Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Pintu Batu Dalam Terowongan Bawah Tanah


__ADS_3

"BAGAIMANA ADA lubang sebesar ini?" Mu Hongzhi sudah terkejut dan menghampirinya dengan hati-hati. Melihat lubang di batang pohon yang sesungguhnya bisa dia masuki.


Melihat diam-diam ke dalam lubang pohon, sangat gelap. Ia tidak bisa melihat apapun ke bawah. Seperti ada jurang yang dalam. Xue Zi memintanya untuk berhati-hati agar tidak jatuh. Karena sebenarnya, pohon ini merupakan salah satu jalan keluar masuk terowongan bawah tanah.


"Apakah hanya satu-satunya jalan?" Li Chang Su merasa tidak yakin untuk masuk melewati jalur ini.


"Tidak. Tentu saja jika kamu ingin menggali." Xue Zi menghela napas. Dia sungguh tidak mau menggali saat ini. Karena itu menunjukkan jalan masuk yang lain.


"Setelah memasuki lubang pohon, kamu akan tiba di terowongan bawah tanah," kata Xue Zi lagi. Kali ini dia melompat ke dalam lubang lebih dulu.


Mu Hongzhi terkejut dan segera melihat ke bawah lubang. Memastikan apakah kelinci itu masih hidup atau tidak. Dia bahkan memanggil namanya berulang kali. Pada akhirnya, Xue Zi merespon dengan kesal. Dia baik-baik saja dan kini sudah mendarat di permukaan terowongan.


Karena semuanya terlihat aman, Mu Xianzhai menendang sepupunya lebih dulu hingga terjerembab ke dalam.


"Ah, sepupu! Kamu kejam!" Suara nyaring Mu Hongzhi terdengar dari dalam lubang.


Untungnya saat jatuh, dia mendarat di punggung Xue Zi yang kini sudah jadi wujud besar. Rasanya juga empuk. Dia bangkit dan melihat sekeliling yang gelap. Tapi untungnya tubuh putih Xue Zi masih bisa terlihat.


"Kupikir ini sangat dalam?" Pria itu terkejut. Ia merasa hanya terjatuh sebentar sebelum akhirnya mendaratkan di punggungnya.


"Huh! Tentu saja. Tingginya hanya lima meter." Kelinci mutasi itu mencibir.


"...." Lima meter itu juga cukup tinggi.


Sementara itu di luar ....


Li Chang Su mengerang. Apakah pria ini begitu kasar? Tapi Mu Xianzhai tidak peduli. Saat dia menendang Mu Hongzhi, tentu saja sudah memperkirakan berapa kedalaman lubang ini. Jika tidak, bagaimana bisa Xue Zi berteriak dengan jelas. Sudah pasti, tidak terlalu dalam. Tapi di terowongan itulah yang gelap


Mu Xianzhai meraih pinggang istrinya. Dikarenakan lubang ini besar, keduanya bisa masuk bersamaan. Tapi, Li Chang Su agak ragu. Bukankah lebih baik jika turun satu persatu dulu? Seperti Xue Zi dan Mu Hongzhi.


Namun ketika dia mengutarakan maksudnya, Mu Xianzhai tidak senang. Ia tidak akan membiarkan istrinya turun duluan ataupun terakhir. Jadi mari turun bersama.


"Kamu hanya sengaja kan?" Li Chang Su menebak.


"Su'er adalah istriku. Tidak ada yang salah." Pria itu tersenyum elegan.

__ADS_1


Tidak menunggu Li Chang Su membalas ucapannya, ia sudah melompat ke dalam lubang batang pohon sambil memeluk istrinya. Keduanya juga mendarat di punggung Xue Zi. Tapi kali ini, Xue Zi berteriak sakit.


Punggungnya sangat sakit. Dia tidak tahu siapa yang melompat lebih dulu hingga memiliki bobot dua kali lipat dari Mu Hongzhi. Saat tahu jika Li Chang Su dan Mu Xianzhai turun bersamaan, Xue Zi hampir pingsan.


"Kenapa kalian tidak bilang akan turun berdua. Dengan begitu aku tidak akan menjadi bantal!" Dia protes.


"Apakah kamu berani?" Mu Xianzhai berwajah gelap.


"Bukan tidak mau, tapi punggungku sakit. Rasanya tulang punggungku akan patah karena kalian berdua turun bersamaan. Aku tidak siap!" Xue Zi mencari alasan untuk mengelak, menenangkan pikiran Mu Xianzhai yang selalu sensitif.


Kelinci mutasi itu masih tidak mau menjadi sup.


"Huh, lemah!" cibir pria itu.


"...." Oh, ayolah. Dia tidak lemah. Hanya tidak siap! Seberapa banyak kelinci mutasi mengeluh, Mu Xianzhai tidak peduli.


"Apakah kita membawa obor atau sesuatu? Di sini sangat gelap." Mu Hongzhi akhirnya berbicara.


"Apakah ada obor?" tanya Li Chang Su setelah turun dari punggung kelinci mutasi. Dia terlalu malas menggunakan penglihatan mata dewa untuk memperhatikan sekitar


Mu Xianzhai melihat melalui mata batinnya. Dan menemukan banyak obor di setiap dinding terowongan. Sepertinya, tempat ini jarang dilewati. Dengan begitu, terowongan bawah tanah ini memiliki banyak pintu dan juga arah tujuan. Dan mungkin saja, binatang mutasi yang bersembunyi di bawah tanah.


"Baiklah. Kita nyalakan obor. Xue Zi, apakah kamu bisa mengeluarkan api?" Kali ini Li Chang Su bertanya pada Xue Zi yang sudah menjadi ukuran kelinci normal.


Mengeluarkan api? Kelinci mutasi itu mendengus, "Aku bukan naga dan tidak memiliki elemen apapun. Jangan berharap."


"Aku saja."


Mu Xianzhai menjentikkan jarinya dan sebuah api roh muncul. Gadis itu terkejut saat melihat dia bisa melakukannya. Bahkan Mu Hongzhi hanya mengeluh akhir-akhir ini. Sepupunya sangat kuat. Sepupu Ipar, dia suami terbaik. Pikirnya


Pria itu terkekeh. Meski ekspresi wajahnya tidak jelas karena terhalang topeng perak, tapi ia sangat menikmati ekspresi terkejut istrinya. Ini bukan masalah besar. Dia adalah seorang ahli seni bela diri elemen api. Yang memudahkannya untuk melakukan apapun.


Menikmati keindahan istrinya yang terkejut, Mu Xianzhai segera menyalakan semua obor. Tapi itu juga menguras tenaga dalamnya. Hingga, wajahnya agak pucat. Li Chang Su tidak mengejeknya kali ini, tapi memberinya air roh untuk memulihkan tenaga.


Setelah obor di dinding terowongan bawah tanah dinyalakan, pemandangan sekitarnya menjadi jelas. Tanah berbatu yang mereka pihak meninggal jejak darah kering. Seperti sudah lama ada. Bukan hanya itu, dinding terowongan dipenuhi dengan bercak darah, cakaran serta berbagai hal yang menjijikkan.

__ADS_1


Ketiganya terkejut. Tak terkecuali Xue Zi sendiri. Dulu tidak seperti ini. Saat dia melarikan diri ke Negara Bingshui melalui terowongan bawah tanah ini, belum ada bercak darah.


"Ini, seperti jejak pertempuran yang sengit di tahun-tahun sebelumnya," kata Xue Zi akhirnya berbicara. Menceritakan kisah lama. Dia memilih untuk berada di pelukan Mu Hongzhi. Terlalu kotor untuk menginjak tanah berbatu yang kotor.


Li Chang Su memeriksa beberapa hal di sekitar. Ada bulu binatang, darah manusia serta sebuah potongan pakaian. Jelas potongan jubah hitam. Saat Li Chang Su melihat sebuah simbol yang tampaknya familiar, Mu Xianzhai sudah membuat dugaan lebih dulu.


"Sekte Hitam tampaknya pernah datang ke sini untuk berburu binatang mutasi kegelapan." Dia mengangguk. Melihat simbol Sekte Hitam, diam-diam mencibir. Mungkin mereka meninggal di sini.


"Jika itu benar, semua hal di terowongan ini mungkin adalah bekas pertarungan hebat di masa lalu." Li Chang Su mengangguk setuju. Salah satu tangannya dipegang Mu Xianzhai, tidak mau lepas. Dia hanya tidak berdaya dan memeriksa sekitar dengan sederhana.


Setelah berjalan cukup jauh, jejak darah dan sisa-sisa pertarungan masih ada. Mungkin ini memenuhi sepanjang terowongan. Sangat tidak memungkinkan.


Lebar terowongan hanya dua meter dengan tinggi setidaknya hampir tiga meter. Karena Xue Zi saja masih bisa menampakkan wujud besar. Mereka menemukan beberapa cabang terowongan. Dan memperkirakan Hutan Putih di atasnya.


Li Chang Su berniat untuk mencari penyebab dari seluruh tanaman atau tumbuhan di atasnya menjadi putih. Bukan hanya putih, tapi juga tumbuh dengan baik. Seperti tanaman biasanya.


Pada akhirnya, mereka menemukan salah satu terowongan yang agak lebar dan juga tinggi. Serta sebuah pintu batu yang hanya bisa dibuka dengan ilmu tenaga dalam.


Mereka berhenti di depan pintu batu itu. "Apakah ini sengaja ditutup?" Mu Hongzhi mengerutkan kening.


"Memang ada beberapa pintu batu. Dan aku tidak tahu siapa yang membuatnya. Tapi yang jelas orang-orang berjubah hitam selalu datang dan pergi," jawab Xue Zi dengan nada datar, sedikit tenang.


"Ini Sekte Hitam lagi!" Li Chang Su mendengus. Dia menggunakan mata dewanya untuk menembus pemandangan di balik pintu batu ini.


Setelah gadis itu fokus lebih lama, Mu Xianzhai pun bertanya. "Apa yang Su'er lihat?"


Gadis itu mengerutkan kening. Iris matanya sedikit membesar dan mengecil untuk beberapa saat. "Sepertinya, seekor binatang mutasi yang besar ... Ada banyak benda aneh di dalamnya ... seperti akar putih yang menjuntai. Mungkin saja, itu penyebab dari apa yang membuat hutan di atasnya menjadi begitu putih."


"Seekor binatang? Sepupu Ipar, apa kenal itu binatang apa?"


"Ya ...." Di saat Li Chang Su berniat untuk memperkenalkan penglihatannya, binatang mutasi raksasa itu tiba-tiba saja membuka matanya.


"Ahh!!"


Li Chang Su terkejut dan segera menutup mata dewanya. Wajahnya sedikit pucat. Mu Xianzhai pun khawatir.

__ADS_1


"Su'er, apa yang terjadi denganmu?"


__ADS_2