
PELAYAN ITU hanya menjawab tidak tahu. Tapi yang pasti Rongyu pasti marah dan kesakitan. Mengutuk orang dan meminta ayahnya untuk menyembuhkan.
Belum sempat Jenderal Rong keluar ruangan, suara Rongyu sudah terdengar histeris. Wanita itu memakai kerudung yang menghalangi wajahnya yang kini gatal, sakit dan bernanah. Bahkan sebagian lagi telah mengeluarkan darah.
Jenderal melihat putrinya begitu menyedihkan seperti ini benar-benar menyesali apa yang dilakukannya tahun lalu. Jika dia tahu bawah ini hasilnya, maka tidak perlu lagi untuk menjadi takdir gelang naga perak. Dengan begitu, putrinya tidak akan terlalu menderita.
“Yu’er ...,” Jenderal Rong menghampiri putrinya dan mencium sedikit bau busuk dari tubuhnya, hingga dia mengerutkan keningnya. Kenapa bisa separah ini?
Rongyu tidak tahu apakah ini membuat ayahnya jijik atau tidak. Tapi yang pasti semua luka bakar di tubuhnya semakin parah. Dia tidak kuat lagi hingga meminta kepada putra mahkota untuk pulang lebih dulu dan melakukan perawatan.
“Ayah ... Ayah tolong Yu’er ... Yu’er tidak kuat lagi dan ingin mati!” Rongyu terisak untuk kali pertama dalam hidupnya, begitu menyedihkan hingga pelayan saja mungkin bisa mengejeknya.
Mendengar putrinya begitu frustasi, Jenderal Rong tidak tahan lagi dan meminta seseorang untuk mengantarkan Rongyu ke halamannya berada. Jika ada kesalahan pada putri kesayangannya, pelayan akan dihukum dengan berat. Dan tidak boleh ada seorang pun yang menginjakkan kaki ke halaman Rongyu, kecuali istri sahnya yang juga ibu kandung Rongyu.
Setelah Jenderal Rong menenangkan nya, akhirnya Rongyu mau dibawa kembali ke halaman di mana dia dulu tinggal. Dan berjanji jika semuanya akan baik-baik saja.
Jenderal Rong akhirnya pergi ke suatu tempat untuk meminta bantuan. Hanya ada satu jalan yang bisa dia lakukan untuk putrinya. Dan terpaksa membuat pihak lain menderita. Jalan yang dilalui Jenderal Rong dan dua pengawalnya cukup gelap, menembus hutan di pinggir kota terpencil. Setidaknya membutuhkan setengah hari untuk sampai.
Ketika melihat aliran sungai yang cukup deras, matanya berbinar. Seorang wanita tua yang berjalan dengan bantuan tongkat, sedang memetik beberapa tanaman beracun. Dia turun dari kudanya dan melintasi sungai yang tidak terlalu tinggi itu.
Kedua pengawalnya disuruh untuk menunggu di tempat.
Dan hari ini sudah menjelang sore. Jenderal Rong harus mendapatkan bantuannya sebelum hari pernikahan Li Chang Su tiba. Hanya satu hari besok. Jika dia terlambat, semuanya akan sulit. Karena menurut penyihir itu, yang dibutuhkan adalah darah dari takdir gelang naga perak yang masih perawan.
Ada banyak tabib di Negara Bingshui. Namun hanya sedikit tabib yang menggunakan ilmu sihir untuk perawatan. Tapi sihir dilarang di Negara Bingshui . Jika ketahuan akan segera dibakar oleh warga. Kaisar juga akan menghukum mati semua keluarganya. Karena itu, tabib ilmu sihir selalu bersembunyi dan hidup terpencil di satu tempat.
__ADS_1
Jenderal Rong bersikap sopan pada wanita tua itu. Dan memperkenalkan dirinya lagi. Tentu saja wanita tua itu masih ingat dengan seorang jenderal yang mendatanginya untuk perawatan Rongyu.
“Apakah putrimu sekarang baik-baik saja? Dengan darah takdir gelang naga perak, seharusnya sudah teratasi,” wanita tua itu memiliki kulit yang terlihat keriput. Tapi ada sedikit tanda-tanda awet muda. Mungkin karena telah lama menggunakan tumbal khusus untuk membuatnya tetap hidup.
“Tidak. Nyonya Tua, tolong bantu putriku. Pihak lain lebih kuat hingga aku sama sekali tidak bisa mengambil darahnya. Mohon bantuannya untuk menggunakan ilmu sihir dan membuat pihak lain menderita sebelum hari pernikahannya.”
Jenderal Rong telah bertekad. Matanya memerah karena marah bercampur benci. Dia ingin Li Chang Su merasakan apa yang dirasakan oleh putrinya ini. Ketika wanita tua itu mendengarnya, perasaan bangga langsung lahir. Tapi untuk ritual ini membutuhkan tumbal juga.
Jika Jenderal Rong bersiap untuk membayar harganya, dia sama sekali tidak keberatan. Akan melakukannya hari ini juga.
“Kalau begitu, apa tumbal nya?” Tanya pria paruh baya itu bersiap untuk harga yang tinggi. Dia tahu jika ini pasti akan mengorbankan nyawa seseorang yang terdekat.
Wanita tua itu tertawa kecil dan menyipitkan matanya, “Jangan khawatir. Tumbal nya tidak berat. Kamu harus mengorbankan salah satu selir kesayanganmu untuk ritual ini. Jika kamu menyanggupi, ikut aku dan kita mulai ritual nya. Jika tidak sanggup, tolong kembali tanpa menoleh.”
Jenderal Rong terlihat berpikir. Selir kesayangannya saat ini telah melahirkan seorang putra untuknya. Jika dia meninggal, maka posisi putranya akan tergantikan dengan yang lain. Tapi ...Dia tidak bisa melepaskan bantuan dari putra mahkota untuk keluarga jenderal. Dia masih membutuhkan putrinya untuk berada di samping Mu Lizheng.
“Kalau begitu ayo ikut aku.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Janda Permaisuri, banyak hiasan merah digantung. Serta beberapa dekorasi lainnya yang melambangkan gairah pernikahan.karena tinggal satu hari lagi menuju pernikahan, Li Chang Su benar-benar tidak bisa bertemu Mu Xianzhai. Pria itu sudah diusir dari istana ini oleh janda permaisuri untuk beristirahat.
Untung saja ruam di tubuh pria itu telah membaik dengan cepat. Sehingga dia tidak perlu mengoleskan salep lagi. Cukup minum air madu dengan beberapa tanaman herbal untuk membuat kulitnya tenang.
Li Chang Su tengah menikmati akan malam. Ada He Ze dan juga kelinci mutasi yang kanan di sisi lain. Xuyao dan Xuxu juga makan perlahan di kursi lain. Karena pelayan dan tuan tidak bisa makan satu meja. Walau Li Chang Su sudah memintanya untuk duduk satu meja, keduanya tidak mau melanggar aturan tuan-pelayan.
__ADS_1
Selama makan, Li Chang Su selalu mengerutkan kening. Dan gelang naga perak sedikit bergerak. Mata naga perak itu mengeluarkan cahaya merah samar untuk sementara waktu dan menghilang lagi. Di saat itulah Li Chang Su merasa jika tubuhnya sedikit panas dingin. Dia melirik He Ze. Dan tupai putih baru saja selesai makan dan pergi keluar.
Tapi sebenarnya, He Ze kembali ruang artefak.
“Apakah He Ze sudah selesai makan. Mi nya masih tersisa,” kata Xuxu seraya melirik piring di mana tadi digunakan He Ze untuk makan.
“Dia mungkin pergi untuk mencuri kacang.”
“....,” Xuxu dan Xuyao merasa ini agak dibenarkan. Kemarin saja, dapur istana janda permaisuri kehilangan satu mangkuk kacang tanah yang entah dicuri oleh siapa. Dan pelayan yang tak bersalah dihukum karena insiden ini.
Karena He Ze tidak ada, kelinci mutasi yang sebenarnya sedang makan potongan wortel pun pergi menghampiri piring itu dan memakan semua mi pasti yang tersisa. Dan itu terlihat seperti pencuri. Lalu kembali ke tempatnya.
“.....,” Xuxu dan Xuyao merasa pemandangan ini cukup aneh.
Sementara He Ze yang kembali ke ruang artefak pun memberi tahu Li Chang Su jika seseorang tampaknya sedang mencoba mengirim sesuatu jahat untuk merusak tubuhnya. Tapi dia tidak perlu khawatir karena gelang naga perak lebih kuat dari hal-hal gelap apapun. Sehingga masalah ini akan segera diatasi.
Tapi mungkin suhu tubuh Li Chang Su akan mengalami naik-turun. Dan perasaan ingin tidur akan datang. Setelah makan malam, Li Chang Su meminta keduanya untuk berjaga di ruangan lain. Dan tidak perlu menemaninya.
Gadis itu duduk di tepian ranjang dan mencoba untuk melacak dari mana unsur jahat itu dikirim. Tapi terlalu jauh. Ilmu tenaga dalamnya tidak mau menjangkau sejauh itu. He Ze pun keluar dari ruang artefak ketika dua pelayan itu telah pergi.
“Orang lain ingin kamu jatuh sakit dan mengirimkan sihir jahat untuk ini,” kata He Ze menjelaskan. Dia tahu bagaimana perasaan gelang naga perak yang kini marah dan mencoba melawan hal-hal jahat itu.
“Sihir ...?” Gadis itu menaikkan sebelah alisnya. Dia tidak tahu bahwa di zaman ini ternyata sihir jahat masih sangat memungkinkan untuk membunuh orang.
“Ya. Sihirnya cukup kuat hingga membutuhkan waktu untuk melawan balik. Kamu sebaiknya berbaring dan menenangkan tubuhmu terlebih dahulu.”
__ADS_1
“Apakah ini ada kaitannya dengan Rongyu lagi?” Li Chang Su selalu merasa jika hidupnya akhir-akhir ini tidak tenang.