
MESKIPUN ENGGAN diejek oleh pewaris gelang naga perak, para binatang mutasi cahaya itu langsung berhamburan untuk menjadi pahlawan malam.
Ketika gempa bumi semakin kuat, raungan aneh menggema di langit, sangat nyaring dan hampir memekakkan telinga. Di perbatasan, para binatang mutasi kegelapan dari segala tingkat kecuali tingkat dewa muncul, meraung ke langit dan mencoba untuk membobol aura pelindung naga perak yang sedikit rusak. Para prajurit di perbatasan tidak berdaya dan jenderal-jenderal pun memilih untuk mengevakuasi sebagian prajurit baru.
Suara para binatang mutasi dua golongan itu saling bersahutan. Dan sahutan dari dalam tanah pun lebih mengerikan lagi. Sangat nyaring. Disertai dengan napas kemarahan yang muncul di udara, tanah yang retak semakin parah. Beberapa rumah juga rusak oleh ratakan tersebut hingga tak berbentuk lagi.
Angin kencang berputar di sekitar ibu kota dan awan gelap di langit juga membentuk pusaran. Setitik cahaya putih muncul dari pusaran awan.
Elang gunung mutasi yang sedang terbang mendekat ke arah Negara Bingshui pun menajamkan penglihatannya.
"Apa itu?" gumamnya pada diri sendiri.
Tubuh besarnya yang terbang di langit tidak menarik perhatian siapapun. Namun setelah dia bersuara nyaring, mungkin para manusia dan binatang mutasi yang ada di bawah mendengar sangat jelas.
Elang gunung mutasi yang sudah cukup akrab dengan Negara Bingshui pun dengan cepat mengepakkan sayap. Lalu dia bersuara lagi. Cahaya di pusaran awan di atas ibu kota menarik banyak perhatian. Bahkan orang-orang yang tinggal cukup jauh dari negara tersebut pun mampu melihatnya, meski tidak terlalu jelas.
Namun cahaya putih yang cukup menyilaukan itu cukup indah.
Di ibu kota, raungan nyaring lagi-lagi terdengar dan para binatang mutasi kegelapan yang memiliki tingkatan rendah pun ketakutan. Sedangkan untuk para binatang mutasi kegelapan yang berada di luar benteng perbatasan pun masih terus menerus mencoba menghancurkan perisai aura spiritual.
"Apa itu?" tanya Lict yang baru saja membuang binatang mutasi kegelapan yang dikalahkannya.
Dia menyipitkan mata, mendongak ke langit di mana pusaran awan gelap berputar. Cahaya yang muncul di tengah pusaran itu seketika semakin terang dan turun ke permukaan tanah di bawahnya dengan kecepatan luar biasa. Karena kecepatannya itu, angin yang bertiup kencang pun semakin tinggi.
__ADS_1
Beberapa pohon di sekitarnya roboh dan tercabut dari akarnya. Beberapa warga yang masih dalam evakuasi pun berteriak ketakutan hingga para prajurit dan penjaga kekaisaran berusaha untuk semaksimal mungkin melindungi mereka.
"Cepat! Kita menjauh dari sini!!"
Tiba-tiba saja Mu Hongzhi berteriak dan dia menunggangi kuda putih mutasi. Kuda itu meringkik seraya mengangkat kedua kaki depannya dan bergegas menjauh dari sekitar cahaya itu turun menembus tanah ibu kota.
Lict yang kebingungan tidak tahu harus meresponnya seperti apa. Namun kelinci putih mutasi yang tubuhnya besar itu pun berteriak pada Lict untuk segera naik ke punggungnya. Laki-laki itu hanya bisa mengangguk dan menunggangi kelinci besar tersebut. Sisanya juga segera menjauh dari area dekat cahaya, khawatir menjadi korban.
Gempa bumi yang disebabkan oleh bangkitnya naga perak pun berangsur-angsur mereda. Namun hal tersebut diiringi dengan retakan di sekitar cahaya yang menembus tanah disertai dengan raungan yang memekakkan telinga.
Tak lama setelah itu, ledakan terjadi. Tanah yang sempat disambar oleh cahaya yang muncul dari pusaran awan pun meledak dan menciptakan lubang besar. Rumah-rumah dan bangunan lainnya yang ada di sekitar sana pun hancur total dan sosok raksasa muncul secara tiba-tiba.
Semua orang yang menyaksikan itu tiba-tiba saja menjadi kaku dan tidak tahu harus melarikan diri ke sisi yang mana. Mereka menengadah sedikit dan melindungi diri ketika debu beterbangan dari ledakan di bawah tanah.
"Sialan! Apakah kamu punya dendam padaku?!" Lict mengomel setelah tubuhnya sakit menghantam tanah berumput kering.
Dia tak sengaja juga melihat ke arah di mana kelinci itu memperhatikan dan bahkan dia lebih terkejut. Mu Hongzhi berada tak jauh darinya, terlihat tidak terkejur sama sekali.
"Naga perak," kata Mu Hongzhi memberi tahu.
Lict yang mendengarnya hampir menjatuhkan dagunya. Naga perak? Apakah itu naga legenda? Sungguhan? Ada naga di dunia ini? Pikirannya cukup kacau hingga dia hampir mengalami serangan jantung.
Sosok naga perak raksasa melayang di langit malam. Tubuh peraknya sedikit berkilauan, memiliki kumis panjang, rambut di sekitar kepala, sepasang mata keemasan bercahaya dan suara nyaringnya benar-benar membuat bulu kuduk berdiri.
__ADS_1
Makhluk besar itu mungkin tidak muncul dalam wujud aslinya karena kekuatannya masih tidak bisa untuk membuat tubuh nyata. Dia hanya sedikit lebih nyata, agak transparan tapi auranya tetap saja mengerikan. Sepertinya dia menyapu pandangannya pada para binatang mutasi kegelapan yang menyerang negara tersebut.
"Aku hanya tidur sebentar dan para binatang rendahan seperti kalian sungguh tidak sabar," ujar naga perak, suaranya menggema. Dia membuka mulutnya sedikit dan berkedip ke arah manusia yang sedang mencoba melindungi diri. Matanya menyipit. "Mengganggu orang-orang negara ini, sepertinya sudah cukup bagiku untuk melenyapkan kalian," imbuhnya.
Para binatang mutasi kegelapan yang mendengarnya langsung ketakutan dan tak perlu berpikir panjang lagi, mereka berbalik arah untuk menyelamatkan diri—keluar dari negara.
Sayangnya Yin Long menatap para makhluk rendahan itu dengan sedikit ejekan dan menyemburkan api jingga kemerahan. Tentu saja api itu berdampak besar pada sekitar, mengandung racun dan inti api jingga yang sangat panas. Suhunya melebihi lava di gunung berapi.
Para binatang mutasi kegelapan berteriak kesakitan saat tubuh mereka terbakar oleh api dan langsung hangus begitu saja. Naga perak melayang menuju langit dan tubuh panjangnya yang luar bisa membuat semua orang yang beruntung melihatnya pun kagum.
Bahkan Kaisar Mu sendiri berdiri di halaman depan Istana Kekaisaran, merasa bahwa kemunculan naga perak sangat langka dan tersenyum bahagia. Dia tidak peduli dengan perumahan warga yang rusak. Itu bisa diperbaiki lagi, tapi naga perak jarang muncul seperti batu giok langka yang sulit digali.
Sementara itu ....
Adapun Pensiunan Kaisar dan Ibu Suri pun berada di sisi yang lebih aman. Sejak gempa berhenti, keduanya menghela napas lega. Ibu Suri yang kesehatannya semakin membaik agak terguncang dengan masalah malam ini hingga Pensiunan Kaisar merasa sedikit khawatir.
Untungnya ada Li Chang Su yang pandai pengobatan sehingga istrinya bisa diperiksa lain waktu.
"Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya Ibu Suri agak khawatir, dia terbatuk kecil.
"Jangan khawatir, naga perak bisa mengurusnya." Pensiunan Kaisar mengangguk dan tersenyumlah lembut.
"Lalu, apakah Zhai'er dan Su'er akan baik-baik saja?" Ibu Suri mengkhawatirkan cucu dan istrinya itu. Jika naga perak muncul, mungkin berdampak bagi keduanya.
__ADS_1
Awalnya Pensiunan Kaisar ingin mengatakan sesuatu namun ketika mengingat sesuatu yang hampir terlupakan, wajahnya tiba-tiba pucat.