baja pernah terbuka di masa lalu dan para binatang mutasi kegelapan mulai merajalela. Namun apa penyebabnya? Mungkinkah naga hitam atau Hei Long itu yang melakukannya?
Jika itu benar, maka Hei Long benar-benar mengerikan seperti dalam mimpinya.
Tiba-tiba saja Mu Xianzhai mencubit hidung Gauss itu karena gemas dan tersenyum lembut. "Baiklah, jangan memikirkannya lagi. Ayo bangun dan mandi, waktunya sarapan," katanya.
"Ah, apakah sudah pagi?" tanya Li Chang Su terkejut. Dia melihat sekeliling dan tampaknya memang lebih terang.
"Ya, ini sudah pagi, namun masih terlalu pagi jadi tidak perlu buru-buru, mari kita mandi dulu," jawab pria itu seraya turun dari tempat tidur dan meminta seseorang untuk menuangkan air ke bak mandi.
Mu Xianzhai memiliki elemen api di tangannya. Ini merupakan kemampuan spiritual nyata. Dengan kemampuannya tersebut, dia membuat air dingin menjadi lebih hangat. Mu Xianzhai membopong Li Chang Su untuk mandi dan pikirannya menjadi tidak jujur.
__ADS_1
"Mu Xianzhai, apa yang akan kamu lakukan?" tanya gadis itu curiga.