Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Berkemah


__ADS_3

LI CHANG SU tidak tahu kenapa Mu Xianzhai menanyakan ini, hanya mengangguk saja. Walau di militer tidak ada orang yang memiliki penyakit jantung, tapi dia pernah bertugas di rumah sakit umum sebagai dokter cadangan.


Orang-orang di militer harus memiliki kesehatan yang baik, makan teratur dan istirahat yang cukup. Kadang harus mengorbankan semua waktu untuk misi tanpa tidur. Jika seorang prajurit memiliki penyakit jantung, maka tidak memiliki kualifikasi sebagai anggota, harus mengundurkan diri atau mati di medan perang untuk terakhir kalinya.


Bagaimanapun juga, pemerintah masih memedulikan tentara yang menjadi pelindung negara. Jika mereka telah diketahui memiliki riwayat penyakit, maka tidak bisa bergabung lagi dalam ketentaraan.


"Kenapa kamu bertanya tentang ini? Kamu sama sekali tidak memiliki penyakit jantung," dia berkedip bingung seraya mengurus luka sayatan di sekitar memarnya.


Sebelumnya, Li Chang Su sudah menggunakan sarung tangan khusus agar tidak menginfeksi luka. Baru menangani luka. Setelah mengeluarkan racun binatang mutasi, dia tak perlu menjahit lukanya karena tidak terlalu dalam.


Luka tembak di bahu kanannya kini meninggalkan bekas jahitan samar. Li Chang Su ingat ketika pertama kali bertemu dengan pria ini dan menembaknya. Kenapa pria ini tidak menggunakan krim penghilang bekas luka?


Mu Xianzhai tampaknya tahu apa yang diperhatikan gadis itu dan tersenyum penuh arti. Menatap bekas luka jahitan di bahu kanan, dia hanya berkata dengan tulus, "Ini adalah luka yang diberikan Su'er. Bagaimana mungkin aku menghilangnya?"


"Itu jelek!" Li Chang Su mencibir.


"Pria dengan bekas luka menunjukkan rasa heroik yang dalam. Tahukah Su'er bahwa aku masih memilikinya juga di punggung?"


"Hah?"


Pria itu tidak menunggu Li Chang Su untuk menolak atau ingin melihat. Setelah luka di dadanya di tangani, dia sedikit menegakkan tubuhnya dan berbalik. Menunjukkan bekas luka sayatan yang panjang di punggungnya. Saat gadis itu melihat bekas yang yang cukup mengerikan, tangannya gemetar.


Bagaimana bisa pria ini memiliki luka sebesar itu? Bukankah orang biasa tidak akan tahan dan kehabisan banyak darah?


Luka di punggung Mu Xianzhai didapat ketika usianya lima belas tahun. Sudah cukup lama. Waktu itu dia beradu pedang dengan salah satu jenderal yang membelot Negara Bingshui. Dan salah satu dari jenderal pihak musuh hampir membunuhnya. Walaupun selamat dari pembunuhan di medan pertempuran, dia masih cedera parah.


Beruntung Mu Hongzhi datang dan membantunya tepat waktu. Walaupun sepupunya ini selalu konyol dan bertindak bodoh, ambisinya di medan pertempuran untuk membunuh tidak pernah berkurang. Karena itu, di selalu mempercayai segalanya pada pria ini.


Li Chang Su tanpa sadar menyentuh bekas luka itu dan memperkirakan jika kedalamannya saat terluka mungkin hampir satu sentimeter. Mu Xianzhai berkata itu juga melukai tulang. Setidaknya, luka di punggung waktu itu yang paling parah sepanjang sejarah hidupnya dalam berperang.


"Apakah itu jelek?" Tanyanya Mu Xianzhai. Jika Li Chang Su tidak menginginkan bekas luka ini, dia akan meminta seseorang untuk menghilangkannya.


"Tidak, tidak jelek," gadis itu hanya menundukkan kepalanya dengan kebingungan. Bekas luka seperti ini tampaknya juga sangat berharga bagi pria itu.


Mu Xianzhai memakai bajunya kembali dan berhati-hati dengan luka di dadanya. Memar yang cukup besar itu hanya diberi krim dingin sehingga tidak akan terlalu sakit lagi. Li Chang Su menyingkirkan semua peralatan medisnya dan duduk berhadapan dengannya.


"Pangeran kedua memiliki riwayat penyakit jantung yang membuatnya bisa kehilangan kualifikasi untuk menjadi kaisar di masa depan. Tabib berkata itu tidak parah, hanya gejala awal."

__ADS_1


"Dia tidak terlihat seperti orang berpenyakit."


Ternyata Mu Xianzhai memikirkan Mu Peizhi yang dikatakan memiliki penyakit jantung dini. Karena Li Chang Su tidak menggunakan mata dewa nya untuk memindai, maka cukup terkejut setelah mengetahuinya. Mu Peizhi terlihat seperti pangeran lainnya, tenang seolah-olah tidak memiliki masalah tubuh.


Tapi mungkin ini juga yang menjadi poin penting pihak lain tidak akan curiga. Bagaimana bisa Mu Xianzhai tahu?


"Aku ingin Su'er memeriksanya lain waktu," pria itu meminta. Hanya saja nada bicaranya terdengar seperti sedang memerintah bawahan.


"Kau memohon atau memerintah?"


Pria itu menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum setengah menyeringai, "Kedua-duanya. Aku tidak suka dibantah. Jadi cepat atau lambat, aku pasti akan membawamu padanya untuk memeriksa."


"....."


Kereta kuda telah mencapai ke titik yang cukup jauh dari perbatasan. Setelah Mu Hongzhi menghentikan kereta kuda, keduanya melihat ke luar. Suasana bersalju yang tebal. Hari juga mulai sore. Tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan ketika malam tiba.


Binatang mutasi atau binatang buas biasa berkeliaran di malam hari untuk mencari mangsa. Mu Xianzhai memerintahkan para penjaga gelapnya untuk mencari kayu bakar. Li Chang Su memiliki tenda di ruang artefak dan mengeluarkannya. Serta beberapa bahan makanan untuk makan malam.


Tidak lupa juga, kelinci mutasi yang dia katakan telah ada di dalam keranjang rotan, sebenarnya dikeluarkan juga. Setidaknya ini tidak akan membuat keraguan atau kecurigaan Mu Hongzhi tentang keberadaan ruang artefak.


Bukan hanya itu saja, He Ze juga keluar dari ruang artefak dan mengambil camilan di dalam keranjang. Namun kelinci mutasi sialan itu menendangnya ke luar tenda hingga terkubur di salju.


"Jangan nakal," katanya.


Kelinci mutasi itu hanya bersantai di dalam tenda yang cukup untuk empat orang. Sehingga si kelinci itu bisa melompat bebas, menertawakan He Ze di dalam hatinya. Berani menipunya di masa depan, awas saja! Pikirnya.


Api unggun dibuat dan tongkat pengusir binatang mutasi juga telah didirikan. Para penjaga gelap kembali ke bayang-bayang untuk mengawasi sekitar. Salju di tempat mereka berkemah telah disingkirkan sehingga mudah untuk membuat api unggun. Mu Xianzhai terlihat sedang membuat tusuk untuk memanggang daging. Sedangkan Mu Hongzhi cukup malas.


Pria itu memeluk tubuhnya yang kedinginan dan menyaksikan jika matahari sudah terbenam, "Kakak Ipar ... Tidak, maksudku, sepupu ipar, selama satu tahun ini, apakah sepupu ipar baik-baik saja?" Dia menatap Li Chang Su yang ada di bibir tenda sambil mengelus kelinci mutasi.


"Ya, baik-baik saja," gadis itu hanya menunduk dan tidak peduli, lebih asyik bermain dengan kelinci.


"Jadi, di mana tinggal selama satu tahun terakhir ini? Mungkinkah kembali ke rumah?" Mu Hongzhi merasa bersalah pada kakak ipar ... Tidak, seharusnya dia memanggilnya sepupu ipar.


Pada waktu di mana Mu Xianzhai terkena efek ramuan cinta, dia telah kebingungan dan merasa tidak percaya. Sepupu terkena ramuan seperti itu, membuatnya agak menakutkan. Tapi untunglah jika para dewa masih berpihak padanya. Mu Xianzhai dan Rongyu sama-sama dihukum berat. Roh artefak gelang naga perak kalau dan mengamuk, mengutuk keduanya.


Sekarang, setelah gelang naga perak kembali ke pergelangan tangan gadis itu, kesialan Mu Xianzhai bisa dikatakannya berkurang.

__ADS_1


"Aku tinggal di manapun yang aku mau," Li Chang Su tidak mau repot-repot dengan Mu Hongzhi.


Gadis itu mengenakan sepatu hangatnya dan duduk di dekat unggun api. Mu Xianzhai memberinya satu tusuk ikan gemuk yang telah dilumuri bumbu. Sedangkan kelinci mutasi masih suka melompat-lompat di dalam tenda. Membuat para binatang buas di hutan ketakutan dan lari.


Dan He Ze tidak tahu pergi ke mana saat ini. Li Chang Su belum menemukan sosok kecilnya.


Hanya saja, kelinci mutasi mungkin tidak akan membuat binatang mutasi lain takut. Hanya saja merasa jika ada binatang mutasi di sekitar, yang lainnya berpikir tidak akan ada manusia.


Mu Hongzhi cukup bingung dengan jawaban gadis itu, "Sepupu Ipar ... Kapan menikah dengan sepupu? Apakah setelah kita mengetahui penyebab tentang bagaimana binatang mutasi ini berkembang biak lebih cepat, kalian akan bersama? Aku sudah tidak sabar untuk pamer di depan ibuku."


Menikah?


Lagi-lagi membahas hal ini. Li Chang Su tidak tahu harus berkata seperti apa setelah membahas tentang pernikahan. Dia sendiri tidak ingin menikah lebih awal dengan pria itu. Baru saja tiba di dunia yang kuno, lalu menikah?


Apakah ini kutukan karena dia pernah bersumpah tidak akan menikah dalam seumur hidupnya?


Dia menundukkan kepala dan menatap ikan yang sedang dipanggang telah mengeluarkan aroma harum.


"Aku tidak tahu," jawabnya pendek.


Mu Xianzhai juga tahu bahwa gadis itu pasti tidak akan setuju begitu awal. Masih terlalu dini untuk mendapatkan hatinya. Jadi dia mendengus dan menatap Mu Hongzhi dengan tidak senang. Karena pria ini, Su'er nya menjadi kesal lagi. Padahal di kereta kuda tadi masih baik-baik saja dan harmonis. Baik dia ataupun Li Chang Su mengembang sedikit perasaan.


Tapi Mu Hongzhi seperti ngengat di mana-mana, membuat orang sial sepanjang waktu. Jika Mu Hongzhi tahu pikirannya, mungkin akan berteriak dan meminta maaf pada sepupunya yang baik.


"Kamu terlalu banyak bicara!"


"Sepupu, di mana aku banyak bicara. Sepupu Ipar sangat cantik. Belum lagi Ye Tianli itu tidak sabar untuk membawa keindahan kecil ini ke pelukannya. Aku ingin kamu segera menikahi sepupu ipar dan memiliki pangeran kecil," katanya.


"Apakah dia berani?" Cibir Mu Xianzhai.


"Tentu saja. Kenapa tidak?" Sepupunya yang baik itu sangat optimis dengan antusias Ye Tianli.


"Su'er adalah takdir gelang naga perak. Pria itu tidak akan berani!"


"Tapi sepupu ...," Mu Hongzhi tidak terima dan ingin sepupunya ini mendapatkan hati Li Chang Su lebih cepat. Sehingga pernikahan juga akan terjadi.


Namun Li Chang Su bangkit dari duduknya dengan ekspresi serius. Keduanya berpikir jika dia marah. Bahkan Mu Xianzhai sendiri cukup gugup untuk melihat reaksinya yang sedikit tidak menyenangkan. Apakah Su'er nya lebih kesal dan tidak mau menikah dengannya?

__ADS_1


Salah satu dari keduanya ingin bicara, tapi Li Chang Su segera memberi isyarat untuk diam. Dia baru saja mendengar sesuatu. Kelinci mutasi yang ada di dalam tenda pun langsung keluar dan menatap tajam ke satu tempat. Bahaya akan segera datang.


"Sepupu Ipar, apa yang terjadi?" Tanya Mu Hongzhi pelan.


__ADS_2