Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Makan Di Dalam Kereta


__ADS_3

YE SHI AKHIRNYA melihat Ye Tianli bersandar di salah satu batang pohon. Lalu mencibir. Bagaimana jika itu bersembunyi? Dia hanya tidak mau bertemu dengan Li Chang Su saat ini. Nanti, dia akan menemukannya sendiri.


"Itu urusanku. Kamu tidak perlu ikut campur." Ye Shi mencibir lagi dan hendak pergi. Namun suara Ye Tianli di belakangnya membuat dia mengerutkan kening. Bagaimana orang itu tahu dirinya ada di sini?


"Kamu berada di wilayahku. Tentu saja aku tahu." Ye Tianli terkekeh. Dia sebenarnya selalu tahu di mana pria itu berada. Dulu, sebelum kesalahpahaman keduanya terpecahkan, Ye Tianli sering sekali pergi untuk menghindari keberadaan Ye Shi.


Sudut mulut Ye Shi di balik topeng rubah itu berkedut kedut. Jika dia masih memiliki perasaan pada pria ini, maka perasaannya terhadap Li Chang Su seperti pria yang ingin melindungi kekasihnya.


"Heh, ini seperti surga dan bumi yang berputar. Dulu kamu menghindariku, sekarang kamu datang sendiri. Tianli, kebiasaanmu sangat unik," kata Ye Shi dengan senyum ironi.


Ye Tianli kehilangan senyumnya kali ini dan menutup kipas lipatnya. "Shi Shi, aku sudah berkata, jauhi Li Chang Su."


"Tidak akan. Dia milikku!" Pria itu tidak ingin mengambil topik ini. Di antara dia ataupun Ye Tianli, harus ada yang bisa mendapatkan kesempatan untuk dekat dengan Li Chang Su. Namun ada raja perang yang menghalangi.


"Kamu hanya akan melukai diri sendiri. Aku sarankan kamu tidak memiliki ide gila!"


"Ide gila apa yang kamu maksud?" cibirnya.


Ye Shi ingin memuntahkan darah. Dia sama sekali tidak memiliki ide apapun yang benar-benar gila. Hanya akan mengikuti kereta Li Chang Su secara diam-diam. Dia tidak bodoh untuk impulsif. Karena dia sendiri bukan lawan dari Li Chang Su. Apalagi Mu Xianzhai.


Namun saat ini, dia hanya ingin memastikan sesuatu. Atau mencari tahu dari mana Li Chang Su bisa memiliki obat halusinasi itu. Atau mungkin ada hubungannya dengan pria tua yang dia temui ketika menghadapi para binatang mutasi kegelapan.


Jadi, sebelum Ye Tianli kembali berkata, dia sudah melarikan diri. Para bawahan Ye Tianli awalnya ingin mengejar, namun segera ditahan. Karena pria itu begitu keras kepala, maka dia hanya bisa mengetahui hasilnya. Sebagai saudara tiri yang kini besar di luar lingkungan keluarga Ye, setidaknya harus menghormati masing-masing keputusan.


"Tuan ...," kata salah satu bawahan pria itu, terlihat bingung ketika memperhatikan Ye Tianli yang berwajah suram.


"Baiklah. Lupakan. Biarkan dia pergi jika mau. Pergi ke keluarga dan katakan pada ayahku, jika Ye Shi baik-baik saja." Dia menghela napas panjang dan menundukkan kepala, memikirkan sesuatu. Lalu berbalik dan pergi.

__ADS_1


Bawahannya yang masih berlutut itu akhirnya pulih dari perasaan linglung dan segera menghilang menuju bayang-bayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perjalanan menuju perbatasan ibu kota, dua kereta melaju dengan kecepatan normal. Li Chang Su hanya bisa membiarkan Mu Xianzhai berbaring dengan nyaman saat rasa kantuk menyerang. Pria itu kurang tidur semalam. Mau tidak mau harus tidur di kereta.


Sedangkan dia sendiri makan dengan tenang, mengisi perutnya yang sedikit lapar. Untung saja Mu Xianzhai menutup matanya tanpa ada jejak akan bangun. Ia akhirnya melepaskan rasa gugupnya.


Selama ini, dia kurang suka diperhatikan saat melakukan sesuatu. Apalagi ketika makan. Rasanya sangat canggung. Karena itu, ketika dia melihat Mu Xianzhai benar-benar beristirahat, tubuhnya rileks. Beberapa makanan dikeluarkan dari ruang artefak.


Tanpa sadar, pria yang tengah terpejam itu mengukir senyum. Walaupun dia tidak tahu seperti apa Li Chang Su saat ini, tapi instingnya tidak pernah salah. Gadis itu diam-diam mencuri pandang padanya sebelum makan dengan tenang.


Adapun He Ze yang kini berada di atas meja dan mengambil beberapa potong mi goreng pun hanya fokus makan. Tidak memedulikan hal sekitarnya.


Mu Xianzhai tidak tahan lagi dan membuka matanya, memerhatikan gadis yang sedang makan dengan anggun. Siapa yang tahu bahwa akan ada hari di mana dia berada dalam satu kereta bersama seorang gadis dan melihatnya mengeluarkan banyak makanan dari ruang artefak.


Sedangkan Li Chang Su sendiri hampir saja tercekik dan meminum segelas air dengan beberapa kali tegukan. "Bisakah kamu tidak tiba-tiba bicara?" Dia mengambil tisu dan mengelap mulutnya dengan lembut.


"Dasar pria tak sopan pada leluhur. Kamu mengagetkan leluhur ini!" He Ze langsung berteriak sambil memegang potongan mi gorengnya yang tersisa.


Tupai putih yang berisik itu sama sekali tidak ada di mata Mu Xianzhai. Dengan mudah, pria itu melemparkannya ke luar kereta. He Ze berteriak kaget dan menghantam tanah bersalju. Bahkan kuda yang menarik kereta Mu Hongzhi pun hampir saja meringkik kaget.


He Ze ingin protes. Tapi ada penjaga gelap yang menjadi kusir saat ini. Tidak mungkin mengekspos dirinya. Dengan kemarahan, dia bangkit dan berlari ke kereta Mu Hongzhi, masuk dari jendela bergorden. Dia melihat kelinci mutasi berada dalam pelukan Mu Hongzhi, tapi tidak berkata apa-apa selain mencari tempat yang nyaman untuk diam.


Tidak lupa, dia juga mengabiskan potongan mi goreng yang tersisa. Sial! Dia lupa untuk mengambil sepiring mi goreng tadi.


Sementara itu di kereta depan, Li Chang Su sangat tidak berdaya. Karena dia mengizinkan Mu Xianzhai untuk menggertak He Ze, tak ada alasan untuk menegurnya sekarang.

__ADS_1


"Kenapa kamu sangat senang melemparnya? Apakah itu tidak apa-apa?" tanyanya dengan mengerutkan kening.


"Kamu terlalu lembut padanya. Sebagai binatang roh artefak, dia tidak akan mati hanya karena lemparan kecil. Bahkan jika dia jatuh dari ketinggian pun, yakinlah, nyawanya masih ada." Mu Xianzhai menjawab dengan malas. Lalu bangun, bersandar di dekat gadis itu.


Sambil memainkan beberapa bagian rambut lurusnya yang lembut, Mu Xianzhai kembali berkata, "Di masa depan, tupai bodoh itu akan terbiasa denganku. Sebagai pemilik, aku tentu saja harus mengaturnya."


"....." Li Chang Su berpikir jika ini benar. Namun dia selalu kasihan dengan tupai itu. Dia juga manusia yang memiliki hati nurani meski sering menjalankan misi berbahaya dan membunuh para penjahat besar.


He Ze hanya seekor tupai putih yang malang. Bahkan kedua tangan kecilnya tidak mungkin mampu menopang batu seberat satu kilo. Tapi ketika dia tahu bahwa hari itu He Ze mengangkat Xue Zi dengan mudah ...


Berat badan Xue Zi mungkin kurang dari satu kilo. Pikirannya sambil mengambil udang goreng di atas piring.


"Su'er ....," panggil Mu Xianzhai. Lingkaran matanya masih terlihat abu-abu. Jelas dia mengantuk, tapi tidak ingin melupakan satu kedipan pun dari tubuh istrinya yang sedang makan.


"Apakah ada sesuatu?" Gadis itu meliriknya.


"Setelah makan, berbaringlah di dekatku. Aku ingin tidur sambil memelukmu." Dia mulai bertingkah pura-pura menyedihkan dan perlu dirawat.


Li Chang Su curiga dan mengukur perjalanan ini. Menurut penjaga gelap yang menjadi kusir, perjalanan menuju perbatasan masih jauh. Kini mereka telah meninggalkan wilayah ibu kota. Mungkin akan tiba malam hari jika kereta tetap melaju menuju perbatasan wilayah penduduk.


Oleh karena itu, Li Chang Su tidak terburu-buru. Setelah selesai makan, Mu Xianzhai menariknya dalam pelukan. Aroma cendana segera memenuhi indera penciuman Li Chang Su, ini menyegarkan.


"Dengan tidur berdua seperti ini setiap hari, Su'er akan terbiasa. Apakah Su'er keberatan?" tanya pria itu penuh harap, mengelus kepalanya dengan penuh kehati-hatian.


Li Chang Su tidak menjawabnya untuk sementara waktu dan memikirkannya.


Bisakah dia keberatan?

__ADS_1


__ADS_2