Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tiba Di Istana Bupati, Mu Yishu


__ADS_3

KETIKA Li Chang Su muncul di depannya, batu besar di hati Mu Xianzhai akhirnya terangkat. Dia tak mengatakan apapun dan segera memeluknya dengan erat. Istrinya masih ada di depannya dan tidak pergi ke mana pun. Li Chang Su merasa jika Mu Xianzhai selalu memiliki sesuatu yang tak bisa dikatakan,


Gadis itu mengerutkan kening. “Apakah ada sesuatu? Kenapa tiba-tiba memelukku?” tanyanya penasaran.


“Aku selalu khawatir jika kamu akan meninggalkanku suatu hari nanti, kembali ke zaman modern …”Mu Xianzhai tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya saat ini.


Jika suatu hari istrinya pergi tiba-tiba, dia akan menentang langit dan mencari jalan untuk pergi ke zaman istrinya berada. Lalu hidup bersama dengan bahagia. Jika dia dan istrinya dipisahkan oleh para dewa, dia akan menentang surga dan menghancurkan neraka, lalu menyeberang ke tempat gadis itu berada.


Li Chang Su tahu jika Mu Xianzhai khawatir dia akan pergi suatu hari nanti dan segera memeluknya. “Hei, kalau begitu tanyakanlah pada kakekmu tentang ini.”


“Bukankah Su’er pernah berpikir untuk pergi ke zaman modern?”


Mu Xianzhai melepaskan pelukan dan mencubit kedua pipi istrinya yang berdaging. Li Chang Su memerah dan menggelengkan kepala.


“Aku merasa hidup di zaman ini juga tidak buruk. Belum lagi suami yang tampan dan kekuasaan yang tak ada bandingannya. Oh, hanya saja aku tak bisa melihat dunia hiburan apalagi tempat bermain.” Dia sedikit menyesal dengan kemajuan teknologi di zaman kuno ini.


Pria itu merasa tertekan saat istrinya terlihat begitu sedih saat mengingat kehidupan di zaman modern. Dunia ini memang tidak seindah zaman modern nya bukan? Begitu membosankan dan juga kuno. Mu Xianzhai hanya bisa memeluknya.


“Di masa depan, kita akan hidup dengan baik. Menantikan anak-anak kita lahir,” godanya.


“Kamu akan sibuk di barak militer di masa depan. Aku akan ikut denganmu dan hidup di barak militer juga.” Li Chang Su telah membuat keputusan di hatinya.


Mendengar hal tersebut, Mu Xianzhai bahkan lebih tertekan lagi. “Kita akan sering mengunjungi ibu kota dan membuat beberapa tempat yang menyenangkan untuk orang-orang. Kita juga akan ke pantai.”

__ADS_1


Pria itu tak ingin membuat istrinya dirugikan dan tentu saja akan memberikan semua yang dia miliki. Dia mungkin sedikit egois dan selalu ingin dekat dengan istrinya. Di masa depa  setelah krisis binatang mutasi diatasi, dia akan membangun halaman kecil di barak militer agar istrinya bisa tinggal dengan nyaman.


Keduanya berbicara tentang rencana masa depan dan kembali fokus pada topik utama. Li Chang Su telah menyiapkan hadiah yang akan dibawanya ke rumah bupati besok. Mu Xianzhai tidak memiliki banyak pengaturan lagi pula, Mu Yishu bukan orang yang keras terhadap dirinya sehingga secara alami akan bersikap baik pada istrinya juga.


Meski sejak dulu Mu Yishu selalu menjadi halaman bagi Mu Lizheng dalam urusan takhta, pada kenyataannya, Mu Yishu hanyalah melindungi kaisar dan mendengar Mu Xianzhai dalam banyak hal. Sayangnya Li Chang Su belum mengetahui identitas Mu Xianzhai saat ini dan hanya gelar ‘Raja Perang’ yang begitu dikenang banyak orang.


Keesokan paginya ….


Li Chang Su telah berdandan dan menyiapkan hadiah yang dibungkusnya semalam bersama Mu Xianzhai. Lalu membawa Xuxu dan Xuyao untuk menemaninya. Sedangkan Mu Xianzhai selalu acuh tak acuh dan berpenampilan seperti biasanya.


Mereka berangkat setelah sarapan dan Li Chang Su sedikit gugup. Istri bupati sedang hamil tua saat ini dan dia sangat penasaran dengan istrinya. Pasti wanita yang sangat cantik bukan? Kereta melaju menuju ke sisi lain ibu kota dan tiba di gerbang sebuah istana bupati yang dijaga oleh dua penjaga gerbang bertubuh kekar.


Saat melihat kereta dari Raja Perang, dua penjaga itu segera membukakan gerbang karena sang bupati telah memberi tahu jika hari ini Mu Xianzhai dan sang putri akan datang. Beberapa pelayan juga telah menunggu lebih awal dan kini mengantar keduanya menuju ke ruang utama istana bupati. Sementara sisanya mengambil hadiah yang disiapkan oleh Li Chang Su sebelumnya.


He Ze muncul paling akhir dan sengaja tidak membuat orang di sekitar curiga jika dirinya bukanlah manusia. Dia secara otomatis pergi ke sisi lain dan membuat panggilan pikiran dengan kucing putih, Mao Mao.


“Kacang Kecil, kenapa memanggilku tiba-tiba?” Kucing putih itu segera duduk di rerumputan hijau tanpa berniat untuk menunjukkan wujud aslinya.


He Ze melirik kucing itu dan menyipitkan matanya. “Ini tentang serangan binatang mutasi kegelapan tingkat ilahi. Sepertinya pelindung negara ini tidak lagi kuat. Kita harus bekerja sama.” Ia terlihat serius.


Mendengar hal itu, Mao Mao yang semulanya berwujud kucing putih kita menampilkan wujud manusianya. Tubuh jangkung berjubah putih dengan rambut putih menjuntai ke pinggang. Sepasang mata manusianya begitu menawan.


“Apa yang kamu rencanakan kali ini?” tanya Mao Mao sangat serius.

__ADS_1


Adapun He Ze saat ini hanya bisa tersenyum misterius dan menatap pria yang memiliki penampilan tampan itu dengan jejak misteri.


“...?!” Apa yang sebenarnya tupai itu inginkan? Kenapa aku merasa tidak enak hati? Pikir Mao Mao curiga.


Setelah berbincang untuk waktu lama dan mengelabui Mao Mao dengan cara tercela, He Ze terkekeh. Keduanya telah tiba di suatu tempat yang dipenuhi oleh aroma perona pipi dan juga parfum feminin. Wajah Mao Mao seketika menjadi hijau saat tahu ke mana He Ze membawanya pergi.


Saat ini keduanya berada di sebuah rumah hijau terkenal di ibu kota. Di mana ada banyak wanita cantik dengan tubuh seksi dan juga pakaian yang menggoda. Mereka memiliki suara yang lembut dan menyenangkan. Senyum mereka seperti iblis betina yang merayu manusia untuk berkumpul di tempat tidur.


Mao Mao  mencoba untuk menekan ketidaksukaannya dan rasa dinginnya. Dia tak sabar untuk menendang He Ze. Duduk di salah satu kotak yang dipesan oleh He Ze, dia terlihat meremas cangkir anggur.


Dia memandang He Ze dengan penuh aura membunuh. “Inikah tempat yang kamu maksud untuk menjalankan rencana? Apakah kamu tidak salah? Bukankah kamu datang untuk mencari pelecehan terhadap wanita penghibur di sini?” tanyanya galak.


Sayangnya He Ze tidak menganggap itu serius dan justru tersenyum penuh makna. “Aku tidak salah. Ini adalah rencana tuanku. Buat kekacauan untuk membuat Mu Lizheng sibuk,” jawabnya.


Mao Mao mengerutkan kening dan meminum secangkir anggur mahal dengan rasa enggan. “Ada apa dengan manusia itu? Apa hubungannya dengan tempat menjijikkan ini?” tanyanya tidak sabar.


“Ini adalah salah satu tempat milik putra mahkota.”


“Maksudmu, tuanmu ingin kita mengacau di sini?” tanyanya?


“Ya.”


 

__ADS_1


Tuan yang mereka maksud tentu saja adalah Li Chang Su.


“...” Apa kamu mencoba untuk menjadi penjahat?  Pikir Mao Mao dengan sudut mulut berkedut.


__ADS_2