Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kebangkitan Naga Perak (2)


__ADS_3

DI PEGUNUNGAN dewa.


Jiwa Hei Long yang terkurung dalam array penyegel pun membuka mata merah menyalanya dan terbang ke langit. Sayangnya makhluk itu hanya menabrak array dan meraung tidak sabar, penuh kemarahan.


Hei Long merasakan napas naga perak mulai terbentuk di satu titik yang membuatnya sangat marah.


“Yin Long!” geramnya terus membenturkan diri ke array penyegel.


Dia sudah menunggu di sini selama tiga tahun lamanya, mencoba untuk memecahkan segel langit yang membelenggu tubuh aslinya di inti pegunungan dewa.


Tak jauh dari sana, seorang pria berpakaian putih muncul. Ekspresinya tenang, melihat jiwa naga hitam itu terus membenturkan diri ke array. Setelah penantian yang panjang, Wen Lao jelas sedikit lega sekaligus khawatir.


“Jangan sia-sia kan usahamu,” katanya agak serak. Dia terbatuk dua kali, mencoba untuk mencari perhatian naga hitam itu.


Pada akhirnya, jiwa naga hitam itu berbalik dan melihat seorang pria tua berdiri di atas bebatuan besar tak jauh di dalam array penyegel.


Jiwa naga hitam itu langsung menyerang pria tua tersebut tanpa rasa takut sekali pun. Namun sayangnya Wen Lao hanya mengibaskan tangan kirinya dan membuat efek angin kencang, menampar makhluk itu. Sebagai penghuni istana langit, naga hitam di depannya bukanlah masalah besar.


“Jika bukan karena hukum langit dan bumi, aku sudah menghancurkanmu sejak lama. Sayangnya, dunia ini memiliki takdir nya tersendiri, tunggu dan lihat saja waktunya,” kata Wen Lao.


Jiwa naga hitam yang melayang di depan pria itu pun menyipitkan matanya, tidak menyerang lagi.  Dia mengetahui jika pria tua itu bukan manusia milik dunia ini sehingga hanya bisa menunggu sampai waktu itu tiba.


“Pada saat waktu itu tiba, aku akan menguasai dunia manusia.” Jiwa naga hitam itu hanya berkata pelan dan kembali ke tengah lapang pegunungan, meringkuk di sana dan malas untuk bergerak lagi.


Wen Lao yang melihatnya tidak akan membuat ulah pun keluar array penyegelan dan pergi ke sisi lain pegunungan dewa. Salju ada di mana-mana dan cuaca di sekitar pegunungan dewa selalu dingin. Dia melihat ke arah di mana fluktuasi naga perak berada.


“Akhirnya tiba juga,” gumamnya.


“Pak Tua, apakah kami bisa pergi menyusul mereka?” tanya Bell, si kucing berbulu emas keperakan yang muncul entah dari mana.

__ADS_1


“Oh, aku juga merindukan gadis itu. Mungkin aku bisa makan ikan bakar spesialnya lagi.” Orange juga ada di sampingnya.


Wen Lao menyipitkan mata dan menggelengkan kepala.


“Pergilah ke negara Bingshui dan bantu para manusia itu melawan gelombang binatang hitam mutasi. Apakah kalian pikir Hei Long hanya diam saja dalam array penyegel?” cibir pria tua itu.


“...” Membantu manusia? Dua kucing itu saling memandang dan tak mampu membantah. Keselamatan umat manusia memang penting.


“Lalu bagaimana dengan nasib negara lainnya?” tanya gurita putih mutasi yang kini menggelayut di batang pohon mati.


“Binatang mutasi kegelapan tidak akan tertarik pada negara lain. Saat ini negara Bingshui merupakan objek perlindungan nada perak sehingga musuh lebih tertarik datang ke sana. Belum lagi, ada manusia yang bekerja sama dengan Hei Long, jangan sungkan untuk membunuh mereka,” jelas Wen Lao serius.


“Yah, kami mengerti. Apakah kami bisa pergi sekarang?” Orange sudah bersiap.


“Pergilah.”


Pada akhirnya dua kucing mutasi tingkat dewa itu menuruni pegunungan dewa menuju negara Bingshui.


Di sisi Mu Xianzhai saat ini.


Pintu gerbang baja berderit dan bergerak perlahan ke sisi kanan dan kiri seolah-olah telah ditentukan. Ada debu dan pasir halus beterbangan di sekitar gerbang baja yang sudah lama tidak dibuka. Makhluk lava hanya menyaksikan dari kolam lava dan memperhatikan Li Chang Su yang kini berada dalam array pelindung.


“Kapan gadis itu akan bangun?” tanyanya.


“Seharusnya tidak lama setelah naga perak bangkit.” He Ze yang berada dalam wujud manusia pun hanya memegangi sebuah gulungan khusus yang akan digunakan membuka segel naga perak.


Perlahan saat gerbang baja terbuka, ada aura luar biasa dari dalam. Angin yang cukup kencang muncul dan hampir membuat mereka terempas. Mu Xianzhai masih berdiri kokoh, jubah brokatnya berkibar.


Di saat gerbang baja itu terbuka semakin lebar, embusan angin bercampur aura suci semakin kencang. Kali ini Mu Xianzhai menyipitkan mata. Pemandangan di dalam gerbang baja sangat gelap dan tidak tahu apa saja yang akan menyambut mereka.

__ADS_1


Sayangnya sebelum memikirkan bahaya yang akan menimpa mereka, embusan angin yang lebih kencang pun muncul, disertai asap putih dan semburan hawa panas. Mu Xianzhai menghindar dan membungkus dirinya sendiri dengan array pelindung.


Lict dan Mu Hongzhi buru-buru masuk ruang batu sebelumnya dan melindungi diri sendiri. Aura suci yang meledak dari ruang gerbang baja itu terlalu kuat hingga keduanya ingin muntah darah di tempat.


“Tidak heran makhluk lava itu tidak mengizinkan kita untuk berada di tempat, ternyata efeknya benar-benar luar biasa. Aku mungkin akan mati di tempat,” ujar Lict seraya menyeka darah di sudut mulutnya. Dia merasa jika organ dalamnya akan meledak.


Kondisi Mu Hongzhi jauh lebih baik daripada dirinya. “Sepertinya aku juga harus menjadi seorang kultivator,” gumamnya juga menyeka darah di sudut mulutnya.


Lalu suara geraman yang bergantian terdengar dari ruang pintu gerbang baja. Saat embusan angin kencang bercampur asap putih tak berbau itu mereda, puluhan pasang mata merah menyala menyambut mereka.


Mu Xianzhai mengeluarkan pedangnya dan maju sambil menghunuskan pedang, membunuh satu persatu dari binatang mutasi kegelapan yang telah terkurung begitu lama. He Ze hanya diam di tempat tapi menembakkan beberapa energi spiritual untuk membunuh kawanan binatang hitam mutasi yang berhamburan.


“Oh, sungguh menyebalkan. Kenapa kaisar pertama harus mengurung sebagian mereka di sini?! Flare, cepat tutup pintu batu itu!” He Ze berdiri di samping array pelindung yang menyelimuti Li Chang Su dan menatap makhluk lava.


Flare si makhluk lava itu bergerak cepat dan menutup pintu batu ruangan sehingga para binatang hitam mutasi tak akan mampu melarikan diri untuk membuat kekacauan.


“Sekarang kamu ingat namaku,” gumam Flare tidak berdaya.


Setelah pintu batu ditutup, para binatang hitam mutasi yang berlarian seperti anjing gila pun hanya bisa berbalik kembali dan menyerang Mu Xianzhai. Bahkan Mu Hongzhi dan Lict yang awalnya tenang pun harus ikut campur dalam pertempuran.


Flare hanya menggunakan elemen apinya untuk membakar para makhluk kegelapan itu sehingga tak ada satu pun dari gerombolan binatang hitam mutasi mau berurusan dengannya.


Karena jumlah mereka yang terlalu banyak, Flare tidak sabar dan meminta Mu Xianzhai dan yang lainnya berkumpul dalam array pelindung. Lalu dia meledakkan bola api sehingga membakar tempat tersebut.


Banyak binatang mutasi kegelapan yang meraung kesakitan sebelum akhirnya hangus dan menjadi bubuk. Suasananya kini menjadi hening, hanya menyisakan ruang gelap di balik pintu gerbang baja.


Array pelindung yang dibuat Mu Xianzhai pun menghilang. Lict menghela napas, sepertinya dia harus terbiasa dengan ledakan bola api itu di masa depan.


Flare memasang ekspresi sakit hati. “Sayang sekali, makanan yang begitu lezat harus musnah begitu saja. Seandainya aku masih lapar, energi mereka pasti sudah aku cerna,” gumamnya.

__ADS_1


“Jika kamu bisa membunuh mereka dengan mudah, lalu apa gunanya kami bertarung barusan?” tanya Lict merasa tidak berdaya.


__ADS_2