Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kaisar Mu Telah Siuman


__ADS_3

KASIM Yu menggeleng kepala. "Mereka hanya berkunjung setelah makan malam dan setelah itu hanya diawasi oleh penjaga gelap yang telah dilatih di istana. Permaisuri memiliki token perintah prajurit istana jadi banyak penjaga gelap yang mematuhi pemegang token," jelas Kasim Yu lagi.


"Kalau begitu permaisuri tidak akan datang lagi saat ini. Aku bisa merawat Kaisar sekarang." Li Chang Su mengeluarkan jarum perak dan sebuah lilin, mangkuk untuk menampung darah beracun serta lap bersih.


Mu Xianzhai tidak mengganggu apa yang akan dilakukan istrinya dan diam-diam memperhatikan dengan tenang di samping. Kasim Yu juga tidak berani mengatakan apa pun lagi, khawatir mengganggu konsentrasi gadis itu.


Li Chang Su menyalakan lilin, memanaskan jarum perak dan menusuk titik akupunktur di lengan, dada dan kepala Kaisar Mu.


Kasim Yu yang melihatnya sedikit merinding. Tanpa sadar menyentuh kepalanya sendiri. Bagaimana rasanya ditusuk jarum? Apakah sakit? Pikirnya.


Untuk metode akupunktur ini, Li Chang Su menghabiskan banyak energi. Wajahnya sedikit pucat hingga Mu Xianzhai ingin maju dan membiarkannya berhenti.


Untungnya metode penusukan jarum perak itu tidak berlangsung lama. Li Chang Su bisa beristirahat.


"Tunggu selama satu jam sebelum jarumnya dicabut," kata gadis itu.


Kasim Yu akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. "Putri Xian ... Sebenarnya racun apa yang diderita Yang Mulia?"


"Ini sejenis racun yang mengikis organ dalam. Racun ini bukan racun ganas tapi sifatnya aktif. Ketika racun memasuki tubuh, itu mengalir di pembuluh darah dan memasuki jantung. Lalu berkembang menuju organ dalam lainnya." Li Chang Su tidak aneh dengan racun jenis ini.


Entah itu karena racunnya terlihat biasa atau kemampuan Guan Shu hanya begitu saja, Li Chang Su tak bisa menebaknya.


Menurutnya, racun pengikis organ dalam ini bukan racun langka. Racun seperti ini juga bisa ditemukan pada jenis serangga tertentu.


Jika Guan Shu tahu bahwa racunnya hanya mainan di tangan Li Chang Su, mungkin akan segera berlutut di kuil.


"Lalu bagaimana keadaan Yang Mulia saat ini?" Kasim Yu masih khawatir.


"Organ dalam Kaisar sedikit rusak saat ini, terutama paru-paru. Tapi karena Kaisar telah berlatih seni bela diri, racun tersebut bekerja lebih lambat." Li Chang Su menggelengkan kepala. "Sudah bagus baginya bertahan selama seminggu," imbuhnya.


Kasim Yu dan Mu Xianzhai sedikit pucat.

__ADS_1


Kaisar Mu telah diracuni selama seminggu oleh Guan Shu. Dan semuanya dilakukan bertahap. Racun pengikis organ dalam ini tak akan bekerja lebih cepat jika hanya masuk ke tubuh satu kali saja. Sehingga Guan Shu menambah dosisnya dari waktu ke waktu.


Hingga akhirnya menjadi seperti saat ini, lemah, pucat dan sekarat.


Ketiganya mengobrol pelan dan membahas tentang apa yang terjadi di istana akhir-akhir ini. Selama satu jam, setidaknya Li Chang Su menunggu dengan sabar.


Barulah ketika waktu nya telah tiba, Li Chang Su memperhatikan warna gelap pada kulit Kaisar Mu di sekitar jarum perak ditancapkan. Dia mengerutkan kening. Tak lama setelah itu, darah hitam keluar dari sekitar jarum perak.


Meski terlihat aneh, Kasim Yu masih bijak untuk tidak mengganggu.


"Racunnya keluar. Kaisar harusnya akan sadarkan diri saat ini," kata Li Chang Su seraya mengelap darah hitam di sekitar jarum perak dengan lap basah.


Mu Xianzhai tidak mau istrinya terkontaminasi racun jadi dia menggantikannya. Li Chang Su tidak keras kepala dan membiarkan pria itu mengurus sisanya.


Setelah jarum perak dicabut satu persatu, Kaisar Mu yang telah lama koma pun mulai menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri. Wajahnya tidak sepucat sebelumnya, perlahan-lahan mulai memerah.


Li Chang Su bangun dari tepian tempat tidur, membereskan jarum perak ke kotak medisnya dan menghilangkan semua aroma obat di sana dengan menyemprotkan air roh.


Air roh merupakan air yang mengandung aura spiritual dan memiliki banyak fungsi.


Merasa jika Kasim Yu ada di sampingnya, Kaisar Mu meminta segelas air.


Untungnya Li Chang Su telah menyiapkan segelas air roh untuk menetralkan sisa racun di tubuh Kaisar Mu.


"Anak ketiga, kenapa kamu di sini?" Kaisar Mu tak bisa menahan diri untuk terkejut saat melihat Mu Xianzhai ada di kamarnya. Belum lagi tanpa memakai topeng.


Dia berpikir mungkin hanya ilusinya saja sehingga tidak terlalu antusias. Tapi siapa yang tahu bahwa Kasim Yu berkata jika Li Chang Su dan Mu Xianzhai datang malam ini untuk mengeluarkan racun di tubuhnya.


Kaisar Mu ingin berteriak dan menangis saat melihat putranya masih hidup. Bukan hanya berjalan dan berdiri tegak, tapi juga masih sehat tanpa cedera. Akhirnya, Kaisar Mu menahan rasa emosional di hatinya.


"Syukurlah, syukurlah kalian baik-baik saja." Kaisar Mu menggelengkan kepala, teringat dengan wanita favoritnya yang meninggal karena kejahatan permaisurinya sendiri.

__ADS_1


Dia merasa bersalah saat melihat Mu Xianzhai saat ini.


"Putraku yang malang. Ayah Kaisar telah berdosa dan bersalah pada ibumu. Ini semua salah ayah kaisarmu yang tidak kompeten. Ini salahku. Jika bukan karena aku yang ceroboh dan bodoh, ibu selirmu tidak akan meninggal dengan ketidakadilan."


Kaisar Mu mulai meneteskan air mata setelah selesai minum air roh.


Air  yang diminumnya entah kenapa membuat tubuhnya nyaman. Perasaan sesak di dadanya juga berangsur menghilang. Namun saat teringat dengan apa yang dikatakan permaisuri waktu itu, hatinya kembali dingin dan sedih.


Kaisar Mu akhirnya hanya bisa jujur tentang apa yang dikatakan permaisuri padanya.


Ekspresi Mu Xianzhai sedikit kaku dan tidak menyangka akan menangkap berita sebesar itu. Ibu selirnya tidak meninggal karena melahirkannya, namun permaisuri yang bermain di belakang.


Mu Xianzhai bisa lahir dan hidup sehat karena sepenuhnya keberuntungan. Bahkan jika meridiannya tersumbat, Mu Xianzhai sama sekali tidak mengalami masalah serius tentang hidupnya.


Kedua tangan Mu Xianzhai mengepal. Gejolak amarah di hatinya hampir tak bisa dibendung. Jika bukan karena suara Li Chang Su yang menenangkan pikirannya, dia mungkin akan pergi untuk membunuh permaisuri.


Kaisar Mu dirangsang oleh kata-kata permaisuri sebelumnya sehingga racun yang diberikan Guan Shu ke tubuhnya langsung pecah.


Untungnya Li Chang Su datang tepat waktu.


"Tenang. Kita pasti akan membalas ketidakadilan ibu," kata Li Chang Su.


Mu Xianzhai menyembunyikan rasa dingin di matanya. "Ya."


Kaisar Mu terbatuk kecil dan senang melihat keduanya rukun. Namun dia juga tak bisa menahan perasaan marah di hatinya.


"Anak ketiga, tidak peduli apapun yang terjadi, permaisuri dan Guan Shu tidak bisa tinggal lagi ..." Kaisar Mu mendesah kasar. Dengan kata lain, dia tidak peduli jika keduanya mati sekali pun. "Adapun anak keempat ... kamu bisa berbelas kasihan sedikit," imbuhnya.


"Biarkan saudara kedua yang melakukannya. Aku tidak akan ikut campur," kata Mu Xianzhai.


Kaisar Mu tampaknya memahami temperamennya. "Kalau begitu kembalilah. Jangan sampai orang-orang itu tahu kamu kembali lebih awal."

__ADS_1


...****************...


CATATAN PENULIS: Novel Author yang berjudul, Istri Kecil Bermata Unik kini berganti nama menjadi Unique Eyes: Lord Jun's Cursed Wife.


__ADS_2