Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tiba di Barak Militer


__ADS_3

"SU'ER ...." Pria itu memanggilnya dengan lembut.


"Ada apa?" Gadis itu mengerutkan kening.


Jarak wajah keduanya tiba-tiba saja begitu dekat, membuat Li Chang Su sedikit sesak napas. Menahan diri untuk tidak menatapnya. Pria ini memiliki pesona yang tidak bisa ditolak. Tapi tidak tahu mau terus terjerat oleh ketampanannya.


Hingga, satu ciuman jatuh di dahinya. Gadis itu tertegun.


Tidak tahu berapa lama dia sedikit linglung, Mu Xianzhai sudah memotong satu rebung. Lalu menemukan rebung lain. Setelah pulih dari kecanggungan yang tidak terkatakan, Li Chang Su juga pergi ke beberapa tempat terdekat, mencabut beberapa jamur yang tumbuh di musim dingin.


Mu Xianzhai tidak tahu banyak tentang jenis jamur. Orang-orang di zaman kuno selalu takut dengan jamur liar. Khawatir beracun. Sebenarnya, jamur yang diambil Li Chang Su juga tidak pernah mau dipanen masyarakat sekitar. Di barak militer saja, para prajurit dan juru masak tidak pernah mau mengambilnya.


Melihya gadis itu mengambil banyak jamur, Mu Xianzhai penasaran. Apakah itu beracun atau tidak.


"Ini tidak beracun. Dan suka tumbuh di bawah pohon tertentu. Sebenarnya ini cukup banyak di musim dingin. Tidak banyak tumbuhan atau sesuatu yang tumbuh di musim dingin. Tapi jika tidak ada makanannya lain, hal-hal seperti ini bisa jadi alternatif," Li Chang Su menjelaskan.


Musim dingin ini bisa dibilang sebagai musim di mana beberapa jenis tumbuhan langka muncul. Beberapa bunga herbal juga sering ditemukan. Li Chang Su sadar jika di zaman modern ini, banyak tumbuhan langka yang masih belum punah.


Dia sangat bersemangat ketika memikirkan ini. Mungkin jika dia menemukannya, bisa dibudidayakan. Mu Xianzhai tidak tahu tentang pikiran kecil istrinya, dia hanya memperhatikan jamur itu. Lalu teringat dengan beberapa jamur yang pernah ditemukannya di barak militer. Tidak tahu apakah itu bisa dimakan atau tidak.


Setelah memanen jamur dan rebung, keduanya kembali. Mu Hongzhi sudah mematikan api unggun dan memberi kelinci mutasi itu wortel. Dia takut Xue Zi masih lapar, jadi memberi banyak wortel untuk di makan. Bahkan menyediakan sekeranjang penuh.


"Kamu memberi Xue Zi banyak wortel?" tanya gadis itu sedikit heran.


"Ya. Aku khawatir dia belum kenyang dan memiliki pemikiran untuk memakan orang. Jadi sedikan wortel untuk dia makan saat lapar." Mu Hongzhi sedikit berduka. Semoga saja saat di kereta nanti, kelinci putih gemuk itu akan kenyang.


"...." Li Chang Su merasa bahwa pria itu berlebihan. Xue Zi tidak mungkin makan orang. Atau dia sendiri akan membuat kelinci bakar.


"Perasaan, aku pernah memberi tahumu tentang kelinci ini." Akhirnya Li Chang Su mengerutkan kening dan menyerahkan keranjang berisi jamur dan rebung itu pada Mu Xianzhai.


"Sepertinya aku lupa." Mu Hongzhi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"...." Kalau begitu itu bukan salahnya lagi. Pikir Li Chang Su.


Setelah menyelesaikan semua hal di sini, mereka kembali ke kereta untuk melanjutkan perjalanan. Embusan angin yang dingin mulai terasa. Mu Xianzhai menutup tirai jendela kereta agar terhindar dari angin dingin. Lalu membuat anglo tetap menghangatkan ruangan.


Untuk menghilangkan kebosanan, Li Chang Su mulai membersihkan jamur. Kemudian mengeluarkan buku menu masakan. Aneka hidangan jamur dan juga rebung. Cukup lengkap.


Mu Xianzhai sudah tidak sabar menunggu siang hari untuk membiarkan istrinya memasak jamur dan juga rebung.


"Apakah situasi di barak militer tidak buruk?"


Li Chang Su bertanya, baru saja menyelesaikan pilihan di hatinya. Beberapa olahan jamur dan juga rebung tampaknya enak. Mu Xianzhai alergi pedas yang berlebihan serta daun bawang. Maka singkirkan dua bahan yang itu.


"Tidak terlalu. Jika itu huruk, Hongzhi tidak akan di ibu kota selama periode ini."


"Aku yakin jika di bawah kita ini ada terowongan. Mungkin juga terhubung dengan barak militer ....."


"Su'er benar. Setelah tiba di barak militer, kita tidak akan langsung pergi meninggalkan benteng perbatasan. Aku harus menyelesaikan beberapa hal dulu. Kuharap Su'er tidak keberatan." Mu Xianzhai merangkulnya, membiarkan gadis itu bersandar di dada kokohnya.


Setelah memikirkannya, Li Chang Su hanya bisa berkompromi. Lagi pula mereka akan pergi tidak lebih dari satu bulan. Setidaknya sebelum musim semi benar-benar datang. Ada pesta bunga yang selalu diadakan oleh kekaisaran. Semua tamu bisa hadir, terutama gadis-gadis muda dan juga para bangsawan pria.


Tenda yang familiar, ia bisa memasukinya lagi setelah satu tahun lamanya. Mu Xianzhai juga memiliki beberapa kenangan di sini. Hanya memeluk istrinya. Para jenderal datang dan menyapa keduanya. Memanggil Li Chang Su dengan sebuah 'putri'.


Ketika Mu Xianzhai pergi untuk mendiskusikan militer, Li Chang Su benar-benar diseret untuk ikut menyuarakan pendapat.


"Su'er selalu memiliki banyak ide. Beri aku ide?" Pria itu meraih tangannya untuk membawa dia pergi.


"Apa? Ide? Aku bisa memberimu ide, tapi tidak berdiskusi bersama. Aku bisa memberi tahumu, tapi tidak pada orang lain." Gadis itu enggan.


"Bukankah kamu seorang prajurit?"


"....." Ya, dia memang seorang prajurit khusus wanita di zaman modern. Tapi dalam perundingan pertempuran di zaman ini berbeda.

__ADS_1


Tidak ada senjata api, meriam atau lain sebagainya. Hanya menggunakan pedang, tombak dan mungkin panah. Di mana dia bisa menanam ranjau atau melemparkan granat.


Bukankah jika dia mengeluarkan semua itu, orang-orang akan mengira dia utusan langit? Menentang Tuhan? Atau disangka penyihir.


Orang-orang di zaman kuno kadang masih percaya yang namanya takhayul. Jika di luar nalar mereka, dianggap sebagai ilmu sesat. Padahal sebenarnya itu merupakan metode modern, atau penemuan ilmiah.


"Su'er menolak?" Mu Xianzhai menaikkan sebelah alisnya


"Kenapa aku harus setuju?" Wajah gadis itu sedikit masam. "Apa kamu yakin ingin aku berpartisipasi dalam diskusi ini? Mu Xianzhai, apakah kamu gila?" Li Chang Su enggan untuk pergi. Hampir tidak ingin melangkah. Sampai akhirnya, pria itu memanggulnya.


"Ah ...! Kamu ... Kamu turunkan aku! Mu Xianzhai, turunkan aku!" Li Chang Su berusaha untuk melepas diri. Tapi pria ini sangat pemaksa.


"Karena Su'er tidak mau, aku hanya bisa berkompromi." Mu Xianzhai tersenyum misterius.


Li Chang Su mungkin berpikir jika dia akan dibawa ke tenda rapat. Tapi sebenarnya hanya menjatuhkan dia di ranjang sederhana. Mu Xianzhai bisa menekannya kapan saja. Tapi setelah menatapnya cukup lama, pria itu hanya berbaring menyamping sambil memeluknya.


"...." Li Chang Su tertegun. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan pria ini.


"Su'er tidak pergi. Aku juga tidak. Di sini saja, habiskan waktu kita."


"...." Li Chang Su mendengar nada membujuk yang ekstrim.


Sebelum dia berbicara, Mu Hongzhi sudah memanggil dari luar tenda. Memintanya untuk pergi berdiskusi. Namun Mu Xianzhai sama sekali tidak menanggapinya. Hal ini membuat Li Chang Su merasa jika Mu Xianzhai sama sekali tidak akan pergi untuk diskusi.


"Kamu benar-benar tidak akan pergi?" Gadis itu mencoba melepaskan tangan Mu Xianzhai yang melingkar di pinggangnya.


"Tidak. Su'er juga tidak pergi."


"...."


Suara Mu Hongzhi yang mendesak di luar pun membuat Li Chang Su menggertakkan gigi. Dia tidak menyangka bahwa hal seperti ini akan membuat keputusannya berubah. Setelah dia memberikan hatinya pada Mu Xianzhai, ternyata sifat pria itu semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


"Apa Su'er baik-baik saja? Jika Hongzhi membuatmu terganggu, aku akan meminta orang menendangnya." Mu Xianzhai berpura-pura tidak merasakan suasa hati Li Chang Su yang kesal. Hanya diam-diam tersenyum. Membujuk istri itu sulit, maka tidak perlu pergi. Biarkan membujuknya kembali.


Wajah Li Chang Su tiba-tiba menghitam. Mu Xianzhai ini, apa sengaja menentang kesabarannya?


__ADS_2