
GADIS ITU MENATAP sekitar dan menunjuk ke satu sisi. Kelinci mutasi itu juga sama-sama menatap ke arah yang sama. Mu Xianzhai tidak lagi memikirkan tentang pernikahan, tapi mempertajam pendengarannya untuk mengetahui apa yang ada di sana.
Li Chang Su sudah menggunakan kemampuan mata dewa untuk menembus ke lapisan gelap. Dia hanya melihat makhluk tinggi besar dengan geraman yang membuat bulu kuduk merinding. Mu Hongzhi awalnya cukup bodoh untuk membuat keributan. Tapi dia juga seorang prajurit, tahu waktu mana untuk bercanda dan serius.
Seekor tupai putih melompat dari satu pohon ke pohon lain untuk menghampiri Li Chang Su. Bahkan dengan tidak sopannya mendarat di atas kepala para penjaga gelap. Dengan satu kali lompatan, dia berada di atas bahu Li Chang Su. Mu Xianzhai tidak suka dan menyingkirkan makhluk berbulu putih kecil itu untuk menghindar dari Su'er nya.
He Ze ingin menjerit. Jika Mu Hongzhi tidak ada di sini, dia sudah berteriak untuk meminta maaf pada leluhur. Sayangnya Mu Xianzhai tidak peduli dan memperhatikan tempat yang dicurigai oleh Li Chang Su.
He Ze berpura-pura kembali ke tenda. Padahal sebenarnya memasuki ruang artefak dan berkata pada Li Chang Su jika binatang mutasi raksasa sedang ada di sekitar hutan. Seekor singa jantan mutasi aneh.
"Singa jantan mutasi," kata Li Chang Su setelah mendapatkan informasi dari He Ze.
"Singa Mutasi? Ini sepertinya buruk?" Tanya Mu Hongzhi.
"Lebih dari itu," kali ini Mu Xianzhai juga cukup memahami masalahnya.
Malam ini mereka ditakdirkan untuk tidak tidur nyenyak. Kelinci mutasi saja sedikit waspada ke arah di mana singa mutasi itu berada. Walau jaraknya masih jauh, kelinci mutasi merasakan kekuatan dari makhluk itu.
Li Chang Su membawa kelinci itu dalam pelukan dan mengelus bulu-bulunya yang meremang. Makhluk itu pun mengebor ke pelukannya setelah melihat tatapan Mu Xianzhai di balik topeng itu jatuh pada tubuhnya. Sebenarnya dia mengejek pria itu, dengan pantatnya.
Tidak ada yang benar-benar memperhatikan gerakan kecil Mu Xianzhai dan perasaan tidak senangnya pada makhluk bertelinga panjang itu. Tapi untuk sementara ini, dia masih bisa menahan amarahnya. Lagi pula, itu hanya kelinci mutasi yang jelek.
"Sepupu ipar, haruskah kita memeriksanya?" Tanya Mu Hongzhi penasaran.
Sebelum Li Chang Su menjawab, Mu Xianzhai sudah lebih dulu menyelanya, "Jika kamu tidak ingin cari masalah, maka diam saja."
"Tapi aku penasaran dengan bentuknya," Mu Hongzhi tahu ini berbahaya, jadi tidak ingin memaksa, "apakah makhluk itu akan datang ke arah kita?"
"Kurasa tidak. Itu mungkin wilayah kekuasaannya. Menjauh dari tempat itu sudah baik. Besok kita cari jalan lain," gadis itu menggelengkan kepalanya dan sedikit santai. Setidaknya makhluk itu hanya memperhatikan dari jauh.
Setelah makan malam, api unggun sengaja dipadamkan dan ketiganya masuk ke tenda masing-masing. Li Chang Su terpaksa harus berbagi tempat dengan Mu Xianzhai dan memberi pria itu garis pembatas. Jika sampai melewati garis pembatas yang dibuat, maka dia akan menendangnya keluar dari tenda.
Seberapa enggannya Mu Xianzhai, masih tersenyum pahit. Li Chang Su menjaga jarak darinya. Dengan tenda yang lumayan luas ini, keduanya tidak perlu saling berdempetan atau memiliki ketidaksengajaan untuk mendekati.
__ADS_1
Di luar, salju turun lagi. Membuat hawa menjadi dingin. Untungnya, ketiganya memakai jubah hangat yang mampu menahan hawa dingin malam hari. Li Chang Su juga terbalut jubah berbulu rubah yang dibelikan Mu Xianzhai, sehingga tidurnya lebih nyenyak.
Ketika semua orang tidur, kelinci mutasi yang awalnya ada di dalam tempat tidur keranjang rotan pun menyembulkan kepala dengan hidung berkedut. Melihat keadaan gelap gulita, sosok putih kecil itu diam-diam menyelinap keluar. He Ze yang ada di ruang artefak penasaran dengan apa yang ingin dilakukannya, jadi segera pergi mengikuti tanpa sepengetahuan Li Chang Su.
Kelinci putih mutasi itu berlari cukup cepat ke sisi lain hutan dan mengubah tubuhnya menjadi besar. Tanpa diduga, makhluk itu berubah menjadi buas dan mengayunkan kaki depannya yang berkuku tajam, mencakar singa jantan mutasi yang tengah beristirahat.
"Raja kelinci, berani memasuki wilayah ku!" Singa jantan mutasi itu menggeram dan menunjukkan deretan gigi tajam yang bersih. Seakan-akan tidak pernah memakan daging mentah.
Jika Li Chang Su ada di sini, dia akan terkejut dengan pemandangan dua makhluk mutasi yang mampu bicara. Mungkin juga akan menganggap mereka sebagai makhluk jadi-jadian dari planet tak dikenal.
Di dunia yang dibagi menjadi beberapa negara ini, gelombang binatang mutasi selalu meningkat setiap tahunnya. Dan selalu ada yang berevolusi secara raga atau kecerdasan. Jelas bahwa singa jantan mutasi itu bicara seperti layaknya manusia. Begitu pula kelinci mutasi.
"Kamu menakuti gadis itu!" Kelinci mutasi itu membuat posisi siap bertarung, menggerakkan ekor pendeknya yang lucu.
"Manusia? Oh, apakah kamu bersama tiga manusia itu?" Ejeknya.
Singa jantan tahu ada manusia di dekat wilayah tempat tidurnya dan sedikit marah. Tapi merasakan kehadiran raja kelinci, niatnya diurungkan untuk bertarung. Siapa yang tahu jika kelinci mutasi ini akan mengasihani manusia.
Singa jantan mutasi itu tidak peduli dengan perhatian kelinci mutasi atau kemarahannya, hanya duduk rebahan kembali untuk tidur. Kelinci mutasi itu tidak tergoda untuk membunuh manusia. Apalagi jika Li Chang Su memiliki kalung yang mampu menenangkannya.
Setelah memastikan jika singa jantan mutasi tidak memiliki niat untuk mengincar Li Chang Su, dia mengubah tubuhnya menjadi kelinci biasa dan berlari menuju tenda. Di atas pohon, dia tidak tahu jika He Ze sudah memperhatikan dengan ekspresi yang mengejutkan.
Binatang mutasi yang mampu bicara, ini langka. Tampaknya sejarah benar-benar berubah dengan cepat. Dia segera menghilang dari sana dan memasuki ruang artefak. Malam ini, dia harus mencari tahu alasan kenapa mereka mampu bicara seperti layaknya binatang roh ilahi.
Tidak terasa, malam terus berjalan ....
Li Chang Su merasa sangat hangat dan begitu nyaman untuk tertidur lebih lama. Tapi rasanya aroma cendana yang cukup kuat tercium. Dia juga merasakan jika sesuatu yang dipeluknya ini memiliki suhu hangat yang aneh. Ketika terbangun, dia mendapati tubuhnya ada di pelukan pria itu, mengebor ke dalam selimut.
Tanpa sadar, dia menjauh dan menatap tak percaya pada apa yang dilakukannya.
"Bangun? Apakah tidurmu kurang nyaman? Ini masih dini hari, tidurlah lagi," kata pria itu dengan nada yang arogan dan seringaian aneh.
Li Chang Su menatap tajam ke arah Mu Xianzhai yang melanggar perjanjian semalam, "Bukankah aku sudah berkata untuk tidak melanggar garis pembatas?"
__ADS_1
Dia jelas ingat jika semalam sengaja meminta Mu Xianzhai untuk ingat jika garis pembatas itu hanya ditunjukkan tanpa digambar. Karena ia tidak mau mencoret kasur lantai. Tapi siapa yang tahu jika pria ini sangat berani dan tidak mau mematuhinya. Apakah berpikir jika dia mudah dibujuk ketika kesal?
Maka Mu Xianzhai salah mengerti. Tapi melihat senyum Mu Xianzhai yang tidak berubah, dia agak bingung. Pria itu hanya berbaring menyamping dan menopang kepala, menatap dirinya sedang memarahi.
"Mu Xianzhai, kamu ...."
"Su'er yang melanggar garis. Di mana aku pindah? Ini adalah wilayah ku tidur," akhirnya Mu Xianzhai untuk menggodanya lagi dan terkekeh.
"Apa ... Apa katamu?"
Gadis itu terkejut dan menoleh ke belakang. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Dia tidak menyangka jika Mu Xianzhai akan tersenyum karena ini. Pria itu ternyata tidak salah atau melanggar batas, tapi dia sendiri yang tidur seperti cacing kepanasan. Apakah posisi tidurnya sangat jelek dan membuat Mu Xianzhai enggan untuk memeluknya?
Setelah wajahnya memerah, dia masih menuduh Mu Xianzhai karena sengaja memeluknya. Dia memeluknya seperti koala. Belum lagi luka memar di dada pria itu belum sembuh. Hari ini Li Chang Su harus memeriksa memar itu kembali apakah terjadi peradangan atau tidak.
"Kamu ... Kamu," dia menuduh pria itu lagi, "apakah kamu sengaja memindahkan ku?" Tanyanya.
"Su'er, aku adalah orang yang jujur, mana ada hal seperti itu," Mu Xianzhai mengambil duduk dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya.
Li Chang Su tidak siap untuk menerima reaksi tiba-tiba itu dan hanya terjatuh ke arahnya. Untung saja dia dengan sigap menghindari memar di dadanya. Pria itu tampak lebih tampan tanpa topeng. Bahkan baru bangun tidur saja sudah memiliki wajah segar seperti itu.
Dia gugup dan wajahnya memerah. Kali ini, kenapa dia merasa jantungnya berdegup kencang ketika melihat pria ini? Jelas Mu Xianzhai hanya pria arogan yang perintahnya tidak bisa dibantah.
Bagaimana dia akan hidup di masa depan jika menikahi pria seperti ini. Meski janda permaisuri menceritakan tentang kehidupan Mu Xianzhai di masa lalu, memang cukup pahit.
Tapi dia bukan malaikat dalam hidup seseorang. Tidak mungkin untuk menikah dengan pria ini begitu saja.
"Apa yang kamu lakukan?!" Tanyanya ingin segera melepas diri.
Semakin banyak Li Chang Su bergerak untuk melepaskan diri, pria itu menguatkan pegangannya di pinggang.
"Mu Xianzhai ...," Katanya tidak berdaya.
"Ya ...," Pria itu seperti kesurupan saat melihatnya dan diam-diam mendekati wajahnya.
__ADS_1