Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tentang Pensiunan Kaisar


__ADS_3

"LORONG WAKTU?" Mu Xianzhai tampaknya mengernyitkan dahi di balik topeng peraknya. Terdiam untuk sementara waktu. Dia tampaknya tidak pernah mengingat di mana kakeknya menceritakan hal-hal aneh seperti itu.


Namun ... Dia ingat, ketika masih kecil, kakeknya selalu bercerita tentang gedung-gedung tinggi. Sama seperti yang dikatakan oleh Li Chang Su setelah menceritakan identitasnya dari masa depan.


Tapi penjabarannya sedikit berbeda. Mungkinkah kakeknya memiliki hubungan dengan masa depan?


Saat hal ini dikira memungkinkan, ekspresi Mu Xianzhai sedikit tidak nyaman. Dia senang jika suatu hari bisa menemukan kakeknya. Namun di sisi lain dia juga khawatir jika Li Chang Su akan kembali ke masa depan dan meninggalkannya.


Dia memeluk gadis itu dengan erat. Tanpa sadar, sedikit membuat luka di punggungnya berdenyut sakit. Tapi meski begitu, dia tidak peduli. Apapun yang terjadi, dia tidak bisa kehilangan gadis ini.


“Su’er, jika lorong waktu itu ada, apakah kamu akan kembali ke masa depan?” Tanyanya.


Gadis itu mengerutkan kening. Kembali ke zaman modern? Ini memang bagus. Tapi kenapa nada bicara Mu Xianzhai dipenuhi dengan rasa kesepian?


Dia terdiam untuk sementara waktu dan tidak tahu harus menjawab bagaimana. Jika itu memungkinkan kembali ke zaman modern, mungkin sudah memiliki banyak perubahan. Dia kini berusia lima belas tahun. Semuanya tidak akan sama lagi.


Mungkin di masa itu juga, dia sudah tidak ada atau tidak memiliki riwayat hidup. Seolah-olah hidupnya tidak pernah ada.


“Bagaimana jika aku kembali ke zaman modern, maukah kamu mengikutiku?” Kali ini dia ingin bertaruh.


“Di mana pun Su’er berada, aku akan selalu da di sana,” hal ini Mu Xianzhai sudah pasti akan mengikuti ke manapun Li Chang Su pergi.


“Tapi kamu adalah seorang pangeran. Bukankah itu berarti kamu akan melepaskan statusmu sebagai anak kaisar dan juga kehilangan gelar raja perang?”


Mu Xianzhai mendengus, “Apa gunanya kedua identitas itu jika tidak ada Su’er di sampingnya? Aku hanya akan menjadi pria kesepian. Su’er, berjanjilah. Apapun yang terjadi, jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku. Jika kamu mau pergi, bawalah aku bersamamu, culik aku dan perlakukan aku sebagai suamimu.”

__ADS_1


“....”


Gadis itu sedikit tertegun dengan apa yang dikatakannya, namun tidak merespon sama sekali. Dia memilih untuk tidur.


Setelah perjalanan hampir memakan waktu seperempat jam, kereta kuda berhenti di gerbang Istana Janda Permaisuri. Mu Xianzhai membangunkannya untuk bersiap-siap. Tapi tidak perlu terburu-buru.


Walaupun Li Chang Su masih mengantuk, dia tetap menyegarkan dirinya dan keluar untuk menyapa angin dingin. Penjaga gerbang membuka pintu dan dua orang pelayan telah menyambutnya. Keduanya diantarkan ke tempat di mana janda permaisuri beristirahat hari ini.


Di ruang istirahat, janda permaisuri terbatuk kecil dan meminta dibuatkan teh. Anglo di ujung ruangan membuat suasana menjadi lebih hangat. Beberapa pelayan mulai pergi ketika melihat Li Chang Su dan Mu Xianzhai datang. Janda permaisuri tersenyum dan meminta keduanya duduk.


“Seharusnya hari ini kalian tidak perlu datang ke istana. Malam tadi pasti melelahkan. Nenek tidak pergi memaksakan kalian untuk datang,” janda permaisuri mengatakan beberapa hal baik untuk disampaikan.


Baik Mu Xianzhai maupun Li Chang Su sedikit kaku ketika membahas malam pernikahan. Karena apa yang terjadi semalam sebenarnya tidak pernah diharapkan oleh siapapun. Jika janda permaisuri tahu jika semalam pembunuh bayaran datang dan Mu Xianzhai terluka, kesehatannya pasti akan memburuk.


“Nenek, sebenarnya kami datang untuk meminta sesuatu,” kata Li Chang Su mengutarakan maksud tujuannya.


“Bisakah aku melihat lukisan tentang pensiunan kaisar?”


Janda permaisuri tidak tahu kenapa Li Chang Su tiba-tiba ingin melihat lukisan tentang suaminya, “Apakah da sesuatu yang Su’er ketahui?”


Gadis itu melirik Mu Xianzhai, meminta penjelasan tentang ini. Lihatlah, bahkan jika istrinya kuat dan berani, bantuannya masih dibutuhkan. Mu Xianzhai pun mulai menjelaskan tentang adanya kemungkinan pensiunan kaisar pergi untuk memburu banyak raja mutasi. Serta beberapa hal lainnya yang harus dikonfirmasi.


Janda permaisuri sedikit bernostalgia tentang pensiunan kaisar yang juga pernah menceritakan banyak sesuatu tentang benda-benda atau tempat yang tidak ada di Negara Bingshui. Atau mungkin juga di negara lain.


Ini meyakinkan Li Chang Su jika pensiunan kaisar pernah ke zaman modern untuk menetap dan mempelajari banyak hal tentang sejarah. Semakin ini dipikirkan, dai sedikit gugup.

__ADS_1


“Nenek, bisakah aku melihat lukisan tentang kakek?”


“Tentu saja boleh. Ayo, kita akan pergi ke ruang kerjanya.”


Janda permaisuri berjalan perlahan menuju ke ruang kerja, memimpin keduanya. Namun para pelayan khawatir jika janda permaisuri mengalami kecelakaan, jadi selalu mengawalnya dengan baik. Ruang kerja pensiunan kaisar sudah lama tidak wanita tua itu kunjungi. Dan kini, ketika berdiri di depan pintunya, sedikit bersedih.


Setelah memutar kunci dan membuka pintunya, ada sedikit derit yang terdengar. Ini masih menggunakan sistem pintu geser, namun memiliki kunci khusus untuk membukanya. Selain kasiar, hanya janda permaisuri saja yang tahu kuncinya.


Di dalamnya cukup gelap hingga pelayan langsung menyalakan lentera sebagai penerangan. Ada sedikit debu yang tertingal. Semuanya benar-benar tidak tersentuh. Janda permaisuri menghela napas. Membayangkan jika pensiunan kaisar selalu duduk di sini dan menyambutnya ketika datang. Wajah pria tua yang dulu tidak pernah dia cintai sejak masih muda, sebenarnya sangat berkesan.


“Nenek ...,” Mu Xianzhai ingin membiarkan neneknya kembali jika tidak bisa lama di sini. Namun janda permaisuri menggelengkan kepalanya dengan lembut. Perasaannya baik-baik saja.


“Dia selalu di sini dan menceritakan banyak hal pada Nenek. Kemduian dia akan pergi lagi selama sebulan dan kembali dengan sesuatu yang enak untuk dimakan. Bahkan, kadang memberiku perhiasan,” janda permaisuri berjalan menuju ke salah satu rak buku kuno. Lalu mengambil salah satu kotak yang ada di meja samping.


Kotak itu terbuat dari kayu yang kokoh sehingga tidak akan mudah dimakan usia. Di dalamnya ada sebuah kertas aneh dan juga beberapa barang yang disebut pena. Li chang Su mengamatinya dan lagi-lagi hatinya mengalami kejutan.


“Ini adalah alat menulis di tempatku berada. Sekarang aku yakin jik pensiunan kaisar pernah datang ke zaman mdoern,” Li Chang Su sudah menetapkan pikirannya. Pasti tidak akan salah lagi.


Bagi janda permaisuri, ini merupakan informasi yang asing. Zaman modern apa?


Namun sebelum bertanya tentang tu, janda permaisuri memperlihatkan gulungan lukisan tentang pensiunan kasiar. Lukisan itu setidaknya tidak terlalu besar atau pun kecil. Ketika sosok dalam lukisan jatuh ke mata Li Chang Su, tubuhnya gemetar dan menunjuknya dengan antusias.


Baik Mu Xianzhai maupun janda permaisuri tidak mengharapkan jika reaksi Li Chang Su akan sebesar itu. Dan Mu xianzhai mengharapkan jika Li Chang Su mengenal kakeknya di zaman modern.


“Su’er, apakah kamu mengenal kakek?” tanyanya.

__ADS_1


Gadis itu mundur perlahan dan sedikit linglung. Ini ... Bagaimana ini mungkin? Bagaimana itu adalah dia?


“Sebenarnya ...,” Suara gadis itu sedikit tercekat.


__ADS_2