
BAYANGAN NAGA perak di belakang Mu Xianzhai seperti sedang menatap kucing mutasi dewa. Sepasang mata merah menyala itu terlihat begitu menyeramkan. Bukan hanya itu saja, bayangan naga perak bergerak sedikit untuk sejajar dengan kepala Mu Xianzhai. Sosok besarnya itu terlihat begitu agung.
Dengan santai, Mu Xianzhai menyentuh bayangan naga perak. Terlihat begitu menggemaskan. Seperti binatang peliharaan.
"Hah! Nak, kenapa memanggilku untuk kucing kecil berbulu emas ini? Dia tidak akan membuatku kenyang. Vitalitasnya tidak sebaik manusia. Tidak mau makan." Bayangan naga perak itu tanpa diduga bisa berbicara.
Sungguh, naga perak sejati!
"...." Kucing mutasi dewa ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Dia salah apa selama ini hingga bertemu dengan naga perak yang melegenda.
Dia hanya binatang mutasi tingkat dewa. Tentu saja lebih rendah berkali-kali lipat dari binatang roh dalam legenda. Jangankan mencakar, sebelum bernapas saja, dia mungkin sudah dipanggang oleh api naga.
Mu Xianzhai terkekeh sebentar setelah menggoda bayangan naga perak. "Aku tahu. Tapi dia menyakiti Su'er. Aku kesal karena mata istriku sekarang bermasalah. Salahkan kucing ini."
"...." Kucing mutasi dewa sedang dilaporkan pada leluhur binatang.
"Setelah kamu bisa memanggilku, hanya melaporkan hal-hal kecil seperti ini? Pemilik, kamu lebih buruk dari kakekmu! Jika istrimu terluka karena kucing ini, bunuh saja. Aku tidak kekurangan binatang mutasi tingkat dewa dari golongan cahaya di dunia ini. Masih banyak yang bisa berguna untuk melawan ilmu kegelapan!"
Bayangan naga perak mendengus dan segera menghilang dari pandangan. Mengganggu tidurnya saja.
"...."
Kucing mutasi dewa menggigil. Kini tidak berani untuk menyerang Mu Xianzhai sedikit pun. Diam-diam dia ingin mencari lubang untuk bersembunyi. Bahkan setelah bayangan naga perak sejati pergi, dia seperti masih bisa melihat kematian sedang menantinya.
Jika menyakiti istri pemilik gelang naga perak itu, maka mati saja. Apa masalahnya. Hidup dan mati terasa sepele di mata naga perak sejati. Kali ini, kucing mutasi dewa menatap Mu Xianzhai dengan penyembahan.
"Tidak ... Tidak ... Manusia ... Pemilik ... Pemilik naga perak, aku hanya bercanda. Aku bisa menyembuhkan mata istrimu. Bawa saja dia ke sini dan aku akan menyembuhkannya seperti sedia kala. Tanpa ada sedikit kesalahan. Aku berjanji. Aku tidak bohong. Tolong jangan bunuh aku ... Karena aku belum .... belum pernah makan ikan lagi."
Kucing mutasi dewa itu memohon dan sedikit merengek. Dia teringat dengan rasa ikan yang enak. Tentu saja, sebagai kucing yang menyukai ikan, ia rindu dengan makanan ini.
"...." Sudut mulut pria itu berkedut. Sungguh jiwa kucing sejati.
Sebelum Mu Xianzhai menanggapinya, ia merasakan kehadiran seseorang di dekat pintu batu.
__ADS_1
"Mu Xianzhai ... Apakah kamu di sini? Kenapa kamu lama sekali? Apa yang kamu lakukan? Bukankah aku sudah berkata untuk tidak impulsif pada makhluk itu? Aku ingin mencari penyebab semua tumbuhan di atas itu menjadi putih."
Saat suara Li Chang Su terdengar, Mu Xianzhai hampir saja lupa jika dia terlalu lama di sini. Dia menatap kucing mutasi dewa itu dengan penuh peringatan. Lalu berkata dengan nada rendah.
"Ingat. Jangan katakan apapun tentang pembicaraan kita. Atau tentang naga perak. Atau hidupmu hilang! Katakan saja jika kamu baik hati dan dari golongan cahaya, sehingga ingin membantu!"
Mendengar ancaman itu, kucing mutasi dewa tanpa sadar menganggukkan kepala. Dia pasti berjanji. Selama pria ini pergi dari wilayahnya setelah menyelesaikan urusan, dia berjanji akan menjadi kucing yang lebih baik lagi. Pergi ke luar terowongan bawah tanah untuk mencari ikan.
Mu Xianzhai segera menghampiri Li Chang Su yang berjalan dengan sedikit meraba sekitar. Karena penglihatannya yang sedikit kabur, dia khawatir menabrak sesuatu.
Pria itu merasa sangat tidak berdaya dan segera memeluknya. "Su'er, kenapa ke sini? Aku sebentar lagi akan kembali."
"Aku tahu kamu tidak patuh! Pergi menemui makhluk itu? Apakah kamu terluka?" Li Chang Su menyentuh wajah Mu Xianzhai dan memastikan tidak ada goresan atau darah dari luka.
"Aku baik-baik saja. Hanya sedang meminta sesuatu pada makhluk itu untuk menyembuhkan mata Su'er ..." Dia pun mencium dahinya dan menuntun Li Chang Su masuk ke dalam pintu batu.
"Kupikir kamu akan membunuh makhluk itu. Aku sangat khawatir kamu bertindak terlalu impulsif sebelum mengetahui apa yang terjadi lebih dulu."
"...." Kucing mutasi dewa hanya mengeong rendah. Gadis! Aku hampir mati! Pikirnya.
"...." Inilah yang dikhawatirkan Mu Xianzhai. Istrinya sangat antusias terhadap sesuatu yang berbulu.
Tak berapa lama, Mu Hongzhi datang sambil memeluk kelinci mutasi. Dan He Ze berada di atas kepalanya. Dia terlihat seperti seorang pengasuh binatang.
Tadi Li Chang Su sangat bersikeras untuk mencari Mu Xianzhai. Curiga jika pria itu datang untuk membunuh binatang mutasi yang ada di dalam pintu batu. Dan benar saja, saat ini, sepupunya ada di ruang pintu batu.
"Sepupu, bagaimana kamu bisa di sini?" tanyanya pura-pura tidak tahu sebelumnya.
"Hanya lewat."
"...." Itu jawaban yang polos.
"Selamat datang di terowongan bawah tanah Hutan Putih. Aku adalah kucing mutasi dewa ... panggil saja seperti itu karena tidak memiliki nama. Maaf, tempat ini sedikit berantakan. Maklum, tidak pernah ada manusia yang datang ke sini setelah sekian lama."
__ADS_1
"...." Mu Hongzhi hampir pingsan oleh keramahan kucing mutasi dewa.
"...." Xue Zi dan He Ze langsung curiga. Menatap binatang mutasi dewa itu dengan mata menyipit.
Adapun yang ditatap, itu pura-pura tidak tahu dan berkedip polos pada mereka. Ayolah, dia masih sayang nyawa. Merendahkan harga dirinya untuk menyambut tamu tak diundang itu lebih baik daripada mati.
Bahkan Li Chang Su sendiri sedikit tidak menduga hal ini. "Mu Xianzhai .... Kamu tidak mengancamnya kan?"
"Tidak. Kucing mutasi dewa ini sangat baik. Dia juga dari golongan cahaya. Apakah Su'er tidak percaya?"
Gadis itu mengerucutkan bibirnya sementara. "Bukannya tidak percaya, tapi kamu telah mengancam para binatang mutasi raja golongan cahaya sebelumnya. Apalagi yang satu ini. Tampaknya bukan masalah bagimu?"
Li Chang Su mulai terbiasa dengan kekuatan aneh Mu Xianzhai. Bisa menekan mental para binatang mutasi cahaya dan membuat mereka patuh. Bahkan dia curiga jika ini ada hubungannya dengan gelang naga perak. Secara, setelah Mu Xianzhai bisa mengenali gelang naga perak dengan baik, beberapa hal mulai terlihat.
Misalnya, Mu Xianzhai yang mengalahkan lawan hanya dengan beberapa pukulan kosong. Ataupun seni pedang yang bisa mematahkan semangat musuh. Sebagai raja perang, pasti tidaklah mudah untuk segera mendapatkan gelar dewa perang (tak terkalahkan) di masa depan.
Mu Xianzhai terbatuk ringan ketika istrinya memberi kecurigaan. Dia pun terkekeh lagi dan memeluknya. "Selalu ada cara untuk menjatuhkan musuh. Tapi kucing mutasi dewa ini bukan musuh. Dia berasal dari golongan cahaya juga."
"Oh, halo ... manusia. Aku telah berbicara dengan suamimu. Sungguh, tadi itu tidak sengaja. Oleh karena itu, aku akan menyembuhkannya kembali matamu dan memulihkan penglihatan mata dewa." Kucing mutasi dewa itu bersikap baik dan duduk nyaman.
"Kamu ternyata tahu tentang mata dewa. Tapi, bisakah kamu melakukannya?" Li Chang Su terkejut. Ada binatang mutasi yang bisa melakukan hal itu?
"Tentu saja."
Tanpa diduga, Mu Hongzhi juga langsung bicara. "Sepupu ipar, kata binatang mutasi itu sangat kuat. Aku juga baru saja mengadopsi kuda putih mutasi raja. Dia memberikan tanduknya padaku untuk obat."
Dia ingin berkata jika kuda putih mutasi itu menyogoknya dengan tanduk.
Li Chang Su jelas tidak menduga hal ini. Kucing mutasi dewa itu pun menjelaskan jika para binatang mutasi di tingkat raja ke atas, bisa melakukan apapun, memiliki kemampuan dan juga kekuatan yang cukup besar.
Termasuk dirinya. Dia memiliki kemampuan menyembuhkan segala tumbuhan ataupun binatang mutasi yang terluka. Jadi tidak heran jika ada sekelompok orang yang mencoba untuk mengurungnya demi tujuan pribadi. Memintanya untuk menjadi seorang penyembuh.
Li Chang Su menatap kucing mutasi dewa yang terlihat samar-samar di matanya. "Kalau begitu, maukah kamu jadi binatang peliharaanku? Yakinlah, akan ada banyak ikan untukmu." bujuknya.
__ADS_1
Segera, kucing mutasi dewa itu meremangkan semua bulunya. Setelah melihat Mu Xianzhai yang kini berwajah gelap, dia ingin pingsan. Dia tidak akan berani bahkan jika ikan menumpuk di depannya.