
"BAIKLAH, aku mulai." Li Chang Su segera mengambil kertas lain yang memiliki simbol elemen tanah. Dia merapalkan mantra dalam bahasa Inggris, disertai dengan mengalirkan ilmu tenaga dalam.
Sebagai pelengkap sejati, dia menggunakan setetes darah untuk membuat kehidupan. Tiba-tiba saja, setelah gadis itu merapalkan mantra yang artinya hanya bisa diketahui oleh Lict, kerangka manusia bergetar sedikit.
Baik Lict atau Bell terkejut dan hampir melepaskan kerangka itu. Tapi mengingat ancaman dingin Mu Xianzhai, keduanya bertahan.
Pasir yang ada di sekitar kerangka seperti bergerak. Disertai dengan beberapa bahan plastis lainnya. Setelah Li Chang Su menyelesaikan mantranya, kertas simbol yang dia pegang langsung dibakar. Kerangka manusia itu segera dipenuhi oleh pasir putih yang bergerak naik, menyelimuti setiap kerangka manusia yang disusunnya.
Lict dan Bell memperhatikan dari dekat jika kaki kerangka manusia ini perlahan menjadi padat dna terus terisi hingga ke bagian atas. Li Chang Su sebenarnya menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk melakukan ini.
Sekarang, dia tampak sedikit pucat. Mu Xianzhai melihatnya dan merasa tidak berdaya. Tapi Li Chang Su melarang Mu Xianzhai untuk menyuntikkan ilmu tenaga dalam. Khawatir tidak selaras dengan miliknya. Karena jika berbeda, maka ilmu boneka gagal.
Mau tidak mau, Mu Xianzhai hanya berdiri di sampingnya untuk berjaga-jaga.
Pasir putih dan bahan-bahan platis sepeda menyatu dalam kerangka. Menyelimuti kepala, dada, kedua tangan, bahkan membentuk rambut panjang. Ketika pasir putih dan bahan plastis menyatu, Li Chang Su sudah merasakan detak kehidupan palsu di bagian dada kiri kerangka manusia itu.
"Kalian bisa melepaskannya," katanya pada Lict dan Bell.
Keduanya patuh. Setelah melepaskan kerangka manusia itu, segera mundur. Mereka terlihat sedang menyaksikan adegan luar biasa. Pasir putih dan bahan plastis menyatu seperti bentuk cair, terus bergerak-gerak di antara kerangka.
Setelah yakin bentuknya terisi semua, Li Chang Su menyelesaikan proses akhir. Dia membentuk tangannya menyerupai lambang elemen tanah dan membaca mantra lagi.
"Aku butuh darah Orange, beberapa tetes saja." Li Chang Su berkata. "Cepat!"
Bell tidak tahu dan segera mencakar bagian wajah Orange yang masih dirantai. Pria bertelinga kucing hitam itu ingin protes setelah merasakan pipinya perih. Sungguh, Bell benar-benar tidak berperasaan. Atau mungkin karena terlalu bersemangat.
Untungnya, luka di pipi Orange langsung sembuh dengan sendirinya.
Darah Orange di telapak tangan Bell segera di teteskan pada kerangka manusia yang dipenuhi pasir putih hidup. Tak berapa lama, pasir putih itu menjadi padat hingga lapisan halus seperti kulit memenuhi permukaan. Semakin banyak hingga terlihat seperti kulit manusia.
"Apakah itu selesai?" tanya Mu Hongzhi seraya mengelus kelinci mutasi di pelukannya.
"Hampir." Li Chang Su tersenyum bangga. Dia berhasil. Sayangnya, tubuhnya lemas saat ini dan terhuyung ke belakang.
Untungnya Mu Xianzhai segera menangkap tubuhnya, membiarkan dia bersandar di pelukannya. Pria itu terlihat khawatir. Apalagi, mereka terlalu lama berapa di dalam gua. Sirkulasi udara di sini sungguh tidak bagus.
__ADS_1
Semuanya menyaksikan kerangka manusia itu dipenuhi lapisan kulit manusia. Hingga akhirnya, setelah kulit manusia terbentuk, sosok pria berbadan tegap pun terlihat. Sosok ini tidak terlalu kasar karena boneka kerangka tidak bagian penting kehidupan pria.
Bahkan Mu Xianzhai merasa lebih santai. Setidaknya, itu hanya boneka. Sepasang mata, hidung dan mulut serta telinga, seperti nyata. Ketika membuka mata, irisnya sama seperti milik Orange dan Bell, emas kekuningan.
Kedua tangan manusia boneka yang terentang itu perlahan melenturkan otot, menggerakkan jari jemarinya serta leher. Setelah itu tersenyum dan setengah membungkuk pada Li Chang Su.
Hanya saja, manusia boneka tidak bisa bicara.
"...." Yang lainnya memperhatikan setiap detail gerakan manusia boneka itu. Masih sangat syok.
Di dunia ini, ternyata ada yang namanya ilmu boneka. Mungkin hanya para kultivator zaman dulu saja yang pernah membuatnya. Mu Xianzhai tertegun dan memegang kedua bahu gadis itu.
"Su'er, jangan beri tahu siapapun tentang ini. Apakah kamu tahu, ini bisa membuatmu diburu." Dia memperingati.
"Aku tahu. Lagipula, ini sekali pakai." Gadis itu tahu ini berbahaya.
Yang lain juga akan menyembunyikan masalah ini.
"Lalu, bagaimana menggantikan Orange dengan boneka ini?" Bell bertanya. Orange yang tampak lemah itu hanya menatap dengan kebingungan.
Li Chang Su terkekeh dan menggunakan kode tangan pada manusia boneka. Kali ini bermaksud untuk mematuhi perintah.
Manusia boneka segera berbalik perlahan dan berjalan santai. Orange awalnya tampak panik. Jika dia berubah menjadi seekor kucing, mungkin bulu-bulunya meremang semua. Tangan kiri manusia boneka itu terulur dan menyentuh kepala Orange. Kedua mata mereka bertemu sejenak, sebelum akhirnya dia berteriak sedikit.
Bell ingin menghampirinya, tapi dicegah oleh Lict. Pria yang memegang jubah hitam itu menggelengkan kepala. Ini bukan waktu yang tepat. Begitulah arti dari tatapan matanya.
Untungnya, Orange hanya terkejut sesaat sebelum akhirnya manusia boneka itu menjauhkan tangannya lagi.
Embusan angin muncul mengitari tubuh manusia boneka. Disertai dengan cahaya samar. Perlahan tapi pasti, rambutnya berubah warna, wajah serta tubuh. Kini benar-benar terlihat mirip dengan Orange.
"...." Lagi-lagi mereka tertegun.
Li Chang Su terkekeh dan ingin menghampiri manusia boneka buatannya, tapi Mu Xianzhai melarang. Bagaimanapun juga itu adalah tubuh pria. Li Chang Su merasa sakit kepala dengan kecemburuan ekstrim Mu Xianzhai. Dia bahkan tidak bisa menyentuh untuk memastikan.
Karena waktu mereka tidak banyak, Li Chang Su akhirnya berhati-hati untuk melepas rantai yang membelenggu tubuh Orange, lalu manusia boneka segera menggantikannya dengan cepat.
__ADS_1
Setelah Orange diselamatkan, mereka menunggu sebentar untuk memastikan jika kertas kuning berisi sihir itu tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Barulah mereka semua menghela napas.
Manusia boneka duduk di posisi yang sama seperti Orange sebelumnya. Sedangkan pria yang diselamatkan kini dipapah oleh Bell.
Li Chang Su membereskan semua kekacauan hingga terlihat seperti sedia kala. Lalu memberi perintah pada manusia boneka untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Manusia boneka itu mengangguk samar. Sangat patuh.
Barulah mereka pergi, mengunci pintu kembali dan menumpahkan kumpulan debu di sana agar terlihat seperti belum pernah dikunjungi.
Mereka pergi dulu ke tempat Bell berada. Orange yang begitu lemah pun segera bersandar di bawah pohon, meminum air danau dan mencuci wajahnya.
Melihat jika Bell mengambil air dari kolam tadi, Li Chang Su akhirnya teringat sesuatu. "Bukankah itu tempat kamu berendam tadi?" tanyanya.
"Ya."
"...." Li Chang Su tidak membayangkan jika tadi dia minum kolam yang dipakai mandi oleh kucing emas ini.
Adapun Mu Xianzhai, kini berwajah gelap. Air kolam dipakai mandi kucing? Dia khawatir jika kolam itu kotor.
"Su'er, pasti ada banyak bulu kucing di dalam air ini, masuk ke tubuhmu!" Dia khawatir dan memperhatikan apakah Su'er akan keracunan atau tidak. Bagaimana jika bulu kucing tumbuh di perut istrinya dan membuatnya sakit.
"...." Kini dengan penuturan Mu Xianzhai, gadis itu justru semakin ingin memuntahkan darah. Ini berlebihan.
Bell merasa dituduh. Air kolam selalu bersih, tidak mungkin ada bulu kucing. Dengan efek air kolam yang bagus untuk kehidupan, bagaimana bulu kucing yang kotor bisa mengambang. Dia bersumpah pada dewa kucing jika kolamnya bersih.
"Kucing sialan! Apakah kamu berani memberi istriku air pemandian kucing?" Mu Xianzhai kesal.
"Tidak! Ini tidak benar. Kamu dengarkan penjelasanku dulu!" Bell tiba-tiba saja menegakkan kedua telinganya. Anting belnya pun berbunyi ringan.
Mu Hongzhi langsung melemparkan Xue Zi ke pelukan Lict. Kelinci itu tiba-tiba saja pindah tangan dan merasa pusing sedikit. Mu Hongzhi ini hobi sekali melemparnya. Lain kali, dia yang akan menendangnya ke jurang!
Sedangkan Mu Hongzhi langsung menarik pedang dari sarungnya. Bell memiliki firasat jika kali inid ia terkena kesialan yang panjang. Adapun Orange, sangat khawatir jika Bell terluka. Dia ingin bangun, namun Lict melarangnya.
"Oh, kucing emas yang berani. Berani sekali membuat Sepupu Ipar minum air kolam pemandian kucing. Humph! Lihatlah bagaimana aku akan mencukur bulumu! Ayo datang!"
Sebelum Mu Hongzhi mengejar duluan, Bell sudah berubah menjadi kucing keemasan dan naik ke akar-akar putih yang menjuntai ke kolam.
__ADS_1
Tuhanku, itu menyeramkan. Pria itu ingin mencukur bulu emas keperakan yang paling dia sayangi. Begitulah apa yang dipikirkan Bell saat ini. Dia hanya mengeong di atas sana.
"Ah! Sial! Bagaimana kamu bisa ada di sana?" Mu Hongzhi kebingungan. Dia tidak bisa mengejarnya ke atas akar putih. Dia bukan binatang kecil seperti Bell.